Penulis Topik: Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara  (Dibaca 7272 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« pada: Januari 16, 2013, 03:19:29 AM »
tadinya saya ingin menulis thread ini hanya sebagai komentar di http://medialogika.org/diskusi-umum/dua-puluh-tujuh-huruf-ilmu/msg3171/?topicseen#new.
tapi kemudian saya pikir ini adalah topik yang berbeda, makanya saya buat thread baru aja deh.. :)



Kutip dari: Kang Asep
ya. riwayat-riwayat tentang keutamaan Abu Bakar oleh Jakfar Ash Shadiq itu telah diketahui pula oleh kaum syiah. mereka juga mengetahui bahwa imam Jakfar Ash Shadiq masih keturunan dari Abu Bakar, jalur dari ibu. tetapi logika kaum syiah itu adalah begini :

jika A adalah B merupakan pernyataan yang benar, maka pernyataan A bukan B, mestilah pernyataan yang salah.

jika benar bahwa Rasulullah saw telah menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama, maka pernyataan bahwa Rasulullah tidak menunjuk Ali sebagai pengganti beliau yang pertama, pastilah pernyataan yang salah.

kemudian, apabila ada ribuan hadits palsu yang bukan dari Rasulullah, tapi disandarkan kepada Rasulullah, maka apakah mustahil ada jutaan hadits palsu yang bukan dari imam Jakfar ash-shadiq tapi disandarkan kepada imam Jakfar Ash-Shadiq? jawabnya adalah tidak mustahil. pertanyaan selanjutnya, tapi bagaimana kita dapa menguji sebuah riwayat, apakah itu benar-benar dari Jakfar Ash Shadiq ataukah bukan? para ulama syiah maupun sunni mempunyai metoda tersendiri untuk menguji kebenaran sebuah riwayat. dan saya cukup menggunakan logika untuk menguji kebenaran riwayat-riwayat tersebut.

tapi setidaknya, terlepas dari apakah riwyat tersebut benar atau palsu, setidaknya dari seluruh riwayat yang ada kita memang tidak menemukan suatu riwayat di mana para imam digambarkan kesulitan menjawab pertnyaan apapun yang diajukan umat. saya ada sebuah buku berjudul Tauhid al Mufadhol, merupakan jawaban-jawaban imam Jakfar Ash Shadiq dalam menjawab tuduhan-tuduhan kaum atheis tentang ketiadaan Tuhan. jawaban-jawaban beliau menggambarkan kecerdasan yang luar biasa berisi berbagai ilmu pengetahuan yang mungkin sains zaman sekarangpun belum mampu menjangkau penjelasan-penjelasan dari imam Jakfar Shadiq tersebut.

"jika A adalah B merupakan pernyataan yang benar, maka pernyataan A bukan B, mestilah pernyataan yang salah.
logika yang tepat!

"jika benar bahwa Rasulullah saw telah menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama, maka pernyataan bahwa Rasulullah tidak menunjuk Ali sebagai pengganti beliau yang pertama, pastilah pernyataan yang salah."
pastinya tepat juga secara logika!

"kemudian, apabila ada ribuan hadits palsu yang bukan dari Rasulullah, tapi disandarkan kepada Rasulullah, maka apakah mustahil ada jutaan hadits palsu yang bukan dari imam Jakfar ash-shadiq tapi disandarkan kepada imam Jakfar Ash-Shadiq? jawabnya adalah tidak mustahil. pertanyaan selanjutnya, tapi bagaimana kita dapa menguji sebuah riwayat, apakah itu benar-benar dari Jakfar Ash Shadiq ataukah bukan? para ulama syiah maupun sunni mempunyai metoda tersendiri untuk menguji kebenaran sebuah riwayat. dan saya cukup menggunakan logika untuk menguji kebenaran riwayat-riwayat tersebut."

menguji kebenaran riwayat melalui logika? hmm....
saya masih bingung kang...
bukankah ada dua analisa logis disini, yaitu:
"jika benar bahwa Rasulullah saw telah menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama, maka pernyataan bahwa Rasulullah tidak menunjuk Ali sebagai pengganti beliau yang pertama, pastilah pernyataan yang salah."
dan
"jika benar bahwa Rasulullah saw tidak menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama, maka pernyataan bahwa Rasulullah menunjuk Ali sebagai pengganti beliau yang pertama, pastilah pernyataan yang salah."
bukankah kedua analisa logis tsb sama benarnya secara logika?

nah, lalu riwayat mana yang benar secara logika?
apakah riwayat Rasulullah saw telah menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama?
atau riwayat Rasulullah saw tidak menunjuk Imam Ali sebagai penggantinya yang pertama?

cara berlogikanya sudah benar, tapi kita harus berimbang dalam memposisikan premis. karena kedua riwayat tsb adalah kalimat yang setara, salah satunya dapat menjadi premis bagi yang lain, dan juga dapat menjadi kesimpulan bagi yang lain.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #1 pada: Januari 16, 2013, 03:29:48 AM »
menurut saya, untuk mencari kebenaran salah satu riwayat dari dua riwayat setara yang bertentangan, masuk ke dalam ranah ilmiah kang... artinya harus ada salah satu riwayat yang harus kita uji secara ilmiah dulu, untuk kemudian kita jadikan premis dalam berlogika.
« Edit Terakhir: Januari 16, 2013, 03:33:16 AM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #2 pada: Januari 16, 2013, 05:19:50 AM »
begini kang,

sebenarnya "seluruh pengetahuan" itu ada pada diri setiap manusia. sebenarnya setiap manusia itu memiliki sifat "tahu segala pengetahuan". tetapi karena rijs , maka dirinya terhalang dari pengetahuan tentang sebenarnya telah dia ketahui. oleh karena itu Socrates mengatakan bahwa belajar hanyalah proses mengingat-ingat kembali. dan Rasulullah dikenal sebagai pemberi peringatan. manusia perlu diingatkan saja dengan pengetahuan yang sebenarnya sudah ada ada dirinya.

Dalam mengajarkan kebenaran, Socrates menggunakan cara dialektika dengan mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya. pertanyaan-pertanyaan ini, mendorong orang yang ditanya untuk berpikir keras, mengingat dengan sungguh-sungguh dan menganalisa sendiri, apakah pernyataan-pernyataannya bertentangan dengan pernyataan-pernyataannya yang lain atau tidak. Metoda Socrates itu terinsipirasi dari ibunya yang berprofesi sebagai bidan. bagimana ibunya membantu dengan sungguh-sungguh seorang ibu dalam melahirkan anaknya. demikian pula Socrates dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya, membantu orang-orang untuk mengeluarkan pengetahuan yang sebenarnya sudah ada di dalam diri setiap orang itu.

apabila pengetahuan yang dikeluarkan itu merupakan pengetahuan yang salah dan bohong, maka dengan sendirinya pengetahuan tersebut akan bertentangan dengan pengetahuan benar yang juga telah diketahui oleh dirinya sendiri. akhirnya, ia akan sampai pada pertentangan yang membingungkan. adanya pertentangan di dalam pernyataan-pernyataan seseorang itu merupakan cara mengindentifikasi apakah orang itu berkata benar atau tidak. Allah pun telah mengajari kita dengan cara demikian, sebagaimana Firmannya :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(Q.S 4:82)

"adanya pertentangan" merupakan indikasi bahwa suatu ajaran itu bukan dari Allah. "tidak adanya pertentangan" merupakan pertanda bahwa ajaran itu berasal dari Allah.


riwayat tentang penunjukan Ali bin Abi Thalib sebagai pengganti pertama Rasulullah yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah merupakan riwayat yang benar. sehingga pernyataan bahwa Rasulullah tidak menunjuk Ali sebagai penganti nabi saw pernyataan yang salah. atau jika ada diriwayat tentang itu, maka hal itu pastilah palsu. sebab, adanya penunjukan pemimpin pengganti merupakan keniscayaan logic, merupakan kemestian yang akal tidak bisa menerima ketiadaannya. seperti ketidak mungkinan menyatakan benda tanpa memiliki massa. jika seseorang menyodorkan sebuah benda padat kepada saya sambil berkata, "Benda ini tidak memiliki panjang, lebar maupun tinggi", maka apakah akal saya dapat menerimanya? tentu tidak. kenapa? karena "luasan" merupakan keniscayaan dari benda. seperti itu pulalah adanya pemimpin yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah. Tetapi, bagi sebagian orang, penunjukan pemipin itu tidak serupa sama sekali dengan keniscayaan logika. kenapa? sebab muqadimah-muqadimah logic (premis2) nya belum sampai kepadanya. tetapi, premis-premis tentang hal tersebut mungkin akan sangat panjang, hingga membentuk sebuah piramida logika yang besar. kalau orang tidak kuat daya ingatnya, maka akan sulit melihat alur logika secara utuh.

piradmida logika itu adalah argumentasi yang susun bersusun.

A adalah C
dengan dua argumentasi :
A adalah B
B adalah C

A adlah B:
dengan dua argumentasi :
A adalah X
X adalah B

B adalah C:
dengan dua argumentasi :
B adalah Y
Y adalah C

demikian terus, sampai ditemukan atom-atom logic yang merupakan fakta kebenaran yang tidak bisa dibantah lagi.

 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #3 pada: Januari 16, 2013, 08:54:11 AM »
pelan2 ya kang,,

Kutip dari: Kang Asep
sebab, adanya penunjukan pemimpin pengganti merupakan keniscayaan logic, merupakan kemestian yang akal tidak bisa menerima ketiadaannya.
jadi menurut Kang Asep, semua Imam itu ditunjuk oleh Imam sebelumnya? jika kita runut kebelakang, sampai kepada Imam pertama manusia (Adam as), apakah hal itu mesti berlaku juga? artinya, Adam menunjuk seseorang, seseorang tsb menunjuk orang lain lagi,...,orang tersebut menunjuk Nuh dst sampai kepada penunjukkan Muhammad saw. begitu kah?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #4 pada: Januari 16, 2013, 11:59:47 AM »
oh ya, sebelumnya saya mau sampaikan dulu bahwa:

Quote (selected)
sebenarnya "seluruh pengetahuan" itu ada pada diri setiap manusia. sebenarnya setiap manusia itu memiliki sifat "tahu segala pengetahuan". tetapi karena rijs , maka dirinya terhalang dari pengetahuan tentang sebenarnya telah dia ketahui. oleh karena itu Socrates mengatakan bahwa belajar hanyalah proses mengingat-ingat kembali. dan Rasulullah dikenal sebagai pemberi peringatan. manusia perlu diingatkan saja dengan pengetahuan yang sebenarnya sudah ada ada dirinya.

Dalam mengajarkan kebenaran, Socrates menggunakan cara dialektika dengan mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya. pertanyaan-pertanyaan ini, mendorong orang yang ditanya untuk berpikir keras, mengingat dengan sungguh-sungguh dan menganalisa sendiri, apakah pernyataan-pernyataannya bertentangan dengan pernyataan-pernyataannya yang lain atau tidak. Metoda Socrates itu terinsipirasi dari ibunya yang berprofesi sebagai bidan. bagimana ibunya membantu dengan sungguh-sungguh seorang ibu dalam melahirkan anaknya. demikian pula Socrates dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya, membantu orang-orang untuk mengeluarkan pengetahuan yang sebenarnya sudah ada di dalam diri setiap orang itu.

apabila pengetahuan yang dikeluarkan itu merupakan pengetahuan yang salah dan bohong, maka dengan sendirinya pengetahuan tersebut akan bertentangan dengan pengetahuan benar yang juga telah diketahui oleh dirinya sendiri. akhirnya, ia akan sampai pada pertentangan yang membingungkan. adanya pertentangan di dalam pernyataan-pernyataan seseorang itu merupakan cara mengindentifikasi apakah orang itu berkata benar atau tidak. Allah pun telah mengajari kita dengan cara demikian, sebagaimana Firmannya :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(Q.S 4:82)

"adanya pertentangan" merupakan indikasi bahwa suatu ajaran itu bukan dari Allah. "tidak adanya pertentangan" merupakan pertanda bahwa ajaran itu berasal dari Allah.

saya bisa menerima hal ini.

maka dari itu saya langsung melompat mengomentari inti dari paragraf terakhirnya saja.

pelan2 ya kang,,

Kutip dari: Kang Asep
sebab, adanya penunjukan pemimpin pengganti merupakan keniscayaan logic, merupakan kemestian yang akal tidak bisa menerima ketiadaannya.
jadi menurut Kang Asep, semua Imam itu ditunjuk oleh Imam sebelumnya? jika kita runut kebelakang, sampai kepada Imam pertama manusia (Adam as), apakah hal itu mesti berlaku juga? artinya, Adam menunjuk seseorang, seseorang tsb menunjuk orang lain lagi,...,orang tersebut menunjuk Nuh dst sampai kepada penunjukkan Muhammad saw. begitu kah?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #5 pada: Januari 16, 2013, 05:40:10 PM »
pelan2 ya kang,,
jadi menurut Kang Asep, semua Imam itu ditunjuk oleh Imam sebelumnya? jika kita runut kebelakang, sampai kepada Imam pertama manusia (Adam as), apakah hal itu mesti berlaku juga? artinya, Adam menunjuk seseorang, seseorang tsb menunjuk orang lain lagi,...,orang tersebut menunjuk Nuh dst sampai kepada penunjukkan Muhammad saw. begitu kah?

benar sekali. dan yang ditunjuk oleh Nabi Adam untuk menjadi imam adalah Nabi Sis. kemudian Nabi Sis tinggal di India.   Shri Rama dan Shri Khrisna adalalah keturunan Nabi Sis.

dalam suatu Majelis, pernah ustadz Abah menyebutkan nama para Imam sejak Nabi Adam sambung bersambung terus hingga Nabi Ibrahim, Hingga Musa, Isa, Nabi Muhammad dan sampai Imam yang terakhir, yaitu Nabi Adam. dari satu rasul yang satu ke pada rasul yang lain disambung oleh 12 imam. tapi pernah kurang dan tidak pernah lebih dari jumalh 12 itu. Washi (pewaris kepemimpinan) Nabi Adam adalah nabi Sis, washi Ibrahim adalah Ismail, Washi Sulaiman adalah Asif Ibnu Barqiya, Washi Musa  adalah Harun, washi Nabi Muhammad. saya menyesal tidak mencatat nama para imam yang menjadi pemimpin manusia sepanjang masa itu. kepemimpinan mereka adalah kepemipinan Allah, maka Allah sajalah yang berhak memilih, menentukan, menguji, mengangkat siapa diantara hamba-hambanya yang hendak dijadikan sebagai perantara antara manusia dengan Allah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #6 pada: Januari 16, 2013, 11:48:53 PM »
benar sekali. dan yang ditunjuk oleh Nabi Adam untuk menjadi imam adalah Nabi Sis. kemudian Nabi Sis tinggal di India.   Shri Rama dan Shri Khrisna adalalah keturunan Nabi Sis.

dalam suatu Majelis, pernah ustadz Abah menyebutkan nama para Imam sejak Nabi Adam sambung bersambung terus hingga Nabi Ibrahim, Hingga Musa, Isa, Nabi Muhammad dan sampai Imam yang terakhir, yaitu Nabi Adam. dari satu rasul yang satu ke pada rasul yang lain disambung oleh 12 imam. tapi pernah kurang dan tidak pernah lebih dari jumalh 12 itu. Washi (pewaris kepemimpinan) Nabi Adam adalah nabi Sis, washi Ibrahim adalah Ismail, Washi Sulaiman adalah Asif Ibnu Barqiya, Washi Musa  adalah Harun, washi Nabi Muhammad. saya menyesal tidak mencatat nama para imam yang menjadi pemimpin manusia sepanjang masa itu. kepemimpinan mereka adalah kepemipinan Allah, maka Allah sajalah yang berhak memilih, menentukan, menguji, mengangkat siapa diantara hamba-hambanya yang hendak dijadikan sebagai perantara antara manusia dengan Allah.

mereka adalah para Imam, beberapa dari para Imam tsb adalah para Nabi, dan beberapa dari para Nabi tsb adalah para Rasul. begitu kan kang?
apa perbedaan Imam, Nabi, dan Rasul?
bagaimana dengan istilah Khalifah? apa arti Khalifah? apakah setiap mereka juga pasti adalah Khalifah?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #7 pada: Januari 17, 2013, 05:09:46 AM »
Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang berada di jalan yang lurus, yang telah diberi nikmat, yang telah diberi anugrah ilmu dan hikmah kepada mereka. bedanya, setiap Rasul Allah adalah Nabi. tapi tidak setiap Nabi adalah Rasul Allah. Rasul Allah memilki beban tanggung jawab yang lebih besr dari Nabi. karena Rasul Allah diutuskan kepada kaum tertentu, wajib menyampaikan pesan-pesaan ilahiah kepada mereka, seperti Musa yang diutus bagi kaum Bani Israel. sedangkan Nabi tidak diutus untuk menyampaikan suatu risalalah tertentu. apa yang ia sampaikan kepada umat adalah risalah utusan sebelumnya. Nabi memperoleh wahyu melalui mimpi-mimpi, atau memperoleh wahyu seperti memperoleh ilham/inspirasi, dan mendapat berita dari wahyu itu bahwa dirinya Nabi. sedangkan Rasul Allah memperoleh wahyu dengan cara berbicara dan berdialog langsung dengan malaikat Jibril dalam keadaan jaga. ia datang membawa risalah baru dari Allah yang wajib bagi Rasul tersebut menyampaikan risalah tersebut kepada umat manusia atau kaum tertentu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #8 pada: Januari 17, 2013, 05:18:50 AM »
Nabi, Rasul dan Imam itu memiliki perbedaan kelas. seorang Nabi yang dipilih, kemudian dapat diangkat menjadi Rasul Allah. tak ada Rasul Allah yang bukan Nabi. karena Rasul Allah sudah berarti Nabi Allah, kecuali para Rasul Allah dari kalangan malaikat. para malaikat yang diutus ini tidak disebut Nabi. kemudian, dari para Nabi dan Rasul Allah itu ada yang dipilih untuk menjadi imam. tidak setiap nabi dan Rasul adalah imam. tidak pula setiap Imam itu nabi dan Rasul. Selama ada nabi, maka imam tentulah dipilih dari para nabi. apabila tidak ada nabi dan rasul, maka imam dipilih dari orang-orang shaleh, hamba Allah yang telah dipilih oleh Nya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #9 pada: Januari 17, 2013, 05:24:44 AM »
adapun mengenai khalifah, jika khalifah ini adalah maksudnya pemimpin negara, maka tidaklah wajib bagi seorang imam untuk menjadi khalifah. boleh jadi, imam itu merangkap menjadi khalifah, boleh pula tidak. tetapi, bila khalifah ini maksudnya pengganti rasulullah saw, maka wajib bagi imam menjadi pengganti Rasulullah saw.

setiap imam adalah khalifah. tapi pengertian khalifah di sini bukan pemimpin negara, melainkan pemimpin alam semesta. kedudukan ini tidak dapat diganggu gugat. sehingga apabila Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, maka tidak ada seorangpun yang bisa menganggu gugat kedudukan Ali bin Abi Thalib. adapun Abu Bakar dan Umar, mereka hanyalah pemimpin negara, tidak menggantikan Rasulullah untuk memimpin alam semesta. kedudukan imam lebih tinggi dari khalifah. oleh karena itu, kepatuhan terhadap imam adalah wajib mutlak dan tidak terbatas kepada wilayah negara. tapi kepatuhan kepada pemimpin negara tidak wajib mutlak dan terbatas kepada wilayah negara. pemimpin negara pun wajib patuh kepada imam.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #10 pada: Januari 17, 2013, 07:49:14 AM »
secara sengaja atau tidak sengaja, piramida logika merupakan dasar pembentukan "isme". Terlepas secara ilmiah "isme" tersebut benar atau tidak, dan terlepas dari seseorang dapat menerima atau tidak.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #11 pada: Januari 17, 2013, 09:17:48 AM »
Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang berada di jalan yang lurus, yang telah diberi nikmat, yang telah diberi anugrah ilmu dan hikmah kepada mereka. bedanya, setiap Rasul Allah adalah Nabi. tapi tidak setiap Nabi adalah Rasul Allah. Rasul Allah memilki beban tanggung jawab yang lebih besr dari Nabi. karena Rasul Allah diutuskan kepada kaum tertentu, wajib menyampaikan pesan-pesaan ilahiah kepada mereka, seperti Musa yang diutus bagi kaum Bani Israel. sedangkan Nabi tidak diutus untuk menyampaikan suatu risalalah tertentu. apa yang ia sampaikan kepada umat adalah risalah utusan sebelumnya. Nabi memperoleh wahyu melalui mimpi-mimpi, atau memperoleh wahyu seperti memperoleh ilham/inspirasi, dan mendapat berita dari wahyu itu bahwa dirinya Nabi. sedangkan Rasul Allah memperoleh wahyu dengan cara berbicara dan berdialog langsung dengan malaikat Jibril dalam keadaan jaga. ia datang membawa risalah baru dari Allah yang wajib bagi Rasul tersebut menyampaikan risalah tersebut kepada umat manusia atau kaum tertentu.

setuju.


Nabi, Rasul dan Imam itu memiliki perbedaan kelas. seorang Nabi yang dipilih, kemudian dapat diangkat menjadi Rasul Allah. tak ada Rasul Allah yang bukan Nabi. karena Rasul Allah sudah berarti Nabi Allah, kecuali para Rasul Allah dari kalangan malaikat. para malaikat yang diutus ini tidak disebut Nabi. kemudian, dari para Nabi dan Rasul Allah itu ada yang dipilih untuk menjadi imam. tidak setiap nabi dan Rasul adalah imam. tidak pula setiap Imam itu nabi dan Rasul. Selama ada nabi, maka imam tentulah dipilih dari para nabi. apabila tidak ada nabi dan rasul, maka imam dipilih dari orang-orang shaleh, hamba Allah yang telah dipilih oleh Nya.

tidak setiap nabi dan Rasul adalah imam <<< oh,, saya kira tadinya setiap Nabi & Rasul adalah Imam kang...
lalu, Nabi & Rasul yang bagaimana yang merupakan Imam? apa perbedaan tugas seorang Nabi dan atau Rasul yang bukan Imam dengan seorang Nabi dan atau Rasul yang Imam?

lalu
Nabi, Rasul dan Imam itu memiliki perbedaan kelas <<< kelas mana yang lebih tinggi antara Rasul yang bukan Imam dan Imam yang bukan Rasul?
kelas mana pula yang lebih tinggi antara Nabi yang bukan Rasul dan bukan Imam, dengan Imam yang bukan Nabi?


adapun mengenai khalifah, jika khalifah ini adalah maksudnya pemimpin negara, maka tidaklah wajib bagi seorang imam untuk menjadi khalifah. boleh jadi, imam itu merangkap menjadi khalifah, boleh pula tidak. tetapi, bila khalifah ini maksudnya pengganti rasulullah saw, maka wajib bagi imam menjadi pengganti Rasulullah saw.

setiap imam adalah khalifah. tapi pengertian khalifah di sini bukan pemimpin negara, melainkan pemimpin alam semesta. kedudukan ini tidak dapat diganggu gugat. sehingga apabila Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, maka tidak ada seorangpun yang bisa menganggu gugat kedudukan Ali bin Abi Thalib. adapun Abu Bakar dan Umar, mereka hanyalah pemimpin negara, tidak menggantikan Rasulullah untuk memimpin alam semesta. kedudukan imam lebih tinggi dari khalifah. oleh karena itu, kepatuhan terhadap imam adalah wajib mutlak dan tidak terbatas kepada wilayah negara. tapi kepatuhan kepada pemimpin negara tidak wajib mutlak dan terbatas kepada wilayah negara. pemimpin negara pun wajib patuh kepada imam.

status Khalifah yang dijabat Abu Bakar, Umar, dan Usman merupakan Khalifah dalam artian pengganti Rasul atau pemimpin negara??
« Edit Terakhir: Januari 17, 2013, 09:44:46 AM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #12 pada: Januari 17, 2013, 12:04:42 PM »
kelas imam lebih tinggi dari kelas Nabi dan Rasul. kenapa? sebab sebagaimana kelas Rasul, dalam semua kisah tidak ada rasul yang kemudian diangkat menjadi nabi, melainkan sebaliknya, menjadi nabi kemudian diangkat menjadi Rasul. demikian pula halnya dengan imam. tidak ada yang menjadi Imam kemudian diangkat menjadi nabi dan Rasul. tapi para imam sebelum masa nabi itu adalah menjadi nabi terlebih dahulu, diangkat menjadi rasul, kemudian diuji kembali oleh Allah, barulah setelah itu diangkat menjadi imam. sebagaimana yang tertulis dalam surah al Baqarah : 124.

"Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, maka ia menyelesaikan (ujian itu). Allah berfirman "Sesungguhnya aku hendak menjadikanmu imam bagi manusia."

ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya tersebut, ibrahim as sudah dalam posisi sebagai Nabi dan Rasul. dengan demikian, kelas Imam lebih tinggi dari kelas Rasul.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #13 pada: Januari 17, 2013, 12:54:39 PM »
Kutip dari: Kang Asep
kelas imam lebih tinggi dari kelas Nabi dan Rasul. kenapa? sebab sebagaimana kelas Rasul, dalam semua kisah tidak ada rasul yang kemudian diangkat menjadi nabi, melainkan sebaliknya, menjadi nabi kemudian diangkat menjadi Rasul. demikian pula halnya dengan imam. tidak ada yang menjadi Imam kemudian diangkat menjadi nabi dan Rasul. tapi para imam sebelum masa nabi itu adalah menjadi nabi terlebih dahulu, diangkat menjadi rasul, kemudian diuji kembali oleh Allah, barulah setelah itu diangkat menjadi imam. sebagaimana yang tertulis dalam surah al Baqarah : 124.

"Dan ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, maka ia menyelesaikan (ujian itu). Allah berfirman "Sesungguhnya aku hendak menjadikanmu imam bagi manusia."

ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya tersebut, ibrahim as sudah dalam posisi sebagai Nabi dan Rasul. dengan demikian, kelas Imam lebih tinggi dari kelas Rasul.

ketika seorang Nabi / Rasul telah diangkat menjadi Imam, apakah dia juga berarti menerima tugas tambahan? tugas yang semasa menjadi Nabi / Rasul belum menjadi tanggungjawabnya?
jika iya, tugas apa itu?

Imam lebih tinggi dari Rasul, tapi menjadi Imam tak harus didahului dengan menjadi Rasul ya?
apakah ini juga berlaku bagi seorang Rasul? adakah Rasul yang tanpa menjadi Nabi terlebih dahulu?

kapan Rasulullah diangkat menjadi Nabi, kapan menjadi Rasul, dan kapan menjadi Imam?
kapan Imam Ali diangkat menjadi Imam? setelah Rasulullah wafat atau sebelumnya?


adapun mengenai khalifah, jika khalifah ini adalah maksudnya pemimpin negara, maka tidaklah wajib bagi seorang imam untuk menjadi khalifah. boleh jadi, imam itu merangkap menjadi khalifah, boleh pula tidak. tetapi, bila khalifah ini maksudnya pengganti rasulullah saw, maka wajib bagi imam menjadi pengganti Rasulullah saw.

setiap imam adalah khalifah. tapi pengertian khalifah di sini bukan pemimpin negara, melainkan pemimpin alam semesta. kedudukan ini tidak dapat diganggu gugat. sehingga apabila Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, maka tidak ada seorangpun yang bisa menganggu gugat kedudukan Ali bin Abi Thalib. adapun Abu Bakar dan Umar, mereka hanyalah pemimpin negara, tidak menggantikan Rasulullah untuk memimpin alam semesta. kedudukan imam lebih tinggi dari khalifah. oleh karena itu, kepatuhan terhadap imam adalah wajib mutlak dan tidak terbatas kepada wilayah negara. tapi kepatuhan kepada pemimpin negara tidak wajib mutlak dan terbatas kepada wilayah negara. pemimpin negara pun wajib patuh kepada imam.

jika Abu Bakar dan Umar adalah pemimpin negara, apa pula alasan Imam Ali untuk tidak/menunda bai'atnya kepada Abu Bakar? bukankah bai'at tsb hanyalah terkait status Abu Bakar sebagai pemimpin negara saja...
padahal sebagai Imam, Ali tak mesti harus menjadi pemimpin negara kan? dan statusnya sebagai Imam pemimpin alam semesta sama sekali tak terganggu gugat dengan status Abu Bakar sebagai pemimpin negara kan?

Abu Bakar dan Umar sama sekali tak mengganggu status Ali sebagai Imam pemimpin alam semesta.
mereka hanya menjadi pemimpin negara, dan atas alasan ini tentu Abu Bakar dan Umar tidak bisa disalahkan kan?
« Edit Terakhir: Januari 17, 2013, 12:58:54 PM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Cara Berlogika dengan 2 (Dua) Kalimat Setara
« Jawab #14 pada: Januari 17, 2013, 01:20:26 PM »
ketika seorang Nabi / Rasul telah diangkat menjadi Imam, apakah dia juga berarti menerima tugas tambahan? tugas yang semasa menjadi Nabi / Rasul belum menjadi tanggungjawabnya?
jika iya, tugas apa itu?

tugas imam adalah meneruskan risalah Rasul, memberi petunjuk dengan petunjuk dari Allah dan berfungsi sebagai hujjatullah.

hal ini berbeda dengan fungsi Rasulullah, yaitu pembawa pesan ilahiah, pemberi kabar gembira bagi orang-orang beriman, dan pemberi peringatan kepada kaum kafir.

Quote (selected)
Imam lebih tinggi dari Rasul, tapi menjadi Imam tak harus didahului dengan menjadi Rasul ya?

benar demikian.

Quote (selected)
apakah ini juga berlaku bagi seorang Rasul? adakah Rasul yang tanpa menjadi Nabi terlebih dahulu?

itulah yang membedakan keimamahan dan kerasulan. seorang rasul mestilah menjadi nabi terlebih dahulu. atau dengan kata lain, seorang rasul berarti juga ia seorang nabi. rasul Allah include nabi Allah. sedangkan seorang imam tidak include nabi dan rasul.

Quote (selected)
kapan Rasulullah diangkat menjadi Nabi, kapan menjadi Rasul, dan kapan menjadi Imam?

beliau menjadi nabi sejak beliau kecil. menjadi rasul ketika usia ali menginjak umur 10 tahun. dan menjadi imam setelah wafatnya imam sebelum beliau.

Quote (selected)
kapan Imam Ali diangkat menjadi Imam? setelah Rasulullah wafat atau sebelumnya?

sesudah rasulullah wafat, berdasarkan wasiat rasulullah ketika beliau masih hidup. jadi, rasulullah berwasiat, bahwa bila dirinya wafat, maka Ali lah yang menjadi imam bagi manusia.


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
2135 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 20, 2013, 10:13:36 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2440 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2012, 05:50:33 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2682 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2013, 09:02:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1625 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2015, 03:48:45 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
662 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 19, 2014, 02:40:54 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
742 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2014, 10:10:28 AM
oleh ratna
0 Jawaban
784 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 25, 2014, 01:53:05 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
496 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 11:14:00 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
314 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 08, 2015, 11:41:16 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
530 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 08:23:53 AM
oleh joharkantor05

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan