Penulis Topik: menyelesaikan masalah kehidupan dengan cara mistik  (Dibaca 1288 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
menyelesaikan masalah kehidupan dengan cara mistik
« pada: Januari 09, 2014, 03:15:54 AM »
Tadi malam, saya batal menjemput istri ke tempat pekerjaannya, karena saya dipanggil oleh bibi untuk menolong sahabatnya yang sedang dalam kesulitan. Nama sahabat bibiku itu adalah Mbak Maemunah. Katanya ia mengalami sakit yang aneh. Ada perasaaan menyakitkan yang berpindah-pindah pada tubuhnya, dari punggung ke kepala, ke dada, ke tangah, ke paha, ke kaki, ke bahu, ke pinggang, kadang balik lagi ke punggung, begitulah terus. “Sakit sekali, saya gak tahan.” Katanya setengah menangis.

Ketika ia datang, dari jauh saja sudah kelihatan wajahnya yang pucat pasi, seakan wanita ini telah menanggung kesakitan yang menyiksa, tergambar seperti orang yang dirundung kebingungan dan kesedihan. Bibiku menceritakan, hari-hari terakhir ini, dia sering datang ke rumahnya, lalu dia menangis. tapi tidak bercerita apapun, lalu pulang lagi. Begitulah ia lakukan setiap hari.

Sebelumnya juga bibiku menceritakan, bahwa biasanya dia berobat ke Paranormal kepercayaannya yang ada di Cicadas. Tapi saat ini, Mbak Maemunah sedang tidak mempunyai uang. Jangankan untuk membyar jasa paranormal, untuk ongkos pergipun tak ada. Oleh karena itu, bibiku meminta bantuan saya. Melihat keadaannya saya bergumam, “inilah orang yang tepat untuk saya bantu.”

“Berbaliklah Mbak!” saya menyuruh Mbak Maemunah untuk duduk membelakangi saya. Lalu saya tempelkan kedua tangan saya ke punggungnya, dan mulai membaca kalimah basmalah dan kalmah toyibah “bismillahirrahmanirrahiiim, Laa haula wa laa quwwata illah billah.” Kontak, Mbak Maemunah menjerit kesakitan, lalu dia muntah-muntah. Tampak Mbak Maemunah menahan agar tidak muntah, saya menegurnya, “jangan ditahan Mbak! Biarkan Mbak muntah untuk buang penyakit!”

Dari energi yang kurasakan, dapat diketahui betapa berat penderitaan yang dialami oleh Mbak Maemunah. Dia mengalami ketegangan dan kepanikan yang luar biasa. Maka, saya pegang ubun-ubunnya, saya alirkan energi hangat kepadanya, “Tenanglah Mbak! Tenang! Mintalah tolong kepada Allah, dan ikutilah bacaan saya, Laa Hawla walaa Quwwata Illaa billaaah!” saya menyandarkan Mbak Maemunah ke kursi untuk membuatnya rileks. “Tariklah nafas pelan-pelan, hembuskan pelan-pelan! Tenanglah! Biarkan diri Mbak merasa nyaman, kendurlah seluruh syaraf-syaraf!”

Ketika sudah terlihat rileks, saya bertanya kepadanya, “Mbak, coba ceritakan, apakah masalah yang sedang dihadapi Mbak saat ini?”

Mbak Maemunah menangis. Air matanya bercucuran. “Bingung,… saya bingung!”

“Menangislah Mbak! Biarkan rasa bingung itu mengalir bersama air mata itu!” saya.

Tangis Mbak Maemunah makin keras. Sambil menangis dia berkata, “Papa… aku ingin ikut Papa … aku gak kuat …sakit … sakiiit!” dia memanggil Papanya, yang telah lama tiada dari dunia ini.

“Apa yang sakit ? hati atau tubuh mbak?” tanya saya.

“Sakit hati … sudah puluhan tahun saya menahan diri, skarang saya tidak kuat, sakiit!” kata Mbak Maemunah.

Saya pegang tengkuk Mbak Maemunah, serta mengalurkan energi dari sana. “Sebutlah nama Tuhan Mbak! Agar ia menyebut pula namamu! Allah, Allah, Allah!” bibir Mbak Mae bergerak-gerak, pertanda ia mengikuti bacaanku, menyebut asma Allah. Lalu kutempelkan telapan tanganku, menutupi kedua matanya. Tapi kemudian Mbak Maemunah menarik dan mencampakan tanganku, “Sudahlah! Aku lelah! Aku sangat lelah!” katanya, dalam kondisi mata yang terpejam.

“Diamlah Mbak! Sabarlah! Mbak sedang saya obati. Sabarlah yang diobati, dan sabarlah yang mengobati. Dengan izin Allah, saya akan membantu Mbak melepaskan segala beban yang menghimpit jiwa.” Demikian saya katakan. Sayapun menutup kembali kedua matanya dengan telapak tangan saya sambil terus menerus mengucapkan kalimat toyibah.

Beralih ke urat nadinya, serta mengalirkan energi melalui urat nadi di lehernya itu. “Saya tidak pegang-pegang sembarangan. Tubuh mbak itu dipenuhi dengan hambatan-hambatan energi negatif[1]. Saya sedang memasukan energi positif untuk menghancurkan energi tersebut. energi-energi negatf yang ada di tubuh Mbak inilah yang menjadi sebab Mbak selalu dirundung masalah berat. Bersihkan tubuh Mbak dari energi-energi yang tidak sehat ini, setelah itu, Mbak akan lihat, masalah-masalah dalam kehidupan Mbak akan selesai dengan sendirinya. Yakinlah Mbak!”

Selanjutnya saya membimbingnya bermeditasi, untuk menenangkan jiwanya lebih dalam. Pada saat dia menahan nafas, mengikuti instruksi saya, saya alirkan energi dari telapak tangan saya ke simpul-simpul energi untuk menguatkan fokus energi. Akhirya, energi di tubuh Mbak Mae mulai bergerak, berpadu pada satu simpul energi. Hambatan-hambatan energi mulai dihancurkan. Kemudian sampah-sampah mental itu dibuang bersama hembusan nafasnya.

“bayangkanlah matahari yang bercahaya terang, namun tidak menyilaukan Mbak. Sinarnya mengenai tubuh Mbak, hangat dan menyenangkan, mengalir merasuki seluruh tubuh, hingga meresap ke dalam tulang belulang. Rasakanlah Mbak! Bayangkanlah saja!” sugesti saya.

Pikiran Mbak Maemunah sangat liar, menyebakan energi di tubuhnya juga liar dan sulit terkendali. Tapi saya membantunya untuk mengendalikan energi tersebut, sehingga terbentuk fokus energi. Pikiran Mbak Maemunahpun berangsur fokus. Perlahan wajahnya mulai besinar. “Apa Mbak sudah merasa lebih enak sekarang ?” tanya saya.

Mbak Mae mengangguk.

“Sudah lebih tenang?”

Mbak Mae mengangguk lagi.

“Bawalah ketenangan dan kenyamanan seperti ini ke dalam hidup sehari-hari Mbak!” sugesti saya.

Mbak Maemunah mulai membuka matanya. Segera saya berkata, “Jika Mbak sekarang sudah merasa nyaman untuk bercerita, maka berceritalah!”

Mbak Mae bercerita panjang lebar, tentang beban masalah yang selama ini merenggut kebahagiaannya. Dia tampak lebih tenang dalam menceritakannya, tiada lagi tangis kepedihan.

“Sebelumnya, saya tidak pernah menceritakan hal ini kepada siapapun. Saya tidak berani. Entahlah, kenapa sekarang saya berani mengatakannya.” Kata Mbak Mae.

“Tentu saja, Mbak gak berani menceritakan beban batin Mbak pada siapapun, karena Mbak tidak mengetahui, siapa yang bisa mengerti perasaan Mbak.” Kata saya.

Mbak Mae mengangguk, “Benar begitu.”

“alih-alih orang membantu Mbak, Mbak malah khawatir orang mencibir Mbak.” Kata saya.

“Betul!” timpal Mbak Mae.

“Selama ini, Mbak mencoba menghadapi masalah tersebut seorang diri, sampai Mbak merasa putus asa. Mbak lupa untuk mengembalikan permasalah ini kepada Allah, Tuhan semesta alam. Allah tidak akan membantu Mbak, selama Mbak lupa bahwa sesungguhnya kita ini tidak mempunyai daya dan kekuatan, kecuali atas pertolonganNya. Mbak merasa punya kekuatan, walaupun hanya dengan kekuatan yang sedikit itu, Mbak berusaha menghancurkan penghambat kehidupan. Mbak lupa kepada pemberi kekuatan itu. sekarang, waktunya Mbak berserah kepada Tuhan. Serahkanlah segala masalah itu kepada Allah! Berhentilah memikirkannya, berhentilah berusaha menyelesaikannya! Jika Mbak berhenti memikirkannya, niscaya Allah menurunkan ribuan malaikatnya untuk membantu menyelesaikan masalah Mbak![2]” demikian saya menerangkan. “Satu-satunya usaha yang harus Mbak lakukan adalah membersihkan hati dari segala penyakitnya. Ketahuilah Mbak, ketika seseorang menyakiti hati Mbak dengan ucapan-ucapannya, maka kekuatan-kekuatn syaitan akan merasuk ke dalam diri Mbak[3]. Tapi bila Mbak segera ingat kepada Tuhan, niscaya Mbak merasakan pengaruh buruk sedang merasuk ke dalam diri Mbak, maka secara alami Mbak akan menolak pengaruh tersebut[4]. Jika Mbak ingat kepada Tuhan, saat orang lain menyakiti hati Mbak, Mbak pasrah dan ikhlas, niscaya syaitan-syaitan itu tidak akan sedikitpun menyusahkan Mbak, tapi dia sendirilah yang akan terbakar api neraka di dunia ini juga.[5]

Mbak Maemunah mendengarkan penuturanku dengan seksama. Lalu ia mengucap, “Saya sangat berterima kasih pada Kang Asep, saya tidak bisa membalas kebaikan kang Asep, semoga Allahlah yang membalasnya.”

“Baiklah Mbak! Jangan khawatir! Ini adalah kewajiban saya, kewajiban agama. Sebagaimana rasul dibangkitkan di dunia ini adalah untuk mengeluarkan umat manusia dari penderitaan[6], mengeluarkan manusia dari gelap menuju terang[7]. Seandainya Mbak mengikuti agama yang benar, bagaimana mungkin Mbak dirundung oleh rasa takut dan kesedihan, sedangkan Allah berfirman : maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S 2:38) ?

Sebelum pulang, saya memberi PR pada Mbak Mae, tentang apa saja yang harus dikerjakan setiap hari. Saya berjanji, bila ada umur panjang, 7 hari yang akan datang, akan memberiksa kembali kondisi batinnya, untuk melihat, apakah ia mengalami kemajuan, kemunduran atau tetap di tempat semula. Jika dia mengejerkan PRnya, seharusnya dia mengalami kemajian batin. Menurut hukum-hukum kebatinan yang saya yakini, saya tidak perlu memberikan banyak teori untuk menyelesaikan problem-problem dalam kehidupannya. Jika dia mampu menyelesaikan masalah yang ada di dalam hatinya, berarti dia akan mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupannya.

Saya bersyukur, Allah masih memberi saya umur panjang, kekuatan dan kefahaman, untuk membantu seseorang yang sangat membutuhkan pertolongan. La Hawla, walaa Quwwata illa billah!
 1. Lihat : Empat Hambatan Energi
 2.  ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.(Q.S 3:125)
 3.  Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (17:53)
 4. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Q.S 7:201)
 5.  Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,(39)kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".(Q.S 15:39-40)
 6.  Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keselamatan dan kebahagiaan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.(Q.S 9:128)
 7.  Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.(Q.S 14:1)

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.(Q.S 5:16)
« Edit Terakhir: Januari 09, 2014, 05:27:11 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2678 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2013, 09:02:49 PM
oleh Kang Asep
35 Jawaban
7258 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2013, 11:37:48 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1524 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 11, 2017, 02:14:04 PM
oleh retado
0 Jawaban
829 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2014, 04:08:04 AM
oleh kijafar
1 Jawaban
736 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2014, 10:10:28 AM
oleh ratna
0 Jawaban
479 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2014, 09:17:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
724 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2014, 05:22:27 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
495 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 11:14:00 AM
oleh joharkantor05
2 Jawaban
530 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 15, 2015, 08:23:53 AM
oleh joharkantor05
1 Jawaban
946 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2016, 12:17:08 AM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan