Penulis Topik: Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.  (Dibaca 4407 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« pada: Pebruari 02, 2013, 07:33:01 PM »
berlogika atau logika dalam bentuk praktik, merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. saat dalam keadaan sadar, kita tak bisa dengan mudah lari dari praktik logika. walaupun bisa, itu membutuhkan usaha yang tidak mudah dan tak akan bertahan lama.
tak peduli apakah anda seseorang yang mewajibkan praktik logika, atau sekedar membolehkan, atau bahkan mengharamkannya, sesungguhnya praktik logika akan terjadi bukan hanya ketika ada niat dari anda, tapi juga akan terjadi disetiap adanya kesempatan (walaupun tanpa niat), waspadalah,, waspadalah...

praktik logika berbeda dengan teori logika. jika praktik logika terjadi disetiap ada kesempatan, maka teori logika harus didapatkan melalui niat disamping kesempatan.
teori logika itu penting, walaupun tidak mutlak penting. teori logika dapat membuat manusia menjadi lebih mudah dalam mempraktikkannya.
ketika anda belum pernah bersentuhan dengan teori logika, mungkin anda akan membutuhkan waktu 1 jam untuk memecahkan sebuah masalah dengan praktik logika. tapi bila anda sudah menguasai teori logika, mungkin anda tidak membutuhkan waktu selama itu, mungkin cukup dengan 5 menit, 1 menit, bahkan 1 detik!!!
wow! apakah anda tertarik belajar teori logika?

tapi kita juga harus tau, selain teori logika dapat mempermudah kita dalam mempraktikkan logika, ternyata teori logika juga dapat membuat praktik logika kita menjadi tersendat bahkan mungkin macet lho...
ini terjadi jika kita tidak tahu bahwa sebenarnya praktik logika bisa berjalan sendiri tanpa teori logika.

belajar teori logika dapat menjadi bumerang bagi praktik logika, jika kita berpemahaman bahwa praktik logika mesti bersandar pada teori logika. kalau kita telah memahami dengan benar teorinya sih gak papa, tapi akan sangat fatal jika kita memahami teorinya baru setengah, lalu kita praktikkan teori yang baru setengah tsb di kehidupan sehari2, untuk memahami alam ini...

beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
pada teori logika, jika A adalah B, dan B adalah C, maka A adalah C.
jika kita tak paham betul dengan teori ini, kita bisa saja melakukan kesalahan seperti ini:
jika udin menampar mahmud
sedangkan mahmud menampar rina
maka udin menampar rina...??
 :D

pada teori logika, jika A adalah B, dan C bukan B, maka C bukan A.
jika kita tak paham betul dengan teori ini, kita bisa saja melakukan kesalahan seperti ini:
Quote (selected)
jika manusia dapat mendengar
dan Allah tidak sama dengan manusia
maka Allah tidak mendengar

padahal tanpa kita tahu teori logika pun, kita akan tahu bahwa kesimpulan tsb salah. tapi setelah tahu sedikit teori logika, pengetahuan yang sedikit ini justru bisa menyesatkan.
« Edit Terakhir: Pebruari 02, 2013, 07:46:02 PM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #1 pada: Pebruari 03, 2013, 07:50:55 PM »
Luar biasa, soalnya adie merasa terkadang melakukan kesalahan dalam menarik kesimpulan karena dari runutan logika yang dianggap benar padahal salah,
SEMANGAT logicers untuk belajar teori logika
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #2 pada: Pebruari 03, 2013, 09:30:48 PM »
itu hampir mirip dengan kasus-kasus yang terjadi para pelajar meditasi.

sebagian latihan meditasi ditujukan untuk mengatasi masalah mental, seperti rasa takut, kesedihan dan kegelisahan. tapi kadang-kadang justru meditasi itu sendiri yang menimbulkan masalah-masalah mental, seperti sedih dan gelisah. ada pelajar yang selalu merasa minder, bahwa kemampuan meditasinya tertinggal jauh dari kawan-kawan. ada juga yang merasa gelisah, karena karena tidak jelas hukum halal haramnya meditasi bagi dia, ada juga yang bingung dengan teori-teori meditasi yang pelik. biasanya saya katakan kepada mereka, "jadikan meditasi sebagai solusi dari problematika mental, dan bukan dijadikan persoalan mental yang baru!" tapi di sisi lain, problematika yang diciptakan oleh meditasi itu sendiri, merupakan latihan bagi para pelajar itu untuk menghadapi dan mengatasi masalah.

itu hanya perbandingan dengan problem teori logika. tentu banyak titik perbedaannya. tapi titik persamaannya di sini adalah "belajar yang belum tuntas, bisa menimbulkan problem tersendiri dari ilmu yang dipelajari itu. tapi ini juga sama-sama harus dipandang sebagai pelajaran berharga."
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #3 pada: Pebruari 03, 2013, 09:48:43 PM »
mungkin ini yang menyebabkan sebagian orang beranggapan bahwa teori logika itu haram diterapkan dalam proses pencarian kebenaran.

sebenarnya kita bisa menuntaskan sendiri pelajaran yang belum tuntas tsb, ketika ternyata teori yang kita hafal tidak dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam ini.

misalnya pada teori jika A adalah B, dan B adalah C, maka A adalah C yang diterapkan pada
jika udin menampar mahmud
sedangkan mahmud menampar rina
maka udin menampar rina

setelah mendapati teori ini ternyata tidak sesuai dengan kebenaran, tanpa membuka-buka buku teori logika pun kita harusnya sudah bisa menyempurnakan sendiri teori yang kita fahami, bahwa ternyata teori tsb tidak tepat digunakan pada term verbal.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #4 pada: Pebruari 03, 2013, 10:01:47 PM »
Wah Kang Sandy ini bikin saya takut. Soalnya saya memang agak kesulitan belajar teori-teori logika. Tetapi saya yakin ilmu logika itu berfungsi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan saya dalam berfikir walaupun baru sedikit yang saya ketahui dari ilmu logika itu. Paling tidak saya lebih hati-hati berbicara dengan lawan bicara saya. Jika ada kesalahan dalam apa yang saya bicarakan maka dengan sungguh-sungguh saya minta untuk diberitahukan kesalahan saya tersebut oleh lawan bicara saya dan tidak ada rasa rendah diri atau gengsi lagi. Dan sekarang batin saya rasanya lebih tenang daripada kemarin-kemarin tidak lagi terbawa oleh ego saya. Saya mengerti dari forum lagika ini bahwa kekacauan berfikir itu berbahaya. Paling tidak untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu kemampuan menganalisa persoalan menjadi penting, dan itu terbawa kedalam kehidupan saya belakangan ini, saya menjadi agak tidak mudah marah ketika menyikapi beberapa hal yang tidak menyenangkan belakangan ini, seperti kamarin saya di kata-katain kotor padahal sebelumnya tidak pernah! dan saya tanggapi dengan kata-kata 'semoga Alloh memberikan cahaya pada pikiranmu' ...... :) lalu apa jawaban yang saya dapatkan, eh....dia malah gak mau berhenti... :) kemudian saya tingal ngeloyor pergi... :D
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #5 pada: Pebruari 03, 2013, 10:03:03 PM »
mungkin ini yang menyebabkan sebagian orang beranggapan bahwa teori logika itu haram diterapkan dalam proses pencarian kebenaran.

sebenarnya kita bisa menuntaskan sendiri pelajaran yang belum tuntas tsb, ketika ternyata teori yang kita hafal tidak dapat menjelaskan fenomena yang terjadi di alam ini.

misalnya pada teori jika A adalah B, dan B adalah C, maka A adalah C yang diterapkan pada
jika udin menampar mahmud
sedangkan mahmud menampar rina
maka udin menampar rina

setelah mendapati teori ini ternyata tidak sesuai dengan kebenaran, tanpa membuka-buka buku teori logika pun kita harusnya sudah bisa menyempurnakan sendiri teori yang kita fahami, bahwa ternyata teori tsb tidak tepat digunakan pada term verbal.

kalau itu yang menjadi landasan pengharaman, berarti dasar pengharaman itu adalah kesalah fahaman. sebab, dalam contoh di atas, itu adalah contoh kesalahan penerapan teori logika dalam praktik. teorinya benar, tapi praktinya menggunakan falalcy of 4 term. kenapa? sebab term "Mahmud" tidaklah sama dengan term "menampar Mahmud". dan "menampar" bukanlah termasuk kepada kata penghubung ( to be). yang termasuk kata penghubung adalah  "adalah", dan kata-kata yang semakna dengannya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #6 pada: Pebruari 03, 2013, 10:09:04 PM »
kadang-kadang fallacy of 4 term itu terasa benar, sebenarnya salah.

contoh, Habib Abu Bakar pernah berkata, "Jika kita mencintai Rasul. Rasul mencintai Allah. berarti kita mencintai Allah."

kesimpulannya memang benar, bahwa cinta rasul berarti cinta Allah. biasanya susun pikiran seperti ini tidak dipermasalahkan, karena baik premis dan kesimpulannya dapat diterima. tapi secara teori logika itu salah, dan harus disalahkan. kenapa? karena kalau diterapkan pada kasus yang lain akan mengabibatkan kesalahan fatal. kalau kasus lain itu dikecualikan tanpa alasan pengecualian yang benar, berarti menggunakan standar ganda.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #7 pada: Pebruari 03, 2013, 10:09:35 PM »
Wah Kang Sandy ini bikin saya takut. Soalnya saya memang agak kesulitan belajar teori-teori logika. Tetapi saya yakin ilmu logika itu berfungsi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan saya dalam berfikir walaupun baru sedikit yang saya ketahui dari ilmu logika itu. Paling tidak saya lebih hati-hati berbicara dengan lawan bicara saya. Jika ada kesalahan dalam apa yang saya bicarakan maka dengan sungguh-sungguh saya minta untuk diberitahukan kesalahan saya tersebut oleh lawan bicara saya dan tidak ada rasa rendah diri atau gengsi lagi. Dan sekarang batin saya rasanya lebih tenang daripada kemarin-kemarin tidak lagi terbawa oleh ego saya. Saya mengerti dari forum lagika ini bahwa kekacauan berfikir itu berbahaya. Paling tidak untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu kemampuan menganalisa persoalan menjadi penting, dan itu terbawa kedalam kehidupan saya belakangan ini, saya menjadi agak tidak mudah marah ketika menyikapi beberapa hal yang tidak menyenangkan belakangan ini, seperti kamarin saya di kata-katain kotor padahal sebelumnya tidak pernah! dan saya tanggapi dengan kata-kata 'semoga Alloh memberikan cahaya pada pikiranmu' ...... :) lalu apa jawaban yang saya dapatkan, eh....dia malah gak mau berhenti... :) kemudian saya tingal ngeloyor pergi... :D

yang perlu kita tau, Aristoteles bukanlah pencipta teori logika, Aristoteles hanyalah penemu, menemukan apa yang sebenarnya sudah ada dalam akal sehat setiap manusia.

dan kita pun berpotensi sama seperti Aristoteles, kita bisa menemukan sendiri teori2 tsb, karena sebenarnya sudah ada dalam akal sehat kita masing2.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #8 pada: Pebruari 03, 2013, 10:16:42 PM »
yang perlu kita tau, Aristoteles bukanlah pencipta teori logika, Aristoteles hanyalah penemu, menemukan apa yang sebenarnya sudah ada dalam akal sehat setiap manusia.

dan kita pun berpotensi sama seperti Aristoteles, kita bisa menemukan sendiri teori2 tsb, karena sebenarnya sudah ada dalam akal sehat kita masing2.

bahkan, kalau berdasarkan ajaran kebatinan yang saya anut, dan berdasar kepada filsafat socrates, seluruh ilmu pengetahuan itu, apapun jenisnya, sudah ada tersedia di dalam diri setiap manusia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #9 pada: Pebruari 03, 2013, 10:21:25 PM »
kalau itu yang menjadi landasan pengharaman, berarti dasar pengharaman itu adalah kesalah fahaman. sebab, dalam contoh di atas, itu adalah contoh kesalahan penerapan teori logika dalam praktik. teorinya benar, tapi praktinya menggunakan falalcy of 4 term. kenapa? sebab term "Mahmud" tidaklah sama dengan term "menampar Mahmud". dan "menampar" bukanlah termasuk kepada kata penghubung ( to be). yang termasuk kata penghubung adalah  "adalah", dan kata-kata yang semakna dengannya.

ya, pengharaman itu cuma kesalah pahaman, akibat pengetahuan teori yang tidak tuntas. harusnya, falacy-lah yang diharamkan, haram digunakan, tapi tidak haram untuk dipelajari. bahkan mempelajarinya wajib untuk menghindari penggunaan yang salah tsb.


kadang-kadang fallacy of 4 term itu terasa benar, sebenarnya salah.

contoh, Habib Abu Bakar pernah berkata, "Jika kita mencintai Rasul. Rasul mencintai Allah. berarti kita mencintai Allah."

kesimpulannya memang benar, bahwa cinta rasul berarti cinta Allah. biasanya susun pikiran seperti ini tidak dipermasalahkan, karena baik premis dan kesimpulannya dapat diterima. tapi secara teori logika itu salah, dan harus disalahkan. kenapa? karena kalau diterapkan pada kasus yang lain akan mengabibatkan kesalahan fatal. kalau kasus lain itu dikecualikan tanpa alasan pengecualian yang benar, berarti menggunakan standar ganda.

betul kang... tidak boleh ada kesimpulan pada kasus tsb.

jika kita mencintai Rasul
dan mencintai Rasul berarti mencintai Allah
berarti kita mencintai Allah.

itu baru kesimpulan yang sesuai dengan kaidah logika.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #10 pada: Pebruari 03, 2013, 10:23:25 PM »
bahkan, kalau berdasarkan ajaran kebatinan yang saya anut, dan berdasar kepada filsafat socrates, seluruh ilmu pengetahuan itu, apapun jenisnya, sudah ada tersedia di dalam diri setiap manusia.

setuju,,,
pencipta ilmu adalah Allah, manusia hanya menemukan dan merumuskannya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #11 pada: Pebruari 03, 2013, 11:02:43 PM »
Kutip dari: biru biru
ya, pengharaman itu cuma kesalah pahaman, akibat pengetahuan teori yang tidak tuntas. harusnya, falacy-lah yang diharamkan, haram digunakan, tapi tidak haram untuk dipelajari. bahkan mempelajarinya wajib untuk menghindari penggunaan yang salah tsb.

apa dasar pengharaman penggunaan fallacy?

mungkin maksudnya haram digunakan untuk kejahatan? soalnya fallacy juga kalau digunakan pada tempatnya, tentu menjadi hal yang baik.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #12 pada: Pebruari 04, 2013, 08:31:47 AM »
kebaikan seperti apa yang dapat ditimbulkan dari kesesatan berpikir kang?
tempat yang bagaimana yang bisa mewadahi fallacy sehingga menjadi bermanfaat untuk kebaikan?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #13 pada: Pebruari 04, 2013, 11:40:59 AM »
salah satunya untuk mengalahkah fallacy itu sendiri.

saya pernah berdebat dengan seorang kristen di myquran. ia bersikukuh bahwa Yesus adalah Tuhan, dengan argumentasi :

Yesus itu berkuasa atas kematian
Tuhan juga berkuasa atas kematian

berarti Yesus adalah Tuhan.

jelas, itu adalah kesesatan berpikir. melanggar hukum distribusi dalam logika. untuk mengalahkan fallacy tersebut, maka saya gunakan fallacy yang sama. "kalau begitu, Muhammad adalah Yesus." kata saya.

"Kenapa?" tanya dia.

"karena Muhammad mempunyai ibu, dan Yesus juga mempunyai itu. dengan begitu, Yesus adalah Muhammad."

seharusnya, dengan ditunjukan argumentasi ini, dia sadar dengan kebodohannya. lalu melepaskan keyakinan akan ketuhanan Yesus. tapi dia tidak mengerti hukum logika mana yang dilanggar oleh cara berpikirnya. dan dia tidak peduli, kalau ada hukum logika yang dilanggar.

dia tidak menerima bahwa "Muhammad adalah Yesus", tapi menerima bahwa "Yesus adalah sama", padahal kaidah logika yang saya gunakan adalah sama persis dengan kaidah yang dia gunakan. walaupun tidak memberi faedah kepada dia, karena sifat kefanatikan dirinya, tapi setidaknya hal itu menyadarkan para pembaca yang menyimak perdebatan saya dengan si kristen tadi, bahwa betapa bodohnya dia, dan betapa salah keyakiannya itu dengan bukti nyata kesalahan argumentasi.

hal yang sama saya lakukan terhadap umat Buddhis yang memperolok-olok konsep ketuhanan, dengan alasan tuhan itu tidak bisa dlihat. lalu saya balik memperolok-olok Dewa-dewa, karena mereka juga tidak bisa dilihat. sama-sama menggunakan fallacy. ini tak lain, agar mereka bisa melihat kebodohan argumentasi mereka dengan melihat contohnya pada argumentasi yang saya berikan. seperti memberikan cermin agar orang dapat melihat kotoran pada wajahnya, lalu dia memberishkanya.

penggunaan falalcy, argumentum ad ignoratium atau ad hominem, ini juga merupakan suatu keahlian yang tak kalah pentingnya dengan menggunakan syllogisme yang sah.

di myquran, seringkali lawan debat saya dengan tanpa malu-malu menggunakan ad hominem kepada saya. dan moderator membiarkannya, karena tampaknya moderatornya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang apa itu argumentum ad hominem dan ignoratium. lawan debat saya itu tidak mau berhenti menggunakan ad hominem, sampai saya membalasnya dengan menggunakan keahlian saya menggunakan ad hominem secara lebih tajam. barulah lawan debat saya itu mau berhenti menggunakan ad hominem, dan sepakat untuk melakuan genjatan "hominem" :). seperti Israel yang terus menerus menggempur palestina, dibals pula dengan rudal yang lebih canggih, Fajr 5, barulah isarel menghentikan serangannya terhadap palestina.

sayangnya, terkadang di myquran, thread kami dikunci atau bahkan saya di baned, karena dianggap menggunakan ad hominem. smentara kawan debat saya tidak diban, karna dianggap tidak menggunakan ad hominem. sebagaimnana saya katakan, tampaknya mereka tidak mempunyai standar pasti, mana ad hominem, mana ad ignoratium, dan mana yang bukan. tampaknya standar yang mereka gunakan adalah "kalau kata-kata seseorang itu tidak sejalan dengan keyakinannya, atau terasa tidak menyenangkan, berarti itu ad hominem." ini adalah standar yang salah dari moderator. jadi, salah satu manfaat lagi, dengan memahami bentuk-bentuk fallacy, di sebuah forum Anda bisa menjadi moderator yang adil, karena memahami standar fallacy yang baku.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Hanan

Re:Teori Logika Tak Tuntas, Bumerang Bagi Praktik Logika.
« Jawab #14 pada: Juli 02, 2013, 05:19:33 PM »
Quote (selected)
Habib Abu Bakar pernah berkata, "Jika kita mencintai Rasul. Rasul mencintai Allah. berarti kita mencintai Allah."
yup..terkadang pesan yang disampaikan melalu logika basa tidak dapat diterima oleh logika yang matematis..keduanyah memiliki kesan yang berbeda..
dalam kalimat itu tertangkap sebuah majaz/gaya basa,dan itu dapat disalahkan dengan argumen x = y dan x #c..bila y = c maka kesimpulan salah..

gaya basa dapat menjadi jebakan tak berujung bagi logika matematis..
Mencari jarum di timbunan jarum karena setiap senin selalu diawali senin lagi
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
761 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2016, 01:45:33 PM
oleh Amoy
12 Jawaban
2843 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 03, 2012, 12:52:28 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1974 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2016, 01:49:00 PM
oleh Amoy
0 Jawaban
640 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 02:41:46 PM
oleh Kang Asep
38 Jawaban
5951 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2013, 06:44:17 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
465 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2016, 11:33:59 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
948 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2016, 10:06:09 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
324 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2016, 08:16:58 PM
oleh Sandy_dkk
3 Jawaban
584 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2016, 09:38:36 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
175 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2017, 12:59:37 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan