Penulis Topik: Yang Dilihat Orang yang Beriman Saat Sakaratul Maut  (Dibaca 4369 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Yang Dilihat Orang yang Beriman Saat Sakaratul Maut
« pada: Juni 22, 2013, 08:52:06 PM »
3.3.1.   Melihat Rasulullah Saw dan Ahlul Baytnya

Dari 'Abdul Hamîd bin 'Awwâdh berkata: Saya mendengar Abû 'Abdillâh as berkata, "Jika ruh salah seorang dari kamu telah sampai di sini (kerongkongan), dikatakan kepadanya, 'Adapun yang kamu takuti dari duka dunia dan kesedihannya, maka sesungguhnya kamu telah aman darinya.' Dan dikatakan kepadanya, 'Rasûlullâh saw, 'Ali as dan Fâthimah as ada di hadapanmu.'" 

Dari 'Ali bin 'Uqbah, dari ayahnya berkata: Abû 'Ab-dillâh as telah berkata kepadaku, "Wahai 'Uqbah, pada hari kiamat Allah tidak menerima dari para hamba selain (ajaran) ini yang kamu berada di atasnya, dan tidaklah antara salah seorang dari kamu dan yang akan dilihatnya selain jiwanya telah sampai ke sini." Lalu beliau menunjukkan tangannya ke urat leher.

Kemudian beliau bertelekan dan bersamaku ada Al-Mu'allâ, maka dia memijitku agar saya bertanya kepadanya, maka saya berkata, "Wahai putra Rasûlullâh, apabila jiwanya telah sampai ke sini apa saja yang dia lihat." Saya bertanya kepadanya lebih dari sepuluh kali, "Apa saja yang dia lihat?"

Beliau berkata dalam semuanya itu, "Dia melihat dan tidak bertambah atasnya." Kemudian beliau duduk, dan pada akhirnya beliau berkata, "Wahai 'Uqbah!" Saya berkata, "Baiklah, saya penuhi panggilanmu." Beliau berkata, "Engkau tidak mau selain engkau tahu?"

Saya berkata, "Ya, wahai putra Rasûlullâh, ajaranku hanya bersama ajaranmu, maka apabila ajaranku telah hilang pada setiap saat, maka bagaimanakah bagiku denganmu wahai putra Rasûlullâh!"

Lalu saya menangis, lantas (hati) beliau lembut bagiku, maka beliau berkata, "Dia melihat mereka berdua demi Allah."

Saya berkata, "Demi ayah dan ibuku, siapakah mereka berdua itu?"

Beliau berkata, "Itulah Rasûlullâh saw dan 'Ali as wahai 'Uqbah, tidak mati  jiwa yang beriman untuk selamanya sehingga dia melihat mereka berdua."

Saya berkata, "Jika orang yang beriman melihat mereka, apakah dia akan kembali ke dunia?"

Beliau berkata, "Tidak, dia berada di depannya, jika dia telah melihat mereka berdua dia berada di depannya."

Saya bertanya kepada beliau, "Apakah mereka berdua mengatakan sesuatu kepadanya?"

Beliau berkata, "Ya, mereka berdua semuanya masuk kepada orang yang beriman, lalu Rasulullah saw duduk dekat kepalanya, dan 'Ali as duduk dekat kedua kakinya, lalu tertelungkup Rasûlullâh saw lantas beliau berkata, 'Wahai wali Allah, gembiralah kamu, aku Rasûlullâh lebih baik bagimu dari dunia yang kamu tinggalkan.'

Kemudian Rasûlullâh saw bangkit, lalu 'Ali as berdiri sehingga tertelungkup kepadanya, lalu beliau berkata, 'Wahai wali Allah, gembiralah, Aku adalah 'Ali bin Abî Thâlib yang kamu cintai, bukankah aku benar-banar memberikan manfaat kepadamu.'"

Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab Allah 'azza wa jalla."

Saya berkata, "Di mana adanya? Allah telah menjadikanku tebusanmu?"

Beliau berkata, "Di dalam (sûrah) Yûnus terdapat firman Allah 'azza wa jalla begini, Orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwâ, bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat, tidak ada perubahan dalam kalimat Allah, yang demikian itu keberuntungan yang besar." 

3.3.2.   Melihat Sorga

Dari Abû Bashîr berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Apabila terhalang antara dia dan perkataan (tidak bisa bicara), telah datang kepadanya Rasûlullâh saw dan orang yang dikehendaki Allah, lalu Rasûlullâh saw duduk di sebelah kanannya, dan yang lainnya duduk di samping kirinya, maka berkatalah kepadanya Rasulullah saw, 'Adapun yang kamu harapkan, maka inilah ada di hadapanmu, dan adapun yang kamu takuti darinya, maka kamu telah aman darinya.' Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu ke surga, lalu dikatakan, 'Inilah tempat tinggalmu dari surga, maka jika kamu mau, kami kembalikan kamu ke dunia dan padanya kamu mempunyai mas dan perak.'

Maka dia berkata, 'Tidak butuh bagiku di dunia.' Maka ketika itu menjadi putih warnanya, berkeringat dahinya, tersingsing kedua bibirnya, mengembang kedua lubang hidungnya, berair matanya yang kiri, dengan ciri-ciri ini engkau bisa lihat, maka cukuplah dengannya.

3.3.3.   Sambutan Arwah Kaum Mukminin

Apabila telah keluar jiwa dari jasad, maka akan ditampakkan kepadanya sebagaimana telah ditampakkan kepadanya pada waktu ruh dalam jasad, maka dia memilih akhirat, kemudian dia dimandikan oleh orang-orang yang memandikan, dan dibulak-balikkan oleh orang-orang yang membulak-balikkan, maka apabila dibungkus dalam kain kafannya dan diletakkan di tempat perbaringannya, keluar ruhnya berjalan di hadapan manusia-manusia (yang mengantarkannya) dan disambutnya oleh arwâh kaum mu`minîn mereka mengucapkan salâm kepadanya dan menyampaikan kabar gembira dengan kenikmatan yang telah sediakan baginya oleh Allah yang maha mulia sanjungan-Nya.


3.3.4.   Pintu Cahaya

Apabila diletakkan di dalam kuburnya, ruhnya dikembalikan sampai kedua pangkal pahanya, kemudian ditanya tentang apa yang dia ketahui, apabila dia datang dengan apa yang dia ketahui, dibukakan baginya pintu itu yang Rasûlullâh saw telah memperlihatkannya, maka masuklah kepadanya dari cahayanya, sinarnya, sejuknya dan wanginya."

3.3.5.   Kuburan Yang Luas

Saya berkata, "Kujadikan diriku tebusanmu, maka di manakah himpitan kubur?"

Maka beliau berkata, "Jauhlah, tidak ada sesuatu darinya yang menimpa kaum mu`minîn, demi Allah bumi ini (yang menjadi kuburannya ini merasa bangga atas (ruh) ini, maka ia berkata, 'Orang beriman telah menginjak punggungku, tetapi tidak ada orang yang beriman yang menginjak punggungmu.' Dan bumi berkata kepadanya, 'Demi Allah, aku menyukaimu dan kamu berjalan di punggungku, maka apabila aku dikuasakan kepadamu, nanti kamu akan tahu apa yang akan aku perbuat terhadapmu.' Maka diluaskanlah baginya sejauh pandangannya." 

3.3.6.   Kegembiraan dan Penyejuk Mata

Dari 'Ammâr bin Marwân telah berkata: Telah menyampaikan hadîts kepadaku orang yang mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Dari kalian demi Allah diterima, demi Allah bagi kalian diampuni, sesungguhnya tidak ada di antara seseorang dari kamu dan yang diinginkan melihat kegembiraan dan penyejuk mata kecuali kalau jiwanya telah sampai ke sini dan beliau mengisyaratkan kepada kerongkongannya."

3.3.7.   Melihat Para Malaikat

Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya apabila keadaannya telah ke situ dan dia telah di-ihtidhâr-kan, datanglah Rasulullah saw, 'Ali as, Jabra`îl as dan Malakul Maut as. Lalu 'Ali as mendekat dan berkata, 'Wahai Rasûlullâh, orang ini telah mencintai kita Ahlulbait maka cintailah dia.' Dan Rasûlullâh saw bersabda, 'Wahai Jabra`îl sesungguhnya orang ini mencintai Allah, Rasul-Nya dan Ahlulbait Rasul-Nya, maka cintailah dia.' Dan berkatalah Jabra`îl kepada Malakul Maut, 'Sesungguhnya orang ini telah mencintai Allah, Rasul-Nya dan Ahlulbait Rasul-Nya maka cintailah dia dan sayangilah dia.'

Lalu Malakul Maut mendekat kepadanya lantas berkata, 'Wahai hamba Allah kamu telah mengambil pembebasan lehermu, kamu telah mengambil keamanan berlepas dirimu (dari musuh Allah, Rasul-Nya dan Ahlulbait Rasul-Nya) dan kamu telah berpegang kepada penjagaan yang terbesar (al-'ishmatul kubrâ) dalam kehidupan dunia?'

3.3.8.   Busana Kuning Dari Surga

Lalu Allah 'azza wa jalla memberikan taufîq kepadanya, maka dia menjawab, 'Ya.' Dia bertanya, 'Dan apakah itu?' Maka dia berkata, 'Wilâyah 'Ali bin Abî Thâlib as.' Dia berkata, 'Kamu benar, adapun yang kamu takutkan maka sesungguhnya Allah telah mengamankanmu darinya, dan adapun yang kamu harapkan, maka kamu telah menggapainya, gembiralah dengan orang terdahulu yang saleh dengan menyertai Rasûlullâh saw 'Ali dan Fâthimah as.' Kemudian keluarlah jiwanya dengan perlakuan lembut, kemudian turun kain kafannya dari surga dan hunûth-nya dari surga dengan misik adzfar, lalu dikafani dengan kain kafan itu dan di-tahnîth dengan hunûth itu, kemudian diberi busana kuning dari busana-busana surga.


Nara Sumber : Abu Zahra
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1246 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 10:51:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1550 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:39:28 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
962 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:42:31 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
978 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:48:51 PM
oleh Abu Zahra
23 Jawaban
3867 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2013, 09:18:18 AM
oleh patriana
0 Jawaban
7645 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 21, 2013, 11:45:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
5609 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 10:08:37 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
10407 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 17, 2013, 05:38:54 AM
oleh Abu Zahra
3 Jawaban
1762 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2015, 12:46:55 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
381 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2015, 12:54:57 AM
oleh m88a1097

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan