Penulis Topik: Langit Malam yang Mempesona  (Dibaca 2449 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Langit Malam yang Mempesona
« pada: Desember 27, 2012, 08:47:47 PM »

aku masih belum menemukan, sesuatu yang lebih indah dipandang selain pemandangan langit malam yang cerah seperti ini,,
langit malam selalu mempesona bagiku...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Langit Malam yang Mempesona
« Jawab #1 pada: Desember 28, 2012, 04:42:32 AM »
kalau memandang langit, kadang-kadang saya mencoba membayangkan ujungnya. dimanakah ia?

bila pesawat luar angkasa menjelajahi langit dalam 1000 tahun lamanya, melaju terus ke depan tanpa berbalik, maka akan sampai di manakah ia?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Langit Malam yang Mempesona
« Jawab #2 pada: Desember 28, 2012, 02:27:48 PM »
alam semesta memiliki ukuran terbatas tapi tidak memiliki batasan, bisa membayangkan gak kang?
seandainya kita mengendarai pesawat luar angkasa sejauh mungkin ke satu arah maka kita akan menemukan diri kita kembali pada titik yang sama.
ini ada hubungannya dengan teori dimensi ruang alam semesta bertingkat, dimana kita ada pada ruang 3 dimensi, yang merupakan bagian dari ruang 4 dimensi. ruang 4 dimensi merupakan bagian dari ruang 5 dimensi, begitu seterusnya.

bayangkan sebuah balon, dimana permukaan balon yang merupakan 2 dimensi, sedangkan ruang di dalam balon adalah ruang 3 dimensi. begitu juga dengan alam ruang 3 dimensi kita, merupakan sebuah permukaan dari ruang 4 dimensi, begitu seterusnya.
kita tak dapat keluar dari ruang 3 dimensi ini. kemanapun kita pergi akan kembali ke titik semula, seperti makhluk 2 dimensi (jika ada) yang berjalan di permukaan balon, kemanapun dia melangkah, akan kembali ke titik semula.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Langit Malam yang Mempesona
« Jawab #3 pada: Desember 28, 2012, 05:13:08 PM »
^ Hal yang sulit dibayangkan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Langit Malam yang Mempesona
« Jawab #4 pada: Desember 28, 2012, 05:34:50 PM »
betul kang, sangat sulit.
sebagai makhluk yang berada dalam ruang 3 dimensi, kita sangat susah membayangkan bagaimana ruang 4 dimensi, 5 dimensi, dst...

seandainya saja ada lagi makhluk yang menempati ruang yang dimensinya dibawah ruang dimensi kita, 2 dimensi misalnya, maka kita mungkin akan dengan mudah melihat makhluk2 tsb berkeliaran di dinding2 kamar kita, sedangkan mereka tidak bisa melihat kita.
kita dapat dengan mudah berpindah dari satu sisi kamar ke sisi kamar lainnya dengan melewati ruang yang ada diantaranya, sedangkan mereka tidak.

dalam teori dimensi ruang bertingkat, diteorikan pula bahwa jin adalah makhluk penghuni dimensi ke 4, sehingga kita tidak dapat melihat mereka, sedangkan mereka bisa melihat kita. mereka bisa berpindah tempat dengan cepat dengan melewati ruang 4 dimensinya, sedangkan kita untuk berpindah tempat harus menyusuri ruang 3 dimensi kita.
bagaimana pendapat kang Asep mengenai hal ini?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Langit Malam yang Mempesona
« Jawab #5 pada: Desember 28, 2012, 06:42:28 PM »
saya sering berkelana ke alam-alam gaib, yang menurut teori filsafat katanya itu dimensi ke lima. walaupun begitu, saya tetap tidk mengerti maksud dimensi kelima itu.

apa-apa yang saya temui di alam gaib itu, tidak ubahnya sperti alam tiga dimensi. bedanya, ia jauh lebih halus dari alam jasmani. di sana, tidak ada benda-benda yang sama dengan yang ada di dunia. tetapi, ketika kembali ke dunia, tidak ada cara lain untuk menggambarkan perikeadaan di sana, kecuali dengan bentuk-bentuk benda duniawi.

memahami bagaimana fenomena yang ada di alam gaib sana, bisa dimulai dengan menyelami "alam batin sendiri". ketika kita merasa marah, sedih, jengkel, dll, maka bagaimanakah bentuknya? apakah "marah" bisa digambarkan dengan bentuk "bulat" atau "segitiga"? tentu tidak. tapi kadang-kadang secara sombolik, seringkali merah digambarkan sebagai "api" atau "warna merah". demikian itu untuk memudahkan pemahaman tentang sifat-sifat marah tersebut. demikian pula, bagaimana caranya mengukur lebar, panjang dan tinggi dari suatu kemarahan, apakah "marah" dapat diukur dengan cara sperti itu?

nah, di dalam dunia saja kita menemukan suatu fenomena yang tidak bisa diukur oleh lebar, panjang dan tinggi, maka apalagi di alam gaib. tetapi semua itu tidak melenyapkan dimensi 3 dan tidak pula menambahkannya. sebagaimana di alam dunia, benda-benda di alam gaib juga tidak terlepas dari panjang, lebar dan tinggi. ketika saya mengalami "meraga sukma" saya berjalan seperti manusia. saya merakan ketinggian tubuh halus saya, seberapa lebar diri saya, berapa dalamnya dan sampai di mana batas-batasnya. akan tetapi, ketika saya mencoba melihat kepada tubuh saya sendiri atau beridri di depan cermin, maka saya hanya melihat sesuatu yang kosong. ketika saya merentangkan kelima jari saya, saya merasakan jari-jari tersebut merentang, lebar dan panjangnya pun dirasakan, tapi tidak ada suatu wujud yang terlihat. dan ketika saya mencoba masuk ke dalam rumah tetangga, maka saya terpental seakan saya membentur dinding terbuat dari besi baja. dan ketika saya mencoba memukul besi ranjang, besi itu berbunyi "ting". dari berbagai kejadian yang saya alami secara pribadi, saya menyimpulkan bahwa "sifat fisik" tetap ada di alam yang disebut orang sebagai "alam gaib". sesungguhnya alam gaib itu yang letaknya tidak keluar dari area langit dan bumi. tetapi disebut gaib, hanya karena tidak terdeteksi oleh pancaindra manusia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
1757 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2014, 01:40:39 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
658 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2014, 01:21:07 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
6030 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 04, 2015, 04:20:44 PM
oleh ratna
0 Jawaban
385 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 12:55:26 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
378 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2015, 05:15:32 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
455 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 26, 2015, 11:14:02 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
600 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2016, 12:53:28 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
75 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2017, 09:25:11 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
61 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 29, 2018, 10:51:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
77 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2018, 08:55:30 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan