Penulis Topik: Logika Para Elite Politik Kita  (Dibaca 948 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 382
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Logika Para Elite Politik Kita
« pada: Juli 22, 2012, 04:45:25 AM »
Quote (selected)
Sindonews.com - Kendati terbukti berhasil memimpin dan membenahi wajah Kota Solo, ternyata masih banyak orang yang meremehkan sosok Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Divisi Kominfo Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku, tak yakin sosok Jokowi bisa memimpin DKI Jakarta. Ruhut justru ketawa ketika dimintai tanggapan tentang sosok Jokowi. Dikatakan Ruhut, Foke yang dinilainya berpengalaman saja, belum bisa membebaskan Jakarta dari bencana banjir.

"Ha ha ha, Foke yang pangalaman saja Jakarta masih banjir dan macet. Gimana yang coba-coba Jokowi. Jakarta bukan banjir, tapi tenggelam. Bukan macet, tapi macet total. Bukan banjir, tapi tenggelam," ujar Ruhut kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/7/2012).

perhatikan Logika yang terkandung dalam pernyataan Ruhut tersebut. Jika dikembalikan ke dalam bentuk Logika formal, maka dapat diambil suau pernyataan yang berbentuk hypotetical Proposition, "Jika Jokowi memang, maka jakarta tenggelam".

dalam kalimat seperti itu perlu diperhatikan, hukum kausalitas seperti apa yang terkandung di dalamnya, apakah kemestian timbal balik, kemestian sepihak atau kemestian kebiasaan.

hukum kemestian timbal balik :

JIka P, maka Q
Ternyata P
Jadi Q

Ternyata Q
Jadi P

Ternyata Tidak P
Jadi, pasti tidak Q

Ternyata tidak Q
jadi, tidak P

Bagaimana jika jokowi menang, apakah pasti Jakarta tenggelam? Belum tentu.
Bagaimana jika jakarta tenggelam, apakah karena Jokowi Menang? ? belum tentu
Bagaimana jika Jokowi tidak memang, apakah pasti Jakarta tidak tenggelam? belum tentu
Bagaimana jika Jarta tidak tenggelam, apakah pasti karena Jokowi tidak menang? belum tentu.

Jika P, maka Q
ternyata P
jadi, belum tentu Q

ternyata Q
Jadi, Belum tentu P

ternyata tidak P
belum tentu tidak Q

ternyata tidak Q
Belum tentu tidak P.


pernyataan ruhut sama sekali tidak mengandung Hukum Kemestian timbal balik, tidak pula mengandung kemestian sepihak maupun kemestian timbal balik. pernyataan Ruhut itu hanya merupakan Oponi, Fallacy atau Argumentum Ad Hominem. Semoga masyarakat kita jeli dengan hal-hal seperti itu, karena Fallay seperti itu merupakan bahasa sehari-hari para elite politik kita.


bahkan dalam prinsip ilmiah itu, jika sesuatu tidak ditemukan pada saat akibat terjadi, maka sesuatu itu bukan sebab bagi akibat. dan apabila sesuatu itu ditemukan pada saat akibat terjadi, maka sesuatu itupun bukan sebab bagi akibat. Jadi, secara Logika induksi maupun deduksi, dalam pernyataan ruhut itu tidak mengandung hukum kausalitas, tidak ada hubungan antara antara bagian Eksiden (P) dan Konsekuen (Q).
« Edit Terakhir: Juli 22, 2012, 04:49:23 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
3867 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2013, 10:07:38 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1572 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 10:59:09 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3032 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2013, 11:02:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1011 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 12:04:13 PM
oleh Awal Dj
24 Jawaban
5674 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2013, 07:05:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
556 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 19, 2015, 09:01:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
658 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2015, 04:14:12 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1021 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 02:43:55 PM
oleh berecar
0 Jawaban
544 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2015, 02:07:42 PM
oleh bintang74
3 Jawaban
357 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2017, 09:46:51 PM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan