Penulis Topik: Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika  (Dibaca 6367 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« pada: Juli 08, 2013, 09:14:03 PM »
Sejak lama, penentuan awal ramadhan menjadi kontroversi dengan adanya dua metoda yang berbeda, yaitu hisab dan rukyat. semestinya kita, sebagai para pemikir logic, mampu menyimpulkan dengan tepat, mana metoda yang benar dari keduanya, hisab atau rukyat, apakah keduanya benar, ataukah keduanya salah. Apakah menurut hukum logika keduanya bisa sama-sama benar, ataukah mustahil sama-sama benar? apakah ada kumungkinan sama-sama salah ataukah mustahil sama-sama salah?

kajian Kupas Tuntas logika ini tentunya sebuah pekerjaan besar. tetapi, kita bisa memulainya dari hal yang ringan dan sederhana, mudah-mudahan sampai pada suatu kesimpulan yang jelas dan bermanfaat.

kalau kita mau mengkaji persoalan fiqih yang kontroversi hingga mengerti mana syariat yang benar, maka itu lebih baik lagi. tapi selama ini saya pribadi, untuk mengawali puasa itu memilih bertaklid kepada ulama yang terpercaya. oleh kaerna itu, sebenarnya pemahaman saya tentang sistem penentuan awal ramadhan itu bisa dibilang masih nihil. di sini, saya mencoba mengupasnya dari awal, dan menelaahnya setahap demi setahap dengan logika. mudah-mudahan dibantu oleh kang sandy dibidang matematika dan astronomi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #1 pada: Juli 08, 2013, 09:21:56 PM »
Kutipan[1] :
============================================
Perbedaan penetapan awal bulan Hijriah tak terlepas dari perbedaan metode penetuan awal bulan yang digunakan oleh pihak yang ber-ijtihad. Selama ini dikenal dua metode yang utama dalam penentuan awal bulan Hijriyah, yaitu metode rukyah dan metode hisab. Kedua metode ini sama-sama didasari interpretasi terhadap Alquran maupun hadis yang menjelaskan tentang tata cara memulai mengakhiri puasa.

Metode rukyah menggunakan pengamatan langsung dengan mata (rukyah bil-ain), sementara metode hisab menggunakan pengamatan tak langsung dengan mengandalkan hitungan ilmiah (rukyah bil-ilmi). Meski begitu, kedua metode ini tetap memakai Ilmu Hisab atau Ilmu Falak dalam prosesnya masing-masing. Hanya saja metode rukyah masih memakai pengamatan fisik sebagai final keputusan sedangkan metode hisab cukup dengan perhitungan ilmiah semata tanpa perlu lagi membuktikan dengan pengamatan fisik.

Dalam menentukan masuknya awal bulan kelompok yang berpedoman pada rukyat murni yang menetapkan awal bulan hijriah hanya observasi hilal semata, menghasilkan istimbat hukum apabila hilal tampak pada saat observasi, maka ditetapkan tanggal 1 bulan baru keesokan harinya dan apabila bulan tidak tampak maka di-istikmal-kan (disempurnakan) 30 hari bulan yang sedang berjalan.

Metode yang kedua adalah metode hisab murni berpedoman pada konsep wujudul hilal, yaitu konsep yang menyatakan bahwa keberadaan hilal tidak perlu di-rukyat tetapi cukup dengan perhitungan saja, karena apabila hilal sudah ada secara perhitungan maka dianggap sudah ada secara substansi walaupun tidak mungkin dilihat baik karena terlalu rendah atau tertutup awan, konsep ini sangat berpatokan pada posisi hilal sudah di atas ufuk tanpa mematok ketinggian tertentu.

Kementerian Agama RI sebagai lembaga negara yang berwenang menetapkan awal Ramadhan secara resmi dalam sistem ketatanegaraan kita menggunakan metode imkanur rukyah (kemungkinan hilal dapat di-rukyat) dalam penentuan awal bulan qamariah. Metode ini menyatakan bahwa hilal dianggap terlihat dan keesokannya dapat ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila: Pertama, ketika matahari terbenam, altitude (ketinggian) bulan di atas horison tidak kurang dari 2 derajat; Kedua, jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat, dan; Ketiga, ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. Hal ini didasarkan pada pengalaman  astromonis seluruh dunia yang belum pernah dapat mengobservasi hilal jika belum memenuhi kriteria di atas dan tentunya dengan bukti yang otentik.
===========================================
 1. http://aceh.tribunnews.com/2013/07/08/penentuan-awal-ramadhan-mengapa-beda
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #2 pada: Juli 08, 2013, 09:29:29 PM »
Quote (selected)
Metode rukyah menggunakan pengamatan langsung dengan mata (rukyah bil-ain), sementara metode hisab menggunakan pengamatan tak langsung dengan mengandalkan hitungan ilmiah (rukyah bil-ilmi).

hitungan yang benar itu harus sesuai dengan fakta. benar atau tidak?

rukyat itu hitungan. dan hilal itu adalah fakta.

jika hitungan itu benar dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi pengamatan mata, maka seharusnya hitungan itu sesuai dengan fakta yang bisa dilihat oleh mata. betul atau tidak?

jika benar, maka sistem hisab itu bagai hipotesa. sedangkan pengmatan lansung adalah pembuktian kebenaran dari hipotesaa tersebut. benar atau tidak?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #3 pada: Juli 08, 2013, 09:43:24 PM »
hitungan yang benar itu harus sesuai dengan fakta. benar atau tidak?

rukyat itu hitungan. dan hilal itu adalah fakta.

jika hitungan itu benar dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi pengamatan mata, maka seharusnya hitungan itu sesuai dengan fakta yang bisa dilihat oleh mata. betul atau tidak?

jika benar, maka sistem hisab itu bagai hipotesa. sedangkan pengmatan lansung adalah pembuktian kebenaran dari hipotesaa tersebut. benar atau tidak?

benar, seharusnya metode rukyah dan hisab itu selaras. keduanya mestinya sama2 benar atau sama2 salah (salah dalam artian jika hari ini menurut rukyah bukan tanggal 1 ramadhan, maka menurut hisab juga mesti demikian), dan mestinya tidak berselisih antara metode satu dengan lainnya.

jika berselisih antara keduanya, maka hanya ada dua kemungkinan, yaitu perhitungan hisabnya salah, atau penglihatan mata yang salah.

tapi, keselarasan antara keduanya mesti didahului oleh kesepakatan definisi dari "awal bulan".
Quote (selected)
Pertama, ketika matahari terbenam, altitude (ketinggian) bulan di atas horison tidak kurang dari 2 derajat; Kedua, jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat, dan; Ketiga, ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku.

kutipan tsb adalah definisi dari "awal bulan".
« Edit Terakhir: Juli 08, 2013, 09:45:20 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #4 pada: Juli 08, 2013, 09:50:15 PM »
Kutip dari: sandy
Pertama, ketika matahari terbenam, altitude (ketinggian) bulan di atas horison tidak kurang dari 2 derajat; Kedua, jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat, dan; Ketiga, ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku.

banyak istilah yang belum saya fahami.

1. horison
2. sudut elongasi
3. konjungsi

bagaimana pengertian dari istilah-istilah tersebut? kalau bisa sekalian dengan contoh gambarnya!  :kacsint2:
« Edit Terakhir: Juli 08, 2013, 09:51:48 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #5 pada: Juli 08, 2013, 10:24:27 PM »
nemu definisi horison dari wikipedia :



Cakrawala, kaki langit, horizon (dari bahasa Yunani orizein yang bermakna "membatasi"), atau ufuk adalah garis yang memisahkan bumi dari langit. Lebih tepatnya, horizon adalah garis yang membagi arah garis pandang kita ke dalam dua kategori: arah garis pandang yang memotong permukaan Bumi, dan yang tidak. Di banyak lokasi, horizon benar terhalangi oleh pohon, bangunan, gunung, dan sejenisnya, yang membuat perpotongan antara bidang permukaan bumi dan bidang langit kemudian dikenal sebagai horizon tampak.

horizon bumi terlihat dari pesawat ulang alik.


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #6 pada: Juli 08, 2013, 10:32:05 PM »
Kutip dari: sandy
benar, seharusnya metode rukyah dan hisab itu selaras. keduanya mestinya sama2 benar atau sama2 salah (salah dalam artian jika hari ini menurut rukyah bukan tanggal 1 ramadhan, maka menurut hisab juga mesti demikian), dan mestinya tidak berselisih antara metode satu dengan lainnya.

kalau begitu, jika benar, hari ini adalah awal ramadhan, maka salah, bila besok adalah awal ramadhan. tetapi, bila salah, hari awal ramadhan, maka bisa juga salah, besok awal ramdhan. begitulah sifat dari kontrari. tidak bisa sama-sama benar, tapi bisa sama-sama salah.

awal ramdhan Muhammadiyah berbeda dengan awal ramadhan yang ditentukan oleh pemerintah. dengan demikian, tidak mungkin kedua-duanya sama benar. kalau kedua-duanya sama-sama salah, itu mungkin. begitulah menurut hukum logika.

selanjutnya, mari kita uji logika kita untuk mengetahui, jika ada yang benar diantara Muhammadiyah dan Pemerintah, maka mana yang benar dan mana yang salah. jika salah keduanya, maka lalu bagaimana yang sebenarnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #7 pada: Juli 09, 2013, 12:50:40 AM »
banyak istilah yang belum saya fahami.

1. horison
2. sudut elongasi
3. konjungsi

bagaimana pengertian dari istilah-istilah tersebut? kalau bisa sekalian dengan contoh gambarnya!  :kacsint2:

definisi horizon yang ditemukan kang Asep, saya rasa sudah cukup.

sudut elongasi adalah jarak sudut antara bulan dan matahari. elongasi 0o berarti konjungsi, 180o diberi nama oposisi dan 90o diberi nama kuadratur.

konjungsi adalah saat ketika matahari dan bulan berada pada garis datar yang sama, atau saat elongasi 0o.



Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #8 pada: Juli 09, 2013, 02:25:34 AM »
kalau begitu, jika benar, hari ini adalah awal ramadhan, maka salah, bila besok adalah awal ramadhan. tetapi, bila salah, hari awal ramadhan, maka bisa juga salah, besok awal ramdhan. begitulah sifat dari kontrari. tidak bisa sama-sama benar, tapi bisa sama-sama salah.

awal ramdhan Muhammadiyah berbeda dengan awal ramadhan yang ditentukan oleh pemerintah. dengan demikian, tidak mungkin kedua-duanya sama benar. kalau kedua-duanya sama-sama salah, itu mungkin. begitulah menurut hukum logika.

selanjutnya, mari kita uji logika kita untuk mengetahui, jika ada yang benar diantara Muhammadiyah dan Pemerintah, maka mana yang benar dan mana yang salah. jika salah keduanya, maka lalu bagaimana yang sebenarnya.

benar.

tapi, kita perlu tahu juga bahwa definisi dari "awal bulan" menurut Muhammadiyah berbeda dengan definisi menurut pemerintah.

jika pemerintah mendefinisikannya sebagai berikut:
awal bulan adalah saat dimana matahari terbenam yang memenuhi kondisi:
  • ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2°
  • jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°
  • ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku

sementara Muhammadiyah mendefinisikannya sebagai berikut:
awal bulan adalah saat dimana matahari terbenam yang memenuhi kondisi:
  • pada saat terbenamnya matahari piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud)
  • telah terjadi ijtimak (konjungsi) sebelum matahari terbenam

Muhammadiyah tidak mensyaratkan ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2°, yang penting bulan ada diatas horizon tanpa mensyaratkan nilai ketinggian tertentu.
Muhammadiyah tidak mensyaratkan sudut elongasi tidak kurang dari 3°.
Muhammadiyah tidak mensyaratkan umur bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi, yang penting konjungsi telah terjadi.



dari Pos Observasi Bulan bukit bela-belu Parangkusumo (Yogyakarta), diperoleh data2 berikut (08/07/2013):
  • konjungsi terjadi pada pukul 14:16 WIB
  • matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB
  • saat matahari terbenam, ketinggian hilal adalah 0,7°
  • bulan terbenam pada pukul 17:37 WIB, ini artinya umur bulan setelah konjungsi adalah 3 jam 21 menit
« Edit Terakhir: Juli 09, 2013, 05:51:48 AM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #9 pada: Juli 09, 2013, 07:08:50 AM »
Kutip dari: sandy
ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horison tidak kurang dari 2°

maksudnya 2 derajat dari bumi atau dari matahari?

kemudian, bila ternyata terjadi perbedaan definisi antara pemerintah dengan Muhammdiyah, berarti yang lebih penting untuk lebih dulu kita kaji adalah "definisi mana yang benar". penting sekali kita menemukan alasan pemerintah tentang argumentasi dari definisinya tersebut. soalnya, kalau definisinya salah, berarti selanjutnya juga salah. jadi kita tidak perlu bersusah payah lagi mendalami argumentasi lainnya selain dari definisi tersebut.

menurut hukum logika, setiap orang boleh membuat definisi masing-masing. oleh karena itu dua definisi yang berlainan atau bahkan bertentangan bisa sama-sama benar. ini saya sebut dengan "wilayah kewenangan definisi". pertanyaannya, siapa yang berwenang mendefinisikan awal ramadhan? jangankan Muhammadiyah, sayapun boleh-boleh saja mendefinisikan awal ramadhan sesuka saya. saya berwenang atas definisi saya sendiri. tetapi konsekuensinya umat Islam tidak harus berpedoman pada definisi saya, atau bahkan haram berpedoman pada definisi dari saya, bila definisi dari saya bertentangan dengan definisi awal ramadhan dari Rasulullah saw. definisi yang disampaikan oleh Rasulullah saw, itulah yang wajib dijadikan pedoman oleh umat Islam.

sebagaimana kita ketahui, baik pemerintah maupun Muhammadiyah merasa sama-sama berdasarkan kepada al Quran dan Hadits. kalau sudah begini, tentu kajiannya akan memakan waktu dan membutuhkan pembahasan berjilid-jilid buku, dan kajian kupas tuntas penentuan awal ramadhan di sini bisa mencapai ratusan halaman hanya untuk membuktikan mana definisi yang benar. Ini seperti buang-buang waktu. lebih mudah bagi umat awam untuk bertaklid kepada ulama dalam urusan fiqih. dan lebih penting untuk menelaah, kelompok ulama mana yang benar. kalau sudah mengenal mana ulama yang benar, selanjutnya untuk setiap persoalan fiqih cukup bertaklid saja kepadanya. selesai persoalan. kalau umat awam mau mengerti sendiri semua kebenaran persoalan fiqih, umur seribu tahun tidak akan cukup untuk memahami semuanya. Kabarnya, butuh 21 kitab sebagai referensi untuk menentukan awal ramadhan.

Kutipan[1]:
=================================================
"Dalam rapat tersebut dibahas tentang penentuan 1 Ramadan. Setidaknya mereka menggunakan 21 kitab baik salaf maupun kitab modern," kata Saleh yang juga Wakil Ketua PWNI Jatim ini, Senin 8 Juli 2013.

Disebutkan Saleh, dari 21 kitab yang digunakan sebagai rujukan terdapat 18 kitab yang menyimpulkan tanggal 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu 10 Juli 2013. Namun, kesimpulan tersebut belum bisa menjadi keputusan. Karena masih harus menunggu Rukyatul Hilal yang digelar hari ini, Senin 8 Juli 2013.
========================================================

itu baru untuk persoalan penentuan awal ramdhan. belum lagi problem-problem fiqih lainnya. kalau umat awam ikut sibuk memikirkan persoalan seperti ini, akhirnya menjadi seperti "mengambil kulit meninggalkan kacang".

tapi kalau thread ini sekedar untuk melatih logika dengan menelaah soal penentuan awal ramadhan, okelah kita lanjutkan!
 1. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/427126-18-kitab-untuk-simpulkan-awal-ramadhan
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #10 pada: Juli 11, 2013, 10:59:16 AM »
^ Lebih baik dilanjutkan saja kang, supaya terlatih terampil dan tangkas menggunakan logika!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #11 pada: Juli 12, 2013, 08:42:05 PM »
hal yang mungkin belum kita ketahui, bahwa sebenarnya pemerintah kita sama sekali tidak menerapkan rukyah murni dalam pengambilan keputusan awal ramadhan. ketika hasil hisab menunjukkan bahwa saat matahari terbenam ketinggian bulan di atas horizon kurang dari 2o, maka kesaksian seseorang yang mengaku melihat bulan pada hari itu akan tertolak.
dan yang perlu diketahui juga, perhitungan atau hisab terhadap posisi matahari dan bulan antara pemerintah dan Muhammadiyah tidak pernah berselisih. yang membuatnya berbeda hanyalah persoalan definisi, sehingga walaupun hasil perhitungan sama, penetapan awal bulan tetap mungkin berbeda.

kembali ke persoalan definisi,
pemerintah menetapkan definisi awal bulan dengan kriteria tertentu tsb berdasarkan posisi bulan yang memungkinkan untuk dapat memantulkan cahaya matahari sehingga dapat terlihat oleh penduduk bumi. kenapa harus 2o? karena jika kurang, mustahil bulan dapat dilihat oleh penduduk bumi. kenapa jarak waktu antara konjungsi dan terbenamnya bulan harus tidak kurang dari 8 jam? karena jika kurang mustahil bulan dapat terlihat dari bumi. semua bisa dihisab, tapi mustahil dirukyat.
bukankah penentuan awal bulan pada masa Rasulullah hanya berdasarkan penglihatan? maka dari itu, walaupun sebenarnya bulan sudah muncul, selama tidak mungkin terlihat, itu bukanlah awal bulan.

sementara Muhammadiyah murni memakai ilmu hisab tanpa pertimbangkan rukyat. jika menurut hisab bulan telah wujud, maka walaupun bulan mustahil terlihat hari itu tetap ditetapkan sebagai awal bulan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #12 pada: Juli 13, 2013, 04:48:00 AM »
kalau semuanya bisa dihisab, cukup dengan hisab, sudah pasti benar melalui hisab, lalu kenapa Rasulullah menyuruh orang untuk melihat hilal?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #13 pada: Juli 13, 2013, 02:40:08 PM »
entahlah, mungkin logika hisab belum dikuasai bangsa arab, sehingga segalanya mengandalkan empirisme.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #14 pada: Juli 13, 2013, 05:53:35 PM »
jadi, mana yang lebih tepat, metoda yang digunakan oleh Muhammadiyah dengan metoda hisabnya, atau metoda pemerintah dengan metoda rukyatnya?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
5131 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
9 Jawaban
7648 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2014, 09:12:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
734 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 02:41:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
334 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 08, 2015, 11:41:16 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
766 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 08:23:53 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
1014 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2016, 02:16:24 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
411 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 25, 2015, 07:54:27 AM
oleh joharkantor05
1 Jawaban
407 Dilihat
Tulisan terakhir September 10, 2015, 08:41:25 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
428 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 11:06:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
285 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 25, 2017, 06:07:23 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan