Penulis Topik: SHALAT ORANG YANG SAKIT  (Dibaca 884 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SHALAT ORANG YANG SAKIT
« pada: Juni 19, 2013, 04:29:58 PM »
SHALAT ORANG YANG SAKIT

يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَ لاَ يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Allah menginginkan kemudahan bagimu dan Dia tidak menginginkan kesulitan bagimu.
 
   عَنِ ابْنِ الأَدْرَعِ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ ص رَأَى رَجُلاً يُصَلِّي فَتَرَاآهُ بِبَصَرِهِ سَاعَةً فَقَالَ أَتَرَاهُ يُصَلِّي صَادِقًا؟ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ هَذَا أَكْثَرُ أًَهْلِ الْمَدِيْنَةِ صَلاَةً. فَقَالَ لاَ تُسْمِعْهُ فَتُهْلِكُهُ. وَ قَالَ إِنَّ اللهَ إِنَّمَا أَرَادَ بِهَذِهِ الأُمَّةِ الْيُسْرَ وَ لاَ يُرِيْدُ بِهِمُ الْعُسْرَ   
Dari Ibnu Al-Adra‘ berkata: Sungguh Rasûlullâh saw telah melihat seorang lelaki yang sedang shalat, lalu beliau terlihat olehnya sesaat dengan penglihatannya, maka beliau berkata (kepadaku), "Apakah kamu melihatnya dia shalat dengan benar?" Saya berkata, "Wahai Rasûlullâh, orang ini penduduk Madînah yang paling banyak shalatnya." Beliau saw berkata, "Jangan kamu perdengarkan (kalimat) itu kepadanya, sebab (dengan kalimat pujian tersebut) kamu bisa mencelakakannya." Dan beliau berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menghendaki kemudahan kepada ummat ini, dan Dia tidak menghendaki kesulitan kepada mereka." 
 
   قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ دِيْنَ اللهِ يُسْرٌ
Rasûlullâh saw berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya ajaran Allah itu mudah."   
   Shalat itu memang pada dasarnya mesti dilaksanakan dengan berdiri pada bagian tertentu, tetapi bagi orang yang sedang sakit jika tidak mampu berdiri, maka shalatlah dengan duduk, dan jika tidak mampu duduk, maka shalatlah dengan berbaring. Jadi shalatlah sesuai dengan kemampuannya.
   
   قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص الْمَرِيضُ يُصَلِّي قَائِماً فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى جَالِساً فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى عَلَى جَنْبِهِ الْأَيْمَنِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ صَلَّى عَلَى جَنْبِهِ الْأَيْسَرِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعِ اسْتَلْقَى وَ أَوْمَأَ إِيمَاءً وَ جَعَلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ وَ جَعَلَ سُجُودَهُ أَخْفَضَ مِنْ رُكُوعِهِ
Rasûlullâh saw berkata, "Orang yang sakit itu shalat dengan berdiri, maka apabila dia tidak mampu, dia shalat dengan duduk, maka apabila dia tidak mampu, maka dia shalat dengan berbaring atas lambungnya yang kanan, jika tidak bisa, dia shalat atas lambungnya yang kiri, apabila tidak bisa, dia (shalat) dengan telentang, dan dia berisyarat dengan suatu isyarat, dia jadikan wajahnya ke arah kiblat, dan sujudnya lebih rendah dari ruku‘nya."

قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ ص عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ وَ قَدْ شَبَّكَتْهُ الرِّيحُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أُصَلِّي فَقَالَ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تُجْلِسُوهُ فَأَجْلِسُوهُ وَ إِلَّا فَوَجِّهُوهُ إِلَى الْقِبْلَةِ وَ مُرُوهُ فَلْيُومِ بِرَأْسِهِ إِيمَاءً وَ يَجْعَلُ السُّجُودَ أَخْفَضَ مِنَ الرُّكُوعِ وَ إِنْ كَانَ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَقْرَأَ فَاقْرَءُوا عِنْدَهُ وَ أَسْمِعُوهُ
Amîrul Mu`minîn as berkata, "Rasûlullâh saw menengok seorang lelaki dari kalangan anshâr yang telah kemasukan angin, lalu dia (orang yang ada di situ) berkata, 'Wahai Rasûlullâh, bagaimana saya (tuntun dia) shalat?' Beliau berkata, 'Jika kamu bisa mendudukkannya, maka dudukkanlah dia, dan jika tidak bisa, maka hadapkanlah dia ke kiblat dan suruhlah dia memberi isyarat dengan kepalanya, dan dia jadikan sujudnya lebih rendah dari ruku‘nya, dan apabila dia tidak bisa membaca, maka bacakanlah oleh kamu di sisinya dan perdengarkan kepadanya.'"   
   
قَالَ الصَّادِقُ ع يُصَلِّي الْمَرِيضُ قَائِماً فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى ذَلِكَ صَلَّى جَالِسًا فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ أَنْ يُصَلِّيَ جَالِسًا صَلَّى مُسْتَلْقِيًا يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقْرَأُ فَإِذَا أَرَادَ الرُّكُوعَ غَمَّضَ عَيْنَيْهِ ثُمَّ سَبَّحَ فَإِذَا سَبَّحَ فَتَحَ عَيْنَيْهِ فَيَكُونُ فَتْحُ عَيْنَيْهِ رَفْعَ رَأْسِهِ مِنَ الرُّكُوعِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ غَمَّضَ عَيْنَيْهِ ثُمَّ سَبَّحَ فَإِذَا سَبَّحَ فَتَحَ عَيْنَيْهِ فَيَكُونُ فَتْحُ عَيْنَيْهِ رَفْعَ رَأْسِهِ مِنَ السُّجُودِ ثُمَّ يَتَشَهَّدُ وَ يَنْصَرِفُ
Al-Shâdiq as berkata, "Orang yang sakit shalat dengan berdiri, maka jika dia tidak bisa atas yang demikian itu, dia shalat dengan duduk, jika dia tidak bisa shalat dengan duduk, dia shalat telentang, dia ber-takbîr dan membaca (sûrah), maka apabila hendak ruku‘, dia pejamkan kedua matanya, kemudian dia ber-tasbîh, maka apabila dia telah ber-tasbîh, dia buka kedua matanya, maka membuka kedua matanya itu (berarti dia) mengangkat kepalanya dari tuku‘. Kemudian apabila dia hendak sujud dia pejamkan kedua matanya lalu ber-tasbîh, jika telah ber-tasbîh, dia buka kedua matanya, maka membuka kedua matanya itu berarti mengangkat kepalanya dari sujud, kemudian dia tasyahhud dan selesai."      
   Jika orang yang sakit itu pingsan, lalu luputlah beberapa shalat, maka shalat yang ditinggalkannya karena pingsan tidak wajib dibayar.
   
   سَأَلَ الْحَلَبِيُّ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْمَرِيضِ هَلْ يَقْضِي الصَّلَوَاتِ إِذَا أُغْمِيَ عَلَيْهِ فَقَالَ لَا إِلَّا الصَّلَاةَ الَّتِي أَفَاقَ فِيهَا
Al-Halabi bertanya kepada Abû ‘Abdillâh as mengenai orang yang sakit, "Apakah dia wajib membayar shalatnya yang ditinggalkan pada saat dia tidak sadarkan diri?" Maka beliau berkata, "Tidak, kecuali shalat (yang ditinggalkan) yang dia sadar padanya."   
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1899 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2012, 02:10:32 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1549 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 11, 2013, 08:58:00 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1854 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2015, 01:00:05 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
1232 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 10:51:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1527 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:39:28 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1087 Dilihat
Tulisan terakhir November 10, 2015, 10:28:52 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1162 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 08:53:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1420 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:06:08 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
815 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:10:22 AM
oleh Abu Zahra
3 Jawaban
1669 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2015, 12:46:55 AM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan