Penulis Topik: Negasi  (Dibaca 5004 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Negasi
« pada: Januari 04, 2014, 07:23:09 PM »
Walaupun kang Sandy sudah memposting 16 Operator Logika berikut contohnya, sayapun sudah memposting artikel berjudul “bukan” sebagai salah satu contoh penggunaan salah satu operator logika negasi, tapi entah kenapa, saya masih saja ingin memposting artikel berjudul “Negasi” ini, yang materinya saya ambil dari buku berjudul Logika Proposisional. Mungkin karena saya ingin agar saya atau para pembaca mudah mengaksesnya dengan Kode Wikilinks atau mungkin saya bermaksud memperkaya perbendarahaan kata, sehingga lebih mudah ditemukan di google. Entahlah, saya tidak dapat memastikan motivasi diri sendiri yang sebenarnya, yang jelas, saya ingin memposting materi serupa dengan judul berbeda.

Kutipan :[1]

Negasi (Negation) digunakan untuk menggantikan “bukan (not)” dan tabel kebenarannya seperti berikut :


Negasi berarti hanya kebalikan dari nilai variabel proposisional yang dinegasi. Jika F akan menjadi T dan sebaliknya, atau negasi F adalah T.



¬ merupakan simbol dari negasi.

Contoh :
A adalah B <= Afirmasi ( B )
A bukan B < = Negasi ( ¬ B )

Apakah contoh yang saya kemukakan tersebut sudah tepat ?
 1.  F.Soesianto & Djoni Dwijono, Logika Proposisional, Hal. 21
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #1 pada: Januari 04, 2014, 10:25:58 PM »
Kutip dari: Kang Asep
Contoh :
A adalah B <= Afirmasi ( B )
A bukan B < = Negasi ( ¬ B )

Apakah contoh yang saya kemukakan tersebut sudah tepat ?

contoh seperti diatas masih membingungkan dan belum pas kang...

ingat, bahwa negasi (¬) merupakan operator unary, yang hanya dapat merangkai satu variabel proposisional. berbeda dengan konjungsi (ᴧ), disjungsi (v), dan yang lainnya.
saya kutipkan tulisan kang Asep pada thread "bukan":
Quote (selected)
Operator ¬ disebut Unary, karena hanya dapat merangkai satu variabel proposisional. Sedangkan operator lainnya seperti “dan “ ( ˄ ),  “atau” ( ˅ ), “jika.. maka” →,  dan “jika dan hanya jika” ( ↔ ), merangkai lebih banyak variabel proposisional.

apa itu variabel proposisional?
variabel proposisional adalah variabel yang memuat suatu proposisi.


sekarang mari kita simak contoh dari Kang Asep:
A adalah B <= Afirmasi ( B )
A bukan B < = Negasi ( ¬ B )

B yang saya bold biru, apakah itu sama dengan B yang saya bold merah?
jika sama, maka itu adalah contoh yang salah.

B itu apa? sebuah variabel premis atau sebuah variabel proposisi?

jika maksudnya B adalah premis, maka simbol ¬B menjadi tak bermakna.
apa maknanya "bukan hewan"?
jika "bayam bukan hewan", "batu bukan hewan", dan "udara bukan hewan", maka apakah semua kalimat negasi tsb memiliki simbol yang sama yaitu "¬hewan"?
yang dapat dirangkai oleh "¬" sehingga menjadi bermakna hanyalah sebuah varibel proposisi, bukan sebuah variabel premis.

jika maksudnya B adalah proposisi, maka proposisi A bukan B menjadi tak bermakna.
bayangkan jika A adalah proposisi dan B adalah proposisi, maka bisakah kang Asep membuat contoh proposisi majemuk A bukan B?
"¬" hanya dapat merangkai sebuah variabel proposisi, tidak lebih.
maka jika A adalah proposisi dan B adalah proposisi, tidak akan bisa dirangkai dengan operator "bukan", kecuali akan menghasilkan proposisi majemuk yang membingungkan (sehingga saya sebut dengan menjadi tak bermakna).

contoh yang diberikan kang Asep benar jika B yang berwarna biru berbeda dengan B yang berwarna merah. yaitu jika B maksudnya adalah premis B, sedangkan B maksudnya adalah proposisi B, yaitu proposisi A adalah B.
tapi contoh seperti ini akan membingungkan pembaca, karena ada satu simbol yang sama melambangkan dua maksud yang berbeda.



proposisi A bukan B, adalah negasi dari proposisi A adalah B.
jika p = A adalah B
maka ¬p = ¬(A adalah B) = A bukan B


jadi penulisan contoh yang lebih tepat adalah:

A adalah B  <=  p
A bukan B  <=  ¬p

A   = premis A
B   = premis B
p   = proposisi afirmasi A adalah B
¬p = bukan p = proposisi negasi A bukan B

« Edit Terakhir: Januari 04, 2014, 11:16:33 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #2 pada: Januari 05, 2014, 06:55:58 AM »
jadi, dalam hal ini variabel A dan B itu mewakili sebuah proposisi, dan bukan mewakili term ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #3 pada: Januari 06, 2014, 05:00:21 AM »
jadi, dalam hal ini variabel A dan B itu mewakili sebuah proposisi, dan bukan mewakili term ?

tentu saja. bukankah yang memiliki nilai benar atau salah itu adalah proposisi? sedangkan term tidak memiliki nilai benar maupun salah.

¬B bernilai benar jika B salah.
nah, jika B adalah term, maka B tidak memiliki nilai benar atau salah, begitu juga ¬B.

A dan B bernilai benar jika dan hanya jika A benar dan B benar.
jika A dan B adalah term, maka A dan B tidak memiliki nilai benar atau salah, dan A dan B pun bukan sesuatu yang memiliki nilai benar atau salah.

dlsb...

variabel2 yang dioperasikan oleh operator logika adalah variabel2 yang memiliki nilai benar atau salah, dan itu adalah variabel proposisi, sedangkan variabel term tidak memiliki nilai benar atau salah.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Abimanyu

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 45
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #4 pada: Januari 06, 2014, 05:14:34 AM »
jadi, pada proposisi "A bukan B", berarti kata "bukan" tersebut bukan sebagai operator logika ?

dan pada proposisi bukan "A bukan B", dan kata bukan yang saya beri garis miring tersebut berarti operator logika ?
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #5 pada: Januari 06, 2014, 05:46:33 AM »
jadi, pada proposisi "A bukan B", berarti kata "bukan" tersebut bukan sebagai operator logika ?

dan pada proposisi bukan "A bukan B", dan kata bukan yang saya beri garis miring tersebut berarti operator logika ?

kata "bukan" pada proposisi "A bukan B" adalah operator logika. tapi perlu kita pahami bahwa yang dioperasikan oleh operator logika "bukan" bukan term A dan atau term B, yang dioperasikan oleh operator "bukan" disini adalah proposisi "A adalah B".

p : A adalah B
¬p: ¬(A adalah B) = A bukan B
¬¬p: ¬(A bukan B) = A bukan bukan B

A adalah B = A bukan bukan B  (putar sebutan)
oleh karena itu tabel kebenaran p identik dengan ¬¬p.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #6 pada: Januari 06, 2014, 07:17:53 AM »
tapi, mari kita lihat lagi tabel kebenaran operasi negasi.

jika A salah, maka ¬A pasti benar.
nampaknya ini bertentangan dengan prinsip kontrari. ada yang bisa menjelaskan hal ini?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #7 pada: Januari 06, 2014, 01:28:52 PM »
^ itu dari tabel yang maan kang ?

kalau dari tabel yang saya buat, tidak terlihat ada pernyataan "jika a salah, maka ¬ A pasti benar".

yang ada jika A benar, ¬ A salah, maka ¬ ¬ A adalah benar. dan ini tidak bertentangan dengan hukum kontrari.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #8 pada: Januari 06, 2014, 01:56:07 PM »


bukankah tabel tsb menyatakan demikian kang?



perhatikan baris kuning: jika A salah (F), maka ¬A benar (T), dan ¬¬A salah (F)

atau kang Asep membacanya seperti ini: jika A salah (F), dan ¬A benar (T), maka ¬¬A salah (F) ?
perhatikan, kenapa tidak ada tabel jika A salah dan ¬A salah maka... dan jika A benar dan ¬A benar maka... ?



ternyata, tentang negasi ini tidak hanya sampai disini, perlu dibedakan bentuk negasi antara proposisi atomik, proposisi majemuk, dan proposisi berkuantor.
tapi yang berbeda antara ketiganya hanyalah bentuk kalimat negasinya, sementara tabel kebenarannya tetap sama.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #9 pada: Januari 06, 2014, 02:15:15 PM »
kang sandy benar. tapi pernyataan  "jika A salah maka ¬ A pasti benar", tidak bertentangan dengan prinsip kontrari. hanya bertentangan bila, "jika A salah, ¬ A pasti salah" baru bertentangan dengan kontrari.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #10 pada: Januari 06, 2014, 02:46:24 PM »
salah satu sifat kontrari: jika A salah, maka E belum tentu benar.
sementara sifat negasi: jika A salah, maka ¬A pasti benar.

artinya negasi bukan kontrari, melainkan kontradiksi.
jadi, ¬A=O, bukan E.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #11 pada: Januari 06, 2014, 03:10:53 PM »
^ kang sandy benar.

dan pernyataan saya adalah "hal itu tidak berisi pertentangan kontrari". sebagaimana yang dikatakan kang sandy :

Quote (selected)
artinya negasi bukan kontrari, melainkan kontradiksi.
jadi, ¬A=O, bukan E.

tidak ada masalah dengan kontrari.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #12 pada: Januari 06, 2014, 03:53:33 PM »
ya, ini artinya A bukan B bukanlah negasi dari A adalah B.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #13 pada: Januari 06, 2014, 04:34:04 PM »
^ lha, kenapa ? mestinya kan negasi dari A adalah B ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Master
  • *
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Negasi
« Jawab #14 pada: Januari 06, 2014, 08:18:03 PM »
bukankah A adalah B dan A bukan B memiliki pertentangan kontrari, yang jika A adalah B salah maka A bukan B belum tentu benar?
jika ya, maka bagaimana mungkin A bukan B merupakan negasi sekaligus pasangan kontrari dari A adalah B? padahal negasi dan kontrari memiliki aturan yang berbeda jika A adalah B salah?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan