Penulis Topik: Menolak Implikasi  (Dibaca 481 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menolak Implikasi
« pada: September 09, 2015, 08:14:01 AM »
Kutip dari: Mushab bin Umair
Ulil-'amri itu tidaklah ma'shum, dan syari'at tidak mengenal adanya ulil-'amri yang ma'shum. So, tidak ada : "Jika.....", dan tidak ada : "Maka...." dalam hal ini.

Mushab bin Umair tidak mengerti arti sebuah implikasi berlandaskan kenyataan yang diyakininya. Ini sebuah kesalahan berpikir yang fatal. Implikasi memang bukan sebuah kenyataan, tap dibutuhkan dalam proses berpikir untuk penyelidikan kebenaran.

Karena dia yakin bahwa ulil amri tidak maksum, maka dia menolak menggunakan implikasi, “Jika Ulil Amri  maksum, maka Ulil Amri bebas dari kesalahan”.  Tampaknya Mushab khawatir, pernyataan “jika ulil amri maksum” akan menyangkal kenyataan bahwa “uli amri tidak maksum”. Dia mengkhawatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan.  Implikasi tidaklah menyangkal kenyataan.

Kenyataan bahwa “ulil amri tidak maksum” tidak dapat menjadikan implikasi “jika, maka” menjadi salah. Perhatikan satu argumen yang kadang digunakan muslim untuk mematahkan argumentasi kristen, “Jika Tuhan ada tiga, maka alam semesta akan kacau”. Padahal kebenaran yang diyakini muslim “Tuhan itu esa”. Tapi mengapa masih menggunakan perandaian “jika Tuhan ada tiga”.

Pernyataan “jika-maka” juga tidak harus sesuai dengan kenyataan.  Artinya bagian pengiring, atau kalimat setelah “jika” tidak menyatakan realitas.  Jadi, pernyataan saya “jika ulil amri maksum”, tidak berarti menyatakan “ulil amri maksum”, sehingga penyangkalan “ulil amri tidak maksum, so gak ada ada jika ulil amri tidak maksum” benar-benar merupakan sebuah kesalahan, bentuk dari ketidak mengertian dari  fungsi sebuah implikasi.

Perhatikan perhatikan Surah Yunus ayat 38 berikut :

Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

“Jika kamu benar, maka datangkanlah sebuah surat serupa al Quran”.

Apakah artinya mereka itu orang benar ? Jelas,kenyataan yang sebenarnya mereka bukan orang yang benar. Tapi mengapa justru Allah dan Rasul Allah mengatakan “jika kalian orang yang benar...” , apaka pernyataan “jika maka” dari Rasul Allah ini keliru.

Anggap saja benar bahwa “Ulil Amri tidak maksum”, tapi mengapa pernyataan “jika Ulil Amri maksum” menjadi pernyataan yang salah ?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: Mushab implikasi 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
18 Jawaban
3787 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2015, 02:21:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
1678 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2014, 03:10:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
535 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 12, 2014, 12:58:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1189 Dilihat
Tulisan terakhir November 30, 2014, 07:22:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
631 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2014, 04:32:15 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
364 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2015, 10:53:05 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
509 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 05, 2015, 05:45:22 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
685 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 17, 2016, 07:58:45 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
419 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2016, 11:17:39 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2016, 10:33:32 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan