Penulis Topik: antara Nash dan Logika  (Dibaca 1205 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
antara Nash dan Logika
« pada: Juli 21, 2012, 04:25:37 PM »

Kita dihadapkan pada berbagai ajaran dari berbagai aliran dan mazhab dalam Islam yang satu sama lain saling bertentangan. Kita perlu memeras otak untuk menyelidiki, manakah diantara ajaran-ajaran itu yang haq dan mana yang bathil. Adapun yang menjadi paramter kebenaran ajaran-ajaran itu adalah nash. Manakah ajaran yang lebih banyak didukung oleh nash-nash shaheh dan mutawatir, maka itulah ajaran yang benar.

Dua aliran terbesar dalam Islam adalah sunni dan syiah. Keduanya memiliki perbedaan besar dalam hal imamah. Walaupun keduanya memiliki pertentangan yang tajam, tapi keduanya mengaku di dukung oleh nash-nash al-Quran dan Hadits. Untuk membuktikan mana ajaran yang haq dan mana yang bathil, diperlukan penyelidikan yang sungguh-sungguh terhadap nash-nash yang diklaim oleh masing-masing pihak sebagai nash-nash yang mendukung kebenaran ajaran mereka. Jumlah nash-nash yang harus diselidiki dari kedua belah pihak ini tidaklah sedikit, melaikan sangat banyak jumlahnya, ratusan bahkan ribuan kitab. Satu persatu harus kita uji, dari ajaran-ajaran itu manakah yang lebih banyak di dukung oleh nash. Cara ini merupakan cara yang panjang dan rumit untuk menentukan nilai sebuah ajaran, “benar” atau “salah”. Padahal metoda penyelidikan sebuah kebenaran dengan Logika adalah jauh leibh mudah dan simpel. Cukuplah dengan menemukan satu buah argumen, dan mengujinya dengan sebuah rumus logika, maka lahirkan suatu kesimpulan, apakah ajaran ini benar atau salah.

Ketika tidak ditemukan sebuah argumen logic dari sebuah pernyataan yang merupakan suatu ajaran, maka tidak ada nilai “benar” maupun “salah” dari ajaran tersebut. jika ditemukan argumen, maka barulah dapat lahir, apa nilai sebuah ajaran tersebut. simpel.

Salah satu contoh pertentangan sunni dan syiah adalah kemaksuman Ali bin Abi Thalib. Menurut syiah “Ali adalah maksum”. Menurut sunni, “Ali tidak maksum”. Manakah yang benar dari kedua ajaran yang bertentangan ini? Jika satu pihak menyatakan bahwa Rasulullah telah mengabarkan kemaksuman Ali dalamsebuah nash, sedangkan yang lainnya mengingkari kebenaran nash tersebut, maka secara logika “jika memang kemaksuman Ali telah dikhabarkan oleh Rasulullah, berarti benar bahwa Ali adalah orang yang maksum.” Tetapi, “jika ternyata tidak, maka belum tentu Ali adalah orang yang maksum.” Tapi faktanya, dikhabarkan atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu harus memasuki wilayah ilmiah dan melakukan penyelidikan terhadap kebenaran nash-nash tersebut. Tapi tidaklah perlu setiap orang melakukan pembuktian hingga ke ranah ilmiah tersebut, yang penting setiap orang memiliki logika yang lurus. Biarkan saja para ahli yang melakukan penyelidikan dan berdebat tentang kebenaran nash-nash itu. Dengan Logika yang lurus, maka kita akan mengikuti jalan yang lurus.

Nash-nash itu berfungsi sebagai meterial syllogisme dalam Logika. Tetapi nash-nash bukanlah satu-satunya material syllogisme. Akan lebih berguna bila kita mengisi sisa umur kita untuk mengumpulkan material syllogisme itu dari alam semesta. Karena fakta-fakta yang ada di dalam semesta akan lebih cepat mengantarkan kita kepada kebenaran sejati, dari pada kita menghabiskan waktu membolak-balik ribuan kitab untuk menguji kebenaran sebuah ajaran.

Melalui penyelidikan logic terhadap alam semesta, akhirnya dapat diketahui bahwa adanya manusia paling suci diantara manusia suci adalah merupakan keniscayaan. Maka, Ali sebagai manusia maksum adalah lebih cocok dengan Logika dari pada ajaran yang menyatakan “Ali tidak maksum”. Akhirnya, justru yang menjadi tolak ukur kebenaran nash-nash ini adalah Logika. Logika inilah yang dapat menyaring nash-nash itu, mana yang benar dan mana yang palsu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2775 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2015, 11:42:09 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1590 Dilihat
Tulisan terakhir September 26, 2012, 10:16:34 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1227 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 07:55:17 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
1340 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 07:25:40 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1415 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 23, 2013, 09:18:36 PM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
2919 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2013, 06:47:27 AM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
2217 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2015, 10:22:55 AM
oleh Monox D. I-Fly
5 Jawaban
1269 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
7 Jawaban
1282 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 22, 2015, 06:17:35 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
330 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2016, 12:04:10 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan