Penulis Topik: Ilmu Mantiq  (Dibaca 30 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ilmu Mantiq
« pada: Mei 12, 2018, 01:56:09 PM »
Kutip :[1]
----------------------
ILMU LOGIKA ( MANTIQ )
Oleh : Haidar Yusuf

Suatu hari seorang pelajar agama (baca talabeh) melewati sebuah desa ( kata sebagian orang kalo sudah menjadi talabeh artinya dia sudah belajar segala macam ilmu dan di antara ilmu yang ia pelajari adalah ilmu logika yaitu ilmu mengasah otak, gunanya tentu untuk memudahkan cara berfikir).

Ketika itu ia melihat seorang petani sedang mengikat sapinya pada sebuah tiang kayu, yang merupakan tonggak penyambung untuk sebuah gilingan terbuat dari batu, dimana ketika diputar maka biji-bijian yang di taro di antara batu-batu itu akan menjadi tepung. Si talabeh kemudian melihat sesuatu yang melingkar pada leher sapi seperti gantungan bel sebagai kalung kalo kita biasa menyebutnya gandulan.

Setelah mengucapkan salam Kemudian si talabeh ini bertanya kepada si petani; Wahai pak petani apa yang kamu taruh di leher sapi ini?

Ia menjawab "Itu gandulan."

Lalu si talabeh bertanya kembali "Untuk apa kau taruh gandulan itu di lehernya?"

"Supaya dengan suara gandulan tersebut saya akan tahu jika ia berhenti berputar, maka saya akan memecutnya supaya ia bergerak dan berputar kembali," jawab si petani.

Si talabeh mulai berfikir, kemudian mengutarakan maksudnya,"Pak petani bagaimana jika ia hanya mengeleng-gelengkan kepalanya supaya suaranya terdengar?"

Si petani,"Maaf nak sapi saya tidak belajar ilmu logika yang kemudian dia akan melakukan apa yang kamu katakan tadi."
=================

"Jika gandulan berbunyi, maka sapi bergerak. Jika gandulan tidak berbunyi, berarti sapi tidak bergerak. Jika sapi bergerak, maka gandulan berbunyi, dan jika sapi tidak bergerak, maka gandulan tidak berbunyi. Dengan dengan jika dan hanya jika gandulan berbunyi, maka sapi bergerak". Inilah konsep dari petani dalam cerita tersebut.

Bagaimana jika sapi tidak bergerak, tapi gandulan berbunyi ?

Jawabannya yang relevan, "berarti petani berbohong."

Tapi faktanya "petani tidaklah berbohong"

maka (kesimpulannya) "tidaklah mungkin sapi tidak bergerak, sedangkan gandulan berbunyi."

Itulah contoh tanya jawab yang relevan.  Sedangkan jawaban petani yang ditunjukan oleh Haidar Yusuf itu adalah Fallacy, irrelevant Conclution, alias pertanyaan, argumen dengan jawaban itu tidak ada sangkut pautnya. Tidak ada hubungannya antara "sapi gak belajar ilmu logika" dengan kesimpulan "sapi tidak akan menggelengkan kepala".  Lalu, apakah jawaban seperti itu dapat kita anggap bagus dan benar ?

Tulisan sdr. Haidar Yusuf di atas menunjukan kelemahan ilmu mantiq atau menunjukan kesalahfahaman orang terhadap ilmu mantiq. Apakah pesan yang ingin disampaikan oleh si penulis adalah ketidakmampuan orang dalam menjawab pertanyaan logicer(lojiker;logiser) ataukah menggambarkan keisengan logicer dalam mengajukan pertanyaan ? Tentu si penulis sendiri yang mengetahui maksudnya.

Gambaran yang dapat ditangkap dari tulisan di atas adalah bahwa logicer (ahli mantiq) gemar mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berguna. Apakah benar ? Tidak benar. Karena pertanyaan-pertanyaan tidak berguna, tidak hanya diajukan oleh seorang logicer, tetapi juga seringkali diajukan oleh siapapun, apapun bidang keahliannya. Bagaimana misalnya bila saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan, bagaimana bunyi tepukan sebelah tangan ? Di mana letak usus semut, pada bagian belakang perutnya atau bagian depannya ? Apakah cacing merasakan kesedihan, kegembiraan dan kegelisahan ? Apakah semua pertanyaan tersebut tidak berguna ? Ataukah kita tidak mengetahui kegunaannya ?

Di sisi lain, kita juga mengetahui bahwa ilmuwan telah menghitung diameter bumi, jarak antara bumi dan matahari, jumlah planet di tata surya, bahkan menghitung jumlah bintang yang terlihat di langit. Lalu, kalau kita pergi ke perpustakaan, kita dapat menemukan buku-buku yang berisi catatan ragam jenis cacing atau semut.  Ada ribuan jenis cacing, dan masing-masing cacing diidentifikasi jenisnya, tabiatnya dan cara hidupnya. Apakah itu sekedar keisengan dari ilmuwan atau ketidaktahuan kita mengenai manfaat semua data tersebut ?

Untuk memahami apa itu ilmu mantiq, dapat dilihat pada tulisan dengan judul Simmat Ilmu Mantiq[2].

_____________
1) Diposting oleh : Hamid Assagaf di Grup Logika Filsafat
Tanggal : 09.02.18 13:05
2) Lihat di sini => http://medialogika.org/teori-umum/simmat-ilmu-mantiq
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Purnama

Re:Ilmu Mantiq
« Jawab #1 pada: Mei 16, 2018, 05:56:56 PM »
Apakah Mantiq = Logika?
Apakah tidak ada perbedaan apapun selain perbedaan bahasa saja?
 

Offline Purnama

Re:Ilmu Mantiq
« Jawab #2 pada: Mei 16, 2018, 07:06:11 PM »
Kalo di matematika, para seniman matematika memang tidak terlalu memikirkan tentang kegunaan pertanyaan maupun pernyataan matematika buatan mereka. Seperti seniman lain pada umumnya, mereka lebih melihat dari sisi keindahan dan kepuasan. Biasanya yang menemukan manfaatnya adalah para scientist, dan belum semua sudah ditemukan manfaatnya atau hubungannya dengan dunia nyata.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Ilmu Mantiq
« Jawab #3 pada: Mei 17, 2018, 09:16:47 AM »
Apakah Mantiq = Logika?
Apakah tidak ada perbedaan apapun selain perbedaan bahasa saja?

Ada banyak perbedaan. tapi pada mulanya, ilmu mantiq adalah translate dari Logika Aristoteles. tetapi, pada perkembangannya ilmu mantiq di belahan Timur Tengah mengalami perkembangan berbeda dengan ilmu logika di barat. di dalam ilmu mantiq, saya tidak menemukan pembahasan-pembahasan tentang [[:logika proposisional]], yaitu tentang Tabel Kebenaran, Tablo Semantik dan sebagainya. di sisi lain, ilmu mantiq juga memiliki kelebihan dalam kekayaan istilah-istilah yang berkenaan dengan hukum berpikir yang lebih relevan untuk dunia filsafat seperti pembahasan tentang Daal Madhlul, Empat Hubungan Term,dll.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
32 Jawaban
9662 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 01:42:02 AM
oleh Kang Asep
12 Jawaban
4527 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2013, 07:13:46 AM
oleh Kang Asep
27 Jawaban
9657 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2013, 11:39:17 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1056 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 15, 2014, 05:13:33 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
497 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2015, 09:38:45 AM
oleh Kang Asep
Ilmu

Dimulai oleh Kang Asep Definisi

0 Jawaban
851 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 04, 2015, 05:07:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
815 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 08:15:45 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
598 Dilihat
Tulisan terakhir September 17, 2016, 02:28:49 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
536 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2017, 06:20:23 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
57 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2018, 12:50:33 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan