Penulis Topik: Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir  (Dibaca 2573 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« pada: Mei 02, 2013, 03:27:45 AM »
saudaraku semuanya, perhatikanlah bagaimana orang dengan mudah tergelincir kepada suatu pemahaman yang keliru dalam hal-hal sederhana, terutama apabila dia tidak menggunakan logika dengan benar.

Kutip dari: mushab bin umair, myquran.org
"Setelah ditunjukannya semua ini, tampaklah jelas bagi kita bahwa pengertian an-nawashib dimaksudkan untuk orang-orang yang memusuhi 'Ali 'alaihissalaam dan memerangi Ahlul-Bait, dan mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka dengan nama Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah."
(Asy-Syi’ah hum Ahlus-Sunnah hal. 268)

Ya, itulah An-Nashibi di mata mereka, yaitu bahwa An-Nashibi atau pembenci dan musuh2 ‘Ali radhiyallaahu ‘anhu dan keluarga Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu adalah orang2 yang menamakan diri mereka sebagai Ahlus-Sunnah wal-Jam’ah.

kemungkinan Mushab bin Umair itu menafsirkan bahwa menurut ulama syiah, setiap orang yang bermazhab Ahlu Sunnah adalah Nashibi. jika benar begitu maksud Mushab, maka ini contoh kekeliruan berpikir. pertanyaannya, apakah benar begini maksud Mushab atau bukan? mari kita tanyakan padanya!

mari kita coba ringkas kalimatnya :

1. Nashibi adalah Ahlu Sunnah
2. Ahlu Sunnah adalah adalah Nashibi

berdasarkan hukum logika, setiap term itu mengandung kuantitas, yaitu apakah universal (menyeluruh) atau partial (sebagian). jadi, harus difahami dengan benar, Nasihi disitu maksudnya "Setiap" atau "sebagian"? demikian pula dengan yang dimaksud "Ahlu Sunnah", maksudnya "sebagian Ahlu Sunnah" atau "seluruh Ahlu Sunnah".

kalau orang mau mengatakan "Setiap Nashibi adalah Ahlu Sunnah". harus jelas, bagaimana bisa ditafsirkan begitu?
demikian juga, ketika hendak ditafsir bahwa ulama syiah itu menuduh bahwa "setiap ahlu sunnah adalah Nashibi", maka dasar keilmuannya bagaimana?

jangan ujug-ujug menyimpulkan begitu saja tanpa landasan keilmuan yang benar!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #1 pada: Mei 02, 2013, 02:38:46 PM »
kemudiang Mushab Bin Umair memberi Tanggapan :

Saya tidak pernah mengatakan : "Setiap", "sebagian", "sebagian besar", "sebagian kecil", "tiga perempat", "setengahnya", dan bla...bla...bla....

Tentang apa kesimpulan saya, silahkan simpulkan saja sendiri perkataan orang2 Syi'ah di bawah ini :

1. "tampaklah jelas bagi kita bahwa pengertian an-nawashib dimaksudkan untuk orang-orang yang memusuhi 'Ali 'alaihissalaam dan memerangi Ahlul-Bait, dan mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka dengan nama Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah."

2. "tanda orang-orang Nawashib adalah mendahulukan orang selain 'Ali atas 'Ali."

3. Setelah melihat dan meneliti tentang 'aqidah Ahlus-sunnah wal-jama'ah, sekaligus pula kepada kitab2 mereka, dan juga kepada tingkah laku mereka dalam catatan sejarah terhadap Ahlul-Bait, maka kami melihat bahwa mereka Ahlus-Sunnah memilih untuk menjauhkan diri, menjadi penentang, dan menjadi musuh Ahlul-Bait.
Dan mereka juga telah mengasah pedang2 mereka untuk memerangi Ahlul-Bait, dan menggunakan qalam2 mereka untuk merendahkan Ahlul-Bait sesuai keinginan mereka dan meninggikan derajat siapa saja yang memusuhi dan memerangi Ahlul-Bait."


4. dan sebagainya.


Lantas keilmuan seperti apa yang benar? Logika ala anda?
Padahal logika ala anda itu sama sekali tidak menghasilkan apa2 kecuali hanya kejahilan dan kejahilan.
Buktinya?
Lihatlah pada diri anda sendiri.



dan saya membalas

@Mushab bin Umair

jelas sekali, bahwa saya ini dalam pandangan Anda bodoh atau jahil. dan sudah jelas sejak dulu, Anda menolak Logika Aristoteles atau Logika yang saya pergunakan untuk menguji kebenaran setiap proposisi. hal ini tidak perlu diperdebatkan lagi, dan saya pun tidak perlu membela diri terhadap Anda. apapun penilaian Anda pada saya, baiklah saya terima saja.

izinkan saya berbicara kepada yang lain, yang masih terbuka terhadap pendapat dan pemikiran saya atau mereka yang mempunyai keyakinan bahwa dalam berpikir itu sangat penting menggunakan logika sebagai Undang-undang berpikir. dan postingan Anda sangat berguna bagi saya sebagai kumpulan "Contoh-contoh kekeliruan Berpikir". sehingga orang-orang dapat melihat contoh-contoh tersebut dan berpikir "ternyata beginilah akibat orang enggan mempergunakan logika, walaupun luas wawasn keagamaannya, tapi banyak error di dalamnya".

biarkan orang yang sepakat dengan Anda mendukung Anda. biarkan orang yang sepakat dengan saya mendukung saya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #2 pada: Mei 02, 2013, 02:56:06 PM »
pertama kali saya yang menyampaikan kritikan terhadap pemikiran Mushab bin Umair. tentulah kritikan saya tersebut akan dirasakan sebagai suatu kritikan "pedas" atau menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan pada dirinya. sehingga wajarlah apabila kemudian Mushab bin Umair, menyerang dengan sengit, menggunakan ad hominem seperti berikut :

Kutip dari: mushab bin Umair
Lantas keilmuan seperti apa yang benar? Logika ala anda?
Padahal logika ala anda itu sama sekali tidak menghasilkan apa2 kecuali hanya kejahilan dan kejahilan.
Buktinya?
Lihatlah pada diri anda sendiri.

penekanannya adalah

- Logika itu tidak berguna
- Anda itu orang yang bodoh

kalau sudah begini, bagaimana suatu diskusi bisa berlanjut kepada suatu pemaparan ilmiah atau logic? sangat sulit. emosi itu sendiri membuat pikiran begitu malas untuk memikirkan problem-problem yang pelik. jika saya mencoba memberikan paparan yang logic dan argumentatif, maka 99% saya yakin, semua itu akan sia-sia. sebab, kemudian apapun yang saya paparkan, tidak akan bisa menyentuh akal dia, melainkan hanya menyentuh emosinya saja. maka, apakah lagi alasan bagi saya untuk memaksakan diri berbicara kepadanya.

walaupun saya mengkritik pemikiran Mushab bin Umair, saya tidak bermaksud menyampaikan kritikan itu kepadanya dan membuat perasaannya tidak nyaman. saya hanya ingin menunjukan postingan Mushab bin Umair sebagai suatu contoh kesalahan logic. tapi karena kalimat-kalimat dia yang dijadikan sebagai "contoh yang salah", ya wajarlah kalau tidak merasa tidak suka. oleh karena itu, adalah hal yang lebih baik bila saya meminta maaf kepada Mushab bin Umair, apabila dirinya merasa tidak nyaman karena kritikan saya.

saya mencoba mendudukan, "itu adalah pendapat Mushab bin Umair" dan "ini adalah pendapat saya terhadap pendapat Mushab bin Umair". lalu, silahkan pembaca memberikan penilaiannya masing-masing. saya tidak boleh marah, tidak boleh benci, dan tidak boleh merasa tidak suka terhadap Mushab bin Umair karena dia berbeda pendapat atau berpikir dengan cara yang salah. karena dalam hati kecil, saya masih tetap menyimpan kemungkinan, "Mungkin saja Mushab bin Umair itu benar, dan saya salah". Tapi saya sejauh ini, tidak memiliki dalil untuk membenarkannya, dan memiliki dalil untuk menyalahkannya. oleh karena itu, dengan berat hati dan permohonan maaf, saya sampaikan kritikan saya.

tidak ada itikad buruk di dalam postingan saya. tapi mungkin prasangka dan kebiasaan, menyebabkan postingan saya tampak buruk di mata Mushab. dalam pandangan saya, "kesalahan fahaman sudah menjadi tabiat dari sdr. Mushab", oleh karena itu tidak ada yang lebih pantas, kecuali memaklumi dan memaafkannya, apabila itu saya rasa sebagai bentuk kesalahan. Usaha bela diri akan tetap sia-sia, karena dia tidak akan mencoba untuk memahami dengan cara yang benar, apalagi apabila penjelasan saya pelik dan filosofis.

saya tidak berharap banyak orang yang akan dapat menelaah pemikiran-pemikiran saya, yang mungkin akan dinilai oleh banyak orang seperti njelimet, pelik, atau biasa mereka sebut "muter-muter". ya biarlah saja! saya hanya mencoba untuk melihat, dari sekian banyak orang yang menyimak dialog kami, adakah seseorang yang sepakat dengan saya? syukurlah kalau ada, kalau tidak ada, ya biarlah!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #3 pada: Mei 02, 2013, 03:02:18 PM »
dari apa yang saya tanyakan, Mushab bin Umair telah memberikan jawaban :

Kutip dari: Mushab bin Umair
Saya tidak pernah mengatakan : "Setiap", "sebagian", "sebagian besar", "sebagian kecil", "tiga perempat", "setengahnya", dan bla...bla...bla....

justru, dengan tidak mengatakanya, maka ada kemungkinan bahwa Mushab bin Umair tidak tahu atau tidak mengerti maksud perkataan ulama yang dimaksud, apakah itu bersifat "setiap" atau "sebagian". kalaulah dia mengetahui atau mengerti dengan ilmu yang haq, sudah pasti mengatakannya.

saya jadi teringat kepada perkataan Haji Muhammad Abdullah, bahwa perkataan ulama yang sudah wafat itu kadaluwarsa. kenapa? karena tidak ada yang lebih memahami maksud perkataannya kecuali yang mengatakannya. sedangkan orang yang sudah wafat tidak bisa lagi ditanya, maksud dari perkataannya apakah bersifat universal atau partial.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #4 pada: Mei 02, 2013, 06:27:48 PM »
Kutip dari: mushab bin umair
Aneh sekali anda ini ......justru karena orang Syi'ah itu sendiri tidak menyebutkannya, maka saya juga tidak perlu untuk memberikan penyimpulan pribadi dengan apa2 yang tidak dia sebutkan.
Jika dia mengatakan : "pengertian an-nawashib dimaksudkan untuk orang-orang yang memusuhi 'Ali 'alaihissalaam dan memerangi Ahlul-Bait, dan mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka dengan nama Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah."

postingan Mushab yang ini juga memperjelas contoh bagaimana akibat ketidak faham logika.

ketika seseorang menyatakan sesuatu, maka di dalam pernyataan itu terdiri dari bentuk dan maksud.

ketika saya mengatakan "kambing adalah hewan".

walaupun tidak disebutkan, di dalam masing-masing term itu ada maksud. apakah maksudnya "sebagian kambing" atau "seluruh kambing", "setiap hewan" ataukah "sebagian hewan". siapa yang lebih mengetahui maksud ini? bukan orang lain, melainkan si pembuat pernyataan, dalam hal ini adalah saya sendiri. jadi, selain saya selayaknya jangan bersikap sok tahu terhadap maksud kalimat dan juga jangan terburu-buru menilai dan membuat kesimpulan darinya. ketika Anda tidak mengetahui sifat universal atau partialnya sebuah term, berarti Anda tidak bisa mengetahui maksud dari term itu, dan tidak tahu pula benar salahnya kalimat itu.

Mushab bin Umair mengangkat ucapan-ucapan ulama syiah untuk ditunjukan kepada publik, kemudian mengesankan bahwa ucapan-ucapan ulama syiah itu buruk dan salah atau menggiring opini publik atau memposisikan agar publik menyimpulkan bahwa ucapan ulama-ulama syiah itu keliru. padahal, kalau dikaji dari sudut pandang ilmu logika tadi, sudah jelaslah apa yang dilakukan Mushab itu keliru.

Logika dapat mengantarkan kita kepada suatu bentuk kesadaran bahwa kita ini bodoh, ada dibalik ketidak tahuan. oleh karena itu tidak dengan terburu-buru menilai dan menyimpulkan ucapan-ucapan orang lain. ketika menilai dan menyimpulkanpun sangat berhati-hati, menggunakan metodologi yang sudah teruji kebenarannya dan dapat dipertanggungjawaban di hadapan manusia dan Tuhan.

sudah pasti, apa-apa yang saya paparkan tersebut tidak akan disepakati oleh Mushab bin Umair. saya tahu itu. oleh karena itu, tidak sedikitpun saya bermaksud membantah Mushab, membela diri darinya, apalagi meyakinkan dia bahwa saya benar, perkataan saya benar, apa yang saya lakukan benar, dan tidak pula sedikitpun ingin menunjukan bahwa saya adalah orang yang benar.

saya hanya bermaksud memaparkan apa yang saya fahami dari suatu fakta realita, dari sudut pandang ilmu logika yang saya anut. syukurlah bila ada yang sepakat dengan saya. kalau tidak, setidaknya janganlah kata-kata saya ini menjadi ganjalan dihatinya. kalau anda suka ambilah! kalau Anda tidak suka, tinggalkanlah! kalau Anda mau memberik masukan kepada saya, silahkan! kalau Anda mau menguatkan pernyataan-pernyataan saya, itu bagus.

kalau kang Mushab sudah mengatakan saya ini bodoh dan jahil. maka saya katakan, sudah sewajarnya orang bodoh berkata bodoh, orang jahil berkata saya. tapi kalau dia pintar, hendaknya dia bersikap bijaksana, mengedepankan sikap intelektual, bukan emosi. setidaknya orang bodoh seperti saya tidak harus dituntut untuk berkata pintar. namanya juga orang bodoh. tapi kalau orang pintar, bodoh perkataannnya, tentu itu memalukan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #5 pada: Mei 02, 2013, 06:36:21 PM »
Kutip dari: Mushab bin Umair
Oooh....memangnya tanggapan seperti apa yang anda harapkan?
Dengan ucapan yang manis dan santun : "Oh, anda benar, kritikan anda itu sangat tepat sasaran, tepat sekali mengenai apa yang anda katakan sebagai landasan keilmuan yang benar itu."
Begitu ya?
Ah....ah...

Dan pada intinya, bukan pribadi anda yang sedang saya permasalahkan, tapi "logika ala anda" yang sejak dulu anda pegang yang saya permasalahkan.
Itupun hanya karena anda yang memulai berbicara tentang hal itu....

So, tidak perlu bersikap cengeng dengan memposisikan diri anda se-akan2 hanyalah sebagai seorang "korban" di sini.

tidak ada satu hal pun yang saya harapkan dari Mushab bin Umair, kecuali postingan-postingannya itu bisa merasangsang saya untuk menuliskan sesuatu. lalu saya hadiahkan kepada orang-orang yang kiranya mau memikirkannya. Jasa Mushab bin Umair itu cukup besar bagi saya. saya sudah menghimpun tulisan-tulisan Mushab dan bermaksud untuk menyusun sebuah buku berjudul "Struktur Pemikiran Mushab bin Umair". berarti menurut pandangan saya, paparan-paparan Mushab itu menarik untuk dikaji. maka apakah lagi yang harus saya harapkan dari Mushab? tidak ada.

akan tetapi, sebagaimana sudah sangat sering saya katakan, Diskusi yang baik adalah usaha saling membantu sesama melalui jalan komunikasi atas dasar rasa hormat dan kasih sayahg. oleh karena itu, jika Mushab merasa saya tidak cukup menghargainya, dan saya merasa tidak cukup dihargai olehnya, dan tidak terasa ada ikatakan kasih sayang antara kami, maka mustahil pula ada diskusi diantara kami. oleh karena memahami ini, maka mustahil saya mengharapkan tanggapan apapun dari Mushab dengan cara apapun. tapi kalau Mushab mau menanggapi, apakah dengan santun, maupun dengan kasar, dengan kepala dingin atau panas, itu tererah kepada Mushab sendiri. saya tidak mengharapkan apapun, apalagi sampai menuntutnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #6 pada: Mei 02, 2013, 06:43:48 PM »
Kutip dari: Mushab bin Umair
Jika orang Syi'ah itu mengatakan : "Setelah melihat dan meneliti tentang 'aqidah Ahlus-sunnah wal-jama'ah, sekaligus pula kepada kitab2 mereka, dan juga kepada tingkah laku mereka dalam catatan sejarah terhadap Ahlul-Bait, maka kami melihat bahwa mereka Ahlus-Sunnah memilih untuk menjauhkan diri, menjadi penentang, dan menjadi musuh Ahlul-Bait.
Dan mereka juga telah mengasah pedang2 mereka untuk memerangi Ahlul-Bait, dan menggunakan qalam2 mereka untuk merendahkan Ahlul-Bait sesuai keinginan mereka dan meninggikan derajat siapa saja yang memusuhi dan memerangi Ahlul-Bait."

Maka saya tidak perlu mengambil kesimpulan apa2 kecuali hanya sebatas apa yang dia katakan saja.
Tidak lebih dan tidak kurang. Tidak ditambahi, tidak pula dikurangi.

Tiba2 anda datang bicara ini itu, bla....bla..bla....dengan hal2 yang sama sekali tidak dibicarakan.
Duuuh....

sekarang Mushab memberi penjelasan, bahwa dirinya tidak menambahi tidak mengurangi, tidak pula menyimpulkan.

pertanyaan apakah ini suatu bentuk pembelaan diri? adakah sebelumnya yang menuduh dia telah menambahi dan mengurangi, serta membuat kesimpulan terhadap perkataan ulama syiah?

mungkin saja dia merasa saya telah menuduhnya demikian. tapi sejauh yang teringat, tidak ada tuduhan saya seperti itu. oh mungkin bukan saya menuduhnya, tapi ada pihak lain. atau mungkin Mushab sekedar khawatir ada yang menuduhnya begitu. atau mungkin sepertinya biasanya, dia salah tafsir dengan yang saya katakan. atau mungkin saya memang telah pernah menuduhnya begitu, tapi saya lupa tanpa sengaja, karena seingat saya, saya tidak lupa dengan sengaja.

tapi kalau yang dikatakn Mushab itu merupakan pembelaan diri, sedangkan tidak seorangpun yang menuduhnya begitu, maka ibarat pesilat yang sibuk menangkis pukulan-pukulan angin yang berhembus, yang sebenarnya tidak perlu ditangkis. Tapi tidak dipungkiri bahwa saya telah mengatakan Mushab telah keliru. masalahnya dalam kerangka apa saya mengatakannya keliru, coba lihat struktur kalimatnya dengan lebih cermat dan rinci!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #7 pada: Mei 02, 2013, 06:50:01 PM »
berikut adalah mulanya perkataan saya dalam topik ini :

Kutip dari: kang asep
saudaraku semuanya, perhatikanlah bagaimana orang dengan mudah tergelincir kepada suatu pemahaman yang keliru dalam hal-hal sederhana, terutama apabila dia tidak menggunakan logika dengan benar.

apakah itu merupakan tuduhan saya kepada Mushab bahwa pemahaman dia keliru?

ya, tapi dengan suatu syarat : apabila dia tidak menggunakan logika dengan benar

pertanyaan, apakah Mushab bin Umair menggunakan logika dengan benar atau tidak?

dalam kasus ini, saya belum mengetahuinya dan baru pada proses menyelidikinya. jadi sebenarnya saya belum sampai menuduh Mushab telah keliru pemahamannya.

bukankah saya sudah menjadikan postingan Mushab bin Umair ini sebagai "contoh kesalahan berpikir logic" ?

ya, dengan suatu syarat jika benar begitu maksud Mushab, maka ini contoh kekeliruan berpikir.


apakah yang saya paparkan ini cukup jelas untuk menjelaskan duduk perkaranya?
« Edit Terakhir: Mei 02, 2013, 07:53:17 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #8 pada: Mei 03, 2013, 01:59:03 AM »
Saya kira materi/tema diskusi yang dimunculkan dari kutipan ulama syiah itu sudah membuat pihak Ahlus Sunnah bangkit emosinya dan tersinggung berat. berikut kutipanya :

Tentang apa kesimpulan saya, silahkan simpulkan saja sendiri perkataan orang2 Syi'ah di bawah ini :

1. "tampaklah jelas bagi kita bahwa pengertian an-nawashib dimaksudkan untuk orang-orang yang memusuhi 'Ali 'alaihissalaam dan memerangi Ahlul-Bait, dan mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka dengan nama Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah."

2. "tanda orang-orang Nawashib adalah mendahulukan orang selain 'Ali atas 'Ali."

3. Setelah melihat dan meneliti tentang 'aqidah Ahlus-sunnah wal-jama'ah, sekaligus pula kepada kitab2 mereka, dan juga kepada tingkah laku mereka dalam catatan sejarah terhadap Ahlul-Bait, maka kami melihat bahwa mereka Ahlus-Sunnah memilih untuk menjauhkan diri, menjadi penentang, dan menjadi musuh Ahlul-Bait.
Dan mereka juga telah mengasah pedang2 mereka untuk memerangi Ahlul-Bait, dan menggunakan qalam2 mereka untuk merendahkan Ahlul-Bait sesuai keinginan mereka dan meninggikan derajat siapa saja yang memusuhi dan memerangi Ahlul-Bait."

4. dan sebagainya.


Sedangkan orang yang sudah tersulut emosinya jangan berharap banyak bahwa orang tersebut masih bisa berpikir dengan jernih. Seperti apa yang Akang katakan, seperti kutipan di bawah ini :

kalau sudah begini, bagaimana suatu diskusi bisa berlanjut kepada suatu pemaparan ilmiah atau logic? sangat sulit. emosi itu sendiri membuat pikiran begitu malas untuk memikirkan problem-problem yang pelik. jika saya mencoba memberikan paparan yang logic dan argumentatif, maka 99% saya yakin, semua itu akan sia-sia. sebab, kemudian apapun yang saya paparkan, tidak akan bisa menyentuh akal dia, melainkan hanya menyentuh emosinya saja. maka, apakah lagi alasan bagi saya untuk memaksakan diri berbicara kepadanya.


Dan sebagai orang awam saya menanggapi bahwa pernyataan dari kutipan sebagian dari kaum syiah itu bersifat generalisasi terhadap kaum Ahlussunah dengan memperhatikan point 1 sampai 3. Sedangkan mayoritas dari kaum Ahlussunah adalah awam terhadap kaidah undang-undang berpikir logic, tidak tahu bagaimana dengan mayoritas kaum syiah.

Dan kutipan dibawah ini :

saya jadi teringat kepada perkataan Haji Muhammad Abdullah, bahwa perkataan ulama yang sudah wafat itu kadaluwarsa. kenapa? karena tidak ada yang lebih memahami maksud perkataannya kecuali yang mengatakannya. sedangkan orang yang sudah wafat tidak bisa lagi ditanya, maksud dari perkataannya apakah bersifat universal atau partial.

Jika pernyataan seperti itu (point 1-3)keluar dari seorang ulama yang dianggap besar dari kaum syiah maupun Ahlussunah atau paling tidak ia mengetahui bahwa ia nya adalah diikuti oleh orang banyak, saya kira sudah semestinya sebelum mengeluarkan pernyataan yang membawa efek besar itu harus berpikir besar terlebih dahulu. Apakah kira-kira pernyataan itu membawa konskwensi buruk dikemudian hari apa tidak, melihat kepada ke' Awam-man' kebanyakan dari kaum muslimin.

Ketika kemudian bahwa benar pernyataan seperti itu membawa kepada dampak yang tidak baik seperti kebencian kepada kedua belah pihak karena kurang nya pemahaman terhadap berpikir logic, jangan sampai kemudian dikatakan bahwa 'orang mati tidak bisa ditanya'.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #9 pada: Mei 03, 2013, 07:33:30 AM »
Kutip dari: ratna

Saya kira materi/tema diskusi yang dimunculkan dari kutipan ulama syiah itu sudah membuat pihak Ahlus Sunnah bangkit emosinya dan tersinggung berat. berikut kutipanya :

Tentang apa kesimpulan saya, silahkan simpulkan saja sendiri perkataan orang2 Syi'ah di bawah ini :

1. "tampaklah jelas bagi kita bahwa pengertian an-nawashib dimaksudkan untuk orang-orang yang memusuhi 'Ali 'alaihissalaam dan memerangi Ahlul-Bait, dan mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka dengan nama Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah."

ya begitulah. akibat logika kurng bekerja, kemudian jadi mudah tersinggung. kalau yang tersinggung adalah orang awam, ya wajarlah. tapi kalau yang tersinggung orang yang mengkau faham agama seperti Mushab bin Umair, adalah tidak masuk akal. sekarang menurut perkataan ulama syiah itu Nawashib itu bercirikan dua hal :

pertama, memusuhi ahlul bayt
kedua, menamakan diri mereka sebagai ahlu sunnah waljamaah.

jika itu definisi, maka tidak sah seeorang disebut Nawashib, apbila tidak memiliki dua kriteria tersebut.

kalau dua kriteria itu digabung, maka berbunyi "Nawashib adalah kelompok ahlu sunnah wal jamaah yang memusuhi ahlul bayt nabi"

kalau misalnya ada yang tersinggung karena merasa dirinya ahlu sunnah wal jamaah, maka sangat mengherankan. apakah perkataan ulama syiah itu menuduh ahlu sunah wal jamaah sebagai nawashib? apakah dia merasa dituduh sebagai nawashib? memangnya dia memusuhi ahlul bayt nabi? kalau memang dia tidak memusuhi ahlul bayt nabi, berarti dia bukanlah yang dimaksud Nawashib, jadi tidak perlu tersinggung segala.

kemudian, dalam ranah intelektual, harus ada ruang untuk menyampaikan pendapat. kalau sekiranya perkataan ulama syiah itu dikatakan di muka publik yang bercampur di situ sunni dan syiah, maka tentu tidaklah etis. tapi kalau pernyataan itu dinyatakan dalam diskusi ilmiah, dalam sebuah kajian ilmiah, maka hal itu layak. sebaliknya, tidak layak menyimpan suatu pendapat dengan alasan "khawatir menyingung perasaan orang lain". perhatikan dulu, kepada siapa perkataan itu dikatakan!

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #10 pada: Mei 03, 2013, 08:28:29 AM »
2. "tanda orang-orang Nawashib adalah mendahulukan orang selain 'Ali atas 'Ali."

Maksud dari mendahulukan orang selain 'Ali atas Ali' itu apa Kang? bisa diberikan contohnya..
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mudahnya Orang Tergelincir Dalam Kesalahan Berpikir
« Jawab #11 pada: Mei 03, 2013, 08:38:13 AM »
Maksud dari mendahulukan orang selain 'Ali atas Ali' itu apa Kang? bisa diberikan contohnya..

menganggap Abu Bakar dan Umar lebih mulia, lebih cerdas, lebih suci, dan lebih utama dari Ali bin Abi Thalib.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
10 Jawaban
4807 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 04:43:23 PM
oleh kang radi
4 Jawaban
13783 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2013, 02:05:10 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1660 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2013, 03:03:13 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
3561 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 09:35:39 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
700 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2014, 08:25:47 PM
oleh ratna
7 Jawaban
7337 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2015, 01:01:46 AM
oleh Ziels
3 Jawaban
652 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 10, 2017, 02:13:39 AM
oleh cimot
2 Jawaban
1126 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 05, 2015, 03:00:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
571 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2016, 07:57:02 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
270 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2017, 01:11:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan