Penulis Topik: Soal Perang Jamal  (Dibaca 3174 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Soal Perang Jamal
« pada: Mei 10, 2013, 08:40:34 PM »
sejak bertahun-tahun lalu, ketika saya masih menggunakan id Jhana, dan Mushab bin Umair biasa memanggil saya dengan sebutan akrab Mang Jhana, telah berganti id berkali-kali hingga kini saya menggunakan id Kang_Asepr, perdebatan saya dengan Mushab bin Umair tidak pernah berakhir. Bahkan saya sudah membuat buku khusus yang menguraikan struktur pemikiran Mushab bin Umair.

Perdebatan saya terbaru dengan Mushab bin Umair adalah tentang Perang Jamal. berikut cuplikannya :

Pertama-tama Mushab bin Umair memaparkan pengertian Nashibi menurut ulama-ulama syiah. Deskripsinya tentang syiah selalu terkesan buruk. kemudian saya mengkritisinya dengan suatu kemungkinan-kemungkinan bahwa Mushab bin Umair tidak meneleaah perkataan para ulama syiah itu dengan benar. Sampai pada pembicaraan bahwa kaum syiah menggolongkan Aisyah r.a sebagai Nashibi. kemudian saya berkomentar :

Kutip dari: Kang_Asepr
semua mazhab sepakat bahwa Aisyah telah memerangi Ali bin Abi Thalib dalam perang jamal. ataukah ada yang menyangkal kisah perang jamal?

jawaban Mushab :

Kutip dari: mushab bin umair
Apa yang anda katakan ini adalah dua hal yang berbeda.
1. Peristiwa perang Jamal
2. Individu yang terlibat di dalam peperangan.
So, jika anda katakan semua madzhab sepakat apanya yang disepakati?
Jika perang Jamal-nya, memang benar, itu adalah fakta.
Tapi jika anda katakan bahwa semua madzhab sepakat bahwa Aisyah radhiyallaahu 'anha telah memerangi Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhu, maka ini adalah salah sebab 'Aisyah radhiyallaahu 'anha sama sekali tidak hendak memerangi 'Ali radhiyallaahu 'anhu.

dia mengakui adanya perang jamal. tapi dia tidak mengakui bahwa Aisyah r.a hendak memerangi perang jamal. maka pertanyaan saya adalah "Apakah aisyah r.a terlibat dalam perang jamal itu atau tidak? pertanyaan ini belum saya tanyakan padanya, tapi nanti akan saya tanyakan.

sebelum saya menanyakan pertanyaan itu, saya menyampaikan pendapat :

Kutip dari: Mushab bin Umair
jika membenci Ali bin Abi Thalib adalah Nashibi Ahlul Bayt, dan Aisyah memerangi Ali bin Abi Thalib, maka sudah tidak diragukan lagi, Aisyah, Ummmul Mukminin ini merupakan soerang Nashibi. lalu, bagaimana cara Anda menyangkalnya?

tapi Mushab tidak menyangkalnya, dia mengatakan sesuatu yang lain :

Kutip dari: Mushab bin Umair
Peperangan itu terjadi bukanlah atas dasar kebencian.
Ngaco jika ada orang Syi'ah yang bilang begitu.

ini sudah membahas tentang "Landasan Perang", padahal pertanyaan saya adalah benar atau tidak Aisyah memerangi Ali bin Abi Thalib? benar atau tidak Aisyah r.a itu seorang Nashibi?

pertanyaan lainnya, kok bisa ya, perang besar terjadi, hingga 20 ribu orang mukminin meninggal, tapi terjadi bukan atas kebencian? kalau bukan atas kebencian, kenapa ya mereka bisa saling penggal kepala?

jaminan bahwa Aisyah bukan seorng Nashibi dan tidak bersalah adalah dengan dalil berikut :

Kutip dari: Mushab bin Umair
Allah berfirman :
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka."
(Q.S Al-Fath ayat 29)

Baik 'Aisyah radhiyallaahu 'anha maupun 'Ali bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anhu adalah termasuk kepada ayat ini.
Dan Allah telah persaksikan dan tetapkan bahwa mereka semua adalah orang2 yang saling berkasih sayang diantara mereka.
Apa yang Allah tetapkan adalah hak. Adapun klaim orang2 Syi'ah, adalah bathil.

dua hal yang perlu saya garis bawahi, dalam perang jamal itu Aisyah tidak hendak memerangi Ali bin Abi Thalib dan Perang Jamal itu sendiri terjadi bukan atas dasar kebencian.

saya ulangi pertanyaan saya :

jika dalam perang jamal itu Aisyah tidak bermaksud memerangi Ali bin Abi Thalib, maka siapa yang hendak diperangi oleh Aisyah?
Bagaimana bisa perang yang menyebabkan wafatnya 20.000 mukminin terjadi, tapi tidak atas dasar kebencian? apa karena atas dasar kasih sayang merka saling penggal kepala?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Soal Perang Jamal
« Jawab #1 pada: Mei 12, 2013, 06:13:03 AM »
Kutip dari: mushab bin umair
Salah.
Berpegang dengan Al-Quran, tidak selalu berkonsekuensi hanya dengan pelaksanaan untuk diri pribadi.
Akan tetapi dengan menetapkan, menghukumi, memerintahkan ataupun melarang kepada orang lainpun tetap dikatakan berpegang kepada Al-Quran.

Misal :
Allah berfirman didalam Al-Quran yang berkenaan dengan pembatasan 4 istri bagi seorang laki2.
Sedangkan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam diberikan pengkhususan untuk tidak melaksanakan ayat ini.
Akan tetapi, meski demikian, beliau tetaplah membatasi kaum muslimin untuk memiliki istri tidak lebih dari 4.
Sehingga, dengan penetapan hukum dari beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam terhadap orang lain dengan membatasi seorang laki2 memiliki istri hanya 4 orang ini, maka beliau tetaplah dikatakan telah berpegang dengan Al-Quran.
Begitupula dengan kasus warisan yang dibicarakan di sini.

So, seperti yang saya katakan, ngaco sekali jika ada yang bilang kalau Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak wajib berpegang kepada al Quran.

di situlah letak error logic Anda, Mushab. kemungkinan, Anda bukan hanya seorang yagn tidak mengerti logika, kemungkinan Anda juga tidak mengenal bahasa pemrograman. setidaknya seorang programer akan mengerti bugs, yaitu error logic. sebab, cara berpikir Anda itu, kalau dibuatkan algoritma pemrograman, maka programnya akan mengalami error yang tidak berujung. di mana letak errornya, saya kira sudah jelas. dan saya tidak akan menguraikanya lebih banyak lagi. karena saya merasa, pembaca sudah bisa melihat di mana letak error logic Anda itu. kecuail apabila Anda member lain yang ingin memperoleh penjelasan lebih rinci, tentang bagaimana penjelasan lebih rincinya, kenapa cara berpikir Anda itu saya sebut error logic, maka barulah saya akan menjelaskan. sebab, sebagaimana telah saya jelaskan di awal, apapun komentar saya kepada Anda, itu hakikatnya bukan buat Anda, tapi buat orang-orang yang menyaksikan dialog kita ini.

perlu Anda ketahui, Mushab. catatan dialog kita tentang Imamah itu sudah saya bukukan, saya cetak dalam jumlah ratusan exemplar dan telah saya bagikan secara gratis, baik kepada kaum sunni maupun syiah. biar para pembaca ini yang menilai, dan mengambil pelajaran dari dialog kita. kalau menurut mereka, pendapat Anda itu benar, biarlah saja mereka mengikuti pendapat Anda. termasuk dialog kita di thread ini, juga akan saya bukukan dan akan saya sebarkan. buku-buku itu, akan mengundang mereka untuk datang ke forum ini, dan menyaksikan langsung dialog kita dari zaman ke zaman. saya juga masih menyimpan catatan dialog kita tentang tahlilan beberapa tahun lalu.

Saya mengetahui, bahwa untuk orang seperti Anda, sebenarnya tidak cocok untuk saya ajak diskusi soal agama ataupun filsafat. sebab metodologi berpikir anda belum lurus. terlebih dahulu seharusnya saya mengajak Anda dialog tentang kajian-kajian ilmiah, matematika, atau pemrograman. karena dalam disiplin ilmu tersebut, apabila terjadi "error logic" itu lebih mudah pembuktiannya, karena objek yagn dibuktikan kasat mata. untuk contoh coba lihat board "kajian Ilmiah" di forum kami. board kajian ilmiah ini adalah board yang bisa menuntun orng seperti Anda kepada metodologi berpikir yang benar.

kalau misalnya saya bertanya, "jika batu besar (2 kg) dan batu kecil (1 kg), dijatuhkan secara bersamaan dari lantai 2 ke lantai 1 secara bersamaan, maka mana yang akan sampai ke lantai 1?"

si A mungkin menjawab : pastilah batu besar lebih dulu smpai, karena ia lebih berat.
si b mungkin menjawab : pastilah batu kecil lebih dulu sampai, karena ia lebih ringan.
si C mungkin menjawab : keduanya akan sampai ke lantai satu secara bersamaan.

mungkin akan terjadi pedebatan yang panjang, semua berspekulasi dan mempertahankan pendapatnya masing-masing, tanpa ujung dan tanpa titik temu. seperti perdebatan kita dalam soal agama ini. untungnya, persoalan ilmiah bisa dibuktikan secara langsung. datanglah si D, "berhentilah kalian berdebat, mari kita pergi ke lantai dua, dan mari kita jatuhkan dua buah batu besar dan kecil secara bersamaan, dan mari kita lihat, mana yang lebih dulu sampai ke lantai 1? setelah semua itu dilakukan, maka kemudian akan terlihat dengan jelas, teori siapa yang benar. dan mereka yang teorinya salah, kemudian dapat mengevaluasi, kenapa teorinya bisa salah. kemungkinan ada metodologi berpikir yang salah di situ.

problemnya, ilmu agama dan filsafat tidak semudah itu pembuktiannya. mana sebenarnya yang benar-benar dikatakan oleh rasul dan mana yang tidak, lebih sulit membuktikannya, karena kita tidak bisa konfirmasi langsung kepada rasulullah. perdebatanpun tidak berujung sperti si A, B dan C tadi. tetapi, kalau orang sudah memahami metodologi berpikir yang biasa digunakan di dalam persoalan-persoalan ilmiah, dia akan menerapkan nya di dalam persoalan agama dan fislafat. karena apabila hal itu tidak diterapkan, maka sudah pasti terjadi kesalahan pula dalam persoalan agama maupun filsafat.

tetapi di forum ini, saya belum terdorong untuk mengajak Mushab bin Umair untuk diskusi persoalan ilmiah atau matematika. karena saya masih membutuhkan dialog-dialog seperti ini sebagai koleksi "error logic". kalau saya sudah memiliki cukup koleksi error logic, mungkin saya akan mengundang Mushab bin Umair dalam suatu diskusi yang non agama dan filafat, yaitu sains dan matematika. mudah-mudahan nanti Mushab berkenan. sebab dalam diskusi jenis ini, Mushab akan menyadari bahwa di dalam metodologi berpikirnya ada banyak terjadi error logic.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Soal Perang Jamal
« Jawab #2 pada: Mei 13, 2013, 07:08:47 PM »
Disebut Perang Jamal (unta),karea Ummul Mu`minin 'Aisyah menunggang unta dalam memimpin pasukan untuk memerangi 'Ali dan para pengiktnya. Perang Jamal terjadi dua kali.

1. Jamal Ashghar (jalam kecil) terjadi pada Rabî'uts Tsânî tahun 36 hijrah tepatnya 5 hari lagi e bulan Jumadal Ula sebelum kedatangan Amîrul Mu`minin 'Ali bin Abi Thâlib as ke Al-Bashrah, jumlah tentara yang dipimpin 'Aisyah untuk memerangi Imam 'Ali adalah 3000 orang.

2. Jamal Akbar (jamal besar) terjadi pada Jumadal Akhirah tepatnya setelah 10 hari dari bulan tersebut pada hari Kamis tahun 36 hijrah.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Soal Perang Jamal
« Jawab #3 pada: Desember 11, 2015, 11:10:30 PM »
sejak bertahun-tahun lalu, ketika saya masih menggunakan id Jhana, dan Mushab bin Umair biasa memanggil saya dengan sebutan akrab Mang Jhana, telah berganti id berkali-kali hingga kini saya menggunakan id Kang_Asepr, perdebatan saya dengan Mushab bin Umair tidak pernah berakhir. Bahkan saya sudah membuat buku khusus yang menguraikan struktur pemikiran Mushab bin Umair.

Wah, semisal suatu saat Kang Asep membuat buku yang disajikan dalam bentuk fiksi tentang perjalanan Kang Asep di forum internet, saya yakin ID Mushab bin Umair ini akan jadi deuteragonist.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1039 Dilihat
Tulisan terakhir November 27, 2012, 06:33:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1208 Dilihat
Tulisan terakhir April 30, 2013, 02:56:37 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1021 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 05, 2013, 06:40:10 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2283 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2015, 12:20:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
430 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2015, 01:43:11 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
374 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 22, 2016, 09:14:53 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
373 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 25, 2016, 02:31:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
384 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2016, 02:49:19 PM
oleh Kang Asep
Perang

Dimulai oleh Kang Asep Budha

0 Jawaban
178 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 23, 2016, 04:02:15 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 01, 2017, 02:52:55 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan