Penulis Topik: WALI KALIAN ITU ALLAH, RASÛL-NYA DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN ['ALI]  (Dibaca 1514 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

WALI KALIAN ITU ALLAH, RASÛL-NYA DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN ['ALI]

   إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَ رَسُولُهُ وَ الَّذِيْنَ آمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُونَ الصَّلاَةَ وَ يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَ هُمْ رَاكِعُونَ
Sesungguhnya pemimpin (wali) kalian itu Allah, Rasûl-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat sedang mereka dalam keadaan ruku‘.

Wali, bila disandarkan kepada orang-orang yang beri-man bermakna yang mengatur, yang mendidik, yang mengelola dan yang memimpin mereka. Dan sesungguhnya wali kita setelah Allah dan Rasûl-Nya adalah ‘Ali bin Abî Thâlib sebagaimana yang Dia firmankan di dalam kitab suci-Nya Al-Quran yang agung.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَوْمًا صَلاَةَ الظُّهْرِ, فَسَأَلَ سَائِلٌ فِي الْمَسْجِدِ فَلَمْ يُعْطِهِ أَحَدٌ, فَرَفَعَ السَّائِلُ يَدَهُ إِلَى السَّمَاءِ وَ قَالَ : اللَّهُمَّ اشْهَدْ أَنِّي سَأَلْتُ فِي مَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَمَا أَعْطَانِي أَحَدٌ شَيْئًا. وَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ رَاكِعًا فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ بِخِنْصِرِهِ الْيُمْنَى— وَكَانَ فِيْهَا خَاتَمٌ— فَأَقْبَلَ السَّائِلُ حَتَّى أَخَذَ الْخَاتَمَ بِمَرْأَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ, فَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنَّ أَخِي مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ سَأَلَكَ فَقَالَ : رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي (إِلَى قَوْلِهِ) وَ أَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي. فَأَنْزَلْتَ قُرْآنًا نَاطِقًا : سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيْكَ وَ نَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا. اللَّهُمَّ وَ أَنَا مُحَمَّدٌ نَبِيُّكَ وَ صَفِيُّكَ فَاشْرَحْ لِي صَدْرِي وَ يَسِّرْ لِي أَمْرِي وَ اجْعَلْ لِي وَزِيْرًا مِنْ أَهْلِي عَلِيًّا, اُشْدُدْ بِهِ ظَهْرِي. قَالَ أَبُو ذَرٍّ : فَوَ اللهِ مَا أَتَمَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ هَذِهِ الْكَلِمَةَ حَتَّى نَزَلَ جِبْرِيْلُ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ اقْرَأْ : إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللهُ وَ رَسُولُهُ إِلَى آخِرِهَا   
Dari Abû Dzarr ra bahwa dia berkata: Pada suatu hari aku shalat zhuhur bersama Rasûlullâh saw, lalu ada seorang pengemis yang meminta-minta di masjid, namun tidak seorang pun yang memberinya, maka pengemis tersebut mengangkat tangannya ke langit seraya berkata, “Ya Allah, saksikanlah, bahwa aku meminta-minta di dalam masjid Rasûl saw, tetapi tidak seorang pun yang memberiku sesuatu.” Dan ‘Ali as saat itu sedang ruku‘, lalu beliau mengisyaratkan kepadanya dengan jari kelingkingnya yang kanan–dan padanya ada sebuah cincin–lalu pengemis itu menghadap sehingga dia mengambil cincin itu dengan sepengetahuan Nabi saw, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, saudaraku Mûsâ as telah meminta kepada-Mu, maka dia berkata: Wahai Tuhanku, lapangkan dadaku (hingga firman-Nya: dan sekutukanlah dia di dalam urusanku. Maka Engkau telah menurunkan Quran yang berbicara, Akan Kami kuatkan lenganmu dengan saudaramu dan Kami jadikan bagi kamu berdua kekuasaan. Ya Allah, dan aku Muhammad Nabi-Mu dan pilihan-Mu, maka lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku dan jadikanlah bagiku seorang wazîr dari keluargaku yaitu ‘Ali, kuatkanlah dengannya punggungku.” Abû Dzarr berkata: Maka demi Allah, belum juga sempurna Rasûlullâh saw dengan kalimat ini hingga Jibrîl turun, lalu berkata, “Wahai Muhammad, bacalah: Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu….” 
   Kalimat wa hum râki‘ûn (dan mereka ruku‘) adalah hâl (menerangkan keadaan pelaku pekerjaan) dari kalimat wa yu`-tûnaz zakâh (mereka memberikan zakat) dengan makna mereka memberikannya dalam keadaan ruku‘ mereka di dalam shalat, dan bahwa ayat tersebut telah turun tentang ‘Ali as ketika seorang pengemis meminta sedang dia dalam keadaan ruku‘ di dalam shalatnya, lalu dia memberikan cincinnya kepadanya, seakan-akan cincin tersebut marjan di jari kelingkingnya, lalu dia tidak merasa terbebani untuk menanggalkannya dan amal seperti itu tidak merusak shalatnya. Jika anda berkata: Bagaimana sah ayat tersebut untuk ‘Ali as sedang lafazhnya lafzah jama‘ (plural). Saya menjawab: Diungkapkan dengan lafazh jama‘ sekalipun sebabnya satu orang, hal ini untuk mendorong orang-orang dalam beramal semisal perbuatannya lalu mereka mendapatkan semisal pahalanya, dan untuk menjelaskan bah-wa perilaku orang-orang yang beriman itu wajib seperti itu da-lam hal cepatnya melakukan kebaikan dan berbuat kebaikan terhadap orang-orang yang miskin sehingga ketika sedang melakukan suatu perbuatan yang mesti pun tidak ditangguhkannya sampai shalat selesai. 

Al-Fairûz Ãbâdi berkata, “Abû Al-Sa‘ûd dan Al-Bai-dhâwi dalam menafsirkan ayat yang mulia tersebut kurang lebih sama dengan Al-Zamakhsyari, mereka berkata, ‘Sesungguhnya padanya terdapat dalil bahwa sedekah sunnah bisa dinamakan zakat.’”

Dari ‘Utbah bin Hakîm tentang ayat ini, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu wal ladzîna ãmanû, “Yaitu ‘Ali bin Abî Thâlib as.” 

Dari Ghâlib bin ‘Ubaidillâh berkata: Saya telah mendengar Mujâhid berkata tentang firman-Nya, Innamâ waliyyu-kumullâhu wa rasûluhu…, “Telah turun tentang ‘Ali bin Abî Thâlib as, dia bersedekah dalam keadaan sedang ruku‘.”   

Dari Ibnu ‘Abbâs berkata, “‘Ali as telah bersedekah dengan cincinnya dan dia sedang ruku‘, maka Nabi saw berkata kepada pengemis itu, 'Siapa yang memberimu cincin ini?' Dia berkata, 'Itu yang sedang ruku‘.' Lalu Allah menurunkan ayat, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu.” 

Dari Ibnu ‘Abbâs tentang firman-Nya, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu….. Dia berkata, “Telah turun berkenaan dengan ‘Ali bin Abî Thâlib as.” 

Dari ‘Ali bin Abî Thâlib as berkata: Telah turun ayat ini kepada Rasûlullâh saw di rumahnya, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu wal ladzîna ãmanû….Maka Rasûlullâh saw keluar, lalu masuk ke dalam Masjid, dan datanglah orang-orang mereka shalat ada yang ruku‘, sujud dan berdiri shalat, maka ternyata ada seorang pengemis, lalu beliau berkata, “Wahai pengemis, apakah ada seseorang yang telah memberimu sesuatu?” Dia berkata, “Tidak ada selain orang yang sedang ruku‘ itu – dan dia menunjuk kepada ‘Ali bin Abî Thâlib as – dia telah memberikan cincinnya kepadaku.” 

Dari Ibnu ‘Abbâs berkata: ‘Abdullâh bin Salâm dan satu rombongan bersamanya datang kepada Nabi Allah ketika zhuhur, lalu mereka berkata, “Wahai Rasûlullâh, rumah-rumah kami itu jauh dan kami tidak mendapatkan orang yang mau duduk bersama kami dan bergaul dengan kami selain di masjid ini, sesungguhnya kaum kami tatkala mengetahui kami membenarkan Allah dan Rasûl-Nya dan kami tinggalkan ajaran mereka, mereka itu menampakkan permusuhan dan bersumpah untuk tidak bergaul dengan kami dan makan bersama kami, maka menjadi sulitlah hal itu atas kami.” Ketika mereka mengadukan yang demikian kepada Rasûlullâh saw, tiba-tiba turunlah ayat ini kapada Rasûlullâh saw, Sesungguhnya walimu itu Allah, Rasûl-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat sedang mereka dalam keadaan ruku‘. Dan diserukan shalat yaitu shalat zhuhur dan Rasûlullâh saw keluar lalu beliau berkata kepada pe-ngemis, “Apakah ada seseorang yang memberimu sesuatu?” Dia berkata, “Ya.” Beliau berkata, “Siapa.” Dia berkata, “Lelaki yang sedang berdiri itu.” Beliau bertanya, “Dalam keada-an bagaimana dia memberimu?” Dia berkata, “Dalam keadaan ruku.‘” Dia berkata, “Itu ‘Ali bin Abî Thâlib as.” Maka Ra-sûlullâh saw takbîr dan beliau berkata, “Siapa yang ber-wilâyah kepada Allah, Rasûl-Nya dan orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya partai Allah yang akan menang.”   

‘Ammâr bin Yâsir berkata, “Seorang pengemis berdiri dekat ‘Ali bin Abî Thâlib as dan beliau sedang ruku‘ di dalam shalat sunnah, lalu beliau mencopot cincinnya dan memberikannya kepada pengemis itu, lalu dia mendatangi Rasûlullâh saw memberitahukan yang demikian itu kepadanya, lalu turun kepada Rasûlullâh saw ayat ini, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu wal ladzîna ãmanul ladzîna yuqîmûnash shalâta wa yu`tûnaz zakâta wa hum râki‘ûn. Kemudian Rasûlullâh membacanya, lalu beliau berkata, “Siapa yang adalah aku pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya, ya Allah, cintailah orang yang mencintainya dan musuhi orang yang memusuhinya.” 

Dari Ibnu ‘Abbâs berkata: ‘Ali bin Abî Thâlib as mensedekahkan cincinnya saat dia ruku‘, maka nabi saw bertanya kepada pengemis, “Siapa yang telah memberimu cincin itu?” Dia berkata, “Orang yang sedang ruku‘ itu.” Maka Allah me-nurunkan (ayat) mengenai dia, Innamâ waliyyukumullâhu wa rasûluhu…Adalah pada cincinnya tertulis: Subhâna man fakhrî bi`annî lahu ‘abd (Maha suci Yang kebanggaanku bahwa aku adalah hamba-Nya), kemudian beliau menulis pada cin-cinnya setelah itu: Al-Mulku lillâh (Kerajaan bagi Allah).

Ibnu Hajar Al-‘Asqalâni menyebutkan di dalam kitab-nya Tahdzîb Al-Tahdzîb dalam biodata Yûnus bin Khabâb Al-Asadi, dia berkata: Dan Ibrâhîm bin Ziyâd Sablân berkata: Telah menyampaikan hadîts kepada kami ‘Ibâd bin ‘Ibâd dia berkata: Saya telah mendatangi Yûnus bin Khabâb, lalu saya bertanya kepadanya tentang hadîts siksa kubur, maka dia me-nyampaikan hadîts kepadaku, lalu dia berkata: Di sini ada kali-mat yang disembunyikan oleh kaum nâshibiyyah (kaum yang memusuhi Ahlulbait Nabi saw). Saya berkata: Apa itu? Dia berkata: Sesungguhnya dia akan ditanya di dalam kuburnya: Siapa walimu? Maka jika dia berkata: ‘Ali, dia selamat.

Rasûlullâh saw telah berkata, “Apa yang kalian inginkan dari ‘Ali? Apa yang kalian inginkan dari ‘Ali? Apa yang kalian inginkan dari ‘Ali? Sesungguhnya ‘Ali itu dariku dan aku darinya, dan dia pemimpin setiap orang yang beriman setelahku.” 

Catatan
   Cukup banyak dalil yang menjelaskan bahwa ayat terse-but diturunkan berkenaan dengan keutamaan ‘Ali bin Abî Thâlib as. Kitab-kitab yang memuatnya antara lain: Dakhâ`ir Al-‘Uqbâ hal. 88, 102; Al-Riyâdh Al-Nadhrah 2/227; Majma‘ Al-Zawâ`id 7/17; Kanz Al-‘Ummâl 7/319, 7/305; Asbâb Al-Nuzûl oleh Al-Wâhidi hal. 148; Al-Durr Al-Mantsûr; Tafsîr Al-Thabari; Tafsîr Al-Kasysyâf; Tafsîr Al-Kabîr.   
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1380 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:15:56 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
934 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:31:06 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
944 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:42:31 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
4304 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 08:52:06 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
807 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2014, 08:13:49 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
674 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 29, 2014, 07:52:54 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
731 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2014, 09:11:48 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1096 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2014, 08:00:54 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
513 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2014, 07:23:08 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
662 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2015, 08:22:39 AM
oleh hamaslover

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan