Penulis Topik: Negasi  (Dibaca 5002 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #15 pada: Januari 06, 2014, 09:46:19 PM »
jika benar bahwa A bukan B adalah negasi dari A adalah B, maka jika A adalah B salah pasti A bukan B benar.

langsung ke contoh saja:
jika hewan adalah sapi salah maka pasti hewan bukan sapi benar. apakah demikian?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #16 pada: Januari 07, 2014, 06:55:10 AM »
Kutip dari: sandy
bukankah A adalah B dan A bukan B memiliki pertentangan kontrari, yang jika A adalah B salah maka A bukan B belum tentu benar?
jika ya, maka bagaimana mungkin A bukan B merupakan negasi sekaligus pasangan kontrari dari A adalah B? padahal negasi dan kontrari memiliki aturan yang berbeda jika A adalah B salah?

Setiap A adalah B (P1), memikliki pertentangan kontrari dengan setiap A bukan B(P2). dan hukum kontrari adalah "mustahil sama-sama benar, tapi bisa sama-sama salah". oleh karena itu, jika P1 benar, maka pasti P2 salah. tapi bila P1 salah, belum tentu P2 benar, belum tentu pula salah. jika ternyata sama-sama salah, berarti tidak sesuai dengan hukum negasi seperti yang tertera dalam tabel kebenaran negasi, yakni seharusnya bila P1 salah, maka P2 pasti benar.

tampaknya kang sandy benar. kalau begitu, bagaimana negasi dari P1 ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #17 pada: Januari 08, 2014, 06:48:32 AM »
kembali ke definisi, bahwa negasi adalah operator logika yang membalikkan nilai kebenaran suatu pernyataan.
ini berarti negasi dari suatu pernyataan A adalah pernyataan lain yang kontradiksi dengan pernyataan A tsb.

untuk pernyataan tidak berkuantor A adalah B, negasinya adalah A bukan B.

untuk pernyataan berkuantor setiap A adalah B negasinya adalah sebagian A bukan B, untuk pernyataan berkuantor sebagian A adalah B negasinya adalah setiap A bukan B.
¬[∀x,p(x)] = ∃x,¬p(x)
¬[∃x,p(x)] = ∀x,¬p(x)

dan untuk pernyataan majemuk, negasinya juga dapat diketahui dari gambar berikut:
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #18 pada: Januari 08, 2014, 07:37:42 AM »
jadi, negasi dari proposisi bentuk A adalah O, dan sebaliknya.
dan Negasi dari proposisi bentuk E adalah I, dan sebaliknya.

begitukah ?
jadi, negasi adalah kontradiksinya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #19 pada: Januari 08, 2014, 10:41:03 AM »
jadi, negasi dari proposisi bentuk A adalah O, dan sebaliknya.
dan Negasi dari proposisi bentuk E adalah I, dan sebaliknya.

begitukah ?
jadi, negasi adalah kontradiksinya ?

ya, negasi adalah kontradiksinya.

tapi ingat, O merupakan negasi dan kontradiksi bagi A, dan E merupakan negasi dan kontradiksi bagi I, terjadi pada kalimat berkuantor.

sedangkan pada kalimat tunggal tidak berkuantor, negasi dari A adalah B adalah A bukan B misalnya:
- Kang Asep berada di Bandung
- Saya seorang Polisi
- Ganymede bukan satelit alami Jupiter
maka negasinya adalah:
- Kang Asep tidak berada di Bandung
- Saya bukan seorang Polisi
- Ganymede bukan bukan satelit alami Jupiter / Ganymede adalah satelit alami Jupiter.

dan untuk kalimat majemuk:
- jika hari hujan maka cucian tidak cepat kering
- saya sedang makan dan saya sedang berada di rumah
- hari ini hari rabu atau hari ini hari kamis
maka negasinya adalah:
- jika hari hujan maka cucian cepat kering
- saya tidak sedang makan dan atau saya tidak sedang berada di rumah
- hari ini hari rabu atau hari ini bukan hari kamis
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #20 pada: Januari 08, 2014, 12:13:02 PM »
tampaknya yang berkuantor dengan yang tidak berkuantor itu sama saja. negasinya A tetap O. hanya saja, kualitas termnya tidak disebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #21 pada: Januari 08, 2014, 03:00:17 PM »
ya, sebenarnya sama saja. karena di dalam kalimat berbentuk A ada kalimat berbentuk I, dan di dalam kalimat berbentuk E ada kalimat berbentuk O.

pada kalimat tidak berkuantor, penyebutan kualitas term baik "sebagian" maupun "setiap" menjadi pengaburan makna.

apa maknanya "setiap Kang Asep"? apakah maksudnya setiap akang2 yang bernama Asep? atau maksudnya setiap bagian tubuh Kang Asep?

jika Kang Asep berada di bandung itu salah, maka yang pasti benar adalah sebagian Kang Asep tidak berada di bandung. memang benar bahwa sebagian Kang Asep tidak berada di bandung, tapi apakah maksudnya sebagian akang2 yang bernama Asep? atau maksudnya sebagian bagian tubuh Kang Asep?



sama seperti disjungsi dan xor, dimana sering tidak ada perbedaan bentuk kalimat antara keduanya. maka antara kalimat berkuantor dan tidak berkuantor pun sering tidak dibedakan bentuk kalimatnya.
misalnya:
Ayam adalah Hewan
secara semantik kita tahu bahwa ini adalah kalimat berkuantor, namun bentuk kalimatnya menunjukkan bahwa itu adalah kalimat tidak berkuantor.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #22 pada: Januari 08, 2014, 03:11:44 PM »
kang sandy benar. dalam buku Joesoef Souyb, kalimat yang tidak berkuantor itu disebut menentu.

misalnya : Ir. Soekarno adalah Presiden RI yang pertama.

dalam bahasa sehari-hari, tidak bisa dikatakan "setiap Ir. Soekarno". kwalitas termnya tetap universal, yakni meniap. dengan bentuk umum "Setiap A adalah B".

jadi, definisi kuantor itu apa, donk ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #23 pada: Januari 09, 2014, 05:56:14 AM »
pada kalimat tidak berkuantor, bentuk umumnya hanyalah A dan E, tidak dikenal adanya term partial. dan menganggapnya partial berarti menurunkan derajat pengetahuan.


jika kalimat yang tidak berkuantor disebut kalimat yang menentu, maka akan menimbulkan kesan bahwa kalimat yang berkuantor adalah kalimat yang tidak menentu.

baik kalimat kuantor ataupun kalimat tidak berkuantor keduanya merupakan kalimat menentu.
hanya saja, kalimat tidak berkuantor sudah menentu 'sejak dari sononya', sedangkan kalimat berkuantor menjadi menentu karena adanya kuantor tsb, yang jika kuantornya dihilangkan akan menjadi kalimat tidak menentu. dan menentu atau tidaknya sebuah kalimat ditentukan oleh menentu atau tidaknya subjek pada kalimat tsb.

jadi, kuantor adalah penentu subjek.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #24 pada: Januari 09, 2014, 06:41:34 AM »
Kutip dari: sandy
baik kalimat kuantor ataupun kalimat tidak berkuantor keduanya merupakan kalimat menentu.

kalimat berkuantor yang menentu itu contohnya seperti apa ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #25 pada: Januari 09, 2014, 08:13:34 AM »
contoh kalimat berkuantor menentu:
- setiap hewan adalah sapi
- sebagian hewan adalah ayam
- setiap kucing adalah hewan

contoh kalimat tidak berkuantor menentu:
- saya sudah kenyang
- bebek itu sedang berenang
- Kang Asep adalah warga kota bandung

lalu, kalimat yang tidak menentu itu bagaimana? contoh:
- hewan adalah sapi
- hewan adalah ayam
- kucing adalah hewan


istilah lain dari kalimat menentu adalah kalimat tertutup, sedangkan kalimat tidak menentu adalah kalimat terbuka.
ada kalimat menentu yang tanpa kuantor, ada pula yang dengan kuantor.
untuk kalimat menentu dengan kuantor, jika kuantornya dihilangkan akan menjadi kalimat tidak menentu.


dalam matematika, kalimat tidak menentu atau kalimat terbuka bukanlah proposisi.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #26 pada: Januari 09, 2014, 02:10:49 PM »
Quote (selected)
- setiap hewan adalah sapi

dalam pengertian saya, kalimat tersebut tidak menentu. kalau menggunakan "setiap" atau "sebagian", bukan term menentu.

jadi, term menentu itu adalah term yang bersifat meniap tanpa lazim menggunakan kata peniapan.
« Edit Terakhir: Januari 09, 2014, 03:19:24 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #27 pada: Januari 10, 2014, 09:13:43 AM »
dalam pengertian saya, kalimat tersebut tidak menentu. kalau menggunakan "setiap" atau "sebagian", bukan term menentu.

jadi, term menentu itu adalah term yang bersifat meniap tanpa lazim menggunakan kata peniapan.

oh ya kang, saya ingin bertanya dulu:

pada proposisi berikut:
sebagian hewan adalah sapi
term subjeknya "sebagian hewan" atau "hewan" saja?

setiap sapi adalah hewan
term subjeknya "setiap sapi" atau "sapi" saja?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #28 pada: Januari 10, 2014, 09:58:01 AM »
"sebagian hewan" dan "setiap sapi" merupakan subjek.

ketika orang mengatakan "sapi adalah hewan", sebenarnya subjeknya adalah "setiap sapi". tapi dalam makna kandungan dikatakan "subjeknya adalah sapi". jadi, dalam term "sapi" tersebut terkandung kualitas "setiap" atau "sebagian".
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #29 pada: Juni 17, 2016, 10:27:58 AM »
contoh kalimat berkuantor menentu:
- setiap hewan adalah sapi
- sebagian hewan adalah ayam
- setiap kucing adalah hewan

contoh kalimat tidak berkuantor menentu:
- saya sudah kenyang
- bebek itu sedang berenang
- Kang Asep adalah warga kota bandung

lalu, kalimat yang tidak menentu itu bagaimana? contoh:
- hewan adalah sapi
- hewan adalah ayam
- kucing adalah hewan


istilah lain dari kalimat menentu adalah kalimat tertutup, sedangkan kalimat tidak menentu adalah kalimat terbuka.
ada kalimat menentu yang tanpa kuantor, ada pula yang dengan kuantor.
untuk kalimat menentu dengan kuantor, jika kuantornya dihilangkan akan menjadi kalimat tidak menentu.


dalam matematika, kalimat tidak menentu atau kalimat terbuka bukanlah proposisi.


komentar saya diatas adalah komentar saya yang gak nyambung terutama yang saya tebalkan.

"term menentu" dalam proposisi berbeda maksudnya dengan "kalimat menentu" dalam matematika yang saya pahami waktu itu. selain term pokoknya sudah nyata berbeda yaitu "term" dan "kalimat", sifat "menentu" tsb juga maksudnya berbeda, dimana dalam term "kalimat menentu" disitu berarti kalimat tertutup, atau yang nilai kebenarannya sudah bisa ditentukan.

sedang membicarakan "term menentu" disini, tapi saya nyelonong aja dengan membawa2 "kalimat tertutup" seolah2 keduanya sama, parah
 :embarrassed:
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan