Penulis Topik: Berpikir dan Bertanya tanpa Spekulasi  (Dibaca 1040 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Berpikir dan Bertanya tanpa Spekulasi
« pada: September 22, 2014, 07:06:42 AM »
Keterampilan berpikir logis tidak serta merta membuat saya mengetahui jawaban dari pertanyaan setiap pertanyaan. Logika bukanlah alat yang bisa membuat kita bisa tahu segala jawaban, tetapi sebagai alat yang membuat kita mengerti, apa dan bagaimana seharusnya kita bertanya agar dapat memahami suatu persoalan dengan mengurai membidik definisi, klasifikasi dan syllogisme. 

Logika tidak membuat kita menjadi tahu segala pengetahuan, melainkan membuat kita sadar hal-hal apa saja yang belum dan perlu kita ketahui. Dan satu hal yang sangat penting, Logika dapat membuat kita tahu cara membantu orang mengeluarkan kebenaran yang ada di dalam pikirannya sendiri, sehingga kita dapat mengajar orang dengan hanya mengajukan pertanyaan, tanpa sedikitpun menyatakan sesuatu.

Agar dapat terampil menggunakan logika, dibutuhkan Pikiran yang jernih. Demi kejernihan pikiran, “kejujuran dipertaruhkan” saat kita menghadapi pertanyaan-pertanyaan, baik itu dari orang lain maupun dari diri sendiri. Lebih baik kita sering katakan “tidak tahu” dari pada kita sering memberikan jawaban yang tidak jelas nilai kebenarannya bagi kita sendiri. Ini namanya menghindari Spekulasi.

Sebagai contoh :

Quote (selected)
muncul pertanyaan di dalam pikiran saya sendiri tentang Pilkada. Pertanyaan ini muncul karena secara sepintas lalu menyaksikan berita kontroversi mengenai  RUU Pilkada atau perdebatan mengenai, apakah “Dipilih langsung oleh rakyat “ ataukah “tidak” ? Seorang pakar pernah menjelaskan bahwa “tidak dipilih langsung” sebagai hal yang benar, karena sesuai dengan konstritusi. Dan pemilihan langsung oleh rakyat tidak seuai dengan konstitusi. Dari pernyataan pakar ini, muncul pula pertanyaan lain, “Benarkah?” Dan saya belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Keterampilan berpikir logis, tidak serta membuat kita dapat menjawab pertanyaan “benar” atau “salah”.  Sebab untuk menilai “benar” atau “salah” secara logika, dibutuhkan premis-premis. Jika saya gagal menemukan premis yang dibutuhkan, maka saya gagal untuk dapat menilai “benar” atau “salah” terhadap suatu pernyataan. Tetapi, apabila saya dapat mengajukan sebuah pertanyaan yang benar, maka ini sudah merupakan sebuah keberhasilan bagi saya, tidak peduli apakah suatu jawaban akan diberikan atau tidak. Berlandas kepada logika, saya sekedar bertanya. Jika Anda mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka silahkan berikan jawaban.

Apa itu Pilkada, apa itu Pemilukada ? Apa itu baik ?

Ini berarti saya menanyakan definisi. Dari definisi tersebut akan terurai pula klasifikasi, dan akhirnya menguji kebenarn definisi tersebut dengan syllogisme.  Definisi merupakan unsur utama yang sangat penting untuk ditanyakan dan diperhatikan dalam mengawali upaya berpikir logis.

Sekarang saya sudah menyiapkan banyak pertanyaan. Tapi kepada siapa pertanyaan ini akan diajukan ? jika pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan kepada diri saya sendiri, maka saya jawab “tidak tahu”. Tentu saja, saya dapat melakukan beberapa upaya agar dapat menjawab pertanyaan seperti dengan mencarinya pada mesin pencari google atau mendatangi pihka-pihak yang berkompeten untuk memberikan jawaban. Dan akan saya lakukan, pada waktu saya merasa perlu untuk mendapatkan jawaban tersebut. Tetapi adakalanya, saya mengajukan pertanyaan tanpa merasa butuh “mendapatkan jawaban”, melainkan sekedar untuk menggelitik pikiran orang dengan pertanyaan-pertanyaan itu atau untuk memberi tahu bahwa “inilah pertanyaan yang perlu Anda tanyakan”. Jika orang itu memberikan jawaban, maka jawaban itu bagi dirinya sendiri, bukan untuk saya. Adakalanya pula, saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan memang dengan harapan untuk memperoleh jawaban. Memberikan suatu jawaban memang tidaklah mudah. Demikian pula, menciptakan sebuah pertanyaan, bukan persoalan mudah. Sehingga kita perlu menghargai pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban.

Sekarang saya berpikir bahwa jika dengan kemampuan berpikir logis, kita dapat menguraikan data dan fakta mengenai Pilkada, sehingga akhirnya dapat memberi pencerahan pada para politikus yang sedang memperdebatkan masalah Pilkada, maka tentu hal itu akan bermanfaat. Tapi mengurai data dan fakta seperti itu tampaknya bukan pekerjaan mudah, melainkan pekerjaan yang berat dan besar. Terutama karena saya bukan ahli di bidang hukum Tata Negara atau semacamnya. Sedangkan pihak yang ahli dibidangnya, mungkin akan dengan mudah sampai pada suatu kesimpulan yang benar. Masalahnya, jika tidak ada pihak ahli yang dipercaya oleh kedua belah pihak yang bertentangan pendapat, maka pendapat ahli tidak dapat menjadi solusi pertentangan, kecuali dengan pembuktian kebenaran yang tidak terbantahkan.

Demikian pula saya, dalam soal Pilkada ini, belum ada ahli hukum yang saya rasa dapat saya percayai kebenaran pernyataannya. Dan saya khawatir, pendapat ahli hukum tersebut keliru karena terbawa arus kepentingan politik, tetapi pernyataan ahli yang keliru tersebut kemudian mempengaruhi masyarakat secara dominan. Akibatnya, kesalahan akan dilakukan secara berjamaah. Inilah yang membuat saya merasa “Penting” untuk menyelidiki persoalan Pilkada dari sudut pandang logika, untuk menyumbangkan pemikiran terhadap masyarakat, dengan harapan menjadi sumbangan yang berharga bagi masyarakat banyak. Ini berarti juga kepedulian terhadap persoalan kehidupan bernegara.

Jika Anda adalah orang yang berpendapat bahwa “Pilkada yang dipilih langsung oleh rakyat” merupakan “Pilkada yang tidak sesuai konstitusi”, maka saya ingin bertanya kepada Anda, konstitusi yang mana ? Perundang-undangan mana yang betentangan dengan Pilkada langsung ?

Ternyata saya tidak bisa mengabaikan persoalan-persoalan politik yang beritanya sampai kepada saya melalui media masa. Ada perasaan berdosa bila saya mengabaikan persoalan politik yang dampaknya akan mempengaruhi seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak tenteram hanya tinggal diam tanpa ikut serta memikirkan mana hak mana batil, mana benar dan mana salah. Saya akan merasa tentram apabila telah sampai pada suatu kesimpulan yang pasti, sehingga saya dapat menentukan sikap ideologi mana yang harus saya bela. Walaupun saya tidak naik ke panggung politik, tapi kebenaran bisa disebarkan mulai dari sini, dari tempat saya duduk. Tetapi, sekarang saya seperti tertindas oleh kebodohan, tidak mengetahui mana benar dan mana salah. Belum dapat menentukan sikap, mana yang harus dibela ? Logika saya baru dapat melahirkan pertanyaan-pertanyaan tentang Pilkada, belum melahirkan jawaban-jawaban. 

Renungan saya tentang Pilkada tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan. Dan mengajukan banyak pertanyaan bukanlah suatu yang salah, tidak termasuk kepada spekulasi. Hanya bertanya dan menyebarkan pertanyaan, agar orang-orang bertanya seperti yang saya tanyakan. Saya berharap, pertanyaan-pertanyaan saya menjadi pertanyaan masal. Dengan cara itu, akhirnya saya mendapatkan jawaban “tanpa harus pergi jauh”. Dan selama saya memikirkan sesuatu tanpa spekulasi, maka hal itu cukup bagi saya. Terhindarnya pikiran dari spekulasi adalah mesti bagi kejernihan akal pikiran. Tapi mendapat jawaban dari apa yang ditanyakan, tidaklah mesti.

Bagaimana menurut Anda, apakah di dalam paparan saya tersebut di atas ada yang merupakan spekulasi ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1439 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 04:49:50 PM
oleh Awal Dj
10 Jawaban
14390 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2013, 05:12:04 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1004 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 14, 2013, 05:24:55 PM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
15552 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1227 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 05:43:28 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1040 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2013, 07:07:47 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1422 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2014, 08:42:37 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
4698 Dilihat
Tulisan terakhir September 19, 2014, 09:36:06 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1055 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 15, 2015, 07:22:50 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
383 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2016, 07:31:21 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan