Penulis Topik: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin  (Dibaca 2323 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« pada: Oktober 02, 2013, 01:21:15 AM »
1. JANGAN TERBURU-BURU MENGAMBIL KESIMPULAN

kenapa saya menjadikan Al Qur'an sebagai sumber aqidah ?,,kalau saya merunut pada buku2 kuliyah saya, maka jawabannya adalah karena kita orang islam.  Itu jawaban dari saya sebagai thulab pada ma'had tsb.

berarti, pedoman Pak Haji dalam beraqidah pada awalnya adalah buku2 kuliyah?

Bukan itu maksudnya mas.

Jangan terburu-buru menyimpulkan sesuatu.

saya belum menyimpulkan apa2 kok, pertanyaan saya adalah bentuk konfirmasi atas asumsi, bukan kesimpulan.

...

Andai yg namanya Qur'an dan Sunnah sebagai wahyu di geser posisinya dengan menjadikan akal sebagai sumber rujukan pertama dalam ma'rifatullah, apakah bisa ?

bisa.
orang yang belum mengenal Allah tidak akan menjadikan Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup. kenali dulu Allah, baru kita bisa kenal yang mana Firman Allah dan yang mana yang bukan Firman Allah. sebelum kenal Allah, bagaimana bisa kita bisa tiba2 percaya pada Quran dan menjadikannya sebagai pedoman lalu mengenal Allah lewat Quran? apakah dari buku2 kuliyah juga?

itu adalah jawaban dari antum sebagai penganut agnostik !. Saya tidak sependapat dan itu adalah bukan aqidah islam ala ahlus sunnah wal jama'ah.

nah, kalimat pak haji tsb adalah kesimpulan, bukan konfirmasi. padahal pak haji tadi berkata bahwa jangan terburu2 mengambil kesimpulan.



2. JAWABAN INI NYAMBUNG ATAU TIDAK ??

Apakah yg namanya akal bisa mengetahui perbuatan baik dan jahat ? dengan catatan mengesampingkan wahyu yg ada ?

tidak sepenuhnya bisa.
untuk urusan akhlak dan fiqh, Quran dan Sunnah yang menentukan. akal hanya digunakan sebagai alat pengenal kebenaran, pengenal Allah, dan alat pengenal Firman Allah. setelah kenal, baru kita tahu bahwa Quran adalah Firman Allah, lalu bisa menjadikannya sebagai pedoman hidup.

tidak sepenuhnya bisa ?. akal hanya digunakan sebagai alat pengenal kebenaran ?....Bukakah pertanyaan saya adalah bisakah akal mengenal perbuatan baik dan jahat ?. Kira-kira nyambung gak pertanyaan dengan jawaban antum ?.

tidak sepenuhnya bisa.

seperti ini:
bisakah pak haji memahami pelajaran matematika?
apa jawaban pak haji? bisa? tidak bisa? atau tidak sepenuhnya bisa?

Kalau saya bicara mengenai logika, maka saya hanya mengenal angka 0 dan 1, tidak mengenal nilai floating.

maka jawaban ini tidak nyambung dengan pertanyaan saya.



maaf, hanya copy paste, sumber: http://myquran.org/forum/index.php?topic=87933.60
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #1 pada: Oktober 02, 2013, 07:25:31 AM »
Bagaimana bisa berpegang kepada wahyu, kalau otak ditaruh di dengkul. he..he..
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #2 pada: Oktober 02, 2013, 07:52:03 AM »
Bagaimana bisa berpegang kepada wahyu, kalau otak ditaruh di dengkul. he..he..

Itu mah sengaja Kang....soale kasihan ama lehernya manggul otak kesana kemari. Nah supaya leher bisa istirahat, tuh otak dipangku......... :kacsint2:
 

Offline Sandy_dkk

Re: Pelajaran Berharga dari Pak Muhammad Abdullah
« Jawab #3 pada: Oktober 02, 2013, 08:20:33 PM »
3. HENTIKAN DEBAT KUSIR, BERTAUBATLAH DAN TAKUTLAH KEPADA ALLAH.

oh ya, saya sedang tidak mempermasalahkan keyakinan para ulama Syi'ah. yang saya tanyakan adalah keyakinan anda masing2.

sejauh2nya kita berbicara tentang keyakinan para ulama Syi'ah, kita tidak akan pernah memperoleh kesimpulan yang bersifat pasti, kecuali hanya dugaan2 semata, sebab mereka para ulama Syi'ah tidak berkomentar disini.

saya tak akan mencampuradukkan antara keyakinan Kang Asep dan Pak Muhammad Abdullah, sebab beliau berdua adalah orang yang berbeda, walaupun terkesan sama2 Syi'ah.

@Muhammad Abdullah:
saya menemukan dua buah proposisi pada komentar anda:
1. Imam yang tertinggi adalah Allah
2. Imam yang tertinggi adalah al-Quran

apakah keduanya benar?

ALQURAN 4:59
Hai orang2 yang beriman, taatilah Allah (AlQuran) dan taatilah Rasul (Hadith/Sunnah) dan Ulil Amri di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat, kebalikanlah kepada Allah (AlQuran) dan Rasul (hadith/sunnah), jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, karena (kembali kepada Allah dan kembai kepada Rasul) lebih baik untuk kamu

Perguaman (perdebatan) antara Kaum Sunni dengan Kaum Syiah selalu dimenangkan oleh Kaum Syiah, karena Kaum Syiah selalu merujuk kepada AlQuran dan Sunnah/Hadith dan Kaum Sunni tidak kembali kepada Allah (AlQuran) dan tidak juga kembali kepada Rasul (hadith/sunnah), akibatnya Kaum Sunni lebih suka berguam (berdebat) berdasarkan hawa nafsu (bisikan Setan), sehingga Kaum Sunni lebih suka melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat, kecuali memperbanyak dosa2 kita semua.

Berdasarkan ayat ayat AlQuran maka kaum Syiah percaya bahwa ALQURAN adalah IMAM yang paling utama, paling tinggi dan paling penting untuk kaum Syiah, ALQURAN adalah perkataan ALLAH.

Jika anda tidak mengerti, saya akan menggunakan perbandingan yang lain, President SBY adalah pemimpin tertinggi di Indonesia, KEPRES (keputusan President) harus dilaksanakan oleh para mentri. Jika para mentri tidak mentaati President SBY, maka President akan mengganti mentrinya (menghukum mentrinya).

GUS DUR berkata, "Gitu aja kok repot, gitu aja kok ngak ngerti?"

Sebaiknya anda  segera berhenti melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat, supaya dosa dosa anda tidak bertambah banyak, dan segera kembali kepada AlQuran dan Hadith/Sunnah, jika anda ingin mengetahui Madhab Ahlul Bait (Syiah).


Kesalahan anda terlihat jelas dan nyata, karena anda lebih suka melakukan debat kusir yang tidak bermanfaat, seharusnya anda merujuk kepada AlQuran dan hadith/sunnah untuk mengerti Islam dengan baik dan benar. Orang2 Kafir dan orang2 Munafiq rajin melakukan debat kusir untuk membatah Rasulullah, karena mereka meragukan kebenaran AlQuran.


BERTAUBATLAH SEGERA DAN TAKUTLAH KEPADA ALLAH, JIKA ANDA BENAR BENAR BERIMAN

oh ya pak, sejauh obrolan saya dengan kang Asep, saya tidak merasa mendebat beliau, sejauh ini saya hanya bertanya. namun jika bapak mungkin memiliki perasaan yang berbeda, silahkan terus ingatkan saya.

sumber: http://myquran.org/forum/index.php/topic,88020.30.html
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #4 pada: Oktober 02, 2013, 09:56:43 PM »
4. ini adalah pelajaran yang aneh: SAYA BELUM MENJAWAB, MAKA ANDA JANGAN BERTANYA.

ya, saya beragama dari 0, bukan warisan, bukan karena keturunan. salah? berdosa? nyatanya saat ini saya sudah menerima Quran sebagai pedoman haqiqi, bukan kitab2 lain!

Coba trace postingan saya, adakah saya mengatakan salah ketika seseorang menjadi agnostik dalam mengenal islam ?

Saya cuma mengatakan tidak sependapat dan itu bukanlah aqidah islam ala ahlus sunnah wal jama'ah.

lho? gimana tho pak?

justru karena pak haji tak pernah mengatakan salah atau benar itulah saya makanya bertanya. kalau pak haji sudah pernah mengatakan salah, maka untuk apa saya bertanya lagi?

saya ulangi pertanyaan saya:
ya, saya beragama dari 0, bukan warisan, bukan karena keturunan. salah?

bagaimana menurut pak haji?

karena pak haji tidak mengenal floating, maka pilihan jawabannya hanya ada 2: salah atau benar?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re: Pelajaran Berharga dari Bung Biru Biru
« Jawab #5 pada: Oktober 02, 2013, 10:13:11 PM »
5. JIKA SI PENJAWAB BERKATA BAHWA DIA TIDAK BISA MENJAWAB, MAKA JANGAN DIPAKSA UNTUK MENJAWAB.

lanjutan dari obrolan pada pelajaran no.4

^ sabar sithik nopo sih mas.
Saya belum faqih untuk mengatakan bahwa antum salah dalam perjalanan mengenal agama, yg saya katakan adalah saya tidak sependapat dengan antum dan agnostik adalah berbeda dari aqidah islam ala ahlus sunnah wal jama'ah.


Jadi kalo antum bertanya kepada saya mengenai salah atau tidaknya, maka saya tidak bisa memberikan jawaban.


Saya cuma mengatakan tidak sependapat..



lanjutkan!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #6 pada: Oktober 02, 2013, 10:20:16 PM »
mereka itu seperti kumpulan orang bingung.

harusnya membuat forum tersendiri dengan slogan "komunitas para ling lung"

 he..he..
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #7 pada: Oktober 02, 2013, 10:35:11 PM »
dan ternyata banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari orang2 bingung:

1. jangan terburu2 mengambil kesimpulan.
2. hindari irrelevant conclution.
3. hentikan debat kusir.
4. bertaubat dan takutlah kepada Allah.

saya rasa, 4 pelajaran ini sudah cukup jika kita bisa konsisten mengamalkannya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #8 pada: Oktober 03, 2013, 05:41:43 AM »
Udah begitu berani mengatas namakan ahlus sunnah wal jama'ah lagi, padahal ngakunya belum faqih..

Kutip dari: hajimohidin pada Oktober 02, 2013, 09:26:24 PM

    Coba trace postingan saya, adakah saya mengatakan salah ketika seseorang menjadi agnostik dalam mengenal islam ?
    Saya cuma mengatakan tidak sependapat dan itu bukanlah aqidah islam ala ahlus sunnah wal jama'ah.

 

Offline Sandy_dkk

Re: Pelajaran Berharga dari Kang Dadang
« Jawab #9 pada: Oktober 03, 2013, 11:40:52 PM »
6. TENTANG SIFAT PERTENTANGAN KONTRARI

maaf, boleh nanya lagi ?

kenapa anda menantikan jawaban "ada" atau "tidak ada"?

apakah tidak cukup puas dengan jawaban "tidak tahu" ?

atau ada alasan lain ?

untuk jawaban "tidak tahu" saya sudah puas.

tapi untuk jawaban "ada" dan jawaban "tidak ada" belum puas, masih menjadi dua proposisi yang tidak mungkin benar semua.

^ menurut Biru2 jawaban "ada" dan jawaban "tidak ada" masih tidak mungkin benar.

jika demikian

apakah jawaban "tidak tahu" adalah yang pasti benar ? atau masih mungkin benar ?

bukan tidak mungkin benar kang,,
lengkapnya, jawaban "ada" dan jawaban "tidak ada" tidak mungkin benar keduanya.

jawaban "tidak tahu" berarti si penjawab tidak tahu ada atau tidak. ya benarlah, dia benar2 tidak tahu.

lengkapnya, jawaban "ada" dan jawaban "tidak ada" tidak mungkin benar keduanya.

itulah kesimpulan Biru2

bagaimana Biru2 bisa tahu bahwa jawaban "ada" dan jawaban "tidak ada" tidak mungkin benar semuanya ?

kalimat afirmasi dan kalimat negasi tidak mungkin benar keduanya, kita semua tahu lah akan hal ini.

1. tidak ada Rasul dari kalangan jin (negasi)
2. ada Rasul dari kalangan jin (afirmasi)

cuma dengan alasan2 di atas, Biru2 bisa tahu ? bahwa

 1. tidak ada Rasul dari kalangan jin ---> tidak mungkin benar
2. ada Rasul dari kalangan jin ----> tidak mungkin benar

jadi yang mungkin benar adalah "tidak tahu" ?

tidak mungkin benar keduanya maksudnya beginai:
jika afirmasinya benar maka negasinya pasti salah, jika negasinya benar maka afirmasinya pasti salah. tidak mungkin afirmasinya benar negasinya benar pula.

@ Biru2 terimakasih atas jawabannya... maaf jika sy salah karena nanya sama yang "tidak tahu"

maaf,  sy ngantuk

silahkan dilanjut.....



mungkin kang Dang lebih tahu dari saya tentang sifat afirmasi dan negasi, saya mohon penjelasan. dan saya tidak akan membantah penjelasan kang Dang, silahkan...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Pelajaran Berharga dari Pak Haji Mohidin
« Jawab #10 pada: Oktober 04, 2013, 04:49:18 AM »
kadang saya berpikir, mungkin Dang ini masih duduk di bangku SMP, atau bisa jadi dia baru kelas 5 atau 6 SD. saya tidak pernah memeriksa profilenya. lagi pula, di dunia maya, siapapun bisa membuat akun palsu. bayangkan saja, kalau seandainya benar dia masih anak kecil dan kita berdiskusi dengannya dengan perlakuan seperti kepada orang dewasa, waduh ... kasihan.

di dunia maya lebih sulit kita untuk memperkirakan berapa umur dari lawan diskusi kita. padahal kemapuan memperkirakan umur sangat berguna untuk dapat memperkirakan sejaun mana daya pemikiran orang tersebut. karena tidak lebih sulit memperkirakan umur, maka ungkapan-ungkapan dari lawan diskusi kita lah yang bisa lebih tepat untuk dijadikan dasar untuk mengetahui tahap pemikiran lawan diskusi kita.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: mohidin 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2148 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2012, 08:58:32 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1802 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2012, 02:09:43 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1273 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2015, 11:56:16 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
746 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 10:04:16 AM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
822 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2013, 07:42:25 AM
oleh patriana
0 Jawaban
782 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2013, 06:36:59 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1521 Dilihat
Tulisan terakhir September 21, 2015, 07:59:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1053 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:06:34 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
766 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 07:23:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
764 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2016, 11:56:36 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan