Penulis Topik: rancu Logika dan Asumsi (1): Asumsi yang berbuat, Logika yang bertanggung jawab.  (Dibaca 1748 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Kutip dari: syakuri
kalau saya sih, agama ini gak butuh logika. justru sebaliknya logika inilah yang butuh kepada bimbingan syariat. ingat jangan kebalik ya.

sebagai contoh:
Nabi Bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah
seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah
lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada
sayap lainnya ada obatnya
(HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
coba kalau logika para sahabat yang dikedepankan, hadis ini pasti akan ditolak mentah mentah. bagaimana tidak seekor lalat yang kerjaannya ditempat kotor dan sampah, mosok disuruh celupin seklian.  karena pada waktu itu tak satupun teknologi yang bisa membuktikannya. hanya akhir akhir ini saja ketika teknologi sudah semakin maju baru diketahui kebenarannya.

contoh kedua:
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah -radhialahu anhu- dia berkata:
كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي مَسِيرٍ فَقَالَ لِي أَمَعَكَ مَاءٌ قُلْتُ نَعَمْ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَمَشَى حَتَّى تَوَارَى فِي سَوَادِ اللَّيْلِ ثُمَّ جَاءَ فَأَفْرَغْتُ عَلَيْهِ مِنْ الْإِدَاوَةِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ فَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُخْرِجَ ذِرَاعَيْهِ مِنْهَا حَتَّى أَخْرَجَهُمَا مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ أَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ وَمَسَحَ عَلَيْهِمَا
“Saya pernah bersama Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- pada suatu malam dalam perjalanan, maka beliau bersabda kepadaku, “Apakah kamu memiliki air?” Aku menjawab, “Ya.” Lalu beliau turun dari kendaraannya, lalu berjalan hingga tersembunyi dalam gelapnya malam (untuk buang air besar). Kemudian beliau datang kembali, lalu aku menuangkan air dari geriba untuknya, beliau pun mencuci mukanya. Karena memakai jubah wol yang kedua lengannya sempit, maka beliau pun merasa kesusahan untuk mengelurkan kedua tangannya, beliau lalu mengeluarkannya lewat bawah jubahnya. Lalu beliau mencuci kedua lengannya dan mengusap kepalanya. Kemudian aku jongkok untuk melepas kedua khufnya, maka beliau bersabda, “Biarkanlah keduanya, karena aku memasukkan kedua kakiku padanya dalam keadaan suci.” Maka beliaupun hanya mengusap bagian atas dari kedua khufnya.” (HR. Al-Bukhari no. 206 dan Muslim no. 274)

kalau logika lagi yang maju, mosok yang diusap malah bagian atas khufnya, kan yang jelas jelas kotor bagian bawahnya. benar tidak? kalau pake logika.

jadi sekali lagi saran saya "jangan kebalik ya" tapi ini juga cuma sekedar saran. kalau yang gak mau terima gak usah diambil pusing. nanti malah gak masuk logika.

jika benar bahwa logika menolak mentah2 hadits tentang lalat, maka silahkan tunjukkan modus berpikir logis seperti apa yang menolak matan hadits tsb?
jika tidak ada modus berpikir yang digunakan, maka itu bukan logika, tapi asumsi!

jika benar bahwa logika menolak hadits tentang khuf, maka silahkan tunjukkan modus berpikir logis seperti apa yang menolak matan hadits tsb?
jika tidak ada modus berpikir yang digunakan, maka itu bukan logika, tapi asumsi!

tidak ada aturan baku mengenai asumsi. asumsi bebas berkata apa saja, termasuk menolak hadits2 tsb. logika berbeda dengan asumsi, dan logika tidak pantas bertanggung jawab atas perbuatan asumsi.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re: rancu Logika dan Asumsi (2): Asumsi membantah Logika?
« Jawab #1 pada: September 29, 2013, 04:54:17 PM »
Kutip dari: mushab bin umair
Dan satu alasan ini cukup bagi antum untuk meninggalkan ilmu filsafat.
Al-Hafizh As- Suyuthi rahimahullah mengatakan :
وقد كنت في مبادئ الطلب قرأت شيئًا في المنطق، ثم ألقى الله كراهته في قلبي، وسمعت ابن الصلاح أفتى بتحريمه فتركته لذلك فعوضني الله تعالى عنه علم الحديث الذي هو أشرف العلوم.
"Dulu ketika awal2 menuntut ilmu, aku mempelajari sedikit ilmu manthiq, kemudian Allah menaruh kebencian dalam hatiku terhadapnya dan aku mendengar Ibnu- ash-shalah berfatwa tentang haramnya ilmu manthiq, oleh karena itu Allah memberikan ganti untukku dengan ilmu hadits yang merupakan ilmu yang lebih utama.?
(Tarikh al-Khulafa 1/7, pada bagian biografi Al-Hafizh As- Suyuthi rahimahullah)

logika adalah aturan berpikir, dan logika berbicara kepastian.

asumsi adalah dugaan bebas, dan asumsi berbicara kemungkinan.

argumentum ad verecundiam yang digunakan As- Suyuthi adalah asumsi, dan digunakannya untuk membantah logika/mantiq. maka bagaimana bisa kemungkinan mampu membantah kepastian?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re: rancu Logika dan Asumsi (2): Asumsi membantah Logika?
« Jawab #2 pada: September 30, 2013, 08:41:44 PM »
...
dan ketika anda menimbang perkataan as suyuthi, kaidah apa yang anda pegang.. apakah kaidah yang berpegang pada ilmu logika yang di teorikan oleh..? atau kaidah yang di ambil dari pemahaman para ulama (yang tentunya tidak memakai argumen2 atau kaidah dalam ilmu  logika)

dan kesimpulan yang bagaimana yang anda dapat dari perkataan as suyuthi, apakah perkataan beliau bisa di jadikan sebuah rujukan atau harus ditinggalkan?

saya berpegang kepada kaidah logika. berlogika atau berpikir benar adalah fitrah manusia, bukan hanya sekedar teori oleh fulan dan si fulan.

mungkin bagi anda proposisi "logika adalah fitrah manusia" masih merupakan asumsi, karena anda belum tahu alasan yang bisa membenarkan hal ini.
anda berhak meminta bukti, dan untuk membuktikannya kepada anda dan juga orang2 lainnya, maka saya mengajak siapa saja untuk sama2 menelaah rumusan2 logika dari awal, lalu mencocokkan rumusan2 tsb dengan fitrah akal sehat masing2, apakah sesuai atau tidak? ini adalah argumentum ad judiciam karena langsung disaksikan oleh akal.

tapi nampaknya ajakan saya di forum sebelah untuk sama2 menelaah rumusan tsb tidak mendapat respon, maka ya sudahlah...



perkataan as suyuthi adalah argumentum ad verecundiam, silahkan gunakan jika tak ada argumentum ad judiciam yang bisa membantahnya. tapi bagi saya, "logika adalah fitrah" adalah ad judiciam yang membantahnya.

mengharamkan fitrah manusia? hmm.....
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya. (Q.S 27:66)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
menggunakan logika adalah memeriksa pertentangan di dalam pemikiran seseorang. jika dia orang benar, maka tidak akan kita temukan pertentangan di dalam pemikirannya. tapi bila dia orang yang tersesat jalan, kita akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya. Hal ini sesuai dengan prinsip identifikasi kebenaran yang diajarkan oleh Allah :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(Q.S 4:82)

tugas para logicer hanyalah menyadarkan orang itu akan pertentangan yang terjadi di dalam dirinya sendiri. tapi usaha penyadaran ini tidaklah mudah. mereka selalu menyangkal kita yang padahal kita hanya mengkalkulasikan pemikiran-pemikiran mereka sendiri.

dia sendiri yang mengatakan "Allah ada di setiap tempat". dan dia sendiri yang mengatakan "WC adalah tempat". tapi saat kita membuat kesimpulan dari pernyataannya sendiri bahwa Allah ada di WC, lalu dia beristigfar, tapi bukan minta ampun atas kesalahan dirinya sendiri, tapi untuk mencela kesimpulan yang dia anggap sebagai dosa kita. maka katakan saja, "mari kita berpegang pada satu kalimat yang tidak ada perselisihan antara saya dengan Anda", sebagaimana yang dicontohkan oleh Allah dalam al Quran.

[3:64] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu,

kalau dia orang yang benar, dia tidak akan mengingkari kalimat sudah disepakati bersama. tapi kalau dia orang yang tersesat, dia akan mengingkari kalimat-kalimatnya yang sudah tidak ada pertentangan antara kita dengan mereka.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: rancu Logika dan Ilmiah: Logika Tak Membutuhkan Konfirmasi Ilmiah
« Jawab #5 pada: Oktober 08, 2013, 10:18:31 PM »
@birubiru saya salut dg logika anda... toplah.. tp maaf nih kadang ada hal-hal yg tidal bisa dijelaskan dg logika. Ttg terbelahnya bulan pd zaman rasulullah, isra miraj..

nampaknya bagi fatahillah.azzam masih samar antara "logika" dan "ilmiah"

dalam bidang ilmiah, peristiwa terbelahnya bulan dan isra miraj tidak bisa dijelaskan.

dalam logika, peristiwa terbelahnya bulan dan isra miraj adalah fakta yang tidak perlu penjelasan.

jangan disamakan antara ilmiah dan logika.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
itulah problem masyarakat kita, negara kita bahkan dunia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: logika Mushab kerancuan 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1192 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2012, 10:33:02 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2518 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2012, 03:39:20 AM
oleh ratna
6 Jawaban
2300 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2013, 04:22:24 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1320 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2015, 02:25:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
9 Jawaban
2639 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2013, 01:23:04 PM
oleh tasikita
0 Jawaban
2052 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 09:02:49 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
505 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 04, 2013, 02:43:51 PM
oleh Kang Asep
19 Jawaban
6896 Dilihat
Tulisan terakhir September 01, 2013, 05:09:47 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
417 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 08:04:29 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
18 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 11:14:24 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan