Penulis Topik: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu  (Dibaca 1694 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« pada: Oktober 04, 2013, 04:38:02 AM »
Semua mazhab Islam, walaupun bertentangan pendapat secara tajam, tapi sama-sama menggunakan dalil al Quran, termasuk mereka yang menolak hadis yang saya sebut kaum Anti Hadis. Dalil-dalil al Quran yang mereka pergunakan untuk menolak hadis diantaranya :

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan (hadis) manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya. (Q.S 45:6)

Maka kepada perkataan (hadis) apakah selain Al Qur'an ini mereka akan beriman?   (Q.S 77:50)

Sementara kaum muslimin pada umumnya meyakini bahwa hadis nabi saw merupakan mubayin (penjelas al Quran). Sedangkan kaum Anti Hadis menyangkalnya. Karena menurut mereka, segalanya sudah dijelaskan dalam al Quran secara gamblang.

Sementara di sisi lain, para Anti Hadis ini tampak rajin berdebat, mencoba menjelaskan dan menyebarkan fahamnya pada banyak orang. Dia menyalahkan penafsiran orang lain terhadap al Quran, dan lalu menjelaskan tafsiran yang benar menurut versinya sendiri. Jelas sekali apa yang mereka lakukan itu bahlul bin bodoh. Kalau memang mereka meyakini al Quran sudah lengkap, terperinci, jelas, gamblang, tidak membutuhkan penjelas lain selain dirinya sendiri, lalu untuk apa mereka menjelaskan al Quran  kepada orang lain ?

Ketika saya mengajukan pertanyaan ini kepada mereka, maka mereka akan menjawab, “Ya. al quran tidak membutuhkan penjelasan lain selain dirinya sendiri, termasuk penjelasan dari saya. Apa yang saya omongkan Cuma iseng.” Itulah si Bahlul anaknya si Bodoh cucunya si Dungu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline filsufsufi

Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #1 pada: Oktober 04, 2013, 08:48:33 PM »
hahahaha...ada juga emosinya kang Asep
 

Offline Sandy_dkk

Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #2 pada: Oktober 05, 2013, 03:47:59 AM »
yang kang Asep tulis diatas termasuk dalam fallacy yaitu bad names calling. walaupun fallacy, namun bisa ditujukan untuk kebaikan walaupun hasilnya belum tentu baik. dan fallacy yang ditujukan untuk keburukan pun hasilnya belum tentu buruk.


fallacy of bad name calling bisa ditujukan untuk keburukan bisa juga untuk kebaikan.

misalnya: "kamu bodoh, tidak mengerti logika!"

tujuannya buruk jika si pembuat fallacy bermaksud untuk membuat orang lain menjadi merasa kehilangan harga diri. namun hasilnya belum tentu buruk, karena si penerima fallacy mungkin saja malah menjadi bersemangat untuk belajar logika.

tujuannya baik jika si pembuat fallacy bermaksud untuk membuat orang lain menjadi bersemangat untuk belajar logika. namun hasilnya belum tentu baik, karena si penerima fallacy mungkin saja malah menjadi merasa kehilangan harga diri dan benci kepada para ahli logika.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #3 pada: Oktober 05, 2013, 05:25:42 AM »
^ benar

baik dan buruk suatu emosi harus dilihat dari pengaruh mental terhadap kesehatan tubuh dan mental. apabila ia bersifat destruktif, maka itu merupakan hal buruk. apabila ia bersifat konstruktif, maka ia merupakan hal baik. yang terutama harus dilihat dari pengaruh mental si pembuat pernyataan terhadap dirinya sendiri. sebab kata-kata seseorang yang akan merusak orang lain adalah kata-kata yang merusak dirinya sendiri. misalnya, jika saya mengatakan hal-hal yang buruk kepada kang sandy, maka sebelum batin kang sandy menjdi rusak, niscaya batin saya sendiri menjadi rusak karenanya.


Sang Guru adalah orang yang keras. suatu hari saya diisukan berslingkuh. lihat dalam cerpen perselingkuhanku dengan gadis bernama Kania . Mendengar kabar serupa itu, ibu saya menangis, lalu datang ke rumah  lalu memarahi saya. lalu saya merasa marah dan kecewa, mengapa ibuku tidak menyelidiki permasalahannya, bertanya dulu atau bagaimana. ibuku berkata, "Mengapa kamu melakukan ini nak? tidak cukupkah apa yang terjadi pada ibumu? lebih baik aku tidak kamu akui sebagai ibumu, kalau seperti ini." kata-kata yang menusuk batin. Ibu saya menangis dengan tangisan yang berasal dari suatu perasaan yang sakit. itulah yang lebih menyakitkan saya. jika ibuku memarahi saya, atau menampar saya, mungkin saya akan lebih sabar terhadapnya. tapi ketika saya melihat ibu tersakiti oleh kesalah fahamannya, ini yang jauh lebih berat bagi saya. waktu itu istriku tidak ada di rumah.

lalu Sang Guru juga datang ke rumah. istriku sedang ada di rumah. dipanggilnya lah istriku agar duduk berdampingan dengan saya. lalu Sang Guru bertanya, "saya mendengar kamu berslingkuh. apa benar?"

dan saya tidak ingin membela diri, "Benar!"

"Muridku tau jalan yang terang dan jalan yang gelap. Ilmu yang aku ajarkan tidak akan menuntun ke jalan gelap. Pastilah orang lain hanya salah faham denganmu. saya wasiatkan kepadamu, jangan kau sakiti istrimu! kalau saya denger kamu menyakiti istrimu, saya yang akan gebukin kamu!" demikian kata sang Guru.

ajaibnya, walaupun mendengar ancaman seperti itu, tapi justru saya merasa bahagia. pertama, karena dia tidak percaya bahwa saya telah menempuh jalan yang salah, walaupun saya mengakuinya. Dia waspada. kedua, sang Guru telah menggembirakan istriku, sehingga istriku merasa ada pembela yang kuat, yang membuatnya yakin dan aman. itu seperti mencabut penyakit dari tubuh istriku. tentu suaminya juga merasa senang. yang ketiga, kata-kata yang tampaknya seburuk apapun dari sang guru, tidak pernah berasal dari itikad yang buruk, dan lahir dari kasih sayang. Keempat, ada banyak hal yang tidak bisa terkatakan, ketika sang guru mengatakan "kamu goblok!" itu bisa melahirkan kebahagiaan pada diri orang lain. sementara, banyak orang yang mengatkan demikian, hanya menimbulkan perasaan sakit pada diri orang lain.

baik buruk suatu kata-kata tidak bisa dilihat dari kata-katanya itu sendiri, seperti benar salahnya sebuah konklusi, tidaklah mungkin bisa dilihat dari konklusinya itu sendiri, melainkan harus diperhatikan argumen-argumennya.

seperti bila saya berkata kepada seorang wanita, "kamu adalah pelacur". tampaknya ini perkataan yang sangat buruk dan salah. tapi sebagai logicer, tentu tidak bisa kita menyalahkan begitu saja. karena untuk menilai bena dan salah, logika punya aturan yang jelas. Bila "kamu adalah penjahit. dan penjahit adalah pelacur. maka benar, kamu itu pelacur".  secara logika, kebenaran konklusi itu tidak bisa dibantah, dan tidak bernilai buruk. di luar hukum logika, mungkin lain penilaian.

ada hukum lain yang menilai benar salah, baik buruk suatu kata-kata, yaitu hukum mistik. bagi yang telah menyelami hukum mistik, semua itu sudah jelas, seperti jelasnya aturan untuk nilai true or false pada logika.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline filsufsufi

Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #4 pada: Oktober 05, 2013, 07:22:10 AM »
^^hmmm, kok sepintas sy menangkap "logika tidak dapat menilai baik-buruk sebuah bahasa"
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #5 pada: Oktober 05, 2013, 07:49:53 AM »
benar. Logika tidak menilai baik dan buruk sesuatu, tapi menilai benar dan salahnya setiap proposisi.

"mencaci maki adalah hal buruk"

dengan logika kita dapat menguji, apakah proposisi tersebut berniali true (benar) atau false (salah)

kalau ada yang betanya kepada Anda, "Apakah Anda seorang germo?" menurut hukum logika, pertanyaan tersebut tidak bernilai benar, juga tidak bernilai salah, tidak bernilai baik maupun buruk. tetapi menurut etika, estetika, itu jelas pertanyaan yang tidak sopan, salah dan buruk.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline filsufsufi

Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #6 pada: Oktober 05, 2013, 09:01:18 AM »
^kalo baik-buruk saja logika tidak mampu tahu, bagaimana bisa tahu benar-salah

walau yang benar tidak selalu baik, tetapi perintah Allah pasti baik dan bernilai kebenaran
walau pun buruk tidak berarti harus salah, tetapi larangan Allah pastilah kepada sesuatu yg buruk

gimana tuh?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #7 pada: Oktober 05, 2013, 10:45:15 AM »
jadi, menurut ilmu logika, tau benar - salah sudah cukup, dan tidak butuh tau baik atau buruk.

dalam logika, nilai baik dan buruk tidak diakui esksistensinya. yang ada hanyalah nilai "benar" atau "salah". itulah sifat ilmu yang bebas nilai,serupa dengan ilmu matematika, biologi, fisika, dsb.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re: Bahlul Bin Bodoh Bin Dungu
« Jawab #8 pada: Oktober 05, 2013, 01:01:08 PM »
^kalo baik-buruk saja logika tidak mampu tahu, bagaimana bisa tahu benar-salah

walau yang benar tidak selalu baik, tetapi perintah Allah pasti baik dan bernilai kebenaran
walau pun buruk tidak berarti harus salah, tetapi larangan Allah pastilah kepada sesuatu yg buruk

gimana tuh?

dengan menilai benar atau salahnya sebuah proposisi yang mengandung premis predikat baik atau buruk, maka nilai baik buruk atas premis subjek pada proposisi tsb pun dapat diketahui.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
8 Jawaban
2283 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2015, 09:51:09 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
4849 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2012, 06:45:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2682 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 23, 2012, 07:48:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1689 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2013, 10:21:21 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
15165 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 03, 2013, 03:51:11 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1132 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2013, 06:31:57 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1105 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:52:10 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1391 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 08:20:58 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1395 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 04:17:26 AM
oleh Kang Asep
Umar bin Khattab

Dimulai oleh ratna « 1 2 » Sejarah

20 Jawaban
3899 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2013, 03:53:42 AM
oleh molecullarafric

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan