Penulis Topik: Satu Kata Dua Makna  (Dibaca 1459 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Satu Kata Dua Makna
« pada: Desember 03, 2013, 10:38:12 PM »
Nomor : PST.KII/Log-64/2563
Edisi : 18 Maret 2017
Judul : Satu Kata Dua Makna
================

Dalam berkomunikasi sehari-hari, seringkali orang menggunakan satu kata untuk dua dua makna yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia, ini disebut Homograf.

satu kata dua makna tidak serta merta ambigu, dan baru kemudian menjadi ambigu ketika membingungkan pihak lain. satu kata dua makna seringkali menmbulkan ambiguitas, di mana pihak pendengar atau pembaca menjadi ragu, mana makna yang bnar dari kata tersebut. Tetapi kemudian dapat dilihat dari konkteksnya. konktes ini dapat dilihat dair ungakapan-ungkapan yang dikemukakan sebelum atau sesudahnya. Tentu saja, sebisa mungkin kita harus menghindari kata-kata yang ambigu. upayakan satu kata satu makna. tetapi, adakalanya hal itu benar-benar tidak dapat dihindari. dengan terpaksa kita menggunakan kata yang ambigu. Dan bahkan dalam dunia matematika dan pemgoraman tidak dperkenankan menggunakan kata yang ambigu, satu kata hanya boleh satu makna. jika ada term yang sama persis, itu harus dibuat perbedaan walaupun sedikit. misalnya X dengan X1.

dalam bahasa sehari-hari, contohnya kata "Tahu", itu bisa bermakna "sejenis makanan" bisa pula bermakna sifat "mengetahui". sehingga ketika seseorang ditanya, "Apakah kamu tahu ?" orang bisa menjawab, "tidak, saya bukan tahu, bukan pula tempe, tapi manusia." bisa pula saya menjawab, "ya, saya tahu." jawabannya menjadi terlihat kontradiksi.

1) saya bukan tahu
2) saya tahu

dalam dunia filsafat, ini menjadi problem tersendiri. karena dalam dalam bahasa filsafat, orang tidak dapat benar-benar menghindari kata berjipang, yaitu kata yang mengandung dua makna. tidak masalah, jika lawan bicara dapat menangkap perbedaan makna tersebut dari konteksnya. tetapi,apabila sulit dimengerti atau berpotensi menimbulkan kesalah-tafsiran, maka sebaiknya bersihkan struktur filsafat kita dari kata berjipang. misalnya, untuk membedakan antara "Tahu" dalam kategori jenis makanan dngan Tahu dalam kategori sifat manusia, maka saya dapat menggunakan kata Tahu dengan Tau. ini disebut pemisahan makna. dan saya mendefinisikan Tahu sebagai jenis makanan tertentu, adapun Tau sebagai sebagian sifat manusia. "Apakah anda tau ?" pertanyaan ini tidak lagi dapt dijawab, "saya bukan tahu, bukan pula tempe." dan pemisahan makna tidak harus dilakukan selama maksud dari pernyataan-pernyataan kita dapat dimengerti dengan baik oleh pendengar atau pembaca. 


contoh 1 :
Pertanyaan :
1) bu, sepatuku kotor, bagaimana ?
2) Komandan, musuh datang menyerang, bagaimana ?

Jawaban : Sikat

1) sikat : benda kecil berbulu digunakan untuk membersihkan benda dari debu
2) sikat : membabat habis musuh

Contoh 2 :

Pertanyaan :
1) Bagaimana kondisi perushaanmu ?
2) Bagaimana bunga mawar yang dulu kau tanam di depan rumahmu ?

Jawaban : Berkembang

1) berkembang : omset perusahaan bertambah, hutang menipis, dll
2) berkembang : tumbuh bunga

Contoh 3:

1) ke mana bapak pergi ?
2) musuh telah datang menghadang, apa yang harus dilakukan ?

Jawaban : serang

1) Serang : ibu kotab provinsi Banten.
2) Serang : tindakan agresi terhadap musuh

Contoh 4 :

1) Pria tadi dibawa ke RS. memangnya kena apa dia ?
2) Apa kamu bisa membantuku ?

Jawaban : Bisa

1) Bisa : racun ular
2) Bisa : dapat, boleh

contoh 5 :

1) hari ini menu masakannya apa ?
2) Apakah kamu tahu siapa nama presiden kita ?

Jawaban : Tahu

1) Tahu : sejenis makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang ditumbuk
2) Tahu : mengerti atau mengetahui

Contoh 6 :

1) Apa yang sedang dilakukan ibu di dapur ?
2) Bagaimana kondisi buah pepaya ini ?

Jawaban : Masak

1) Masak : sejenis kata kerja, memasak, mengolah makanan mentah menjadi siap santap
2) Masak : matang

« Edit Terakhir: Maret 19, 2017, 08:39:52 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Satu Kata Dua Makna
« Jawab #1 pada: Agustus 23, 2017, 09:55:42 PM »
Menurut saya contoh-contoh di atas hampir tidak ada yang homograf deh Kang...
1. Menurut saya tindakan "menyikat" musuh itu lebih kepada perumpamaan, "membersihkan" musuh dari wilayah kita sampai habis.
2. Berkembang = Tumbuh seperti kembang (bunga).
3. Karena Serang itu nama daerah, bisa saja memang asal namanya dari kata "serang" itu sendiri.
4. "Bisa" itu homonim, karena selain penulisannya, pelafalannya juga sama.
5. Masak = Membuat makanan mentah menjadi matang (masak).
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2921 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2017, 04:50:30 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
2984 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 30, 2012, 01:38:28 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
4012 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2015, 12:59:23 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
3859 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 19, 2013, 10:18:51 AM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
2276 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2013, 10:22:34 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1491 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2013, 12:11:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1508 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 10:12:18 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
413 Dilihat
Tulisan terakhir April 10, 2015, 10:48:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
219 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2016, 06:27:17 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
81 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2017, 02:10:28 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan