Penulis Topik: Walimah Pernikahan atau 'Urs [2]  (Dibaca 933 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Walimah Pernikahan atau 'Urs [2]
« pada: Agustus 24, 2013, 08:06:57 PM »
Dalam menyelenggarakan walîmah, harus dihindari campur-baur antara laki-laki dan perempuan, sebab yang demikian itu dilarang. Islam melarang hubungan sosial dalam bentuk saling pandang atau bersentuhan antara lain jenis kecuali dengan muhrimnya.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَ يَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ, ذَالِكَ أَزْكَى لَهُمِ, إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَ قُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْْنَ فُرُوجَهُنَّ وَ لاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya (dari melihat perempuan) dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci buat mereka, sesungguhnya Allah Maha tahu apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman, hendaklah mereka menundukkan sebagian pandangannya (dari melihat kaum pria) dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka itu menampakkan perhiasannya (aurat-nya) kecuali apa-apa yang biasa tampak. 
Kalimat 'yang biasa tampak' adalah bagian dari tubuh yang tidak wajib ditutup, dan semuanya ada lima yang boleh diperlihatkan.

عن مروك بن عبيد عن بعض أصحابنا عن أبي عبد الله ع قال قلت له ما للرجل أن يرى من المرأة إذا لم يكن لها بمحرم قال الوجه و الكفين و القدمين
Dari Murûk bin 'Ubaid dari sebagian sahabat kami dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya berkata kepadanya: Apa saja yang boleh dilihat lelaki dari perempuan yang bukan muhrimnya? Beliau berkata, "Wajah, kedua telapak tangan dan kedua kakinya (dari tumit ke bawah)." 
Imam Ja‘far as berkata bahwa perempuan tidak boleh berjabat tangan dengan lelaki (yang bukan muhrimnya) kecuali dengan dilapisi kain. Dan dalam dalil yang umum, telah diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda:
 
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ
Sungguh kepala seseorang dari kamu ditusuk dengan jarum besi lebih baik dari menyentuh (kulit) perempuan (dengan sengaja) yang tidak halal baginya."   

Maka untuk mengatasi hal itu, tempat unda-ngan perempuan sebaiknya (tidak harus) dipisahkan dari tempat undangan lelaki, demikian pula tempat kedua mempelai agar tertib apabila diadakan ucapan selamat dan jabat tangan, maka perempuan dengan perempuan dan lelaki dengan lelaki lagi, dan hendaklah para undangan perempuan menutup seluruh auratnya, kecuali apa-apa yang telah dikecualikan, dan ingatlah ancaman Rasûlullâh saw bahwa wanita-wanita yang menampakan rambutnya di hadapan lelaki asing (yang bukan muhrimnya), satu saat akan dihukum dengan cara digantung dengan rambutnya di atas api neraka. 

Ketiga, jangan hanya mengundang orang-orang yang kaya dan mengabaikan orang-orang yang miskin, sebab orang-orang miskin itu jika saleh, maka mereka termasuk auliyâ`ullâh. Orang-orang miskin yang saleh dimuliakan Allah, dan empat puluh kharîf atau sekitar 500 tahun mereka telah masuk ke surga sebelum orang-orang kaya yang saleh, karena orang-orang kaya yang saleh akan dihisab sedang orang-orang miskin yang saleh tidak. Dan Rasûlullâh saw menghibur orang-orang miskin yang saleh dengan doanya.

اللَّهُمَّ أَحْيْنِي مِسْكِيْنًا وَ أَمِتْنِي مْسْكِيْنًا وَ احْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ
Ya Allah, hidupkanlah aku sebagai orang miskin, wafatkanlah aku sebagai orang miskin dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang miskin.

Dalam doa ini seolah-olah beliau berpihak kepada mereka yang miskin, hal ini dikarenakan dari sejak dulu orang-orang yang miskin itu seringkali diperalat, dieksploitasi, diperas keringatnya, dipinggirkan, dirampas hak-haknya, digusur gubuk-gubuknya, direndahkan dan dihinakan martabatnya oleh orang-orang kaya yang menindasnya. Sebagai contoh, pada zaman Rasûlullâh saw ketika beliau sedang mengha-dapi penguasa dan orang-orang kaya dan juga sebagai para pemuka bangsa, tiba-tiba datanglah kepada beliau seorang miskin lagi tuna netra, lantas beliau me-nyambutnya dengan baik, namun salah seorang tokoh yang bernama ‘Askan tidak suka dengan akhlak Nabi saw yang menghormati orang miskin lagi tuna netra itu, maka si Askan itu bermuka masam dan berpaling darinya, maka turunlah ayat Al-Quran yang menyindirnya.

عَبَسَ وَ تَوَلَّى أَنْ جَائَهُ اْلأَعْمَى
Dia (Askan) telah bermuka masam dan berpaling karena datang kepadanya (kepada Nabi saw) orang yang buta. 

Kalau kita memuliakan orang miskin yang saleh pada hakikatnya kita memuliakan Allah dan Rasûl-Nya sebagaimana dalam hadîts-hadîts berikut ini.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : أَلاَ وَ مَنْ اسْتَخَفَّ بِفَقِيْرٍ مُسْلِمٍ فَقَدِ اسْتَخَفَّ بِحَقِّ اللهِ, وَ اللهُ يَسْتَخِفُّ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلاَّ أَنْ تَتُوبَ
Nabi saw bersabda, "Ketahuilah, Siapa yang me-rendahkan orang miskin yang muslim (muslimah), maka sesungguhnya dia telah merendahkan hak Allah, dan Allah akan merendahkan orang tersebut pada hari kiamat, kecuali jika dia bertobat."   

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : مَنْ أَكْرَمَ فَقِيْرًا مُسْلِمًا لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ هُوَ عَنْهُ رَاضٍ
Nabi saw bersabda, "Siapa yang memuliakan seorang miskin yang muslim (muslimah), maka dia akan bertemu dengan (rahmat) Allah pada hari kiamat dan Dia rela kepadanya."   

قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : مَنْ لَقِيَ فَقِيْرًا مُسِلِمًا فَسَلَّمَ عَلَيْهِ خِلاَفَ سَلاَمِهِ عَلَى الْغَنِيِّ لَقِيَ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ.
Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang berjumpa dengan seorang miskin yang muslim, lalu dia memberi salâm kepadanya yang berbeda dengan salâm-nya kepada orang yang kaya, niscaya dia akan bertemu dengan (siksa) Allah pada hari kiamat sedang Dia murka kepadanya."   
Merendahkan orang miskin yang muslim itu ter-masuk kepada dosa besar, sebab orang-orang miskin yang saleh itu adalah wali-wali Allah ‘azza wa jalla. Kemudian bagaimanakah status makanan walîmah jika hanya orang-orang yang kaya saja yang diundang?

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : بِئْسَ الطَّعَامُ طَعَامُ الْعُرْسِ يُطْعِمُهُ اْلأَغْنِيَاءَ وَ يَمْنَعُهُ الْمَسَاكِيْنَ
Rasûlullâh saw berkata, "Seburuk-buruk makanan adalah makanan dalam walîmah pernikahan yang diberikannya kepada orang-orang kaya yang diundang sedang orang-orang miskin tidak diundang kepadanya."   

 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2304 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 02:51:41 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
889 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2013, 07:21:44 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
839 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2014, 06:57:25 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
746 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2014, 06:59:55 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
817 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 16, 2014, 09:09:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
499 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2015, 06:29:51 PM
oleh comicers
0 Jawaban
439 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2015, 03:28:00 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1038 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2016, 12:57:31 AM
oleh Kang Erik
2 Jawaban
588 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:51:05 AM
oleh comicers
0 Jawaban
217 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2016, 08:45:34 PM
oleh Kang Erik

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan