Penulis Topik: Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika  (Dibaca 6372 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #15 pada: Juli 13, 2013, 08:52:19 PM »
baik hisab maupun rukyat, sama tepatnya. baik hisab maupun rukyat, sama benarnya.

jika hasil hisab menyimpulkan bahwa hari ini bulan berada lebih dari 2o di atas horizon saat matahari terbenam, maka silahkan dirukyat, hasilnya PASTI sama.

jika hasil hisab menyimpulkan bahwa hari ini bulan berada kurang dari 2o di atas horizon saat matahari terbenam, maka silahkan dirukyat, PASTI anda tidak akan bisa melihat bulan, karena menurut hisab pula, pada kondisi ini tidak ada cahaya matahari yang dapat dipantulkan bulan ke bumi.

jadi, apa yang membuat penentuan awal bulan antara Muhammadiyah dan pemerintah bisa berbeda? Muhammadiyah menganggap, bahwa jika bulan ada di atas horizon, berapapun ketinggiannya saat matahari terbenam, maka itu sudah merupakan pertanda awal bulan. sementara pemerintah menganggap, bahwa jika bulan ada di atas horizon, belumlah cukup sebagai pertanda awal bulan, jika ketinggiannya belum mencapai 2o.

jadi, metode tidaklah menjadi soal. baik metode hisab dengan akal maupun rukyah dengan indera, sama benarnya.
yang jadi soal adalah, dari mana dasarnya Muhammadiyah menganggap ketinggian bulan berapa pun di atas horizon saat matahari terbenam adalah pertanda awal bulan? padahal, jika ketinggian bulan kurang dari 2o, mustahil bulan bisa dilihat, sedangkan Rasulullah dahulu hanya mengandalkan penglihatan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #16 pada: Juli 14, 2013, 05:01:26 AM »
^ jadi, definisi mana yang benar berdasarkan nash?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #17 pada: Juli 14, 2013, 01:03:14 PM »
definisi dari pemerintah lah yang benar.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline wa2nlinux

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #18 pada: Juli 14, 2013, 01:05:13 PM »
Apakah mungkin perhitungannya berubah ?
Maksud saya variabel-variabel yang digunakan dikarenakan pergeseran matahari bulan bitang dll. Apakah pengambilan nilai variabel yang menggunakan metode hisab selalu diambil menggunakan keadaan terkini atau variabel tersebut mengikuti yang dulu ?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #19 pada: Juli 14, 2013, 07:39:43 PM »
^ kalau menurut intuisi saya sih, perubahan perhitungan itu mungkin, sebagai akibat perubahan perilaku pada benda-benda langit. kita dapat memprediksi dengan suatu prediksi yang akurat berdasarkan analogi, bahwa besok matahari akan terbit dari timur. perhitungan ini diyakini hampir sertus persen tidak akan meleset. walaupun begitu, tidak mustahil bila besok matahari terbit dari barat, bila ada sebab-sebab di luar perkiraan manusia yang menyebabkan hal itu terjadi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #20 pada: Juli 14, 2013, 08:03:16 PM »
Apakah mungkin perhitungannya berubah ?
Maksud saya variabel-variabel yang digunakan dikarenakan pergeseran matahari bulan bitang dll. Apakah pengambilan nilai variabel yang menggunakan metode hisab selalu diambil menggunakan keadaan terkini atau variabel tersebut mengikuti yang dulu ?

secara konseptual hisab dan rukyat merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

hisab yang merupakan perhitungan astronomi, menghasilkan prediksi waktu, posisi, arah yang bermanfaat dalam pelaksanaan hilal atau rukyat. dan sebaliknya, hasil rukyat akan berupa data2 posisi yang nantinya bisa dikomparasikan dengan hisab. jadi, ilmu hisab tidak akan pernah ada tanpa adanya rukyat. dan rukyat pun tidak akan akurat dan cepat bidikannya tanpa adanya hisab.

variabel2 yang digunakan pada perhitungan hisab di indonesia berasal dari pengamatan satelit MTSAT.

siapa sebenarnya melakukan hisab? Muhammadiyah kah? bukan! semua perhitungan telah dilakukan oleh BMKG. pemerintah dan Muhammadiyah sama2 menggunakan data dari BMKG. data yang dipakai persis sama, hanya saja kriteria awal bulan mereka yang berbeda.

data2 dari BMKG bisa dilihat disini:
data.bmkg.go.id/share/Dokumen/informasi_hilal_ramadhan_1434h.pdf
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #21 pada: Juli 14, 2013, 08:08:11 PM »
semua golongan umat muslim Indonesia seharusnya tidak mengabaikan masalah perbedaan pendapat awal puasa dan lebaran, dengan berlindung pada kata2 toleransi. semua golongan harus mau duduk bersama, membentuk tim perumus yang membahas persoalan ini dari segenap aspek. keputusan tunggal harus terjadi supaya tidak terjadi lagi awal puasa dan lebaran yang berbeda.

tapi sekali lagi, masalahnya bukanlah pada metode hisab atau rukyah yang digunakan. ini adalah permasalahan cara menginterprestasikan berbagai dalil.

perbedaan awal puasa dan lebaran bukanlah permasalahan teknologi, bukan permasalahan matematika, bukan pula permasalahan algoritma program perhitungan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #22 pada: Juli 14, 2013, 08:22:53 PM »
definisi dari pemerintah lah yang benar.

sayapun seumur hidup telah bertaklid kepada keputusan pemerintah soal penentuan awal ramadhan. karena sebagai penganut kebatinan, saya meyakini bahwa soal fiqih itu adalah soal lahir dengan tujuan yang bathin. artinya, bila tujuan bathinnya bisa tercapai, kesalahan atau perbedaan di dalam hal dhahir bukanlah suatu masalah.

sama seperti dalam persoalan shalat, banyak orang yang mempersalahkan soal fiqih shalat, satu sama lain saling menyalahkan. kaum syiah shalat dengan meluruskan tangan. kaum sunni shalat dengan mensedekapkan tangan. keduanya juga berdasarkan hadits-hadits yang banyak jumlahnya. buat saya, tidak khawatir, mau shalat dengan cara meluruskan tangan atau mensedekapkan tangan, karena yang terpenting makna bhatin dan tujuan shalat itu sendiri.

Ali bin Abi Thalib melihat seorang pemuda yang rajin shalat sunnah di Kuffah. usai shalat, imam Ali bertanya keapda pemuda itu, "Wahai pemuda, apakah kamu tahu makna shalat?"

"saya tau." jawab pemuda itu, "Shalat itu adalh doa, konsentrasi dan kecintaan keapda keluarga nabi".

jadi, mau sedekap atau mau meluruskan tangan mungkin itu penting, tapi lurusnya hati, itulah yang lebih penting.

demikian pula dalam hal kapan memulai shaum ramadhan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline abupiri

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #23 pada: Juli 15, 2013, 11:33:51 AM »
Kalo di Indonesia, saya sepaham dengan kang Asep penyebab perbedaan adalah perbedaan defenisi wujudul hilal. Dan sepaham juga dengan kang Sandy perbedaan defenisi wujudul hilal akibat dari perbedaan interpretasi terhadap nash. (mohon dikoreksi jika salah)

Tapi bagaimana dengan kalender global, apakah akang2 percaya baik ditinjau dari nash maupun sains?
Mohon petunjuk akang2 sekalian..
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #24 pada: Juli 15, 2013, 04:56:59 PM »
^ bagaimana permasalahannya dengan kalender global tersebut?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #25 pada: Juli 15, 2013, 10:29:30 PM »
Kalo di Indonesia, saya sepaham dengan kang Asep penyebab perbedaan adalah perbedaan defenisi wujudul hilal. Dan sepaham juga dengan kang Sandy perbedaan defenisi wujudul hilal akibat dari perbedaan interpretasi terhadap nash. (mohon dikoreksi jika salah)

Tapi bagaimana dengan kalender global, apakah akang2 percaya baik ditinjau dari nash maupun sains?
Mohon petunjuk akang2 sekalian..

terus terang, ketika disuruh membayangkan sebuah kalender lunar yang bersifat global, saya belum sanggup. membayangkan saja belum sanggup, apalagi jika disuruh membuatnya. kecuali jika hanya kalender lunar lokal saja, maka dengan modal software2 aplikasi falak yang telah banyak beredar, dengan sedikit belajar kita2 yang awam pun bisa melakukannya.


kenapa saya tidak sanggup membayangkan kalender lunar yang bersifat global?
pertama, kita harus bersama2 menyepakati dulu definisi dari awal bulan. walaupun sampai sekarang umat kita masih berselisih perihal definisi tsb, namun ini bukanlah kendala utama, karena bukan tidak mungkin suatu saat kita bisa menyepakatinya.

kendala utamanya adalah, jika kita bandingkan dengan pembuatan kalender solar global yang berdasarkan pada pergerakan revolusi bumi, maka pada penetapan kalender ini telah disepakati sebuah garis dimana awal hari, awal bulan, dan awal tahun bermula, yaitu garis bujur 0o di kota Greenwich.

sementara pada kalender lunar, garis awal wujudnya hilal di muka bumi setiap awal bulan berubah2, tidak selalu berupa garis bujur yang lurus, dan koordinatnya pun berubah2. bisa jadi, awal tahun ini hilal pertama kali wujud di kota Makkah, sedangkan awal tahun depan hilal pertama wujud di kota New York.


waktu di Jogja dulu, kalo gak salah pada lebaran tahun 2010, pernah pemerintah kita menetapkan hari lebaran jatuh pada satu hari, sementara pemerintah arab saudi menetapkan lebaran sehari sebelumnya. takmir masjid kami berkomentar "tidak mungkin lebaran di indonesia lebih lambat dari pada lebaran di arab, soalnya kan waktu kita lebih cepat 4 jam dari arab, jadi mana mungkin lebaran di arab lebih cepat 1 hari dari indonesia? pasti ada yang salah..."
mungkin banyak masyarakat kita yang juga beranggapan demikian, padahal tidak demikian. karena waktu kita yang lebih cepat dari arab saudi itu berdasarkan waktu kalender solar, tidak bisa dijadikan patokan penetapan awal bulan hijriyah.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #26 pada: Juli 16, 2013, 04:48:39 AM »
^.. owh.. begitu ya?!! ternyata pelik persoalannya. Butuh berbagai jenis ilmu untuk memahami benar atau salah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline abupiri

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #27 pada: Juli 16, 2013, 10:47:14 AM »
Misalkan kita anggap dulu defenisi wujudul hilal dari Muhammadiyah benar yakni konjungsi terjadi sblm matahari terbenam yg berarti hilal telah wujud saat matahari terbenam dengan mengabaikan ketinggiannya diatas ufuk.
Dengan defenisi diatas memungkinkan ditarik satu garis bujur sebagai patokan layaknya Greenwich dan garis deadline di bujur berlawanannya (180deg)? Bagaimana menurut kang Sandy?
 

Offline wa2nlinux

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #28 pada: Juli 16, 2013, 07:14:30 PM »
secara konseptual hisab dan rukyat merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.

hisab yang merupakan perhitungan astronomi, menghasilkan prediksi waktu, posisi, arah yang bermanfaat dalam pelaksanaan hilal atau rukyat. dan sebaliknya, hasil rukyat akan berupa data2 posisi yang nantinya bisa dikomparasikan dengan hisab. jadi, ilmu hisab tidak akan pernah ada tanpa adanya rukyat. dan rukyat pun tidak akan akurat dan cepat bidikannya tanpa adanya hisab.

variabel2 yang digunakan pada perhitungan hisab di indonesia berasal dari pengamatan satelit MTSAT.

siapa sebenarnya melakukan hisab? Muhammadiyah kah? bukan! semua perhitungan telah dilakukan oleh BMKG. pemerintah dan Muhammadiyah sama2 menggunakan data dari BMKG. data yang dipakai persis sama, hanya saja kriteria awal bulan mereka yang berbeda.

data2 dari BMKG bisa dilihat disini:
data.bmkg.go.id/share/Dokumen/informasi_hilal_ramadhan_1434h.pdf

Seperti kita ketahui bahwa muhamadiyah memberikan informasi awal bulan ramadhan jauh lebih dahulu dari pada yang dilakukan oleh pemerintah. Dari maklumat yang diberikan oleh PP Muhamadiyah tertanggal 23 Mei 2013, yang menjadi pertanyaan saya adalah nilai variabel yang digunakan oleh hisab ini mengambil variabel kapan ?

Apakah mungkin adanya rentang hari antara tanggal 23 Mei s/d senin 8 Juli 2013 terjadi perubahan variabel ? Sehingga memungkinkan perbedaan penentuan awal ramadhan.

Perbedaan (walaupun tipis) hasil hisab muhamadiyah dan data dari bmkg misalkan mengenai ijtima’  pada hari Senin, 8 Juli 2013 M,
pukul 14 : 14 WIB (BMKG)
pukul 14 : 15:55 WIB (muhamadiyah)

Kecuali tahun 1434H ini saya mengamati bahwah rukyah globalnya dari HT Hasilnya selalu sama dengan hisabnya Muhamadiyah untuk penentuan awal ramadhan. Apakah mungkin perubahan variabel menyebabkan hal tersebut ??

« Edit Terakhir: Juli 16, 2013, 07:22:22 PM oleh wa2nlinux »
 

Offline abupiri

Re:Kupas Tuntas Penentuan Awal Ramadhan dengan Logika
« Jawab #29 pada: Juli 17, 2013, 12:39:52 AM »
Ini ada link gambar
www.ranahberita.com/gambar/img51c08913a4959Hilal.jpg

Perhatikan posisi hilal di 2 derajat (syarat agar terlihat) hanya afrika bagian selatan. Selain disana hilal tdk akan tampak utk belahan bumi timur shg hasil rukyat global HT tdk melihat hilal tgl 8 Juli 2013, pun krn tdk ada laporan dari negara muslim di afrika bag.selatan.
Sementara Muhammadiyah,selip sedikit saja bulan dari posisi ijtima' saat terbenam matahari sdh wujudul hilal walaupun hanya di sebagian wilayah Indonesia. Perhatikan posisi 0 derajat hilal.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
5145 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 11:13:50 AM
oleh Abu Hanan
9 Jawaban
7655 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2014, 09:12:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
737 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 02:41:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
336 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 08, 2015, 11:41:16 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
771 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 08:23:53 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
1016 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2016, 02:16:24 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
411 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 25, 2015, 07:54:27 AM
oleh joharkantor05
1 Jawaban
407 Dilihat
Tulisan terakhir September 10, 2015, 08:41:25 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
430 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 11:06:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
286 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 25, 2017, 06:07:23 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan