Penulis Topik: Jawaban Tergantung  (Dibaca 428 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Jawaban Tergantung
« pada: Januari 14, 2016, 10:01:58 PM »
[19:56 14/01/2016] asepr78: misalnya, pada perang salib, kristen berperang dengan muslim hingga mereka mati karena membela agamanya. jadi, mereka baik ?
[19:58 14/01/2016] Ratno Golan: Jika Kristen mendapatkan penindasan dari Muslim, maka bangkit membela diri itu menurut saya pasti baik
[20:02 14/01/2016] asepr78: jangan dulu memasukan variabel baru mas ! di dalam pertanyaan saya tidak ada soal penindasan. itu kebiasaan lama mas Ratno. kalo variabel2 baru selalu dimasukan, maka semua jawaban akan menjadi tidak ada artinya, karena semuanya bisa salah atau semuanya menjadi benar. hal seperti ini yg menjadi sebab rumitnya komunikasi antara saya dengan kawan2 di forum Buddhist.
[20:04 14/01/2016] asepr78: itu sama dengan jawaban "tergantung". apakah benar " A adalah B" ?

jawabannya "tergantung".

jika A adalah X, maka benar. tapi jika Y, maka salah.
[20:05 14/01/2016] Ratno Golan: Itu bukan variabel baru Kang. Membela sesuatu itu pastilah adanya ancaman terhadap eksistensi sesuatu  itu, yang dianggap tidak adil
[20:07 14/01/2016] asepr78: apakah membunuh itu bentuk kejahatan ?

"tergantung".

jika xxx, maka itu kejahatan. jika yyy, mala bukan kejahatan.

jadi, ujung2nya semua jawaban sebenarnya "tergantung".

sebelumnya saya sudah mengupas soal jawaban tergantung ini, yakni ini berarti memasukan variabel2 baru ke dalam pembicaraan.
[20:10 14/01/2016] asepr78: jika semua jawaban dari pertanyaan adalah "tergantung", maka sebenarnya tidak ada artinya pertanyaan itu ditanyakan. karena jawaban "benar" atau "salah" hakikatnya sama.

"apakah benar A adalah B ?"

dijawab "benar" atau "salah" akhirnya sama saja.
[20:19 14/01/2016] asepr78: perhatikan lagi contohnya,"apakah anda syiah ?"

dijawab,"tergantung"

atau "ya dan tidak"

atau "bukan syiah bukan pula bukan syiah".

itu sebenarnya jawaban fallacy yg berimplikasi.

jika maksudnya syiah adalah pengikut nabi saw, maka saya syiah.

jika definisi syiah adalah penyembah ali bin abi thalib, maka saya bukan syiah.

sebenarnya gambaran ketidaktahuan akan maksud pertanyaanya.

bagaimana bila sikap seharusnya terhadap pertanyaan yg kita rasa ambigu ?

jawaban yg trpat adalah "tidak tahu", gunakan asumsi sendiri dengan satu pengertian atau tanyakan langsung definisinya.

misalnya,"apakah anda syiah ?"

jawab "saya tidak tahu".

atau

"apa yg anda maksud dengan syiah"

atau

"ya saya syiah. karena syiah artinya pengikut dan saya syiah muhammad saw."

itu jawaban tepat. sedangkan jawaban "tergantung" itu baik kalo untuk senda gurau belaka. tapi untuk diskusi serius, maka harus difahami hal ini sebagai bibit dari problem diskusi yg rumit.
[20:40 14/01/2016] asepr78: jawaban "tergantung" menunjukan inkonsistensi terhadap istilah. ketika ditanya "apakah anda syiah?" baik penanya maupun penjawab, dapat memberikan dua arti yg berbeda pada kata "syiah", sehingga dua makna satu arti ini mengakibatkan ketidak-tentuan jawaban. sebaiknya, penanya ataupun penjawab menentukan kesatuan arti bagi satu istilah yg digunakan. menggunakan istilah yg berkondisi menandakan penggunakan dua makna untuk satu arti.

contoh :

apakah anda pria ?

"ya.. saya pria, jika siang. tapi jika malam, malam saya wanita". 

berarti si penjawab memberikan dua makna pada kata "pria", yaitu dengan term1 dengan tempo "siang" dan dan term2 dgn tempo "malam".

padahal pertanyaanya, tidak mengandung variabel "siang" maupun "malam".

jawaban yg tepat adalah "ya. saya pria".

bila ditanya,"tapi kenapa tadi malam saya melihat anda pakai gaun wanita?"

barulah pertanyaannya mengandung variabel "malam".

relevansi variabel antara pertanyaan dan jawaban itu penting untuk efektifitas diskusi..
[20:41 14/01/2016] asepr78: terkadang kita merasa terbiasa dengan jawaban salah, seperti "anda mau ke mana ?"

" eh ini saya mau kerja".

jawaban itu tampaj lumrah, padahal tidak relevan. itu jawaban untuk "kamu mau ngapain ?".
[20:52 14/01/2016] asepr78: Apakah benar benda itu bernyawa ?

"ya dan tidak. jika benda itu hewan, maka benda itu bernyawa. jkka batu, maka benda itu tidak bernyawa".

sehingga seakan tidak jelas, proposisi yg ditanyakan itu benar atau salah.

Padahal, jika sebagian benda bernyawa dan sebagian tidak bernyawa, maka jawaban yg tepat adalah "ya benar. benda itu bernyawa". jawaban ini tidak sama dengan "ya benar, setiap benda bernyawa.", tapi "sebagian benda bernyawa".

karena dalam logika, kita mesti cepat mengambil nilai suatu proposisi, apakah dia bernilai benar atau salah. jika "tergantung" terus, maka nilai2 proposisi sulit untuk ditentukan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1438 Dilihat
Tulisan terakhir November 24, 2012, 04:49:50 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2008 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2013, 05:13:24 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2648 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2013, 11:55:56 PM
oleh ratna
3 Jawaban
685 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2015, 09:45:02 AM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
984 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2016, 12:17:08 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
421 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 29, 2015, 07:18:06 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
65 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 11, 2018, 09:27:20 PM
oleh wa2nlinux
0 Jawaban
10 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2018, 04:39:50 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan