Penulis Topik: Modus Berpikir Ke-3  (Dibaca 1085 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Modus Berpikir Ke-3
« pada: Oktober 25, 2012, 05:45:42 PM »
Dari Q.S 16:120 dapat ditarik sebuah proposisi : Ibrahim adalah imam
Dari Q.S 25:74 dapat ditarik proposisi : Imam itu pemimpin bagi orang yang bertakwa


Ibrahim adalah imam
Imam itu pemimpin orang yang bertakwa
Kesimpulan : Ibrahim adalah pemimpin bagi orang yang bertakwa

Tampaknya ini adalah kesimpulan yang benar, menggunakan  modus berpikir ke-1, AAA.

Setiap A adalah B
Setiap B adalah C
Jadi, setiap A adalah C.

Tapi, apa benar “setiap imam itu merupakan pemimpin bagi orang bertakwa” ?

Bukannya ada juga imam bagi orang-orang yang sesat?

Jika ada, berarti tidak bisa dikatakan “setiap imam adalah pemimpin orang bertakwa”,  melainkan “sebagian imam adalah pemimpin orang yang bertakwa”. Akibatnya tidak bisa melahirkan kesimpulan apapun dari kedua proposisi tersebut, sebab midle term tidak terdistribusi, sebagaimana harusnya menurut hukum dasar logika no. 3. Jadi modus berpikir pada susun pikiran di atas adalah berbentuk AII, yaitu modus berpikir yang ke-3 yang merupakan modus berpikir yang tidak sah. Bentuknya sebagi berikut :

Modus berpikir ke-3

Setiap A adalah B
Sebagian B adalah C
Jadi : -


Masalahnya, bukankah benar kalau Ibrahim a.s itu merupakan imam bagi orang yang bertakwa?

Saya atau anda, mungkin sama-sama meyakini bahwa Ibrahim a.s adalah pemimpin bagi orang yang bertakwa. Tapi ini bukan soal keyakinan, tetapi tentang  pengetahuan ilmiah dan logika. Menyimpulkan bahwa Ibrahim merupakan pemimpin yang bertakwa, hanya dengan dua proposisi di atas merupakan kesimpulan yang salah. Seperti anak sekolah yang menjawab soal matematika dengan benar, tetapi ketika ditanya mengenai alasan jawabannya si anak tidak bisa menjelaskan, atau dia hanya menjawab, “karena saya yakin jawabannya seperti itu”, atau mungkin karena nyontek, atau karena ikut-ikutan pendapat temannya. Oleh karena itu, jika memang anda meyakini bahwa Ibrahim a.s merupakan imam bagi orang yang bertkwa, cobalah Anda mengingat-ngingat, apa yang menjadi argumentasinya. Mengingat-ngingat pengetahuan yang menjadi dasar keyakinan, inilah cara mengesktrak keyakinan kepada pengetahuan.
« Edit Terakhir: Oktober 25, 2012, 05:47:50 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1103 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2012, 10:03:20 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
1495 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2014, 07:12:54 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
448 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2015, 02:01:34 PM
oleh comicers
0 Jawaban
694 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 18, 2015, 06:13:56 AM
oleh Akang
3 Jawaban
712 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 10, 2017, 02:13:39 AM
oleh cimot
0 Jawaban
268 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 09, 2016, 12:39:45 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
601 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2016, 06:28:28 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
780 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 20, 2016, 03:33:18 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
291 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 27, 2016, 06:12:32 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
321 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 28, 2016, 12:27:34 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan