Penulis Topik: Filsafat Cinta  (Dibaca 2124 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Filsafat Cinta
« pada: Maret 06, 2014, 10:18:13 PM »

Apakah kita tidak memperhatikan bahwa cinta yang mengalir di dalam jiwa raga kita itu bercerita tentang banyak hal, dengan segala sifatnya yang unik, ia mengajari kita tentang banyak hal tentang penderitaan, keindahan, kebahagiaan, kekuatan dan kebijaksanaan. Ia berbicara tentang datang dan pergi, menemukan dan kehilangan, bertemu dan berpisah lagi. Ia bagaikan hujan yang turun dengan lebat tanpa dapat dicegah, dan mereda dengan sendirinya tanpa diminta.. Cinta juga seperti halnya perkakas, bersifat netral, tidak baik maupun buruk. Baik dan buruk tergantung bagaimana kita menggunakannya. Cinta juga bagaikan gunung dan lautan yang indah. Kita bisa bersahabat dengannya, kita bisa mempelajarinya, mengambil banyak pelajaran dan manfaat darinya. Tapi bila kita tidak bersahabat dengannya, ia akan berubah menjadi malapetaka besar bagi kita, membuat hidup kita terpuruk dalam penderitaan.

Salah satu sebab dari penderitaan, dosa dan kesalahan manusia adalah cinta duniawi, yang terkandung di dalamnya cinta pada tahta, harta dan wanita. Bila kita merasakan kesenangan duniawi, atau terpesona oleh kecantikan wanita, maka semestinya kita sadar bahwa kita berada di suatu persimpangan jalan yang salah satunya menuju neraka. (1)Kontak, itu adalah mulanya. (2) Suka merupakan kejadian selanjutnya. (3)Menginginkan, merupakan perkembangan kemudian. (4)Bila keinginan tidak termanifestasikan dalam kebajikan, lalu menjadi nafsu. (5)Bila nafsu tidak dikekang, maka pikiran menjadi sesat. (6)Bila pikiran menjadi sesat, maka hilanglah kesadarannya sebagai manusia berbudi. (7) Bila kesadarannya hilang, tibalah dia di neraka yang paling jahanam. Itulah ketujuh neraka. Sesungguhnya manusia yang tidak dapat terhindari dari nereka di dunia, maka ia tidak akan terhindar dari nereka di akhirat. Penderitaan yang dialami oleh manusia, itu adalah manifestasi dari nereka itu. Allah berfirman : Dan barang siapa yang buta (mati hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(Q.S 17:72). Dan hidup suci adalah bagaimana menghindari segala perbuatan yang mendorong kita ke alam neraka itu baik di dunia maupun di akhirat. Tetapi dalam soal bercinta, apakah dosa bila kita mencintai seseorang ? Apakah cinta itu menuntun kita ke neraka ? bukanlah Allah menjadikan manusia mempunyai rasa marah, rasa kesal, rasa benci, rasa cinta dan sebagainya itu tidak secara batil ? bukankah semua bentuk-bentuk perasaan itu bermanfaat bagi manusia ? lalu bagaimana, bila ada rasa cinta di dalam hati kita dikatakan sebuah salah dan dosa ?

Ini adalah soal kejujuran hati. Bila diperlihatkan kepada kita foto seorang gadis cantik seperti cheryl,  dan kita ditanya, “cantikkah gadis ini?” maka apakah kita akan berkata jujur atau bohong dengan apa yang kita rasakan dalam hati kita ? saya tidak bisa berkata bohong agar saya dianggap manusia sholeh, suci dan alim dengan mengatakan, “Tidak, dia tidak cantik, dan saya tidak tertarik.” Kenapa harus berbohong, kalau menurut hati dan perasaan kita dia itu cantik, seharusnya kita ingin jujur dan katakan “dia cantik”. Dan kalau saya ditanya, “Apakah Anda menyukainya?”, maka saya jawab sesuai dengan yang ada di dalam hati saya, “Ya... saya menyukainya.” Apakah saya terpesona dengan kecantikannya ? saya jawab, “ya .. saya terpesona.” Apakah sebuah kejujuran itu merupakan hal yang memalukan ? orang suci bukanlah orang yang kurang makan, bukan pula yang kelebihan makan. Bukan orang yang kebanyakan tidur, bukan pula yang kurang tidur. Bukan orang yang sabar dan tidak punya rasa marah. Dan orang suci itu, bukannya yang tidak suka bercinta dan hanya setiap pada satu istri, bukan pula orang yang rajin berselingkuh dan banyak istrinya. Kita tidak perlu berbohong pada diri sendiri hanya agar tampak shalih di mata orang lain.

Rasa cinta itu bagaikan rasa sakit pada tubuh, ia muncul di sana bukan tanpa alasan. Ia hadir untuk membantu Anda mempertahankan tubuh. Tetapi karena kesalah fahaman, orang memusuhi perasaan sakit, tidak menyukainya dan berusaha lari dari perasaan sakit itu, bukan berterima kasih dan bersahabat dengannya. Rasa sakit itu sangat berjasa untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh Anda, sehingga Anda harus memperbaikinya. Demikian pula, ketika Anda jatuh hati pada seseorang, rasa cinta itu hadir di sana bukan tanpa alasan. Diam dan dengarkanlah apa yang dikatakan “cinta” itu kepada Anda, dan Anda jangan menjadi tuli dan bisu, mengabaikan, melawan atau bahkan malah berlari dari “cinta” itu! Manusia bijaksana, akan menelaah, kenapa cinta itu hadir di sana dan apa tujuannya, kemana ia mengajakmu pergi, apakah kepada kebaikan ataukah kepada keburukan. Apabila cinta itu mengajaknya kepada kebajikan, maka ia berjalan bersamanya, tapi bila membawanya kepada keburukan, ia akan berjalan berlawanan arah dengannya.

Cinta yang mengalir di dalam hati kita ini, sedang berkisah tentang filsafat penderitaan hidup. Cinta yang begitu indah, mengalir di dalam jiwa bersama duri-duri yang menyakitkan. Mengapa Anda tidak memperhatikan keluh kesah cinta itu, dengarkan rintihan dan tangisannya, mengapa cinta yang harusnya merupakan anugrah kebahagiaan, tapi ia membawa Anda pada tangisan ? Jiwa Anda jadi merana, ketika cinta berubah menjadi angkara murka akibat Anda tidak cukup adil terhadapnya. bila Anda jadi menderita karenanya, maka tiadakah Anda iba pada jiwa Anda sendiri untuk mengeluarkan jiwa Anda dari kesengsaraan cinta itu ? tidakah Anda ingin pergi berlindung ke suatu tempat yang tenang dan damai ?

Di dunia ini ada tempat bagi kita untk berlindung dari segala bentuk kesakitan. Tuhan semesta alam, itulah tempat berlindung seluruh makhluk yang membutuhkan perlindungan. Dan saya bergerak menuju Tuhan, melalui dzikir dan doa, atau yang biasanya saya sebut dengan meditasi.

Dengan bersemedi, berlari dari penderitaan duniawi dan membangun kebahagiaan internal. Seperti orang yang mempersiapkan payung sebelum hujan, saya senantiasa mempersiapkan batin saya agar tidak tersentuh oleh penderitaan batiniah tersebut.  Saya masuk ke alam meditasi bagaikan kura-kura masuk tempurung. Jika saya masih tersentuh oleh derita cinta itu, berarti saya belum cukup terampil di dalam kebijaksanaan dan belum sanggup membangun kebahagiaan internal. Dan saya berkata kepada orang-orang, “Bila kau terlalu malas untuk belajar, tapi cukup semangat untuk bercinta, maka biarkanlah cinta itu menyakitimu sehingga engkau mempunyai semangat untuk pergi menuju pulau perlindungan abadi.” Apakah Anda tidak melihat bahwa cinta ini tengah mengajari kita tentang sebuah kekuatan dan kebijaksanaan dalam hidup ?

Bila saya berjalan-jalan di mall atau di pusat-pusat keramaian lainnya, maka banyak gadis yang bisa saya katakan “cantik” atau bahkan “sangat cantik”, yang bisa membuat jantung saya berdetak lebih kencang. Lalu sejenak saya menarik diri dari keramaian, untuk bermeditasi membuang segala fatamorgana pikiran. Setelah itu, sayapun kembali ke keramaian mencoba mencari kembali seorang perempuan yang bisa saya sebut cantik. Tapi tidak berhasil menemukan satupun. Setelah kabut-kabut ilusi yang menghalangi pikiran dienyahkan, saya tidak dapat menemukan seorang wanitapun yang tampak mengagumkan dan mempesonakan. Bahkan ketika melihat wanita mengenakan make up, terpikir dalam batin saya, “sungguh kasihan kaum wanita, untuk terlihat cantik, dia harus memanipulasi wajahnya. Sedangkan lelaki, tidak perlu berbuat seperti itu.” Demikian pula ketika saya melihat wanita berhak sepatu tinggi dan mengenakan pakain seksi. Tampak jelas sekali mereka memanipulasi penderitaan mereka, menutupi kelemahan dan aib mereka. tetapi mata batin yang tajam, tidak dapat ditutupi oleh semua itu.

Lihat pada wanita cantik naik ke atas panggung, dielu-elukan penggemarnya ketika menyanyikan lagu sendu atau riang gembira. Tapi pandangan mata meditator tembus jauh ke dalam, sehingga ia tahu tarian dan nyanyian itu sejatinya hanyalah rintihan penderitaan jiwa yang sengsara saja yang tidak cukup disadari oleh para biduan itu sendiri. Para manusia memanjakan diri dalam ilusi.

Seperti orang yang hendak menyelamatkan seorang anak yang terkepung api dalam sebuah kebakaran. karena rasa tanggung jawab dan sifat belas kasihannya, ia tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus masuk ke dalam api itu. Walaupun panas ia rasakan, dan walaupun resikonya sangat berat ia tanggung, ia masuk ke dalam api untuk membawa si anak pergi. Seperti itu pula saya masuk ke dalam ilusi, untuk mengajak para ilusioner ini keluar dari ilusi.

Ketika saya masuk ke alam ilusi, maka sesuatu yang tadinya dimengerti sebagai ilusi, tidak lagi dapat difahami sebagai ilusi. Semua itu tampak nyata adanya. Tubuh ini, dan cinta ini benar-benar nyata terasa. Dalam kondisi inilah dapat saya lihat para gadis cantik yang menggoda iman, menggetarkan asmara. Dan kalau melihat perempuan cantik menggoda,  seperti dalam lagunya Ahmad Dani, tiba-tiba saya berteriak, “Aku ingin bercinta ... denganmu...!”  he....he....
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline bani dartama

Re:Filsafat Cinta
« Jawab #1 pada: Maret 08, 2014, 02:53:05 PM »
kang asep izin share artikel nya ya juga artikel-artikel yang lain, htr nhn
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Filsafat Cinta
« Jawab #2 pada: Maret 08, 2014, 03:30:35 PM »
silahkan kang bani!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1663 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2012, 10:01:14 PM
oleh Kang_Asep
0 Jawaban
4989 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 12, 2013, 06:03:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1555 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2014, 10:12:08 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
2140 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 05, 2014, 04:33:27 AM
oleh Kang Asep
13 Jawaban
2621 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2015, 08:47:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
851 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2015, 11:22:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
805 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2015, 07:31:59 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
706 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2015, 01:21:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
270 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2016, 05:56:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
224 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 22, 2017, 05:42:10 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan