Penulis Topik: Menurut Ilmuwan  (Dibaca 237 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menurut Ilmuwan
« pada: Juni 14, 2017, 11:13:06 PM »
Kutip dari : Arjun
---------------------
1: Dalam ilmu astronomi dikatakan benda yg mempunyai gravitasi yg lebih besar akan menarik benda lain disekitarnya untuk masuk kedalam aturan medan gravitasinya.


2. Konsekuensi atau akibat dari masuknya benda dengan gravitasi yg lebih kecil kedalam "aturan" atau medan gravitasi benda dengan gravitasi yg lebij besar adalah benda tersebut akan BERGERAK dengan alur medan gravitasi benda yg besar tersebut

Pada saat kita berada pada jenjang pendidikan SMP atau SMA sering bertanya "Mengapa benda diluar angkasa seperti planet-planet tidak pernah saling bertabrakan?" Nah disinilah jawabannya  Karna mereka sudah "diatur" dalam medan magnet bintang yg lebih besar seperti matahari mengatur planet2 disekitarnya termasuk bumi


3.Jika dikatakan matahari yg mengelilingi bumi maka gugurlah semua pernyataan diatas, apa konsekuensinya? Tentu saja pergerakan Benda langit akan berantakan, bumi bisa saja mendekat ke arah mars atau misalnya keluar dari galaksi kita.

tidak usah jauh2, bulan yang kita lihat dilangit pun adalah berada dalam medan gravitasi bumi sehingga geraknya mengelilingi bumi bukan malah sebaliknya.



Begitu kira-kira penjelasan sederhananya.
===================

"1: Dalam ilmu astronomi dikatakan benda yg mempunyai gravitasi yg lebih besar akan menarik benda lain disekitarnya untuk masuk kedalam aturan medan gravitasinya.", ini jenis argumentasi apa ? Judiciam atau verecundiam ?

Kutip dari : Arjun
---------------------
Argumentasi judiciam
==============

"Dalam ilmu astronomi dikatakan benda yg mempunyai gravitasi yg lebih besar akan menarik benda lain disekitarnya untuk masuk kedalam aturan medan gravitasinya. " bagaimana Anda mengetahui hal ini ? berdasaran keterangan ilmuwan ataukah hasil eksperimen sendiri ?

Kutip dari : Nadia Aini
------------------------
Berdasarkan keterangan ilmuwan
================

jika suatu pendapat diambil berdasarkan pada pendapat orang lain, dan bukan hasil eksperimen sendiri, maka itu termasuk argumentum ad judiciam atau verecundiam ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #1 pada: Juni 15, 2017, 02:28:22 AM »
Untuk saya teori ilmuwan tersebut adalah Argumentum Ad Verecundiam. Sebab saya tidak mengadakan penelitian dan observasi tersendiri untuk membuktikan kebenarannya bagi diri saya.

Namun untuk para ilmuwan yang bekerja di bidang permasalahannya, teori tersebut adalah Argumentum Ad Judiciam. Sebab mereka telah mengadakan penelitian dan observasi untuk membuktikan kebenarannya bagi diri mereka sendiri.

Jika suatu teori, proposisi, atau pernyataan baru dapat disebut Argumentum Ad Verecundiam oleh sebab kebenarannya telah dibuktikan sendiri, maka jawaban dari pernyataan di atas sangat tergantung ; bisa argumentum ad verecundiam dan bisa juga argumentum ad judiciam tergantung dari siapa yang telah membuktikan sendiri kebenarannya, dan siapa yang belum.

Dengan demikian, penentuan suatu argumentasi, teori, proposisi, atau pernyataan menjadi argumentum ad verecundiam ataukah argumentum ad judiciam bersifat relatif bagi masing - masing orang. Suatu argumentasi, teori, proposisi, atau pernyataan dapat menjadi argumentum ad judiciam bagi seseorang bila orang tersebut telah dapat membuktikan sendiri kebenarannya, namun dapat menjadi argumentum ad verecundiam bagi orang lain bila orang lain tersebut tidak dapat membuktikan sendiri kebenarannya dan hanya mengetahui argumentasi, teori, proposisi, atau pernyataan tersebut dari pihak sebelumnya.

Prinsip dari penetapan argumentum ad judiciam ini juga bersifat subjektif. Sebab, patokan "apa bila telah dibuktikan sendiri kebenarannya" argumentum ad judiciam ini, berkaitan dengan pencapaian individualitas masing - masing orang.




« Edit Terakhir: Juni 15, 2017, 03:18:23 AM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Purnama

Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #2 pada: November 29, 2017, 08:45:48 PM »
Benarkah itu merupakan ad Judiciam bagi ilmuwan yang menggeluti dunia astronomi? Kira-kira observasi semacam apa yang dilakukan ilmuwan tsb sehingga bisa menjadi ad Judiciam baginya?

Teori disusun dengan metode induksi, meneliti sebagian kasus untuk digeneralisasi pada kasus-kasus lainnya. Apakah tehnik semacam ini pantas disebut ad Judiciam?

Offline Purnama

Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #3 pada: November 30, 2017, 12:57:48 AM »
Ilmuwan membangun sebuah teori dengan penalaran induktif, mengamati beberapa fenomena, lalu menyimpulkannya untuk fenomena lain yang belum teramati. Tidak menutup kemungkinan dalam perkembangan berikutnya didapati fenomena lain yang menyalahi teori yang sudah dibangun sebelumnya sehingga teori tsb akan mengalami revisi. Ilmuwan tahu betul akan hal ini.

Konyolnya, sebagian orang yang sama sekali tidak terlibat dalam penelitian, malah menganggap teori yang disampaikan ilmuwan pasti benar.

Lha ilmuwannya saja masih membuka kemungkinan teorinya terevisi atau bahkan runtuh, yang berarti akan ada perkembangan ilmu pengetahuan. Eh ada jahiliawan malah sudah memastikannya secara serampangan, maka tertutuplah baginya segala perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan ilmiahnya hanya mentok sampai disitu.
« Edit Terakhir: November 30, 2017, 01:11:59 AM oleh Purnama »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #4 pada: November 30, 2017, 01:37:54 AM »
Teori disusun dengan metode induksi, meneliti sebagian kasus untuk digeneralisasi pada kasus-kasus lainnya. Apakah tehnik semacam ini pantas disebut ad Judiciam?

yang merupakan argumentum ad judiciam adalah hukumnya, bukan produknya. seperti sebuah Syllogisme, di mana konklusi merupakan konsekuensi logis dan pasti dari premis-premis. sehingga apabila premis-premisnya diterima sebagai kebenaran, maka kebenaran isi konklusinya tidak dapat disangkal. hukum syllogisme nya tidak pernah ada perubahana. tetapi kebenaran Konklusi hanya diterima selama Premis nya diterima. kebenaran fakta pada sample nya juga merupakan argumentum ad judiciam.  adapun generalisasinya adalah Argumentum Ad Verecundiam.

demikian pula, metoda induksi berprinsip pada Hukum Kausalitas Ilmiah, di mana hukumnya termasuk pada Argumentum Ad Judiciam, di mana X tidak dapat diterima sebagai akibat dari Y, apabila ia tidak ditemukan pada saat Y terajdi atau ditemukan pada saat Y tidak terjadi. Ini pasti. sehingga dari prinsip ini lahir lima metoda induksi, di mana apabila dari sampel terbukti bahwa X selalu ada ketika Y terjadi, dan tidak pernah ditemukan ketika Y tidak terjadi, maka X dapat diterma sebagai sebab bagi Y. kesimpulan diperoleh dari sampel. karena jika semua kasus harus diuji,maka penelitian ilmiah tidak akan pernah selesai. karena itu, produk ini seperti kebenaran konklusi, diterima kebenarnanya selama tidak ditemukan kasus yang membatalkannya.

contoh :

"setiap kepala keluarga di Indonesia memiliki utang".

ini dapat diambil dari sample 1.000 orang kepala keluarga. setelah dikumpulkan secara acak sebanyak seribu orang, ternyata semuanya mempunyai utang. nah, fakta bahwa "setiap orang dari 1000 kepala keluarga" mempunyai hutang merupakan argumentum ad jucidiam. tetapi, kemudian apabila digeneralisasi menjadi "setiap warga Indonesia", termasuk pada "dugaan yang kuat dan meyakinkan" maka itu argumentum ad verecundiam. Tapi apabila kemudian ditemukan satu kepala keluarga saja yang tidak memiliki hutang, maka teori yang digeneralisasi tadi terbukti salah.
« Edit Terakhir: November 30, 2017, 01:41:15 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Purnama

Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #5 pada: November 30, 2017, 01:44:51 AM »
Kalau begitu saya revisi kalimat saya tsb. Harusnya saya bisa menggunakan menu edit, tapi karena sudah terlanjur dikomentari biar saya tulis ulang saja :
"Teori disusun dengan metode induksi, meneliti sebagian kasus untuk digeneralisasi pada kasus-kasus lainnya. Apakah produk berupa teori yang dihasilkan dari tehnik semacam ini pantas disebut ad Judiciam?"

Teori mungkin terevisi, begitu juga dengan komentar saya, terbuka dengan segala revisi, hehr
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #6 pada: November 30, 2017, 01:56:10 AM »
"Teori disusun dengan metode induksi, meneliti sebagian kasus untuk digeneralisasi pada kasus-kasus lainnya. Apakah produk berupa teori yang dihasilkan dari tehnik semacam ini pantas disebut ad Judiciam?"

bukan argumentum ad judiciam.

generalisasi itu sebenarnya bukan produk ilmiah. tapi produk ilmiah tadi digeneralisasi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Purnama

Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #7 pada: November 30, 2017, 02:01:07 AM »
Kalo contoh produk ilmiah apa Kang?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #8 pada: November 30, 2017, 02:07:58 AM »
contohnya produk ilmiah seperti :

kalor sebagai penyebab panas
gravitasi bumi sebagai sebab jatuhnya benda
80 % dari 100 orang dalam sampling yang mengidap penyakit jantung adalah perokok

contoh produk ilmiah yang digeneralisasi :
rokok merupakan penyebab serangan jantung

dalam buku Joesef Souyb berjudul Logika, ada contoh-contoh produk ilmiah pada bab Metoda Induksi.
« Edit Terakhir: November 30, 2017, 02:12:03 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Purnama

Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #9 pada: November 30, 2017, 02:15:47 AM »
Jadi "teori" bukanlah produk ilmiah (murni), melainkan telah tergeneralisasi. Begitu kah?

Karena sesuatu disebut "teori" jika telah mengalami generalisasi. jika masih berupa data hasil penelitian, maka belum bisa disebut teori.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #10 pada: November 30, 2017, 02:29:34 AM »
Jadi "teori" bukanlah produk ilmiah (murni), melainkan telah tergeneralisasi. Begitu kah?

bukan begitu. salah satu produk ilmiah adalah teori ilmiah. tetapi, "sesuatu yang digeneralisasi" bukanlah produk ilmiah. hanya saja kemudian, produk ilmiah ini seringkali digeneralisasi.

misalnya, penelitian pada seronga tersangka pidana, ketika ditanya polisi, terbukti bahwa dari 100 jawaban, 80 % jawabannya adalah bohong. jadi, yang merupakan produk ilmiah adalah "80 % jawaban tersangka tsb bohong". adapun, teori bahwa "jawaban-jawaban selanjutnya tersangka akan memberikan jawaban bohong", maka ini adalah produk analogi dan bukan produk metoda induksi.

untuk melihat metoda induksi ini, lihat pada Hukum Kausalitas Ilmiah, Metoda Persetujuan dan metoda sisa sisihan
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menurut Ilmuwan
« Jawab #11 pada: Januari 02, 2018, 02:26:46 AM »
 
Benarkah itu merupakan ad Judiciam bagi ilmuwan yang menggeluti dunia astronomi?

Benar.

Quote (selected)
Kira-kira observasi semacam apa yang dilakukan ilmuwan tsb sehingga bisa menjadi ad Judiciam baginya?

Entahlah. Yang pasti Hukum Gravitasi Universal Newton menjadi argumentum Ad Judiciam bagi Sir Isaac Newton karena rumus hukumnya :

F=G∙m1m2r2

Hukum Gravitasi Universal Newton

Quote (selected)
Teori disusun dengan metode induksi, meneliti sebagian kasus untuk digeneralisasi pada kasus-kasus lainnya. Apakah tehnik semacam ini pantas disebut ad Judiciam?
Sudah dijawab oleh Kang Asep.
« Edit Terakhir: Januari 02, 2018, 02:28:42 AM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
1613 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2015, 11:22:32 PM
oleh Monox D. I-Fly
5 Jawaban
1527 Dilihat
Tulisan terakhir April 05, 2013, 10:07:15 AM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
2201 Dilihat
Tulisan terakhir April 21, 2013, 12:45:01 PM
oleh Awal Dj
12 Jawaban
4255 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2013, 12:18:10 AM
oleh Kang Asep
23 Jawaban
6848 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2014, 12:27:47 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
3412 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2013, 10:13:07 PM
oleh sky
2 Jawaban
1022 Dilihat
Tulisan terakhir November 24, 2015, 07:53:44 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
658 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 07:25:33 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
2789 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2014, 07:31:43 AM
oleh comicers
2 Jawaban
1167 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 25, 2014, 07:31:55 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan