Penulis Topik: Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit  (Dibaca 1884 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« pada: Januari 30, 2012, 01:35:37 PM »
Quote (selected)



Melahirkan memang merupakan momen penting bagi seorang wanita. Namun ada banyak wanita yang sangat bahagia ketika hamil, tapi takut untuk melahirkan. Tapi, wanita kini dapat melahirkan tanpa rasa sakit, bahkan penuh dengan kenyamanan.
 

Metode itu dikenal dengan nama water birth atau melahirkan dalam air. Metode ini mampu membuat si ibu rileks sehingga rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat kontraksi dapat berkurang.

Melani Sastra (25) adalah satu dari banyak ibu yang melahirkan tanpa rasa sakit dengan metode ini. Ibu beranak satu ini mengaku sudah lama tahu mengenai water birth, tapi baru benar-benar mencari tahu ketika ia mengandung.

"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang," ujar wanita yang kini menetap di Brisbane, Australia, ini.

sumber : http://www.klikunic.com/2012/01/water-birth-metode-melahirkan-tanpa.html

Jadi, sebenarnya itu melahirkan dengan sedikit rasa sakit
atau
 melahirkan dengan tanpa rasa sakit?


Jika tanpa rasa sakit <> sedikit rasa sakit, maka

dua kalimat berikut adalah hal yang berbeda :

Melani melahirkan dengan tanpa rasa sakit.
Melani melahirkan dengan sedikit rasa sakit.

Jika Melani melahirkan dengan tanpa rasa sakit.

berarti

Melani melahirkan bukan dengan sedikit rasa sakit.

Jika melani melahirkan dengan sedikit rasa sakit

berarti

Melani melahirkan bukan tanpa rasa sakit
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #1 pada: April 21, 2013, 10:55:15 PM »
mesti lebih jeli lagi dalam mengupas pertentangan pada artikel ini.

Quote (selected)
Melahirkan memang merupakan momen penting bagi seorang wanita. Namun ada banyak wanita yang sangat bahagia ketika hamil, tapi takut untuk melahirkan. Tapi, wanita kini dapat melahirkan tanpa rasa sakit, bahkan penuh dengan kenyamanan.
 

Metode itu dikenal dengan nama water birth atau melahirkan dalam air. Metode ini mampu membuat si ibu rileks sehingga rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat kontraksi dapat berkurang.

Melani Sastra (25) adalah satu dari banyak ibu yang melahirkan tanpa rasa sakit dengan metode ini. Ibu beranak satu ini mengaku sudah lama tahu mengenai water birth, tapi baru benar-benar mencari tahu ketika ia mengandung.

"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang," ujar wanita yang kini menetap di Brisbane, Australia, ini.

kata2 yang berwarna merah, yang menunjukkan "tanpa rasa sakit", adalah kalimat penyerta untuk kata melahirkan.
dan kata2 yang berwarna hijau, yang menunjukkan "berkurangnya rasa sakit", adalah kalimat penyerta untuk kata kontraksi dan ketika akan melahirkan.

kita sangat kesulitan untuk mendapatkan konfirmasi dari si penulis artikel. tapi, saya berkesimpulan bahwa apa yang dimaksud penulis dengan melahirkan dan apa yang dimaksud penulis dengan kontraksi adalah dua hal yang berbeda, sehingga bisa diterima jika disebutkan bahwa ada perbedaan rasa antara keduanya.

perbedaan antara kontraksi dan melahirkan adalah pada urutan kejadiannya, yaitu kontraksi terjadi sebelum melahirkan, dan melahirkan terjadi setelah kontraksi.


jika pada proses biasa, rasa sakit terasa saat kontraksi dan terus meningkat dan memuncak pada saat melahirkan.

sedangkan pada proses water birth, rasa sakit terasa saat saat kontraksi, kemudian berkurang setelah masuk ke air dan pengurangan tsb memuncak pada saat melahirkan. dan puncak dari berkurangnya rasa sakit tsb adalah hilangnya rasa sakit sehingga si ibu dapat melahirkan tanpa rasa sakit.

« Edit Terakhir: April 21, 2013, 10:57:10 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #2 pada: April 22, 2013, 01:15:43 AM »
Sebenarnya kontraksi itu bagian dari proses melahirkan atau bukan?

Terus kalau yang dibawah ini bagian proses melahirkan atau bukan?
 
"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang," ujar wanita yang kini menetap di Brisbane, Australia, ini.

Atau melahirkan itu meliputi kontraksi, bukaan-bukaan, dan keluarnya jabang bayi dari rahim ibunya?
 

Offline Sandy_dkk

Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #3 pada: April 22, 2013, 09:43:09 PM »
Sebenarnya kontraksi itu bagian dari proses melahirkan atau bukan?

Terus kalau yang dibawah ini bagian proses melahirkan atau bukan?
 
"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang," ujar wanita yang kini menetap di Brisbane, Australia, ini.

Atau melahirkan itu meliputi kontraksi, bukaan-bukaan, dan keluarnya jabang bayi dari rahim ibunya?

saya sendiri memaknai melahirkan sebagai proses yang dimulai dari masa kontraksi, bukaan-bukaan, sampai saat keluarnya bayi.
tapi pemaknaan saya tsb tidak bisa dipaksakan untuk menerjemahkan artikel di  atas. untuk menerjemahkan artikel di atas, dan untuk mengupasnya secara logika, kita harus tunduk pada pemaknaan penulis artikel.

dan dari analisa, komentar saya sebelumnya berusaha mengupas pemaknaan penulis mengenai "melahirkan", sehingga dapat disimpulkan bahwa artikel diatas tidak memiliki pertentangan kontrari. pemaknaan lain, seumum apapun dan selazim apapun pemaknaan tsb, tidak bisa digunakan untuk menilai pertentangan tulisan seseorang, kecuali setelah dapat dipastikan bahwa si penulis memang memaknainya dengan pemaknaan lazim.

Quote (selected)
Terus kalau yang dibawah ini bagian proses melahirkan atau bukan?
 
"Ketika akan melahirkan, dari bukaan 2 sampai bukaan 6 itu rasanya sakit sekali. Sampai nangis- nangis. Tapi setelah masuk ke air, rasa sakit itu berkurang." ujar wanita yang kini menetap di Bisbane, Australia, ini.

di awal kalimat, ibu itu sudah berkata "Ketika akan melahirkan". walaupun kita menganggap bahwa bukaan-bukaan berarti proses melahirkan telah dimulai, tapi si ibu berkata bahwa melahirkan baru akan dimulai. saya rasa ini cukup jelas bahwa terjadi perbedaan pemaknaan antara kita dan ibu tsb.
hikmah dari "wilayah kewenangan definisi" adalah pemahaman bahwa setiap orang mempunyai potensi untuk menciptakan definisi yang unik, berbeda dengan definisi yang pernah digunakan semua orang. dengan pemahaman ini, kita tidak mudah menyalahkan kalimat-kalimat orang lain, sebelum menyelami definisi berbagai istilah yang dia gunakan.
« Edit Terakhir: April 22, 2013, 09:47:08 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #4 pada: April 23, 2013, 06:03:57 AM »
kalau saya tidak membuat asumsi atau definisi sendiri, kecuali pertanyaannya. bukanlah suatu masalah bila pertanyaan berdasarkan asumsi, karena untuk memperjelas makna kailmat-kalimat pihak yang ditanya. kalimat-kalimat di dalam artikel tersebut tampak bertentangan. oleh karena itu untuk memastikan apakah benar bertentangan atau tidak, maka melahirkan pertanyaan :

Kutip dari: kang asep
Jadi, sebenarnya itu melahirkan dengan sedikit rasa sakit
atau
 melahirkan dengan tanpa rasa sakit?

pertanyaan ini berdasarkan asumsi pertentangan :

Kutip dari: kang asep
Jika tanpa rasa sakit <> sedikit rasa sakit, maka

dua kalimat berikut adalah hal yang berbeda :

Melani melahirkan dengan tanpa rasa sakit.
Melani melahirkan dengan sedikit rasa sakit.

Jika Melani melahirkan dengan tanpa rasa sakit.

berarti

Melani melahirkan bukan dengan sedikit rasa sakit.

Jika melani melahirkan dengan sedikit rasa sakit

berarti

Melani melahirkan bukan tanpa rasa sakit


bandingkan dengan kesimpulan kang sandy sendiri

Kutip dari: sandy
sedangkan pada proses water birth, rasa sakit terasa saat saat kontraksi, kemudian berkurang setelah masuk ke air dan pengurangan tsb memuncak pada saat melahirkan. dan puncak dari berkurangnya rasa sakit tsb adalah hilangnya rasa sakit sehingga si ibu dapat melahirkan tanpa rasa sakit.

kesimpulan tersebut bisa menjadi pelebur "asumsi pertentangan", sehingga pembaca dapat memahami bahwa kalimat-kalimat di dalam artikel tersebut tidak bertentangan.

merupakan hal yang rasanya masuk akal, "melahirkan tanpa rasa sakit", di mana rasa sakit mulai berkurang "setelah masuk ke dalam air". hal ini cukup memberi penjelasan.

walaupun begitu, menarik untuk dikupas secara lebih detail dengan logika.

perhatikan kalimat yang diberi garis bawah, itu bukan asumsi maupun kesimpulan.
tapi perhatikan kalimat yang berwarna merah, apakah itu asumsi, kesimpulan atau lainnya?

jika asumsi tidak dibutuhkan argumen-argumen logis. jika kesimpulan logis, diperlukan argumentasi logis. dan apakah suatu argumentasi logis berarti harus tunduk kepada 19 hukum syllogisme. silahkan, apakah kang sandy bisa menguraikan kesimpulan berdasarkan hukum syllogisme?

kasus ini sama seperti contoh :

ada jejak kaki kuda di tanah. di pertengahan jalan itu ada sebuah batu yang besar dan lebar . di atas batu itu tidak ada jejak kuda. tapi setelah batu itu ada jejak lagi. maka orang bisa menyimpulkan bahwa kuda telah melompati batu tersebut. karena tidak mungkin kuda berjalan melingkar, lalu dengan sengaja menjejakan kakinya di depan batu itu sebelum melanjutkan perjalanan, dan juga tidak ada jejak kaki kuda di samping batu. tampaknya kesimpulan ini juga masuk akal. tapi apakah hal ini bisa dijelaskan dengan syllogisme?
« Edit Terakhir: April 23, 2013, 07:02:51 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #5 pada: April 23, 2013, 05:29:44 PM »
wah, saya masih belum mengerti kang.....

saat kotraksi, rasa sakit ibu berkurang.
saat melahirkan, ibu tidak merasa sakit.
rasa sakit ibu berkurang, kemudian hilang   <<<   ini bukanlah proses berpikir, karena tidak ada pergerakan persepsi disini. bagaimana sesuatu yang bukan merupakan proses berpikir harus tunduk pada hukum syllogisme?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #6 pada: April 23, 2013, 10:31:48 PM »
kemungkinan proses berpikir itu ada pada dinamika "rasa sakit yang berkurang", yaitu "berkurang dan terus berkurang, sampai rasa sakit itu hilang sama sekali". sedangkan hal ini tidak dinyatakan oleh si penulis.

seperti misalnya, kita menaiki 7 anak tangga, dan kita mulai menginjakan kaki pada tangga pertama. dalam 30 detik, si fulan berada pada anak tangga ke 7. kita bisa berkata, pertama, menginjak anak tangga kesatu. kemudian menginjak anak tangga ke 7. tentu kita membayangkan bahwa si fulan telah menjejakan kaki ke anak tangga ke 2 hingga ke 6, sehingga akhirnya si fulan berada di anak tangga ke 7. contoh ini sesuai enggak, kang?

jika sesuai, maka apakah membayangkan si fulan telah menginjakan kaki dari tangga ke 2 hingga ke 6 bukan merupakan proses berpikir?

demikian pula, jika membayangkan bahwa rasa sakit itu berkurang sejak Melani masuk ke air dan terus berkurang sampai benar-benar habis rasa sakit itu pada saat melahirkan, apakah ini bukan proses berpikir?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Melahirkan anak dengan tanpa rasa sakit
« Jawab #7 pada: April 23, 2013, 11:07:30 PM »
Tapi tentu saja, sebagaimana saya telah mengakuinya bahwa "membayangkan dinamika berkurangnya rasa sakit" tersebut adalah sesuatu yang rasanya dapat diterima akal, walaupun sulit untuk diuraikan dalam bentuk syllogisme. sebaliknya, membayangkan bahwa "rasa sakit itu tidak bekurang secara terus menerus sampai hilang" rasanya lebih sulit diterima akal. tetapi, seandainya saya mendefinisikan "masuk akal" ini adalah sejalan dengan hukum-hukum logika, maka untuk memastikan, apakah benar masuk akal atau tidak, harus diuji oleh hukum syllogisme. jika tidak, maka apa yang menjadi tolak ukur "masuk akal" tersebut? perasaan, intuisi atau apa?

dan lagi sebagai bentuk kehati-hatian, menjujung tinggi logika murni, jangankan sesuatu yang bersifat asumsi atau dugaan, bahkan yang sudah jelas dibuktikan kebenarannya secara syllogisme sekalipun tidak bisa diklaim sebagai kebenaran. jika si fulan menyatakan bahwa A adalah B. kemudian di lain waktu dia menyatakan pula bahwa setiap B itu adalah C, maka menurut logika pasti A adalah C. dan mustahil bahwa A bukan C.

kepastian logic, bukanlah kepastian ilmiah. oleh karena itu, sepasti-pastinya suatu kebenaran menurut logika, itu harus dikonfirmasikan kepada si fulan, "Apakah benar bahwa A adalah C?" walaupun telah dikatakan tadi, bahwa mustahil A bukan C, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa si fulan akan berkata, "Oh tidak, sesekali A itu bukanlah C". inilah intisari yang saya lakukan di thread ini, yakni mencari kejelasan. dan tidak ada yang mampu menjelaskan kecuali si penulis sendiri. adapun kita hanya bisa menduganya.

saya ingat, dulu ketika saya baru bergabung dengan dunia jurnalistik, saya meliput berita di mana di dalam berita tersebut saya menyelipkan kesimpulan saya sendiri terhadap apa yang dinyatakan nara sumber, maka kang Jeffrin Pimpinan Redaksi kami menegur, "jangan sekali-kali menyelipkan kesimpulan kita sendiri ke dalam berita, karena secara hukum itu akan memberatkan kita!" ketika saya membela diri dan mengatakan bahwa kesimpulan-kesimpulan saya itu sudah menurut hukum-hukum logika dan bisa dipertanggung jawabkan. tapi kemudian pak Jeffrin menjelaskan dengan berbagai cara, sehingga akhirnya saya mengerti bahwa logika hanya boleh digunakan untuk memprediksi pendapat atau keyakinan orang lain yang kemudian harus dikonfirmasikan.

setelah banyak belajar di dunia jurnalistik, maka kini telihat jelas oleh saya, bahwa banyak media surat kabar masa kini amburadul, tidak jujur, tidak selaras dengan logika dan kaidah-kaidah jurnalistik itu sendiri. demikian pula, bila saya memuat berita "rasa sakit melani berkurang sejak masuk ke air, dan terus berkurang. hingga saat melahirkan rasa sakit itu hilang sama sekali", berarti saya telah melanggar kaidah jurnalistik, serta tidak menempatkan logika pada tempatnya yang sesuai.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
27 Jawaban
7014 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 08:29:10 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
1222 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 04:49:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1653 Dilihat
Tulisan terakhir November 27, 2013, 07:00:16 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
537 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2016, 11:05:48 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
670 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2015, 09:03:05 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
458 Dilihat
Tulisan terakhir September 12, 2016, 01:29:44 AM
oleh Cecep Nahrowi
0 Jawaban
151 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2016, 02:33:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
237 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 13, 2016, 11:31:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
138 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2016, 09:50:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:47:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan