Penulis Topik: Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)  (Dibaca 14976 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« pada: Mei 05, 2012, 06:52:43 AM »
Kata Pengantar

Buku ini disusun dengan tujuan untuk membantu pembaca dalam mengasah keterampilan menggunakan logika Uraian materi di susun dalam bentuk dialog, mengikuti jejak Socrates, filsuf Yunani yang senantiasa mengajarkan kebijaksaan melalui dialog tanya-jawab. Dan dengan cara itulah Socrates meletakan dasar-dasar Logika bagi Plato dan Aristoteles.

Menurut Socrates, sesungguhnya belajar itu adalah proses mengingat-ingat. Kesuksesan dalam mengingat-ngingat,  adalah kesuksesan belajar. sebaliknya kegagalan dalam mengingat satu fakta, hubungannya dengan fakta lainnya adalah kegagalan belajar. Oleh karena itu Socrates mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya kepada orang lain untuk mendorong orang lain berpikir, mengingat, menganalisa, dan mengungkapkan apa yang terdapat di dalam pikirannya sendiri. Dengan cara demikian Socrates mendorong orang lain untuk menyadari kebenaran yang sesungguhnya sudah ada di dalam diri setiap manusia.

Socrates menempatkan diri sebagai “bidan” bagi pikiran manusia. Dia terinspirasi oleh ibunya yang berprofesi sebagai bidan. Socrates menyaksikan bahwa ibunya itu dengan sekuat tenaga membantu ibu hamil dalam melahirkan anaknya. Demikian Socrates membidani filsafat. Kebenaran itu adalah di dalam akal setiap mansia, dan Socrates berusaha sekuat tenaga agar kebenaran itu terungkap, dinyatakan melalui lisan.

Semoga buku ini dapat membantu para pembaca dalam mengasah keterampilan logika. Tetapi, penulis sadar diri akan segala kekurangan dan kekhilafan. Oleh karena itu bila ada koreksi, kritik maupun saran, silahkan diposting di http://medialogika.org.
 
Sabtu, 05 Mei 2012
Penulis,


Asep Rochman
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #1 pada: Mei 05, 2012, 06:53:27 AM »
Daftar Isi

Kata Pengantar   1
1.   Imam Dari Keturunan Ibrahim   3
2.   Pak RT   4
3.   Perintah Taat Kepada al-Quran   5
4.   Berakhir Pada Kenabian Muhammad saw   6
5.   Primbon   8
6.   Disconnection   9
7.   Mempelajari Logika   10
8.   Hati-hati dalam menafsirkan Quran   11
9.   Janji Allah Kepada Ibrahim a.s   13
10.   Ciri Orang Yang Dzalim   15
11.   Pandangan Allah   15
12.   Kedudukan Imam   16
13.   Yang Menjadikan Imam   16
14.   Makna Kesiapan Logika   17
15.   Imam Ali dan Abu Bakar   19
16.   Kriteria Imam   21
17.   Dalil Keyakinan   21
18.   Ro`yu   22
19.   Bukan Untuk Didiskusikan   25
20.   Belajar Secara Bertahap   27
21.   Tidak Harus Keturunan Ibrahim   29
22.   Kurang Mengenal Logika   35
23.   Alur Berpikir Umat Manusia   36
24.   Memohon Menjadi Imam   37
25.   Fatwa Haram Mempelajari Logika   40
25.1.   Menilai Hadits   41
25.2.   Mengenali Kebenaran   42
26.   Menguji Logika   45
Penutup   46
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #2 pada: Mei 05, 2012, 06:54:20 AM »
1.   Imam Dari Keturunan Ibrahim

Ahmad    : Siapakah imam Anda?
Mahmud   : al-Quran
Ahmad   : Apakah al-Quran adalah pemimpin anda?
Mahmud   : al-Quran adalah pedoman hidup saya
Ahmad   : kalau begitu siapa pemimpin anda?
Mahmud   : Pemimpin saya adalah Allah
Ahmad   : Apakah Allah tidak menjadikan seorang manusia untuk menjadi pemimpin bagi yang lainnya?
Mahmud   : Ya. Manusia yang dijadikan pemimpin oleh Allah itu adalah Ibrahim a.s, berdasarkah surah 2:124.
 
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat , lalu Ibrahim menyempurnakannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim".
Ahmad   : bukankah keturunan Ibrahim juga dijadikan pemimpin (imam) oleh Allah?
Mahmud   : ya. Benar.
Ahmad   : kalau begitu, kenapa pemimpin anda bukan keturunan Ibrahim tersebut?
Mahmud   : Pemimpin para imam keturunan Ibrahim itu juga adalah Allah. Jadi, tidaklah salah bila pemimpin saya adalah Allah.
Ahmad   : Kalau begitu, sebagai imam, siapa yang dipimpin oleh Ibrahimm a.s dan keturunannya?
Mahmud   : Manusia
Ahmad   : Apakah termasuk anda di dalamnya?
Mahmud   : ya.
Ahmad   : Kalau begitu, keturunan ibrahim yang menjadi imam adalah pemimpin anda?
Mahmud : ??*#x! (bingung)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #3 pada: Mei 05, 2012, 06:54:52 AM »
2.   Pak RT
Mahmud   : Pemimpin saya adalah pak RT.
Ahmad   : Ya. itu adalah pemimpin dalam suatu kelompok masyarakat. Apakah pak RT anda menjadi pemimpin atas pilihan Allah atau pilihan masyarakat?
Mahmud   : Pilihan masyarakat
Ahmad   : Apakah anda tidak mempunyai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah?
Mahmud   : Tidak.
Ahmad   : Jika Allah menunjuk seseorang untuk menjadi pemimpin seluruh manusia, apakah anda rela dipimpin oleh orang ini?
Mahmud   : ya. Saya rela. Tapi siapa pemimpin yang ditunjuk oleh Allah?
Ahmad   : Keturunan Ibrahim yang tidak dzalim, pemimpin orang-orang berakwa, yang memberi petunjuk dengan perintah Tuhan, dan beliau adalah ahli dzikr. Dia adalah Muhammad saw.
Mahmud   : ya. Kalo itu udah jelas. Muhammad adalah pemimpin saya.
Ahmad   : lha, bukannya pak RT?
Mahmud   : Kan anda juga telah katakan bahwa pak RT adalah pemimpn dalam salah satu kelompok masyarakat. Presiden merupakan jenis pemimpin tertinggi dalam sebuah negara. Sedangkan nabi Muhammad adalah pemimpin spiritual.
Ahmad   : Baiklah!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #4 pada: Mei 05, 2012, 06:55:23 AM »
3.   Perintah Taat Kepada al-Quran

Ahmad   : Pada zaman nabi Muhammad saw, apakah yang menjadi pemimpin manusia yang bertaqwa, orang ataukah Quran?
Mahmud   : Orang, yakni Rasulullah Muhammad saw.
Ahmad   : Apakah yang sekarang menjadi pemimpin manusia bertaqwa, orang atau Quran?
Mahmud   : Quran.
Ahmad   : Kok beda ya? Dulu manusia dipimpin oleh orang, kok sekarang dipimpin oleh Quran. Bagaimana bisa begitu?
Mahmud   : Kan Rasulullah telah wafat. Yang ditinggalkan oleh Rasulullah adalah al-Quran. Jadi al-Quranlah yang seharusnya menjadi pemimpin.
Ahmad : Mana yang lebih bagus menurut anda, manusia yang dipimpin oleh al-Quran ataukah manusia yang dipimpin oleh Rasulullah?
Mahmud   : sama saja.
Ahmad   : Kalau begitu, mengapa Allah menyuruh manusia supaya taat kepada Allah dan Rasulnya? Apakah ada perintah Allah yang menyuruh manusia untuk taat kepada al-Quran?
Mahmud   : ehmm.hh entar, cari dulu ayatnya 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #5 pada: Mei 05, 2012, 06:56:15 AM »
4.   Berakhir Pada Kenabian Muhammad saw

Mahmud   : Keturunan Ibrahim yang menjadi imam yang dimaksud dalam surah 2 : 124 itu adalah dari kalangan Nabi dan Rasul. Hal itu berakhir pada kenabian Muhammad saw.
Ahmad   : Kata siapa tuh?
Mahmud   : Kata saya sendiri lah!
Ahmad   : Menurut akal anda atau hawa nafsu anda?
Mahmud   : Ya jelas, menurut akal saya.
Ahmad   : kalau menurut akal, harus jelas asal-usulnya. Dari mana asal-usul pengetahuan itu?
Mahmud   : asal-usul apa ya?
Ahmad   : Error! Disconection! 
Mahmud   : (konek lagi!) Berdasarkan surah 2:124 itu, apakah terkandung suatu pengertian bahwa “sepanjang masa Allah menjadikan keturunan Ibrahim sebagai imam dan tidak berakhir apda kenabian Muhammad” ?
Ahmad   : Dalam ayat tersebut , tidak ada pernyataan bahwa yang menjadi imam bagi manusia sepanjang masa adalah keturunan Ibrahim. Tapi di situ juga tidak ada pernyataan bahwa imamah itu berakhir pada kenabian Muhammad saw.
Mahmud   : kok dungu yah? Sudah jelas kenabian itu ditutup pada masa nabi saw. Setelah itu tidak ada nabi lagi.
Ahmad   : mulai gak konek lagi nih! Kan yang dibicarakan di sini adalah berakhirnya imamah, bukan berakhirnya kenabian.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #6 pada: Mei 05, 2012, 06:56:34 AM »
5.   Primbon

Mahmud   : Tetap aja rujukan pemimpin manusia bertaqwa adalah al-Quran.
Ahmad   : Jadi, kesimpulannya apa?
Mahmud   : Kesimpulan bagaimana?
Ahmad   : Jika rujukan pemimpin manusia bertaqwa itu adalah al-Quran, maka apakah karena itu berarti pemimpin manusia bertaqwa itu adalah al-Quran?
Mahmud   : lha iya begitu.
Ahmad   : Nah, kalau rujukan pak RT adalah Primbon, sedangkan pak RT adalah pemimpin anda, berarti Primbon adalah pemimpin anda?
Mahmud   : ya enggak lah. Primbon itu kan Musyrik
Ahmad   : Error! Disconection!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #7 pada: Mei 05, 2012, 06:57:05 AM »
6.   Disconnection

Mahmud   : Pernyataan adanya pemimpin yang ditunjuk Allah setelah kenabian Muhammad saw adalah akal-akalan untuk legitimasi ahlul bait sebagai pemimpin.
Ahmad   : terus, siapa yang menyatakan begitu?
Mahmud   : anda
Ahmad   : Ah, kapan dan di mana? Jangan ngarang! Saya hanya mengatakan bahwa menurut surah 2:124, yang seharusnya menjadi pemimpin bagi manusia adalah keturunan Ibrahim.
  Ahmad   : Kalau menurut saya, anda memang mengatakan bahwa sesudah nabi muhammad ada pemimpin yang ditunjuk langsung oleh Allah!
Ahmad   : you error! Disconnection!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #8 pada: Mei 05, 2012, 06:57:28 AM »
7.   Mempelajari Logika

Ahmad   : Berdasarkan surah 2:124, yang seharusnya menjadi imam bagi manusia adalah keturunan Ibrahim.
Mahmud   : Kalau mau mengkultuskan keturunan, seharusnya mengikuti agama paganisme. Sebab semata-mata keturunan nabi Ibrahim itu banyak menjadi nabi dan rasul.
Ahmad   : Pokok kalimat yang saya kemukakan di atas adalah “Sebagian keturunan Ibrahim adalah imam”. Sedangkan pokok kalimat yang anda kemukakan adalah “sebagian keturunan nabi ibrahim itu yang menjadi nabi”. Jadi, apakah kesimpulannya “imam itu adalah nabi?”
Mahmud   : ya. Keturunan nabi ibrahim yang menjadi imam itu adalah dari kalangan para nabi dan rasul.
Ahmad   : Kesimpulan yang salah, karena melanggar hukum logika. Menurut hukum Logika no. 5, premisse yang sama-sama menidak atau sama-sama membagi tidak dapat melahirkan kesimpulan apapun.
   Modus berpikir yang anda gunakan itu adalah modus berpikir 43-64, yakni modus berpikir yang keliru.
Mahmud   : Apaan tuh, saya gak ngerti.
Ahmad   : makanya belajar logika alias ilmu al-mantiq, ilmu yang mempelajari undang-undang berpikir.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #9 pada: Mei 05, 2012, 06:58:12 AM »
8.   Hati-hati dalam menafsirkan Quran

Mahmud   : Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku tidak mengenai orang-orang yang zalim".(QS 2:124)
   perhatikan perkataan : .........Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi seluruh manusia......, jelas dan tidak diragukan lagi bahwa hanya ibrahimlah yg ditetapkan Allah sebagai imam (penutan) bagi seluruh umat manusia.
Ahmad   : dari kata apa anda menerjamahkan "seluruh manusia" padahal di dalam ayat itu tidak ada lapad "maasyirah" (masyarakat) dan tidak ada pula lapad "kulli" (seluruh).
Innii jaailuka linnaasi imaama..
(sesungguhnya Aku, menjadikanmu imam bagi manusia)
dari mana muncul kata "seluruh" ?
Mahmud   : ya sudah, gak usah pake kata seluruh, bukankah tidak merubah arti tetap saja ibrahim adalah imam bagi manusia, kecuali orang2 yg suka menentang Allah dan tidak peduli pada ayat2nya.
Ahmad   : Beda arti. Bagi manusia, tidak berarti seluruh manusia. Hati-hatilah dalam menafsirkan Quran!
Mahmud   : Bagi manusia dan bagi seluruh manusia yah sama saja.
Ahmad   : wha…ha.. ha.. menggelikan. Masa manusia = seluruh manusia. Misalnya, “Anda adalah manusia”, maka apakah sama dengan perkataan “Anda adalah seluruh manusia” ? apakah seluruh manusia adalah anda?
   Kalau memang Ibrahim adalah imam bagi seluruh manusia, maka tentu akan dinyatakan untuk seluruh manusia sebagaimana Muhammad yang dinyatakan diutus bagi seluruh manusia :
 
   [34:28] Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
   Kalau di dalam al-Quran tidak dinyatakan “seluruh”, jangan berani-berani menasfirkannya “seluruh”. Itu namanya terlalu lancang!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #10 pada: Mei 05, 2012, 06:58:58 AM »
9.   Janji Allah Kepada Ibrahim a.s

Mahmud   : apakah di ayat 2:124 itu Allah berjanji menjadikan keturunan Ibrahim sebagai imam?
Ahmad   : Demikian menurut keyakinan saya berdasarkan kalimat “Janjiku ini tidak berlaku bagi orang yang dzalim!”.
   Kalimat tersebut menandakan bahwa Allah telah berjanji. Apa isi perjanjian itu, tentunya tidak mungkin lepas dari pokok bahasan kalimat sebelumnya, yakni permohonan Ibrahim. Ibrahim memohon bahwa Allah mejadikan keturunannya sebagai imam. Ketika Allah menjawab doa itu, “janjiku ini tidak berlaku bagi orang yang dzalim” adalah tidak mungkin berisi perjanjian yang lain. Mestilah janji yang sesuai dengan permohonan Ibrahim
Memangnya ada pendapat lain, apakah isi perjanjian Allah di dalam surah 2:124 itu?
Mahmud   : di awal ayat, Allah mengatakan “Aku menjadikanmu imam bagi manusia..” mu disini menunjuk hanya pada Ibrahim. Benar, kan?
Ahmad   : Benar.
Mahmud   : Ibramin berkata “dan dari keturunanku”. Lalu Allah menjawab “janjiku ini tidak mengenai orang-orang yang zalim”.  Sama sekali Allah tidak berkata, “Ya. Aku berjanji bahwa keturunanmu juga akan dijadikan imam”.  Dan sama sekali Allah tidak berkata, “Tidak. Aku tidak akan menjadikan keturunamu sebagai imam bagi manusia”. Nah, jadi dari mana anda tau kalau janji Allah itu berisi “Ya. Aku akan menjadikan keturunanmu sebagai imam bagi manusia.” ?
Ahmad   : tidak dikatakan, bukan berarti tidak dinyatakan.
   Seperti seorang pemilik toko material yang berkata kepada pegawainya, “Bujang, masukanlah pasir ini ke dalam truk!” si Bujang menjawab, “Apakah bata juga?” si majikan berkata, “yang sudah pecah yang dimasukan!”
   Si Bujang, kalaulah tidak terlalu idiot, pasti akan mengerti bahwa majikannya menyetujui bahwa bata juga harus dimasukan ke dalam truk untuk diangkut, terkecuali bata yang sudah pecah. Karena tidak mungkin yang dimaksud “pecah” itu adalah pasir. kendatipun tidak dikatakan, tapi itu berarti majikannya menyatakan “Ya. Bata juga masukan ke dalam Truk, dan bata yang pecah jangan dimasukan!”
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #11 pada: Mei 05, 2012, 06:59:24 AM »
10.   Ciri Orang Yang Dzalim

Mahmud : Bila seseorang berkata “aku adalah keturunan Ibrahim”, maka siapa yang tahu, dalam pandangan Allah, apakah dia dzalim atau tidak?
Ahmad    : Apakah al-Quran tidak memberitakan tentang ciri-ciri orang yang dzalim?
Mahmud   : Ya. Di dalam al-Quran, banyak sekali ayat-ayat yang berbicara tentang orang-orang dzalim.
Ahmad   : Maka temukanlah ciri-ciri orang dzalim di dalam al-Quran. Tidaklah mungkin Allah menyatakan bahwa yang diangkat imam dari keturunan ibrahim itu adalah orang yang tidak dzalim, sedangkan Allah tidak memberi petunjuk tentang bagaimana ciri-ciri orang dzalim dan bagaimana ciri-ciri orang yang adil.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #12 pada: Mei 05, 2012, 06:59:56 AM »
11.   Pandangan Allah

Mahmud   : Bukankah pandangan Allah hanya Allah saja yang tahu?
Ahmad   : Apakah al-Quran bukan pandangan Allah?
Mahmud   : Ya. itu adalah pandangan Allah.
Ahmad   : Apakah Al-Quran hanya Allah saja  yang tahu? Bukankah Al-Quran telah diberitahukan kepada umat manusia?
Mahmud   : Ya.
Ahmad   : Lalu, mengapa anda mengatakan bahwa pandangan Allah, hanya Allah saja yang tahu?
Mahmud   : Au ah gelap!   
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #13 pada: Mei 05, 2012, 07:00:17 AM »
12.   Kedudukan Imam
Mahmud : Siapa yang mengetahui kedudukan seorang imam di hadapan Allah? Apakah imam tersebut mengetahui kedudukannya di hadapan Allah?
Ahmad   : Bagaimana maksud pertanyaan tersebut? Apa maka dari “kedudukan di hadapan Allah”. Berilah contoh, bagaimana kedudukan Ibrahim di hadapan Allah!.


13.   Yang Menjadikan Imam

Ahmad    : kalau Rosulullah, apakah dia imam bagi manusia?
Mahmud : ya
Ahmad : mengapa?
Mahmud : Allah lah yang mengangkatnya langsung.
Ahmad   : Apa dalilnya?
Mahmud   : Jadi, menurut anda, siapa yang mengangkat seseorang menjadi imam? Otoritas Allah atau klaim diri orang itu dan kelompoknya?
Ahmad   : sudah sangat jelas, berdasarkan surah 2:124 bahwa yang menguji, memilih, menunjuk dan mengangkat seorang imam adalah langsung Allah. Dan perhatikan dalam surah itu Allah menggunakan kata “Aku”,  bukan “Kami” >> sesungguhnya Aku hendak menjadikanmu Imam bagi manusia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Dialog Tentang Imam (Edisi Kedua)
« Jawab #14 pada: Mei 05, 2012, 07:00:40 AM »
14.   Makna Kesiapan Logika

Mahmud   : itu juga yang bikin tiap kelompok manusia punya imam kelompoknya sendiri sendiri, dengan berbagai macam sebutan, tapi kelompok yang lebih parah dari kelompok kelompok tersebut itu adalah kelompok yang imamnya mengaku dapat otoritas langsung dari Allah.. yang dari seabad abad lalu ya contohnya mirza ghulam ahmad.
ciri jawabannya sama seh : "kamu ndak paham.. kalau dijelaskan sekarang kamu bakalan bingung.. udah ikutin saja.. patuh..." lalu indoktrinasi masuk, dan dipasangkan kacamata kuda, sehingga jalan belokpun tahunya lurus...
Ahmad   : Ilmu harus dijelaskan secara bertahap. Kenapa anda tidak mau belajar secara bertahap, ingin langsung terbang ke langit kendatipun tak punya sayap? Saya baru saja membahas tentang surah 2:124, dan menyatakan bahwa ayat itu berbicara tentang keturunan Ibrahim, tetapi anda sudah melompat ke masa kini, tentang siapa sekarang keturunan Ibrahim yang menjadi imam.
Untuk bisa menjelaskan kebenaran yang bisa anda terima, maka terlebih dahulu saya harus faham apa yang anda anggap benar dan apa yang anda anggap salah. Jadi, mengapa saya tidak bisa menjelaskannya sekarang? Saya tidak akan mengatakan bahwa anda belum faham, tapi saya yang belum faham tentang apa yang ada di dalam benak anda. Itulah makna dari “Logika Anda belum siap”.
Mahmud   : Kalau begitu, bukan logika saya yang belum siap, tapi anda yang kurang pengetahuan.
Ahmad   : itu betul. Saya kurang pengetahuan tentang diri anda. Maka saya belum siap atau belum bisa menjelaskan persoalan tersebut saat ini.  Dan sekali lagi, inilah makna dari “ketidak-siapan logika”.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
1828 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2012, 02:39:32 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
3131 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 07, 2013, 08:43:01 PM
oleh arya
2 Jawaban
7691 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2014, 07:26:27 PM
oleh Sandy_dkk
38 Jawaban
7587 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 02, 2013, 09:45:30 PM
oleh Kang Asep
21 Jawaban
8649 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2013, 07:16:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
756 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2014, 03:51:13 PM
oleh Asep
0 Jawaban
722 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 09, 2014, 04:49:36 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1092 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2017, 07:07:03 PM
oleh comicers
1 Jawaban
1680 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2015, 11:58:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
215 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2018, 01:22:34 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan