Penulis Topik: Konfirmasi Kontradiksi  (Dibaca 58 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Konfirmasi Kontradiksi
« pada: Pebruari 07, 2018, 08:40:05 AM »
Konfirmasi Kontradiksi
Edisi : 07 February 2018, 08:36:50

Ilmu Logika juga perlu diterapkan dalam bidang politik. Terutama, bagaimana ilmu Logika tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kontradiksi-kontradiksi. Sebagaimana sering saya katakan dengan slogan "Logika mulai bekerja dari kontradiksi-kontradiksi". Walaupun demikian, kita harus hati-hati dalam menyimpulkan atau menilai sesuatu itu sebagai kontradiksi. Sebagaimana sering saya katakan bahwa "segala sesuatunya butuh konfirmasi dan klarifikasi". Kesimpulan kita tentang kontradiksinya pernyataan seseorang harus dimaknai sebagai dugaan saja (apriori) dan baru merupakan kebenaran (posteriori) apabila telah dikonfirmasi dan diklarifikasi oleh si pemilik pernyataan.

"Pernyataan Anda kontradiksi". Boleh kita menilai demikian. Namun, ini belum finish. Langkah selanjutnya adalah mengkormasikan kepada orang tersebut untuk mengetahui apakah dia mengakuinya sebagai kontradiksi ataukah menyangkalnya. Jika menyangkalnya, maka dia tentu memiliki penjelasannya. Jika kontradiksi, pasti dia akan meralatnya. Dia akan menyadari kontradiksi tersebut, dan lalu meninggalkan salah satu keyakinan yang bertentangan tersebut.

Tak ada orang yang ingin dirinya mengantur keyakinan yang kontradiksi. Tak pernah ada orang yang berharap pernyataan-pernyataannya dinilai kontradiksi. Tak ada yang suka kalau diirinya dituduh membuat pernyataan yang kontradiktif atau absurd.  Dan hampir tak ada yang mengakui kalau dirinya pernah membuat pernyataa-pernyataan yang kontradiksi, seolah-olah di dunia ini tak pernah ada yang namanya kontradiksi. Tapi biarkan saja. Biarkan setiap orang merasa bersih dari kontradiksi. Tugas seorang logicer, bukan untuk mempermalukan orang lain dengan menuduhnya telah membuat pernyataan-pernyataan kontradiksi, melainkan untuk mengungkapkan pernyataan-pernyataan yang tampak kontradiktif untuk selanjutnya memahami penjelasannya yang bersifat melebur kontradiktif tersebut.

Dalam dunia politik, misalnya kita dapat mendengar pernyataan Anies Baswedan yang menyatakan "Ini melawan sunatullah. Kenapa ? Air itu turun ke bumi bukan ke laut. Harusnya dimasukan ke dalam bumi, ke dalam tanah. Di seluruh dunia, air jatuh itu dimasukan ke tanah, bukan dialirkan pakai gorong-gorong raksana ke laut. Jakarta telah mengambil keutusan yang fatal."

Tetapi setelah menjadi gubernur, Anies berkata, "Ketika air (banjir) sampai ke muara, maka siap untuk dipompa ke laut".

Lihat Videonya di sini :

Kontradiksinya :

Pertama :
1) Mengalirkan air banjir ke laut adalah melawan sunatullah
2) Mengalirkan air bajir ke laut bukan melawan sunatullah

Kedua :
1) Mengalirkan air banjir ke laut merupakan kesalahan yang fatal
2) Mengalirkan air bajir ke laut bukan merupakan kesalahan yang fatal

Setelah menangkap kontradiksi seperti itu, maka kita harus berhusnudzan bahwa tidak mustahil sebenarnya pernyataan Anies tidak kontradiksi, melainkan kita hanya belum mengerti maksudnya. Kontradiksi tersebut harus dimakai sebagai "dugaan kontradiksi". Karena itu, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan konfirmasi untuk memperoleh klarifikasi. Selama belum memperoleh kontradiksi, maka penilaian tentang kontradiksi tersebut haruslah dipandang sebagai dugaan saja.

Seandainya yang membuat pernyataan-pernyataan kontradiksi tersebut merupakan lawan bicara saya secara langsung, maka tentu dengan mudah saya melakukan konfirmasi untuk mendapatkan klarifikasi. Tetapi apabila yang membuat pernyataan kontradiksi itu seperti Anies Baswedan, maka saya tidak dapat mengkormasi. Jika kontradiksi-kontradiksi tersebut belum dikonfirmasi, maka konsekuensinya kita tidak dapat membenarkan pernyataannya dan kita belum dapat mengetahui mana konsep yang benar menurut dia. Dan kita tidak mungkin mengikuti suatu pendapat yang kontradiksi sampai mendapat penjelasan melebur kontradiksi tersebut.

Jika saya wartawan, maka pertanyaan yang menyenangkan untuk saya tanyakan kepada para politikus adalah berbentuk konfirmasi mengenai pernyataan-pernyataan mereka yang kontradiksi, sehingga masyarakat tidak dibuat bingung olehnya. Jika memang pernyataan-pernyataan tersebut kontradiksi, maka dengan konfirmasi kontradiksi tersebut, saya berharap politikus tersebut membenahi konsepnya sehingga dia mengambil jalan pikiran yang lurus.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
976 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2012, 04:58:14 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2210 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:40:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1580 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2013, 09:57:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1041 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2014, 12:20:52 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
616 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 09:55:55 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
482 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 10:05:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
332 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 01:24:09 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
399 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2017, 10:00:50 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
37 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 07:00:48 PM
oleh Sultan
5 Jawaban
209 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2018, 08:12:13 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan