Penulis Topik: Menjawab Kritikan Ibnu Taimiyah terhadap logika  (Dibaca 2168 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menjawab Kritikan Ibnu Taimiyah terhadap logika
« pada: Pebruari 11, 2012, 01:31:30 PM »
Thread ini saya buat untuk menjadi tempat yang sehat untuk berdiskusi bagi semua kawan yang tertarik dengan kritikan Syeikh Ibnu Taymiyyah atas logika (baik yang pro maupun yang kontra).

Kata "sehat" harus digarisbawahi sehingga komentar berikut di http://myquran.org/forum/index.php?topic=74754.15

yang tidak menunjukkan apa-apa kecuali kata-kata yang tidak pada tempatnya dan ketidakpahaman si penulis terhadap pemikiran filosof muslim ini TIDAK MUNCUL LAGI DI THREAD INI.

jadi, siapa yang lebih faham terhadap pemikiran filosof muslim ini?


Quote (selected)
Untuk memulai.
Sebelumnya saya berusaha untuk membaca keseluruhan buku tulisan Ibnu Taymiyyah yang saya posting dulu. Namun, karena beratnya bahasanya dan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, saya belum mampu menyelesaikannya.

Anggapan bahwa bahasan Ibnu Taimiyah tentang Logika itu dianggap sebagai bahasan yang berat merupakan tanda bahwa orang itu tidak cukup faham tentang logika. Setidaknya, pemahaman dia tentang Logika masih jauh di bawah ibnu taimiyah. Sedangkan pemikiran ibu taimiyah tentang logika hanya berputar pada pelajaran tingkat dasar, tidak lebih. Dia tidak mengerti syarat apa saja yang diperlukan agar sesuatu sah disebut definisi dan tidak mengerti bagaimana cara membuktikan kebenaran suatu definisi.

Quote (selected)
Sehubungan dengan argumen bahwa sebuah konsep hanya bisa dicapai melalui definisi, pertama-tama Ibn Taimiyyah mendebat bahwa sebuah proposisi negatif seperti itu (yakni, bahwa tidak ada cara lain untuk memahami sebuah konsep kecuali melalui definisi—pent) membutuhkan bukti dan bukti ini tidak bisa diberikan oleh para filosof; karena itu, permulaan dari masalah ini adalah ketidaktahuan/kejahilan.

lagi-lagi! ini adalah kesalah fahaman Ibnu Taimiyah terhadap logika.

bukan konsep yang hanya bisa difahami melalui definisi, melainkan "Hakikat".

sekali lagi saya tegaskan, bahwa yang hanya bisa difahami melalui definisi itu adalah hakikat.

jika ibnu taimiyah mengatakan bahwa menurut disiplin ilmu logika  konsep hanya bisa difahami melalui definisi, lagi-lagi itu pertanda ketidak fahaman beliau terhadap logika.

Bab Utama Logika itu ada 3 :
1. Term
2. Proposisi
3. Syllogisme

Bab term itu memuat 5 pelajaran pokok :
1. konsepsi
2. kategori
3. klasifikasi
4. dichotomi
5. definisi

pada bab definisi itulah dapat difahami dengan jelas bahwa hakikat segala sesuatu hanya bisa difahami melalui definisi, dan tidak ada cara lainnya.

sekarang misalnya mencari hakikat manusia. apakah itu manusia? misalnya "manusia adalah makhluk hidup". apakah benar manusia itu makluk hidup? ya benar. manusia itu adalah makhluk hidup. pernyataan bahwa "manusia itu adalah makhluk hidup" merupakan proposisi dan bukan definisi. proposisi tersebut tidak dapat menjelaskan hakikat (essensi) dari manusia. karena yang merupakan makhluk hidup bukan hanya manusia, tapi hewan juga makhluk hidup. jadi "makhluk hidup" bukanlah hakikat dari manusia.

Aristoteles mendefinisikan bahwa definisi manusia adalah "hewan yang berpikir". inilah hakikat manusia dan definisi  inilah yang senantiasa mendapat tentangan dari para pemuka agama yang bodoh dalam logika. penentangan mereka muncul dari prasangka bahwa Aristoteles telah merendahkan derajat manusia dengan mensejajarkannya dengna hewan. lagi-lagi ini bentuk kesalah fahaman.

mari umpamaan bahwa keseluruhan hewan itu adalah ikan, domba, burung. (angggap saja semua jenis hewan telah disebutkan. apakah manusia adlah keseluruhan hewan itu? jawabanya tentu "bukan". manusia itu sungguh berbeda dengan ikan, domba dan burung. apakah yang membedakan itu semua? tidak lain kemampuan berpikir. oleh karena itu definisi Aristoteles itu berarti menyatakan bahwa manusia itu bukanlah keseluruhan hewan itu. dan menyatakan bahwa "yang berpkir" adalah hakikat dari manusia yang menyebabkan manusia itu tidak bisa disamakan dengan keseluruhan hewan. justru Aristoteles membela derajat manusia dari hewan dengan hakikat "yang berpikir". coba bayangkan saja, apabila manusia tidak mempunyai akal pikiran, maka apakah yang bisa membedakan dia dari pada hewan?

selain dengan definisi, dengan cara apa lagi seseorang bisa memahami hakikat manusia? tidak ada.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: Menjawab Kritikan Ibnu Taimiyah terhadap logika
« Jawab #1 pada: September 29, 2013, 05:13:42 PM »
Kutip dari: yusufmuslim
Untuk memulai.
Sebelumnya saya berusaha untuk membaca keseluruhan buku tulisan Ibnu Taymiyyah yang saya posting dulu. Namun, karena beratnya bahasanya dan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, saya belum mampu menyelesaikannya.

yusufmuslim pernah memposting keseluruhan buku tulisan Ibnu Taymiyyah itu ya?
kang Asep tau link-nya?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Menjawab Kritikan Ibnu Taimiyah terhadap logika
« Jawab #2 pada: September 29, 2013, 09:44:11 PM »
^ saya tidak ingat, apakah dulu yusufmuslim pernah memberikan linknya atau tidak. tapi saya ingat, dulu sdr. moslem atau yang sekarang id airhujanhujan, pernah memposting terjemahan buku Ibnu Taimiyah lebih banyak dari yusufmulism.  tapi saya tidak berselera untuk meneruskan diskusi dengan mereka.

sebelumnya saya berusaha untuk menjawab kritikan ibnu Taimiyah dengan uraian yang panjang lebar. mungkin saya menulis 4 hingga 5 halaman di ms. word, lalu mempostingnya di myquran, berusaha untuk membuat mereka mengerti. setelah bersusah payah menjelaskan, lalu mereka berkata seperti "Anda menjelaskan panjang lebar, tapi isinya sampah semua." saya ingin membantu mereka mengerti ilmu logika. tapi mereka tidak bisa menghargai bantuan dari saya. Jika bantuan dari saya diabaikan, bagaimana mungkin saya bisa membantunya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2934 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2012, 03:18:20 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1793 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 10:59:09 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1394 Dilihat
Tulisan terakhir November 04, 2013, 08:28:18 PM
oleh verdilaurent
4 Jawaban
2345 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2015, 09:48:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
1172 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2014, 10:30:42 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
659 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 07:25:33 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
848 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2015, 03:51:47 PM
oleh Muhammad Aseffudin
0 Jawaban
230 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2017, 01:11:28 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
186 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2017, 09:05:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
126 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 10:08:13 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan