Penulis Topik: ZIARAH KUBUR [BAGIAN TERAKHIR]  (Dibaca 5922 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

ZIARAH KUBUR [BAGIAN TERAKHIR]
« pada: April 14, 2013, 08:03:08 PM »
ZIARAH KUBUR [BAGIAN TERAKHIR]

Dalil-dalil Ziarah Kubur dan Doanya

Kitâb Durusta bin Abî Manshûr dia berkata: Saya telah berkata kepada Abû Al-Hasan as, "Apakah doa bermanfaat kepada mayyit?" Beliau berkata, "Ya, sehingga apabila dia berada di tempat yang sangat sempit, maka diluaskan baginya, dan apabila dimurkai atasnya, maka menjadi diridhainya." Saya bertanya, "Apakah dia mengetahui kepada orang yang mendoakannya?" Beliau berkata, "Ya." Saya bertanya, "Sekalipun mereka berdua (ayah dan ibu) nâshibiyyain (memusuhi Ahlulbait Nabi saw)." Beliau berkata, "Bermanfaat bagi mereka demi Allah, yang demikian itu diringankan darinya." 

Dari ‘Abdurrahman bin Abî ‘Abdillâh berkata: Saya bertanya kepada Imam Al-Shâdiq as, "Bagaimana cara meletakkan tangan saya di atas kuburan muslimîn?" Kemudian beliau menunjuk dengan tangannya ke tanah lalu dia meletakkan tangannya di atasnya dan dia menghadap ke kiblat.

Dan dalam riwayat yang lain, “Siapa yang membaca sûrah Innâ anzalnâhu di sisi kubur orang
yang beriman sebanyak tujuh kali, Allah akan mengutus satu malaikat kepadanya yang mengabdi kepada Allah di sisi kuburannya dan pahalanya dituliskan untuk penghuni kubur tersebut. Jika Allah membangkitkan dia dari kuburnya, dia tidak akan melewati suatu kesulitan melainkan Allah memalingkannya darinya dengan malaikat tersebut hingga dia masuk ke dalam surga, dan dibaca pula bersama Innâ anzalnâhu sûrah Al-Hamdu, Al-Mu‘awwidzatain (sûrah Al-Falaq dan Al-Nâs), Qul huwallâhu ahad dan Ãyatul Kursiyy masing-masing sebanyak tiga (3) kali.”
Doa lain yang dianjurkan dibaca pada saat ziarah di kuburan muslimin adalah sebagaimana pada riwayat berikut ini:
Muhammad bin Muslim bertanya kepada Imam Al-Shâdiq as, "Apakah kami menziarahi orang-orang yang telah mati?" Beliau berkata, “Ya.” Muhammad bin Muslim bertanya. "Apakah mereka mengetahui kami apabila kami mendatanginya?" Beliau menjawab, “Ya, demi Allah mereka mengetahui kalian dan mereka gembira dengan kalian serta merasa ditemani oleh kalian.” Dia bertanya, "Apa saja yang harus kami ucapkan apabila kami mendatangi mereka?" Beliau berkata, “Ucapkanlah:

Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ‘id ilaika arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilaihim min rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum wa tu`nisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.
Ya Allah, renggangkanlah tanah dari kedua lambungnya, angkatlah kepadamu arwâh-nya, pertemukanlah mereka dengan rela-Mu, tenangkanlah mereka dengan rahmat-Mu yang dapat menemani kesendiriannya dan menenangkan kegelisahannya, sungguh Engkau maha kuasa atas segala sesuatu."

Dari Nabi saw bahwa beliau telah berkata, “Tidak seorang pun yang mengatakan di sisi kuburan suatu mayyit sebanyak tiga kali: Allâhumma innî as`aluka bihaqqi muhammadin wa ãli muhammadin an lâ tu‘adzdziba hâdzal mayyit. (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan haqq Muhammad dan keluarga Muhammad bahwa Engkau tidak menyiksa mayyit ini). Melainkan Allah menghilangkan siksa darinya sampai hari kiamat." 

Dan dari ‘Abdullâh bin Mas‘ûd: Apabila hamba meletakkan tangannya di atas kepala kuburan dan dia mengucapkan: Ya Allah, ampunilah dia karena dia butuh kepada-Mu. Dan dia membaca Fâtihatul Kitâb dan (membaca) sebelas kali Qul Huwallâhu Ahad, niscaya Allah memberikan cahaya kerpada kubur mayyit itu, dan meluaskan kuburnya sejauh pandangannya. Dan orang yang berdoa ini kembali dari ziarah kubur tersebut dalam keadaan terampuni dosa-dosanya, maka jika dia mati antara pada hari itu sampai seratus hari, dia mati sebagai syahîd, dan dia punya pahala syuhadâ`, maka sesungguhnya Allah menyukai hamba yang tulus untuk ahli kubur, maka siapa yang tulus kepada mereka dengan doa dan sedekah, wajiblah surga tanpa hisâb.

Membaca Al-Ikhlâsh 11 Kali

Rasûlullâh saw bersabda, "Siapa yang melewati tempat-tempat kuburan, lalu dia membaca (sûrah) Qul Huwallâhu Ahad sebelas kali, dan dia hibahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati, niscaya dia diberi dari pahala dengan sejumlah orang-orang yang telah mati." 

Dari Al-Ridhâ as dari ayahnya dari ayah-ayahnya dari Nabi saw (Beliau berkata), "Siapa yang melewati tempat-tempat kuburan, lalu dia membaca (sûrah) Al-Tauhîd sebelas kali, kemudian dia berikan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati, dia diberi dari pahala dengan sejumlah mereka (yang telah mati)."   

Waktu Ziarah Kubur yang Paling Baik

Ziarah kubur bisa dilaksanakan kapan saja dan hari apa saja, tetapi hari yang paling baik adalah hari Kamis. Dan jika waktu menjelang terbit matahari lebih baik lagi, sebab mereka menjawab salam kita.

Dari Abû 'Abdillâh as berkata, “Jika kalian menziarahi orang-orang yang telah meninggal di antara kalian sebelum terbit matahari, mereka mendengar dan menjawab kamu, dan apabila kamu menziarahinya setelah terbit matahari, mereka mendengar dan tidak menjawab salâm kamu.”   
Ziarah kubur pada waktu malam kurang disukai (karâhah) sebagaimana sabda Rasûlullâh saw Kepada Abû Dzarr, “Janganlah kamu ziarahi mereka terkadang pada waktu malam.”
Kalau kita melewati kuburan tanpa kita sengaja untuk berziarah, berhentilah dan ucapkan doa berikut:

Allâhumma wallihim mâ tawallau, wahsyurhum ma‘a man ahabbû.
Ya Allah, palingkan mereka kepada apa yang mereka telah berpaling, dan kumpulkanlah mereka bersama orang yang mereka sukai.

Hadiah bagi Ahli Kubur

Di antara kebaikan dari orang yang hidup yang bisa dihadiahkan kepada orang yang telah meninggal adalah mengirimkan hadiah berupa istighfâr, Doa, Ayat Kursi, Al-Ikhlâsh, dan yang lainnya.

Istighfâr bagi Ahli Kubur

Dari 'Ali as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Tidak dihadiahkan kepada mayyit suatu hadiah dan tidak dikirimkan suatu kiriman yang lebih utama selain dari istighfâr (memohonkan ampunan baginya)."   

Doa dan Membaca Sûrah Al-Qadr

Dari 'Amr bin Abû Al-Miqdâm dari ayahnya berkata, " Saya melewati Abû Ja'far as di Al-Baqî', lalu kami melewati kuburan seorang lelaki dari penduduk Al-Kûfah dari kalangan pengikut yang setia, lalu beliau berdiri atasnya, kemudian beliau berdoa, 'Ya Allah, sayangilah keterasingannya, sambungkanlah kesendiriannya, temanilah kesepiannya, dan tenangkanlah dia dengan kasih-Mu sebagai suatu kasih yang dengannya dia merasa cukup dari kasih selain-Mu, dan pertemukanlah dia dengan orang yang dia cintai.' Kemudian dia membaca (sûrah) Innâ anzalnâhu fî lailatil qadr tujuh kali." 

Membaca Ayat Kursi

Warrâm bin Abî Firâs dalam kitabnya berkata: Dia as berkata, "Apabila orang yang beriman membaca Ayat Kursi  dan dia jadikan pahala bacaannya bagi ahli kubur, niscaya Allah jadikan dari setiap hurufnya satu malaikat yang ber-tasbîh kepada-Nya sampai hari kiamat."   

Apabila kita berada di antara kuburan, kita baca sebelas (11) kali sûrah Al-Ikhlâsh, kemudian pahalanya kita hadiahkan kepada mereka, maka kita akan mendapatkan pahalanya dengan sejumlah orang yang telah mati.

Hadiah dengan Sedekah Dan Doa

Dari Abû Hurairah berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Kirimkanlah hadiah kepada orang-orang yang telah meninggal dunia di antaramu.” Kami bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apa yang mesti kami hadiahkan kepada mereka yang telah meninggal dunia?” Beliau berkata, “Sedekah dan doa."   
   
Dan beliau saw berkata, "Sesungguhnya arwâh orang-orang yang beriman datang pada setiap hari Jumat ke langit dunia yang bertepatan dengan tempat tinggal dan rumah-rumah kamu, masing-masing dari mereka memanggil-manggil (orang yang didatanginya) dengan suara sedih lagi menangis, ‘Wahai keluargaku! Wahai anakku! Wahai ayahku! Wahai Ibuku! Wahai kerabatku! Kasihilah kami, semoga Allah merahmatimu! Apa yang terbayang di hadapan kami adalah celaka dan hisâb (perhitungan) atas kami sedangkan manfaat untuk selain kami.’ 
Dan setiap orang dari mereka menyeru karib kerabatnya, ‘Sayangilah kami dengan uang satu dirham atau dengan sepotong roti atau dengan sehelai pakaian! Semoga Allah memberikan pakaian kepadamu dari pakaian surga! Kemudian menangislah Nabi saw dan kami pun menangis pula bersamanya. Dan Nabi saw tidak bisa melanjutkan perkataannya karena banyak tangisannya. Kemudian (setelah reda menangis) beliau saw berkata, “Mereka itu saudara-saudara kalian seajaran yang jasadnya telah menjadi tanah dan tulang-belulangnya telah hancur luluh, mereka sedih setelah mereka gembira dan suka cita (di dunia ini). Kemudian mereka menyerukan dengan kecelakaan dan kesengsaraan atas diri-diri mereka dengan mengatakan, ‘Duhai celakalah kami! Seandainya saja kami telah meng-infâq-kan apa-apa yang ada pada kami demi ketaatan kepada Allah dan rela-Nya, niscaya kami tidak akan membutuhkan kalian!' Kemudian mereka kembali dengan perasaan sedih dan penyesalan sambil berkata, ‘Segeralah kalian bersedekah untuk orang-orang yang telah mati.’”

Dan telah diriwayatkan dari beliau, “Apa yang telah disedekahkan untuk mayyit diambil oleh malaikat dalam wadah cahaya yang memancar sinarnya ke seluruh langit yang tujuh, lalu dia berdiri di tepi khandaq (parit) seraya berkata, ‘Salam atas kalian wahai penghuni kubur! Keluargamu telah mengirimkan hadiah buat kamu dengan hadiah ini. Lantas dia mengambilnya dan masuk dengannya ke dalam kuburnya dan dia meluaskan tempat perbaringannya.
Ketahuilah, siapa yang menyayangi mayyit dengan satu sedekah, maka di sisi Allah dia mendapat pahala sebesar bukit Uhud, dan pada hari kiamat dia akan mendapatkan naungan ‘arasy Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan ‘arsy. (Ketahuilah) orang yang hidup dan orang yang telah mati selamat dengan sedekah ini.”

Makna mengirimkan hadiah dengan sedekah kepada orang yang telah meninggal, yaitu kita bersedekah apakah dengan harta, uang ataukah dengan makanan, lalu kita ikrarkan: Ya Allah, sampaikanlah pahala dari sedekah ini ke kubur (sebutkan namanya)
Dan hadiah doa adalah seperti doa-doa yang telah tersebut di atas, seperti:

Ya Allah, renggangkanlah bumi dari kedua lambungnya, angkatlah kepadamu ruhnya, pertemukanlah dia dengan rela-Mu, tenangkanlah dia dengan kasih-Mu yang menemani kesendiriannya dan menenangkan kegelisahannya, sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.

Ziarah kubur itu besar pahalanya dan manfaatnya bagi orang yang melakukannya sebab mengingatkan kita kepada kematian dan kepada negeri akhirat yang di sana kita akan hidup kekal abadi baik senang ataupun susah. Dan juga ziarah kubur itu sangat bermanfaat bagi orang yang diziarahinya.

Ziarah kubur jika direnungkan akan melembutkan hati yang kasar, akan mengurangi kadar kecintaan kepada dunia, akan menumbuhkan kecintaan kepada akhirat dan akan memberikan motivasi yang kuat untuk menyiapkan bekal bagi kehidupan setelah kematian. Ziarah kubur termasuk ibadah ritual dan sosial; ritualnya berupa doa dan sosialnya adalah perhatian kepada orang yang telah meninggal dunia yang mungkin saja mereka itu sedang menjalani kehidupan yang mengerikan di alam sana!

Dari Hafsh bin Al-Bakhtari dan Jamîl bin Darrâj, dari Abû ‘Abdillâh as tentang ziarah kubur beliau berkata, "Sesungguhnya mereka senang dengan kamu, maka apabila kamu pulang dari mereka, mereka menjadi kesepian." 

Dari ‘Utsmân bin ‘Îsâ dari Samâ‘ah dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang ziarah kubur dan membangun masjid-masjid padanya, maka dia berkata, "Adapun ziarah kubur, maka tidak mengapa, dan janganlah dibangum masjid-masjid padanya." 

Dari Hisyâm bin Sâlim, dari Abû ‘Abdillâh as dia berkata: Saya mendengar beliau berkata, "Fâthimah hidup setelah ayahandanya tujuh puluh lima hari, dia tidak terlihat kâsyirah dan tidak pula tertawa, dia mendatangai kubur-kubur para syuhadâ` setiap satu Jumat dua kali; hari Senin dan Kamis, kemudian dia mengatakan, 'Di sini Rasûlullâh saw dan di sana kaum musyrikîn.'" 
 
Dari Ishâq bin ‘Ammâr, dari Abû Al-Hasan as dia berkata, "Saya bertanya kepadanya, apakah orang yang beriman mengetahui siapa yang berziarah ke kuburnya?" Beliau berkata, "Ya, senantiasa dia senang dengannya selama ada di sisi kuburnya, maka apabila dia berdiri dan berpaling dari kuburnya masuklah kepadanya kesunyian."

Dari Muhammad bin Ahmad berkata: Adalah saya di Faida, lalu saya berjalan bersama ‘Ali bin Bilâl ke kuburan Muhammad bin Ismâ'îl bin Bazî‘, maka ‘Ali bin Bilâl berkata: Penghuni kubur ini pernah mengatakan kepadaku dari Al-Ridhâ as berkata, "Siapa yang mendatangi kubur saudaranya, kemudian dia meletakkan tangannya di atas kubur dan membaca (sûrah) Innâ Anzalnâhu fî Lailatil Qadr tujuh kali, tentu dia aman dari hari ketakutan yang sangat besar atau hari ketakutan." 

Dari Muhammad bin Muslim dari Abû ‘Abdillâh as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Ziarahilah orang-orang yang telah mati darimu, sebab mereka itu gembira dengan kunjunganmu, dan hendaklah seseorang dari kamu mencari kebutuhannya di sisi kubur ayahnya dan di sisi kubur ibunya (berdoa kepada Allah meminta kebutuhan) dengan apa yang dia berdoa bagi mereka berdua."
« Edit Terakhir: April 24, 2013, 05:52:53 PM oleh Abu Zahra »
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:ZIARAH KUBUR [BAGIAN TERAKHIR]
« Jawab #1 pada: April 23, 2013, 10:48:58 PM »
saya mempelajari materi Bab Fiqih yang ustadz berikan baru pada bab Ziarah Kubur ini. saya baca paragraf per paragraf dan saya telaah, kemudian saya masukan ke dalam buletin. Bab Ziarah Kuburh ini ada pada buletin Media Logika Edisi 18. Insya Allah nanti saja akan menyajikan buletin versi Doanload di forum ini, sehingga semua anggota forum bisa mendownloadnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1945 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2013, 11:09:34 PM
oleh ratna
2 Jawaban
5638 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2013, 09:32:31 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1678 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 02:04:12 PM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2281 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 07:43:30 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1522 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2013, 07:23:20 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1180 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2013, 08:23:52 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1225 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 09:44:13 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
940 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2013, 03:00:38 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
2755 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2015, 02:18:13 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1486 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:58:12 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan