Penulis Topik: Hakikat Belajar Krachtology  (Dibaca 1310 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Hakikat Belajar Krachtology
« pada: Desember 14, 2014, 07:36:47 AM »
Menurut Sang Guru, hakikat belajar Krachtology adalah untuk memahami betapa kecil, lemah, rapuh dan hinanya kita di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan untuk membuat kita menjadi manusia super dan merasa hebat.

Lalu beliau memberi contoh betapa lemah dan rapuhnya manusia dengan menunjukan 12 syaraf mematikan pada tubuh manusia, yang jika syaraf-syaraf tersebut ditotok dengan ujung jari, maka orangnya akan lumpuh atau mati. Salah seorang murid yang berutubuh kekar, disuruhnya mendekat. Lalu Sang Guru menotok syaraf pada bahu kanannya. Seketika tangan kanan pemuda itu menjadi lumpuh, dan tidak bisa digerakan. Kemudian Sang Guru menotok syaraf di bahu kirinya. Tangan kiri pemuda itupun lumpuh. Kini kedua tangan tidak bisa digerakan. Bayangkan, kalau bagian syaraf tersebut tertekan sesuatu tanpa sengaja, mungkin kita juga akan menderita kelumpuhan seperti itu. Tapi sejauh ini, kita aman-aman saja. itu berarti betapa banyaknya bahaya yang telah Tuhan hindarkan dari kita.

Saya ingat sewaktu SD dulu, teman-teman gemar bermain silet dengan cara menejempitkan silet itu pada kulit jari, lalu menyentilkannya. Silet itupun terbang ke udara, atau menancap di pintu sekolah sebagai sasaran tembak. Permainan tersebut cukup populer, sehingga banyak anak yang gemar melakukannya. Akibatnya, setiap hari silet tajam beterbangan di halaman atau di dalam ruangan kelas. Hinnga suatu hari, sebuah silet melesat melewati wajah bu Ropi, guru agama kami. Beliau terhenyak, membayangkan seandainya silet itu menancap di lehernya, maka tewaslah ia seketika. Beliau marah besar, dan mulai menindah anak-anak yang bermain silet. Sejak saat itu, kami tidak lagi bermain tembakan silet.

Pelajaran yang dapat diambil dari cerita masa kecil saya itu adalah seberapa banyak silet tajam beterbangan di masa itu, tapi anak-anak selamat dari maut. Tuhan memelihara dan melindungi kami. Tanpa perlindungan dari Nya, niscaya silet tajam itu bisa saja menancap pada urat leher dan menewaskannya. Sejatinya, kehidupan manusia sangat rawan dengan bahaya dan sangat dekat dengan maut.

Berkali-kali Sang Guru menunjukan, betapa lemahnya manusia. Hanya dengan menggerakan telunjuk beliau dari arah kening seseorang, menggerakannya hingga berakhir menunjuk bumi, seseorang itu menjadi lumpuh total, tak kuasa bergerak sama sekali. Setelah menyadari ke semua itu, maka tidak ada ada ksempatan bagi kesombongan untuk merasuk ke dalam jiwa. Apa yang bisa kita sombongkan ? apa yang mengagumkan pada seorang yang bertubuh kekar, yang ahli beladiri, yang kebal senjata tajam, yang berurat kawat dan bertulang besi, jika ditotok pada syarat yang mematikan sedikit saja, dia akan menjerit kesakitan.

Sewaktu saya sakit keras, saya berobat kepada seorang Tabib bernama Pak Yoyo. Sambil menunggu giliran, saya menyaksikan bagaimana Pak Yoyo mengobat orang-orang. Kebetulan saya mendapat nomor antrian ke tiga, jadi saya bisa menyaksikan dua orang diobati di depan saya dengan teknik pijat syarat.

Orang pertama, orangnya penuh dengan tato, mengenakan kalung tengkorak, gelang bahar dan batu ali yang besar-besar. Tampilannya seperti pendekar zaman dulu. Dia mengaku seorang jawara. Di wialayahnya, orang-orang segan padanya. Dia kebal senjata api dan senjata tajam. Tapi sudah lima bulan terakhir dia mengalami sakit dan sering pingsan. Lalu datang ke Pak Yoyo untuk berobat.

Pak Yoyo mulai memegang tangannya, dan mulai memijatnya dengan pelan. Tak di duga, orang yang mengaku jawara tadi teriak-teriak kesakitan. “Owh.. aduuuuh! ... uh... ampun...!” bahkan sampai ampun-ampun segala. Tidak terlihat kegagahan dan kesaktianya.

Giliran orang kedua. Tubuh orang ini tinggi besar dan kekar. Dia mengaku seorang wasit tinju. Saya pikir, orang ini akan lebih kuat dari jawara tadi. Tapi ternyata sama saja. orang bertubuh kekar ini berkali-kali meminta pak Yoyo berhenti memijat, “Ampun pak .. aduh .. ampun .. jangan terlalu keras!”

Pak Yoyo terkekeh dan dia berkata, “Lha... saya gak keras. Biasa aja. Buat apa mijit keras-keras, capek ke saya nya juga. Anda kesakitan karena penyakit yang Anda derita sudah parah.”

Giliran saya, rasanya takut ... dua orang yang tampak gagah tadi saja menjerit-jerit kesakitan ketika dipijit pak Yoyo, apalagi saya yang bertubuh kecil ini. Ragu, saya berkata, “Aduh... dipijitnya sakit ya pak ? dua orang tadi sampe menjerit-jerit, padahal mereka bertubuh kekar, bagaimana dengan saya.”

“he..he...” Pak Yoyo hanya terkekeh.

Tapi ternyata saya tidak kesakitan seperti dua orang tadi. Memang tetap terasa sakit, tapi tidak separah mereka. saya bertanya, “Kok saya sakitnya separah dua orang tadi, Pak ?”

Pak Yoyo menjelaskan bahwa dia memijat menggunakan tenaga dalam. Ketiak dia menyentuh pasien dengan ujung jarinya, maka yang bergerak menyeruak ke dalam tubuh orang itu adalah energi tenaga dalamnya. Bila orang itu banyak dosanya, maka akan sangat kesakitan. “Anda ini orang yang bersih dan Anda rupanya orang yang terlatih dalam tenaga dalam, sehingga Anda tidak merasakan kesakitan seperti dua orang tadi.” Dia juga mengatakan, “tekanan saya dalam memijat, sama saja untuk bayi maupun untuk orang dewasa. Bila saya memijat seorang bayi, tenaga yang saya gunakan yang segitu, sama dengan memijat orang yang bertubuh besar tadi. Tapi bayi tidak akan merasakan kesakitan, karena dia bersih. Sedangkan orang dewasa pada umumnya sudah banyak dosanya.”

Saya bertanya lagi, “Jika saya bersih dan terlatih dalam tenaga dalam, kenapa saya mengalami sakit keras seperti ini?”

Pak Yoyo menjawab, “Ada tiga sebab, pertama energi Anda tertahan pada solar explosus. Anda harus melepaskannya. Kedua, jalur oksigen dari sebelah kiri bahu menuju kepala Anda tersumbat. Dan ketiga, ada faktor X. Dan mengenai yang terakhir itu, coba tanyakan kepada guru Anda sendiri.”

Intisari sari semua cerita yang saya kemukakan di atas adalah tidaklah pantas kita angkuh, sombong, riya dan takabur barang sedikitpun. Karena pada kenyataannya, orang sekekar apapun tubuhnya, sesakti apapun dia, sejatinya manusia kecil, lemah, rapuh dan hina. Mereka yang sombong dan angkuh, adalah mereka yang sedang lupa pada dirinya. Seseorang dianggap sukses belajar krachtology, bila telah sampai pada pemahaman akan dirinya yang benar-benar tidak berdaya dan bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Hakikat Belajar Krachtology
« Jawab #1 pada: Desember 14, 2014, 02:48:53 PM »
Sebagian orang yang hanya setengah jalan dalam belajarr ilmu, selalu di hinggapi rasa sombong dan paling tahu, termasuk adie juga pernah
 

Offline Ziels

Re:Hakikat Belajar Krachtology
« Jawab #2 pada: Juni 08, 2015, 02:59:07 AM »
Sebagian orang yang hanya setengah jalan dalam belajarr ilmu, selalu di hinggapi rasa sombong dan paling tahu, termasuk adie juga pernah

Setujuuuuu...
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2070 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2012, 04:24:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1350 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2013, 03:56:06 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
2093 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2013, 06:17:15 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
754 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2013, 09:44:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
767 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2014, 05:11:25 PM
oleh Abu Zahra
5 Jawaban
1794 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2016, 06:47:24 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
831 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2015, 04:37:16 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
604 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 28, 2015, 11:55:51 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1498 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 07:30:10 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
333 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2016, 08:31:15 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan