Penulis Topik: Gili Danda  (Dibaca 1088 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Gili Danda
« pada: Pebruari 27, 2014, 08:02:14 AM »

Apakah Anda tahu apa itu Gili Danda ? Gili Danda adalah permainan Kriket India seperti yang disebut-sebut di dalam Film Lagaan yang diperankan oleh Aamir Khan. Yang menarik, sebenarnya bukan Gili Danda itu, tapi kisah di dalam film Lagaan tersebut. Ini adalah film terbaik dengan kisah yang diambil dari kisah nyata di sebuah desa di India pada zaman penjahahan Inggris pada tahun 1883. Anda sudah pernah menonton film ini ?  sayang kalau belum. Ini kisah yang menarik, dengan aktor dan aktris yang bagus aktingnya, serta menunjukan garapan sutradara yang hebat. Film ini luar biasa. Saya sudah lima kali menonton dan masih belum bosan.


Bukan hanya mengisahkan kisah cinta yang romantis, film ini juga menggambarkan kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama tempo dulu di India. Ini film lama, pasti kebanyakan sudah nonton. Tapi kalau ada yang belum nonton, saya gambarkan sedikit alur ceritanya.

Kemarau panjang telah melanda desa-desa di India, sehingga mereka kesulitan sandang pangan. Tidak banyak yang bisa mereka hasilkan dari kebun-kebun mereka. kesulitan mereka diperparah dengan keharusan bayar pajak ke Pemerintah Inggris. Apalagi kemudian muncul kebijakan bahwa tahun sekarang, pajak harus dibayar dua kali lipat. Tentu saja, masyarakat sangat keberatan. Jangankan untuk bayar dua kali lipat, untuk bayar setengah saja mungkin mereka harus menjual ternak atau bahkan tanah mereka.

Bhuvan, seorang pemuda tampan dan cerdas, ia tidak habis pikir, kenapa warga bekerja di tanah sendiri, dengan biaya dan tenaga sendiri, tapi harus mengisi kas raja dan pemerintahan Inggris. Oleh karena itu, ia mengusulkan warga untuk menemui raja, dan minta dibebaskan dari pajak, setidaknya pada tahun sekarang, berhubung kemarau yang panjang.
Mereka telah melihat raja mereka. tapi tidak dapat segera menghampiri sang Raja, berhubung terhalang oleh orang-orang Inggris yang sedang bermain Kriket. Raja mereka ada di ujung lain, sedang menyaksikan pertandikan Kriket tersebut. Lalu Bhuvan berkomentar, “Ini permainan Gili Danda, permainan bodoh dan konyol yang sering kita lakukan di hutan semasa kita kecil.”

Andrew, Tuan Gubernur Inggris yang sedang bermain Kriket mendengar merasa tidak suka celoteh Bhuvan. Singkat cerita, akhirnya Tuan Gubernur menantang Bhuvan untuk bertanding Kriket dengan taruan. Apabila Bhuvan kalah, seluruh desa di provinsi tersebut harus membayar tiga kali lipat. Tapi jika menang, seluruh desa bebas pajak selama tiga tahun ke depan. Dan Bhuvan menyanggupi. Hal ini membuat kemarahan besar bagi warga. Bhuvan dianggap gegabah, seperti menggali kuburan bagi para warga. Mereka memohon agar taruhan tersebut dibatalkan, tapi Tuan Gubernur ingin melanjutkannya.

Menyaksikan ketidak adilan yang dilakukan oleh Guberrnur, Elizabeth protes kepada kakaknya tersebut, “Ini tidak adil.” Tapi Gubernur tidak peduli. Akhirnya tidak ada jalan bagi Bhuvan dan kawan-kawan, kecuali harus mempelajari permainan Kritket orang-orang Inggris itu. Lalu mereka mengintip orang-orang Inggris itu ketika mereka bermain kriket.

Elisabeth melihat Bhuvan dan kawan-kawannya sedang mengintip permainan Kriket. Tentu orang-orang kampung itu belum mengetahui tata cara permainan Kriket. Ia berempati dan bermaksud ingin membantu. Ia menghampiri Bhuvan dan kawan-kawannya.

“kenapa Anda ingin membantu kami ? bukankah Anda ini sama-sama orang Inggris?”

Pengawal menerjemahkannya untuk Elisabeth, dan Elisabeth memberi jawaban, “karena saya melihat apa yang dilakukan oleh kakak saya itu tidak adil. Jadi, saya ingin memberi kesempatan yang sama.” Bhuvan dan kawan-kawan sangat senang. Demikian juga, Elisabeth merasa senang hati. Ia tidak sekedar berempati, tapi juga kagum dengan keberanian pemuda kampung itu.

Sejak saat itu, Elisabeth melatih Bhuvan dan kawan-kawannya untuk bermain Kriket di belakang bukit. Di sinilah benih-benih cinta di mulai. Di sini juga, jejak garapan sutradara yang hebat lebih terlihat saat menampilkan adegan kecemburuan seorang gadis bernama Gauri, kawan sekampung Bhuvan yang sudah lama menaruh hati pada Bhuvan. Bhuvan pun menyukai Gauri, tapi Bhuvan tidak tahu, kalau Elisabeth mencintainya. Berat Elisabeth mengungkapkannya. Walau begitu, bukannya ia tidak pernah menyatakan, tapi ia nyatakan dalam bahasa Inggris, “I Love you.”. dan Bhuvan menjawab, “Nona, saya tidak mengerti bahasa Inggris.”

Wanita sangat peka dan perasa. Oleh karena itu, Gauri merasa, Elisabeth sedang mendekati Bhuvan. Oleh karena itu, ia menangis. Bhuvan membujuknya dan membuatnya tertawa kembali.

Ketika Tuan Gubernur mengetahui bahwa adiknya telah membantu orang kampung berlaih kriket, ia marah besar. Lalu ia melarang Elisabeth keluar dari istana Gubernur. Tentu ini menyulitkan Elisabeth. Sebab ia ingin membantu orang kampung, dan selalu ingin bertemu Bhuvan.

Pertandingan Kriket belangsung seru. Singkat cerita, kemenangan berada di pihak Bhuvan. Konsekuensinya, tuan Gubernur dijatuhi sanksi oleh kerajaan Inggris. Ia dipindahkan ke Afrika, dan Elisabeth pun kembali ke Inggris. Ia pulang dengan membawa cinta dalam hati yang remuk. Elisabeth sangat mencintai Bhuvan, tapi ia ia tahu Bhuvan adalah milik Gauri. Walaupun begitu, cintanya pada Bhuvan, tak lekang dimakan waktu. Sampai Elisabeth menjadi tua dan meninggal dunia, dia tak pernah jatuh cinta pada pria lain. Ia hidup dalam kenangan cintanya kepada Bhuvan sampai akhir hayatnya.

Anda sudah nonton ? kalau belum, segeralah menonton! Pokoknya, seru dah!

maaf kalau narasinya kurang bagus. maklum terburu-buru ... :alas:
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Gili Danda
« Jawab #1 pada: Pebruari 27, 2014, 08:41:20 AM »
wah india ini mah favorit pokoknya (wah ketahuan suka nonton india hehehe)
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan