Penulis Topik: Mengenang al Hussein  (Dibaca 915 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Mengenang al Hussein
« pada: Oktober 30, 2012, 09:21:14 PM »


Seorang kakek, ia mengambil cangkir minumannya. tangannya gemetar sehingga menggetarkan cangkir minumnya, lalu ia berkata, "Assalamu alaika yang rasulallah, assalamu alaika ya Aba Abdillah!" suara salam yang dicuapkannya seperti mengandung sebuah kepedihan. tampak ia menyeka air matanya, lalu ia minum sedikit air dan menyimpannya kembali.

dengan heran, saya menghampirinya, "kek, sepertinya Anda menangis?"

"benar."

"kenapa?" tanya saya.

"bagaimana aku tidak menangis, sekarang dapat kurasakan nikmatnya Islam, sementara datangnya nikmat ini tidak lepas dari perjuangan orang-orang terdahulu memperjuangkan Islam hingga berdarah-darah, perjuangan Rasulullah, keluarga beliau dan para sahabatnya.

ketika saya hendak minum tadi, teringatlah saya pada keagungan Rasulullah dan kemalangan cucunya al Husein yang kehausan berhari-hari di Karbala. al Husein dan keluarganya  dikepung dan dicegah oleh tentara Yazid agar tidak mengambil air dari sungai eufrat yang airnya melimpah. bayangkan, berhari-hari al Husein dan anak-anak perempuan beliau selama berhari-hari kehausan sementara dihadapan mereka, air sungai mengalir dengan jelas. saat al Hussein memperlihatkan bayi beliau yang menangis kehausan, mencoba menyentuh hati umat manusia agar sudi memberi sedikit air, tapi bukan air yang diberikan, melainkan anak panah yang menembus leher bayi itu. ya Allah! (si kakek menangis lagi).



 lebih menyakitkan, mereka yang berbuat kedzaliman kepada keturunan rasulullah ini bukanlah kaum yahudi, bukan pula kaum nasrani, tapi dari kaum muslimin sendiri. oleh karena itu, saya menyesal, mengapa saya tidak bersama al Husein untuk membelanya, dan ikut merasakan kehausan bersama beliau." lalu dia berhenti sebentar, untuk menangis. "duhai Rasulullah, maafkan saya karena tidak bisa membela putra anda!" demikian katanya, seolah ia berbicara langsung dengan rasulullah. lalu ia berpaling kepada saya dan brkata lagi, "sungguh karena ingat kehausan al Husein, sejak pagi saya merasa malu untuk minum, sekedar seteguk air saja.    tapi karena pekerjaan yang berat, tak sanggup saya menahan haus, maka sebagai kafarah rasa maluku pada rasulllah karena tak sanggup memikul beban seperseribu saja dari beban yang ditanggung al Hussein, maka aku menyampaikan salam kepada rasulullah dan aba Abdillah (Hussein). semoga shalat serta salam selalu dilimpahkan kepada junjunganku Rasulullah, Muhammad saw berserta keluarganya"
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1162 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2012, 11:24:28 PM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
19369 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 05:30:59 AM
oleh wa2nlinux
2 Jawaban
4633 Dilihat
Tulisan terakhir September 12, 2012, 10:31:36 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2022 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2012, 07:51:32 PM
oleh Kang Asep
Uwais Al Qarni

Dimulai oleh ratna Cerpen

2 Jawaban
1453 Dilihat
Tulisan terakhir September 25, 2012, 10:51:47 AM
oleh ratna
0 Jawaban
1769 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2013, 12:44:45 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1621 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 08:44:13 PM
oleh Abu Zahra
15 Jawaban
2916 Dilihat
Tulisan terakhir November 07, 2013, 12:12:51 PM
oleh verdilaurent
1 Jawaban
627 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2016, 10:11:45 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1610 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2015, 06:50:51 AM
oleh ratna

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan