Penulis Topik: mapak tanggal  (Dibaca 1524 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Ratno Golan

mapak tanggal
« pada: Juli 14, 2012, 10:22:23 AM »
ada yang tidak konsisten dari pendirian kawan saya, menurut beliau tahlilan itu bid'ah oleh karena ketentuan waktunya, tetapi acara selamatan/syukuran yang didalamnya di isi dengan tahlil dalam rangka menyambut bulan suci ramadlonpun itu juga dilarang, padahal dikampung saya acara menyambut romadlon ini yang dinamakan dengan MAPAK TANGGAL  ( menjemput tanggal 1 romadhon ) rutin dilakukan setiap seminggu atau dua minggu menjelang romadlon dan dilakukan hampir oleh setiap keluarga secara bergantian, jadi tidak ada ketentuan waktu yg disyaratkan, kata kawan saya itu, kegiatan seperti ini tidak dicontohkan oleh baginda nabi, wong tanggal aja kok pakai di jemput, entar wayahnya berganti bulan ya pasti tanggal satu, Dahulu beliau(kawan saya ini) tidak seperti ini, dan juga semua orang dikampung saya masih gusdur forever, indikasinya pkb menang terus,  tetapi sekarang kampung saya terpecah menjadi 3 kubu, yg satu pro slametan yg satu anti slametan, yang satu lagi ragu slametan...huhuhu ( sedih )
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:mapak tanggal
« Jawab #1 pada: Juli 14, 2012, 12:52:33 PM »
Kutip dari: ratno golan
ada yang tidak konsisten dari pendirian kawan saya, menurut beliau tahlilan itu bid'ah oleh karena ketentuan waktunya, tetapi acara selamatan/syukuran yang didalamnya di isi dengan tahlil dalam rangka menyambut bulan suci ramadlonpun itu juga dilarang, padahal dikampung saya acara menyambut romadlon ini yang dinamakan dengan MAPAK TANGGAL  ( menjemput tanggal 1 romadhon ) rutin dilakukan setiap seminggu atau dua minggu menjelang romadlon dan dilakukan hampir oleh setiap keluarga secara bergantian, jadi tidak ada ketentuan waktu yg disyaratkan, kata kawan saya itu, kegiatan seperti ini tidak dicontohkan oleh baginda nabi, wong tanggal aja kok pakai di jemput, entar wayahnya berganti bulan ya pasti tanggal satu, Dahulu beliau(kawan saya ini) tidak seperti ini, dan juga semua orang dikampung saya masih gusdur forever, indikasinya pkb menang terus,  tetapi sekarang kampung saya terpecah menjadi 3 kubu, yg satu pro slametan yg satu anti slametan, yang satu lagi ragu slametan...huhuhu ( sedih )

jika ada orang yang demikian, maka janganlah kita menempatkan diri sebagai "lawan" bagi dia. tapi sebisa mungkin, tempatkan diri sebagai "kawan". sebab, justru dengan memperoleh banyak lawan, faham mereka menjadi lebih pesat berkembang. jangan mencoba menentang faham mereka, tapi ajukan pertanyaan agar mereka mau memikirkan hal-hal yang memang perlu dipikirkan.

pertama-tama, cobalah tanyakan tentang definisi segala sesuatu.
kedua, tanyakan argumentasinya
ketiga, analisa seluruh pemikirannya
keempat, tunjukan bentuk-bentuk pertentangan yang terdapat di dalam pemikiran-pemikirannya.
Kelima, jangan membuat dia merasa kalah atau terpatahkan argumentasinya. biarkan dia menjadi sadar akan kesalahan-kesalahan dlam berpikirnya, tanpa merasa kitalah yang telah membuktikan kesalahnnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ratno Golan

Re:mapak tanggal
« Jawab #2 pada: Juli 14, 2012, 08:05:54 PM »
jika ada orang yang demikian, maka janganlah kita menempatkan diri sebagai "lawan" bagi dia. tapi sebisa mungkin, tempatkan diri sebagai "kawan". sebab, justru dengan memperoleh banyak lawan, faham mereka menjadi lebih pesat berkembang. jangan mencoba menentang faham mereka, tapi ajukan pertanyaan agar mereka mau memikirkan hal-hal yang memang perlu dipikirkan.

^yang ini  mudah saya fahami dan mungkin mudah pula saya mempraktekannya


pertama-tama, cobalah tanyakan tentang definisi segala sesuatu.
kedua, tanyakan argumentasinya
ketiga, analisa seluruh pemikirannya
keempat, tunjukan bentuk-bentuk pertentangan yang terdapat di dalam pemikiran-pemikirannya.
Kelima, jangan membuat dia merasa kalah atau terpatahkan argumentasinya. biarkan dia menjadi sadar akan kesalahan-kesalahan dlam berpikirnya, tanpa merasa kitalah yang telah membuktikan kesalahnnya.

^tapi yang ini.....waduh musti banyak belajar sama kang asep
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:mapak tanggal
« Jawab #3 pada: Juli 14, 2012, 08:38:47 PM »
^tapi yang ini.....waduh musti banyak belajar sama kang asep

pada dasarnya, kita mesti menempatkan diri sebagai orang yang "banyak tidak tahunya".

anggap saja, satu-satunya yang kita tahu adalah Hukum-hukum berpikir.

maka, ketika orang lain menyatakan begini dan begitu, kita tidak perlu mengeluarkan pendapat sama sekali, tapi cukuplah menanyakan banyak hal kepada dia. lalu gunakan hukum-hukum berpikir yang kita tau, untuk memikirkan semua hal yang dia katakan kepada kita.

Logika tidak akhirnya tidak membuat kita merasa "tau segala sesuatu". sebaliknya, logika membuat kita akhirnya sadar diri, bahwa terlalu banyak hal yang tidak kita ketahui, sehingga tidak pernah layak siapapun untuk menyombongkan diri dengan pengetahuan dan doktrin suatu agama. salah satu bukti bahwa kita akan selalu berujung pada "ketidak tahuan" adalah dengan definisi. banyak ornag mengatakan ini itu, tapi ketika ditanya mengenai definisi ini itu, dia tidak bisa memberikannya.

coba defnisikan hal-hal berikut :

bida`ah
syubhat
halal
haram
keyakinan
pengetahuan
ilmu
pendidikan
pengajaran

dengan mudah orang menggunakan istilah-istilah tersebut dalam komunikasi sehari-hari. tapi ketika dituntut untuk mendefinisikannya, kadang mereka harus termenung, memutar otak. maka jalan pertama menyadarkan orang yang sombong dengan keyakinan dan pengetahuannya adalah dengan menyimak istilah-istilah yang dia gunakan, lalu segera tanyakan "apa definisinya". semakin sederhana "lingkungan sesuatu", maka smakin sulit untuk mendefinisikannya. coba saja, definiskan apa itu meja, kursi, piring, sendok, kertas, air dan lain sebagainya. dan perlulah kita mempelajari bab tentang "Definisi" dalam logika, sehingga kita tau aturan dalam membuat definisi, apakah syaratnya suatu definisi bisa disebut definisi yang benar, dan apa saja jenis-jenis definisi tersebut.

sekali saja kita menampakan diri sebagai "orang yang lebih tau" kepada orang lain, maka kita akan menanggung beban tanggung jawab yang berat, karna kita akan ditanya tentang "apa yang kita ketahui". tetapi, selama kita menempatkan diri sebagai orang bodoh, yang tidak banyak pengetahuannya, maka tidalah kita akan dituntut untuk menjawab banyak pertanyaan.

dia yang sombong dan ilmu dan keyakinannya, pukuli dia dengan pertanyaan-pertanyaan, sehingga terkuras ilmu yang ada di dalam dadanya. kemudian apa yang dia kemukakan, jangan sampai kita sia-siakan. kita harus menyerap pengetahuan dia sehingga menjadi bagian dari pengetahuan kita. tindakan ini akan berbahaya jika di dalam kita tidak tersedia akal yang jernih, yang bisa mencerna dengan baik segala pernyataan orang lain. tapi dengan memiliki keterampilan berpikir logic, apapun yang dinyatakan orang lain, kita dapat menganalisanya dengan baik.

menjadi pemikir logic, tidak berarti terampil menjawab segala pertanyaan dan tidak harus tahu segala jawaban. sebaliknya, justru terampil membuat pertanyaan dan tahu caranya mengajukan pertanyaan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
2366 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2015, 10:56:33 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan