Penulis Topik: Logika Induksi  (Dibaca 1063 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Asro

Logika Induksi
« pada: Januari 26, 2012, 08:31:28 PM »
Ada orang yang menasihati seorang perempuan agar tidak suka mengenakan pakaian seksi karena bisa mengundang terjadinya kejahatan pemerkosaan. Tetapi, kemudian banyak orang yang membantah terhadap isi nasihat tersebut bahwa pakaian seksi bukanlah sebab dari terjadinya tindak kriminal pemerkosaan. Tidak seharusnya kaum perempuan selalu disalahkan. Karena penyebab terjadinya pemerkosaan adalah iman yang lemah dan pikiran yang kotor. Seandainya saja para pria itu memiliki iman yang kuat dan pikiran yang bersih, niscaya tidak akan terjadi tindak pemerkosaan tersebut.

Atas pemikiran yang pro dan kontra tersebut, mungkin kita berpikir untuk menimbang mana yang benar dan mana yang salah, apakah kita akan menjadi bagian dari kelompok orang yang membenarkan isi nasihat tersebut ataukah menjadi bagian dari kelompokorang yang menentang atau menyalahkan.

Untuk memahamkan diri kita tentang mana yang benar dan mana yang salah, Logika dapat membantu.

Pertama, untuk menemukan mana yang menjadi sebab bagi suatu akibat, Logika sudah menjelaskan standar hukumnya, yakni standar hukum Logika Induksi, yang terdiri dari dua hal :

Pertama : sesuatu itu bukan sebab bagi akibat, apabila sesuatu itu tidak ditemukan pada saat akibat terjadi.
Kedua : sesuatu itu bukan sebab bagi akibat, apabila sesuatu itu ditemukan pada saat akibat tidak terjadi.

sekarang, apakah benar bahwa pakaian seksi itu menjadi sebab terjadinya pemerkosaan? Faktanya, pemerkosaan bisa terjadi pada seorang perempuan yang tidak berpakaian seksi sama sekali. Dan pemerkosaan tersebut tidak terjadi karena pelaku terangsang karena melihat seorang perempuan berpakain seksi. Dengan demikian, memang benar bahwa "pakaian seksi" bukanlah sebab bagi terjadinya suatu tindak pemerkosaan.

selanjutnya, pihak yang kotra terhadap isi nasihat tersebut berpendapt bahwa "pikiran kotor" itulah yang menjadi sebab terjadinya pemerkosaan. Pertanyaannya? apakah setiap orang yang berpikiran kotor akan selalu melakukan pemerkosaan? Jawabannya tentu tidak. sebab, yang berpikiran kotorpun bisa jadi tidak melakukan pemerkosaan karena tidak ada kesempatan atau peluang untuk merealisasikan pikiran kotornya. karena pikiran kotor itu terjadi, di mana akibat tidak terjadi, maka pikiran kotor itupun bukanlah menjadi sebab bagi terjadinya tindak pemerkosaan.

Mereka yang menyalahkan pakaian seksi dan mereka yang menyalahkan pikiran kotor, ternyata keduanya juga salah. Karena menurut kaidah Logika Induksi tadi, pakaian seksi maupun pikiran kotor bukanlah sebab bagi terjadinya tindak kirminal.

Dengan demikian, kita masih dihadapkan kepada suatu pertanyaan, "kalau begitu, apa sebenarnya menjadi sebab terjadinya suatu tindak kriminal pemerkosaan?"
« Edit Terakhir: Pebruari 02, 2012, 11:34:05 AM oleh Kang Asep »
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1441 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 25, 2012, 08:56:00 PM
oleh Kang Asep
27 Jawaban
7907 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 08:29:10 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
4592 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 11:32:32 AM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
5126 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
1 Jawaban
996 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2014, 07:57:58 PM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
709 Dilihat
Tulisan terakhir November 04, 2014, 04:26:39 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
605 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 09, 2015, 12:12:59 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
521 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 27, 2015, 08:09:18 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
179 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2016, 03:22:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 30, 2018, 04:58:20 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan