Penulis Topik: Deterministik vs Probabilistik  (Dibaca 30 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Purnama

Deterministik vs Probabilistik
« pada: Desember 02, 2017, 01:53:06 PM »

Ketika kita menjatuhkan koin yang salah satu sisinya bertuliskan angka dan sisi lainnya gambar, maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa peluang munculnya sisi angka dan peluang munculnya sisi gambar saat jatuh ke lantai adalah sama besar. Tentu dalam hal ini kita telah menyederhanakan persoalan sehingga mengabaikan banyak hal yang mungkin mempengaruhi nilai peluang dari sisi koin mana yang akan muncul. Misal bagaimana cara kita menjatuhkannya, bagaimana tekstur koin (mungkin sedikit bengkok, ada bagian yang rusak, dll), kelentingan lantai, arah dan kecepatan angin, dsb. Jika variabel-variabel tsb kita tambahkan dalam perhitungan, maka peluang yang didapat akan berbeda, tergantung banyak dan besarnya variabel tsb. Bahkan, jika kita telah mengetahui seluruh hal yang berpengaruh terhadap hasil penjatuhan koin serta mengetahui setiap nilainya dan memperhitungkannya, maka kita akan dapat memastikan sisi koin mana yang akan muncul, tidak ada lagi 0<P<1, yang ada hanya P=0 atau P=1. Masalahnya, hampir mustahil (atau benar-benar tak mungkin?) bisa diketahui seluruh hal yang berpengaruh terhadap hasil penjatuhan koin serta nilainya secara pasti, akhirnya perhitungan peluang tidak bisa benar-benar bernilai 0 atau 1, tidak bisa benar-benar dipastikan.

Perhitungan peluang munculnya sisi koin yang tidak bisa menghasilkan nilai pasti yang tergambar dalam tulisan ini termasuk ketidakpastian subjektif, yaitu ketidakpastian yang timbul karena kurangnya informasi tentang macam dan nilai variabel yang mempengaruhi. Padahal jika semua itu diketahui, maka tidak ada lagi ketidakpastian tsb.

Setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta tunduk pada pengaruh peristiwa-peristiwa sebelumnya, tak ada pilihan barang secuil untuk melenceng dari itu. begitu pula munculnya salah satu sisi koin saat jatuh di lantai, tak bisa memilih pilihan lain selain yang sudah ditentukan oleh variabel-variabel penentunya sampai tepat sesaat sebelum koin berhenti bergerak di lantai. Begitulah yang diyakini oleh kaum yang disebut deteminis. Lebih jelasnya tentang faham deterministik; setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta saat ini, adalah akibat dari kompilasi peristiwa-peristiwa sebelumnya, tidak ada pilihan lain. Maka peristiwa-peristiwa sebelumnya tsb juga jika terus ditarik ke belakang merupakan konklusi pasti dari peristiwa-peristiwa yang lebih lampau, hingga segalanya disimpulkan merupakan akibat dari peristiwa pada suatu titik waktu dimana alam semesta bermula. Bukan hanya pada benda-benda, melainkan berlaku juga bagi kehendak dan perilaku manusia. Apa yang kita kira merupakan pilihan kita, dimana kita sangka bahwa kita bisa saja memilih pilihan lain, dalam pandangan determinis tidaklah demikian, kehendak bebas sejatinya hanya ilusi. Toh kita juga tidak bisa membuktikan bahwa kita bisa memilih pilihan lain saat itu, karena semua telah berlalu, waktu tak bisa kembali.

Lawan dari faham deterministik adalah probabilistik, dimana diyakini bahwa pada alam semesta terdapat ketidakpastian objektif, ketidakpastian absolut, sehingga segala sesuatu yang akan terjadi sama sekali tidak dapat dipastikan walau informasi tentang "saat ini" sudah berhasil diketahui semuanya.

Saya berniat memberikan gambaran selanjutnya tentang probabilistik di lain waktu. Sebelumnya saya ingin minta pendapat dulu mengenai faham deterministik yang sedikit saya jelaskan diatas. Apakah faham tsb memiliki kecacatan logis? Bagian mana? Atau jika belum dapat dipastikan, maka bagaimana cara kita agar bisa sampai pada kesimpulan bahwa faham tsb cacat atau tidak?
« Edit Terakhir: Desember 02, 2017, 06:32:10 PM oleh Purnama »
 

Tags:
 

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan