Penulis Topik: Mustahil Sama-sama Benar  (Dibaca 924 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mustahil Sama-sama Benar
« pada: Juli 23, 2012, 08:20:42 PM »


Dari empat jenis pertentangan kalimat ada satu jenis pertentangan yang disebut kontrari dan memiliki sifat : “mustahil sama-sama benar, tapi bisa sama-sama salah”. Jadi, jika kita menemukan sebuah kontrari seperti :

Kalimat Satu : Kebenaran sebuah hadits itu dilihat dari siapa yang mengatakannya
Kalimat Dua : Kebenaran sebuah hadits itu tidak dilihat dari siapa yang mengatakannya

Maka, janganlah kita berpikir bahwa kedua kalimat tersebut bisa sama-sama benar, kecuali bila sebenarnya kedua kalimat tersebut memiliki term yang berbeda. Dengan kata lain, jika ada yang berpikir bahwa kedua kalimat tersebut adalah sama-sama benar, maka berarti perlu difahami, term mana yang berbeda arti?

Dalam ilmu hadits, kualitas sebuah hadits bergantung kepada kualitas perawi yang meriwayatkannya. Jika perawi itu dianggap seorang pendusta atau pengikut aliran sesat, maka riwayat yang diriwayatkannya pun akan diberi status dhaif (lemah) atau mungkin mawdhu (palsu) .

seperti telah Anda baca, bahwa syiahisme adalah bid`ah yang karenanya perawi dicacat keadilannya dan didhaifkan riwayat-riwyat darinya (Ali Umar Al-Habsyi, Dua Pusaka Nabi, Hal.   103)

Jadi, pertanyaan saya kepada para ahli ilmu hadits adalah “Apakah benar kebenaran sebuah hadits dilihat dari siapa yang mengatakannya?” jika ya, berarti dari contoh kontrari di atas, kalimat yang benar adalah Kalimat Satu. Dan mustahil Kalimat Dua juga benar. Pastilah, Kalimat Dua itu salah.

Tapi seandainya ada orang yang bersikukuh bahwa Kalimat Dua itu juga benar, maka bisa jadi memang itu benar. Tetapi yang perlu dijelaskan oleh dia adalah term mana yang mempunyai perbedaan makna  dalam Kalimat Satu dengan term yang terdapat dalam Kalimat Dua?

Misalnya, dalam Kondisi Satu, kebenaran sebuah hadits harus dilihat dari “siapa yang mengatakannya”. Sedangkan dalam Kondisi Dua, sebuah hadits tidak dilihat dari “siapa yang mengatakannya”. Hal itu berarti “Kondisi Satu” dan “Kondisi Dua” adalah faktor yang membedakan makna term pada kedua kalimat tersebut. selanjutnya tinggal dijelaskan, Kondisi Satu itu seperti apa? Kondisi Dua juga seperti apa? apabila ini terjawab, maka struktur bahasa dan struktur realitas menjadi tersingkat dengan jelas tanpa mengganggu kebenaran prinsip Logika, bahwa sebuah kontrari bersifat “Mustahil sama-sama benar”.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

com


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1798 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2013, 09:26:34 PM
oleh Kang Asep
26 Jawaban
8794 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2013, 10:52:29 AM
oleh abupiri
0 Jawaban
786 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 02:00:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1243 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2014, 06:49:02 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1153 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2014, 07:19:27 PM
oleh kang radi
15 Jawaban
4274 Dilihat
Tulisan terakhir November 27, 2014, 11:40:06 AM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
1767 Dilihat
Tulisan terakhir November 01, 2014, 03:59:30 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
659 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2014, 09:04:39 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1137 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2015, 04:56:08 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
682 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 09:43:45 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan