Penulis Topik: SHALAT-SHALAT YANG LIMA [2]  (Dibaca 1446 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SHALAT-SHALAT YANG LIMA [2]
« pada: Juni 13, 2013, 09:06:08 AM »
Sujud
Kemudian membaca takbîr untuk sujud dalam keadaan berdiri tegak. Setelah takbîr lantas sujud dengan meletakkan kedua telapak tangan terlebih dahulu (bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan kedua lutut dulu). Di dalam sujud membaca tasbîh berikut sebanyak tiga kali sebagaimana pada bab sifat shalat dari awal hingga akhir:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَ بِحَمْدِهِ
Subhâna rabbiyal a‘lâ wa bihamdih.
Maha suci Rabbi yang maha tinggi dan dengan memuji-Nya.
Atau membaca tasbîh berikut ini:

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ وَ لَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ أَنْتَ رَبِّي. سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ, وَ شَقَّ سَمْعَهُ وَ بَصَرَهُ, الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَ بِحَمْدِهِ, سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَ بِحَمْدِهِ, سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَ بِحَمْدِهِ
Allâhumma laka sajadtu wa bika ãmantu wa laka aslâmtu wa ‘alaika tawakkaltu wa anta rabbî. Sajada wajhî lilladzî khalaqah, wa syaqqa sam‘ahu wa basharah, alhamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn, tabârakallâhu ahsanul khâkliqîn. Subhâna rabbiyal a‘lâ wa bihamdih, subhâna rabbiyal a‘lâ wa bihamdih, subhâna rabbiyal a‘lâ wa bihamdih.
Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku ber-tawakkal dan Engkau Tuhan yang mengaturku. Telah sujud kepada-Mu wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakannya, yang telah membelah pendengarannya dan penglihatannya, segala puji bagi Allah pemilik alam semesta, maha berkah Allah sebaik-baik pencipta. Maha suci Tuhanku yang maha tinggi dan dengan memuji-Nya, maha suci Tuhanku yang maha tinggi dan dengan memuji-Nya, maha suci Tuhanku yang maha tinggi dan dengan memuji-Nya. 

Duduk Antara Dua Sujud
Duduk di antara dua sujud ini, punggung telapak kaki kanan diletakkan di atas perut telapak kaki yang kiri, kemudian membaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَ ارْحَمْنِي وَ أَجِرْنِي وَ ادْفَعْ عَنِّي, إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ, تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhummaghfir lî warhamnî wa ajirnî wadfa‘ ‘annî, innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr, tabârakallâhu rabbul ‘âlamîn.
Ya Allah, ampunilah aku, sayangailah aku, lindungilah aku dan tolakkanlah (keburukan) dariku, sungguh aku sangat membutuhkan ke-pada kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku. Maha berkah Allah pemilik alam semesta.

Sujud yang Kedua
Setelah membaca doa antara dua sujud, lalu baca takbîr dalam posisi duduk, kemudian sujud yang kedua kalinya. Dalam sujud, kita membaca tasbîh sebagaimana pada sujud yang pertama, kemudian duduk, lalu membaca takbîr dalam keadaan duduk, kemudian berdiri ke raka‘at yang kedua tanpa takbîr lagi dengan menekankan kedua telapak tangan ke lantai.

Raka‘at Kedua
Raka‘at kedua sebagaimana pada raka‘at pertama, yaitu membaca Al-Fâtihah dan sûrah yang lain satu sûrah penuh. Setelah membaca sûrah lalu takbîr untuk membaca qunût. Ketika membaca doa qunût, kedua telapak tangan dihadapkan ke langit tepat di hadapan wajah, lalu membaca doa-doa yang kita inginkan. Atau kita ambil doa-doa yang sangat baik dari Al-Quran atau dari Rasûlullâh dan Ahlulbaitnya yang suci. (Lihat bab qunût).
Setelah membaca doa qunût, kedua tangan kita dengan perlahan-lahan diturunkan lalu diangkat lagi dan membaca takbîr. Setelah takbîr, lalu kita ruku‘, kemudian bangkit dari ruku‘, kemudian takbîr untuk sujud, kemudian duduk, lalu takbîr, kemudian sujud lagi, kemudian duduk seperti pada raka‘at pertama, lalu takbîr. Dalam duduk yang kedua pada raka‘at kedua ini kita membaca tasyahhud awwal.

Tasyahhud Awal dengan Sunnah-sunnahnya

بِسْمِ اللهِِ وَ بِاللهِ وَ الْحَمْدُ ِللهِِ وَ خَيْرُ اْلأَسْمَاءِ ِللهِِ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ, أَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ, أَشْهَدُ أَنَّكَ نِعْمَ الرَّبُّ, وَ أَنَّ مُحَمَّدًا نِعْمَ الرَّسُولُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ تَقَبَّلْ شَفَاعَتَهُ فِي أُمَّتِهِ وَ ارْفَعْ دَرَجَتَهُ
Bismillâhi wa billâhi wal hamdu lillâhi wa khairul asmâ`i lillâh, asyhadu an lâ ilâha illâllâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh, arsalahu bilhaqqi basyîran wa nadzîran baina yadais sâ‘ah, asyhadu annaka ni‘mar rabb, wa anna muhammadan ni‘mar rasûl. Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa taqabbal syafâ‘atahu fî ummatihi warfa‘ darajatah. (Lalu puji Allah dua atau tiga kali, kemudian berdiri).
Dengan nama Allah, dengan Allah dan segala puji bagi Allah dan nama-nama yang terbaik kepunyaan Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya Dia telah mengutusnya dengan benar sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan di hadapan ada saat Kiamat, aku bersaksi bahwa Engkau sebaik-baik Tuhan yang mengatur dan bahwa Muhammad sebaik-baik rasul. Ya Allah, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan terimalah syafa‘atnya bagi ummatnya dan tinggikan derajatnya.
Setelah membaca tasyahhud yang pertama, kita bangkit ke raka‘at ketiga dengan tidak mengucapkan takbîr; kedua telapak tangan ditekankan ke tempat sujud (lantai), dan ketika kita bertelekan atas kedua telapak tangan kita untuk berdiri, kita ucapkan kalimat berikut:

بِحَوْلِ اللهِ وَ قُوَّتِهِ أَقُوْمُ وَ أَقْعُدُ
Bihaulillâhi wa quwwatihi aqûmu wa aq‘ud.
Dengan daya dari Allah dan kekuatan-Nya aku berdiri dan duduk.

Raka‘at Ketiga
Ketika kita berdiri pada raka‘at ketiga dan keempat (sebelum kita ruku‘), jika tidak membaca Al-Fâtihah, maka kita membaca tasbîh dengan tidak dikeraskan. Membaca tasbîh pada raka‘at ketiga dan keempat lebih utama (bagi ma`mûm, lihat bab sebelumnya) dari membaca Al-Fâtihah, sebab ketika Rasûlullâh saw di-isrâ`kan, beliau shalat, dan pada dua raka‘at terakhir beliau mengingat kebesaran Allah ‘azza wa jalla yang tampak, kemudian beliau tercengang dan berkata:

سُبْحَانَ اللهِ وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ
Subhânallâhi walhamdulillâhi walâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah dan Allah maha besar.
Maka itulah alasan mengapa kalimat tasbîh menjadi lebih utama dari membaca Al-Fâtihah pada dua raka‘at terakhir.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْقِرَاءَةِ خَلْفَ الْإِمَامِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأَخِيرَتَيْنِ فَقَالَ الْإِمَامُ يَقْرَأُ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَ مَنْ خَلْفَهُ يُسَبِّحُ فَإِذَا كُنْتَ وَحْدَكَ فَاقْرَأْ فِيهِمَا وَ إِنْ شِئْتَ فَسَبِّحْ
Dari Mu‘âwiyah bin ‘Ammâr berkata: Saya bertanya ke-pada Abû ‘Abdillâh as tentang membaca (Al-Fâtihah) di belakang imam pada dua raka‘at yang terakhir? Maka beliau berkata, "Jika kamu sendirian (munfarid), maka bacalah (Al-Fâtihah) pada keduanya, dan bila kamu mau, maka ber-tasbîh-lah."

عَنْ زُرَارَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي جَعْفَرٍ ع مَا يُجْزِئُ مِنَ الْقَوْلِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأَخِيرَتَيْنِ قَالَ أَنْ تَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَ تُكَبِّرُ وَ تَرْكَعُ
Dari Zurârah berkata: Saya bertanya kepada Abû Ja‘far as, ucapan apa yang mencukupi pada dua raka‘at yang terakhir?" Beliau berkata, "Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, dan kamu takbîr dan ruku‘."

Raka‘at Keempat
   Raka‘at keempat seperti raka‘at ketiga, hanya saja setelah sujud kedua, kita duduk untuk membaca tasyahhud akhir dan salâm. Dalam tasyahhud ini kita duduk di atas pangkal paha kiri sedangkan punggung telapak kaki kanan diletakkan di atas telapak kaki kiri dan jari-jarinya tidak dilipat dan diarahkan ke kiblat. Makna duduk seperti ini sebagai isyarat bahwa kita mesti menghancurkan kebatilan dan menegakkan keadilan. Adapun bacaan tasyahhud akhir dan sunnah-sunnahnya serta salâm adalah sebagai berikut.
   
Tasyahhud Akhir dengan Sunnah-sunnahnya
بِسْمِ اللهِِ وَ بِاللهِ وَ الْحَمْدُ ِِللهِِ وَ خَيْرُ اْلأَسْمَاءِ ِللهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ, أَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ. أَشْهَدُ أَنَّكَ نِعْمَ الرَّبُّ, وَ أَنَّ مُحَمَّدًا نِعْمَ الرَّسُولُ. التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَ الصَّلَوَاتُ الطَّاهِرَاتُ الطَّيِّبَاتُ الزَّاكِيَاتُ الْغَادِيَاتُ الرَّائِحَاتُ السَّابِغَاتُ النَّاعِمَاتُ لِلَّهِ, مَا طَابَ وَ زَكَا وَ طَهُرَ وَ خَلَصَ وَ صَفَا فَلِلَّهِ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ, أَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ. أَشْهَدُ أَنَّ رَبِّي نِعْمَ الرَّبُّ, وَ أَنَّ مُحَمَّدًا نِعْمَ الرَّسُولُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لاَ رَيْبَ فِيهَا, وَ أَنَّ اللهِ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ, الْحَمْدُ ِللهِِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَ مَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لاَ أَنْ هَدَانَا اللهُُ, الْحَمْدُ ِللهِِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ تَرَحَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ, كَمَا صَلَّيْتَ وَ بَارَكْتَ وَ تَرَحَّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اغْفِرْ لَنَا وَ لإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ، وَ لاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ امْنُنْ عَلَيَّ بِالْجَنَّةِ وَ عَافِنِي مِنَ النَّارِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ، وَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ، وَ لِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ, وَ لاَ تَزِدِ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ تَبَارًا. السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِِ وَ بَرَكَاتُهُ, السَّلاَمُ عَلَى أَنْبِيَاءِ اللهِِ وَ رُسُلِهِ, السَّلاَمُ عَلَى جَبْرَئِيْلَ وَ مِيْكَائِيْلَ وَ الْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ, السَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَ عَلَى عِبَادِ اللهِِ الصَّالِحِيْنَ
Bismillâhi wa billâhi wal hamdu lillâhi wa khairul asmâ`i lillâh. Asyhadu an lâ ilâha illâllâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh, arsalahu bilhaqqi basyîran wa nadzîran baina yadais sâ‘ah. Asyhadu annaka ni‘mar rabb, wa anna muhammadan ni‘mar rasûl.
Attahiyyâtu lillâhi wash shalawâtuth thâhirâtuth thayyibâtuz zâkiyâtul ghâdiyâtur râ`ihâtus sâbighâtun nâ‘imâtu lillâh, mâ thâba wa zakâ wa thahura wa khalasha wa shafâ falillâh. Wa asyhadu an lâ ilâha illâllâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh, arsalahu bilhaqqi basyîran wa nadzîran baina yadais sâ‘ah, asyhadu anna rabbî ni‘mar rabb, wa anna muhammadan ni‘mar rasûl, wa asyhadu annas sâ‘ata ãtiyatun lâ raiba fîhâ, wa annallâha yab‘atsu man fil qubûr, alhamdu lillâhil ladzî hadânâ lihâdzâ wa mâ kunnâ linahtadiya laulâ an hadânallâh, alhamdu lillâhi rabbil ‘âlamîn.
Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa bârik ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa sallim ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa tarahham ‘alâ muhammadin wa ‘alâ ãli muhammad, kamâ shallaita wa bârakta wa ta-rahhamta ‘alâ ibrâhîma wa ‘alâ ãli ibrâhîm, innaka hamîdun majîd.
Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ‘alâ ãli muhammad, waghfir lanâ wa li`ikhwâninal ladzîna sabaqûnâ bil îmân, walâ taj‘al fî qulûbinâ ghillan lilladzîna ãmanû, rabbanâ innakar ra`ûfur rahîm. Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wamnun ‘alayya bil jannati wa ‘âfinî minan nâr. Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, waghfir lil mu`minîna wal mu`minât, wa liman dakhala baitiya mu`minan walil mu`minîna wal mu`minât, walâ tazidizh zhâlimîna illâ tabârâ.
Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullâhi wa barakâtuh, assalâmu ‘alâ anbiyâ`illâhi wa rusulih, assalâmu ‘alâ jabra`îla wa mîkâ`îla wal malâikatil muqarrabîn, assalâmu ‘alâ muhammadibni ‘abdillâhi khâtamin nabiyyîna lâ nabi-yya ba‘dah, wassalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhish shâlihîn.
Dengan nama Allah, dengan Allah dan segala puji bagi Allah dan nama-nama yang terbaik kepunyaan Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya Dia telah me-ngutusnya dengan benar sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan di hadapan ada saat kiamat, aku bersaksi bahwa Engkau se-baik-baik Tuhan yang mengatur dan bahwa Muhammad sebaik-baik rasûl.
Segala penghormatan kepunyaan Allah dan (demikian pula) shalat-shalat yang suci yang baik yang bersih yang indah yang harum yang sempurna yang halus karena Allah. Apa-apa yang baik yang bersih yang suci yang tulus dan yang bening maka karena Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya Dia telah mengutusnya dengan membawa kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan dengan saat (kiamat), aku bersaksi bahwa Engkau adalah sebaik-baik Tuhan yang mengatur dan bahwa Muhammad sebaik-baik rasûl, aku bersaksi bahwa saat kiamat akan datang tidak diragukan lagi padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan makhluk yang ada dalam kubur. Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada masalah ini, dan tidaklah ka-mi mendapat hidâyah kalaulah Allah tidak menunjuki kami. Segala puji bagi Allah pemilik alam semesta.
Ya Allah, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, curahkanlah salâm kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah mencurahkan shalawât, berkah dan rahmat kepada Ibrâhîm dan keluarga Ibrâhîm, sesungguhnya Engkau maha terpuji lagi maha agung. Ya Allah, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, dan ampunilah kami dan orang-orang yang telah mendahului kami dengan keimanan, dan janganlah Engkau jadikan kebencian di dalam hati-hati kami kepada mereka yang beriman, wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah, curahkanlah shalawât bagi Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berilah aku karunia dengan surga, dan jauhkanlah diriku dari api neraka. Ya Allah, curahkanlah shalawât bagi Muhammad dan keluarga Muhammad, dan ampunilah kaum yang beriman laki-laki dan perempuan, dan orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan (ampunilah) mu`minîn dan mu`minât, dan bagi kaum yang zalim tidak akan menambah apa-apa selain kecelakaan.
Salâm bagimu wahai Nabi, rahmat Allah dan berkah-berkah-Nya. Salâm bagi para nabi Allah dan para rasûl-Nya. Salâm bagi Jabra`îl, Mîkâ`îl dan para malaikat yang didekati. Salâm bagi Muhammad bin ‘Abdullâh penutup para nabi tidak ada lagi nabi setelahnya. Dan salâm bagi kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh. 
Kemudian kamu ucapkan salâm.
Setelah mengucapkan salâm, kita membaca takbîr tiga kali sambil mengangkat kedua tangan hingga bertepatan dengan wajah seperti mengangkat tangan pada waktu takbîr memulai shalat. Mengucapkan salâm satu kali ke depan bagi imam, dan dua kali bagi ma`mûm; ke kanan dan ke kiri jika di kiri ada seseorang, kemudian mengucapkan takbîr (Allâhu akbar) tiga kali, lalu dilanjutkan dengan ta‘qîb.
Dan apabila kita mau berpaling dari shalat (setelah selesai shalat), maka dianjurkan berpaling ke sebelah kanan.
« Edit Terakhir: Juni 13, 2013, 09:28:54 AM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1559 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2013, 08:58:00 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
9017 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2013, 07:03:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1375 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:50:08 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1874 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 14, 2013, 09:33:06 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1461 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2013, 05:59:14 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1093 Dilihat
Tulisan terakhir November 10, 2015, 10:28:52 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1177 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 08:53:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
823 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:10:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
712 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2013, 07:23:53 PM
oleh Abu Zahra
5 Jawaban
893 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2015, 08:52:33 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan