Penulis Topik: Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil  (Dibaca 2194 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil
« pada: Oktober 01, 2012, 09:03:37 PM »
Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil

Sesungguhnya nabi saw telah meminta upah kepada kaum muslimin atas seruannya. Dalil dari hal tersebut adalah surah 34:47 sebagai berikut :

Katakanlah: "Upah apa pun yang aku minta kepada kalian, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".

Tapi ada yang membantah bahwa ayat tersebut merupakan bukti bahwa nabi saw meminta upah kepada kaum muslimin. Dan ia berkata, “Nabi saw hanya meminta upah kepada Allah”.  Mari kita renungkan dengan tenang persoalan ini.

Jika dikatakan, “Nabi saw hanya meminta upah kepada Allah”, itu berarti “Nabi tidak meminta upah kepada manusia”.  Hal ini jelas bertolak belakang dengan perkataan nabi yang diabadikan di dalam al Quran tersebut, yaitu bahwa “aku minta kepada kalian”.  “aku” di situ adalah nabi saw. Dan “kalian” adalah “manusia”. Jadi, jelas nabi meminta upah kepada manusia. Bandingkan pertentangan berikut :

Nabi meminta upah kepada manusia
Nabi tidak meminta upah kepada manusia

Sebenarnya, ayat tersebut terlalu jelas untuk dibantah, bahwa nabi meminta upah kepada manusia. Sungguh mengherankan, bagaimana ayat sejelas itu masih juga dibantah?

Ayat al Quran itu berbunyi “Upah apa pun yang aku minta kepada kalian”. Kalau diuraikan secara logika, pertama perlu dipisahkan terlebih dahulu, mana subjek dan mana predikatnya. Subjeknya adalah “aku”, sedangkan predikatnya adalah “meminta upah kepada kalian”. Kegagalan memahami dan memisahkan mana subjek dan mana predikat, bisa mengakibatkan kegagalan dalam memahami makna sebuah kailmat. Setelah difahami mana subjek dan predikatnya, maka proposisi yang terkandung dalam ayat tersebut adalah “nabi meminta upah pada kalian”. Lalu berdasarkan suatu alasan, kalimat ini ditafsir “nabi tidak meminta upah kepada kalian”. Akhirnya, kalimat dengan maknanya menjadi dua proposisi yang bersifat kontrari (bertentangan). Adapun sifat kontrari adalah “mustahil sama-sama benar”. Dengan demikian, mustahil makna ayat tersebut berarti “nabi tidak meminta upah kepada manusia”.

Mari kita kemukakan contoh-contoh lainnya :

Jika dikatakan “batu adalah benda padat”
Maka mustahil artinya “batu bukan benda padat”.

Jika dikatakan bahwa “gajah adalah hewan”
Maka mustahil “gajah bukan hewan”.

Jika anda berkata, “saya adalah seorang dokter”
Itu tidak mungkin sama artinya dengan “saya bukan seorang dokter”.

Demikian pula, bila dikatakan “nabi meminta upah kepada kalian”
Maka mustahil itu artinya adalah “nabi tidak meminta upah kepada kalian”.

Ini adalah contoh-contoh yang sangat gamblang. Masihkah orang ingin mengingkarinya?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline dw4ryf

Re:Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil
« Jawab #1 pada: Pebruari 09, 2013, 02:24:19 PM »
^ Iya kang Nabi meminta upah. Namun disini sepertinya makna perlu diperjelas apakah Nabi menginginkan upah seperti Uang, barang-barang, atau upah2 yang berbentuk materi lainnya. Adakah yang bisa menjelaskan makna upah dalam ayat tersebut?
« Edit Terakhir: Pebruari 09, 2013, 02:26:59 PM oleh dw4ryf »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil
« Jawab #2 pada: Pebruari 09, 2013, 03:54:07 PM »
upah yang diminta oleh Nabi itu bukan uang, emas, perak dan sebagainya, melainkan al Mawaddah Fil Qurba, yaitu kecintaan pada keluarganya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Jeff

Re:Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil
« Jawab #3 pada: Pebruari 20, 2013, 06:02:10 AM »
Assalamu'alaikum kang Asep, kang dw4ryf... salam kenal, sy anggota baru disini   :) ...
Oya, kang... klo mengirimkan Salawat apakah itu termasuk bentuk kecintaan kepada Nabi dan keluarganya?
Makasih pencerahannya kang... :)
Allah Maha Memudahkan...
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 428
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bentuk Pertentangan Kalimat Dengan Maknanya yang Mustahil
« Jawab #4 pada: Pebruari 20, 2013, 10:13:36 AM »
^ betul. bershalawat itu salah satu bentuk kecintaa kepada nabi dan keluarganya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2483 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2012, 05:50:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1840 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2013, 08:25:32 PM
oleh Kang Asep
35 Jawaban
7403 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2013, 11:37:48 AM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
3207 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 20, 2015, 02:36:31 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
726 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 05:28:12 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1467 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 02:10:36 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
618 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 01, 2015, 11:49:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
423 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2016, 04:26:45 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
318 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2016, 05:08:56 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
199 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:43:53 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan