Penulis Topik: SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [7]  (Dibaca 1078 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [7]
« pada: Juni 01, 2013, 01:11:48 PM »
Wudhu dengan Sunnah-sunnahnya

Sebelum berwudhu membersihkan gigi dengan siwâk, yaitu dengan menggunakan kayu gaharu atau paling tidak dengan jari.
   
   عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَيْمُونٍ الْقَدَّاحِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ رَكْعَتَانِ بِالسِّوَاكِ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ لَوْ لَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
Dari 'Abdullâh Maimûn Al-Qaddâh dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Dua raka‘at dengan siwâk lebih utama dari tujuh puluh raka‘at tanpa siwâk. Rasûlullâh saw telah bersabda, 'Kalaulah aku tidak menyulitkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwâk pada setiap kali hendak shalat.'"     

عَنْ مُعَلَّى بْنِ خُنَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ السِّوَاكِ بَعْدَ الْوُضُوءِ فَقَالَ الِاسْتِيَاكُ قَبْلَ أَنْ تَتَوَضَّأَ قُلْتُ أَ رَأَيْتَ إِنْ نَسِيَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ قَالَ يَسْتَاكُ ثُمَّ يَتَمَضْمَضُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Mu‘allâ bin Khunais bertanya kepada Abû ‘Abdillâh as tentang ber-siwâk setelah wudhu, maka beliau berkata, "Siwâk itu sebelum kamu wudhu." Saya berkata, "Bagaimana jika dia lupa sehingga dia wudhu?" Beliau berkata, "Dia bersiwâk, kemudian berkumur-kumur tiga kali." 
Setelah niat di dalam hati bahwa kita hendak berwudhu demi mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla dan membersihkan diri baik lahir maupun batin, kemudian kita membaca doa berikut sebelum kita menyentuh air.

بِسْمِ اللهِ وَ الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَاءَ طَهُورًا وَ لَمْ يَجْعَلْهُ نَجَسًا
Bismillâhi walhamdu lillâhil ladzî ja'alal mâ`a thahûran walam yaj'alhu najasâ.
Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air suci dan tidak menjadikannya najis.

Setelah membaca doa tersebut, lalu kita berwudhu yang tertibnya sebagai berikut:
Pertama, berkumur-kumur sebanyak tiga kali (hukumnya sunnah). Doa ketika berkumur-kumur:

اللَّهُمَّ لَقِّنِي حُجَّتِي يَوْمَ أَلْقَاكَ, وَ أَطْلِقْ لِسَانِي بِذِكْرِكَ
Allâhumma laqqinî hujjatî yauma alqâk, wa athliq lisânî bidzikrik.
Ya Allah, pertemukanlah aku dengan hujjah-ku pada hari aku berjumpa dengan-Mu dan lepaskanlah lidahku dengan dzikir kepada-Mu.

Kedua, istinsyâq yaitu menghirup air dengan hidung, lalu mengeluarkannya kembali sebanyak tiga kali (sunnah). Doa ketika istinsyâq:

اللَّهُمَّ لاَ تُحَرِّمْ عَلَيَّ رِيْحَ الْجَنَّةِ, وَ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يَشُمُّ رِيْحَهَا وَ رَوْحَهَا وَ طِيْبَهَا
Allâhumma lâ tuharrim ‘alayya rîhal jannah, waj‘alnî mimman yasyummu rîhahâ wa rauhahâ wa thîbahâ.
Ya Allah, janganlah Engkau cegah aku dari wewangian surga, tetapi jadikanlah aku di antara orang yang dapat menghirup anginnya, wewangiannya, dan kebaikannya.

Ketiga, mengambil air dengan telapak tangan kanan un-tuk membasuh muka yang batasannya dari atas ke bawah dimulai dari ujung tempat tumbuh rambut (yang lazim) hingga ujung dagu, dan lebarnya selebar yang terjangkau oleh kedua ujung jari; yaitu ujung jari tengah dan ujung ibu jari yang caranya ditarik dari atas ke bawah, tidak dari bawah ke atas. Doa ketika kita membasuh muka.

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَسْوَدُّ فِيْهِ الْوُجُوْهُ، وَ لاَ تُسَوِّدْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ فِيْهِ الْوُجُوهُ
Allâhumma bayyidh wajhî yauma taswaddu fîhil wujûh, wa lâ tusawwid wajhî yauma tabyadhdhu fîhil wujûh.
Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari wajah-wajah menjadi hitam, dan  janganlah Engkau hitamkan mukaku pada hari muka-muka menjadi putih.

Keempat, mengambil air dengan telapak tangan kiri atau dengan telapak tangan kanan lalu dipindahkan ke telapak tangan kiri untuk membasuh tangan kanan, dimulai dari sikut sampai ke ujung jari, lalu bagian dalamnya dan sisinya hingga rata. Tetapi bagi perempuan, dimulai dari bagian dalamnya dulu, lalu bagian luarnya.  Doa ketika membasuh tangan yang kanan.


اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِيْنِي، وَ الْخُلْدَ فِي الْجِنَانِ بِيَسَارِي، وَ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا
Allâhumma a‘thinî kitâbî biyamînî, wal khulda fil jinâ-ni biyasârî, wa hâsibnî hisâban yasîrâ.
Ya Allah, berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kananku dan kekal di surga di sebelah kiriku, dan (jika Engkau menghisabku) hisablah aku dengan hisab yang ringan.

Kelima, mengambil air dengan telapak tangan kanan untuk membasuh tangan kiri, caranya seperti membasuh tangan kanan. Doa ketika membasuh tangan kiri.

اللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِي كِتَابِي بِشِمَالِي، وَ لاَ تَجْعَلْهَا مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِي، وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُقَطَّعَاتِ النِّيْرَانِ
Allâhumma lâ tu‘thinî kitâbî bisyimâlî, wa lâ taj‘alhâ maghlûlatan ilâ unuqî, wa a‘ûdzu bika min muqaththa‘âtin nîrân.
Ya Allah, janganlah Engkau berikan kepadaku kitabku dari sebelah kiriku dan janganlah Engkau menjadikan tanganku terbelenggu ke leherku, dan aku berlindung kepada-Mu dari pakaian neraka.

Keenam, mengusap kepala bagian ubun-ubunnya satu kali dengan air yang tersisa atau basahan yang ada pada telapak tangan kanan, Doa yang berkenaan dengannya.

اللَّهُمَّ غَشِّنِي بِرَحْمَتِكَ وَ بَرَكَاتِكَ
Allâhumma ghasysyinî birahmatika wa barakâtik..
Ya Allah, liputilah aku dengan kasih-Mu, berkah-Mu dan ampunan-Mu.

Ketujuh, mengusap kedua kaki dari ujung jari hingga kedua mata kaki dengan air yang tersisa pada telapak tangan. Kaki kanan diusap oleh tangan kanan dan kaki kiri diusap oleh tangan kiri. Doa ketika mengusap kedua kaki.
 
اللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلأَقْدَامُ، وَ اجْعَلْ سَعْيِي فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي
Allâhumma tsabbitnî ‘alâsh shirâthi yauma tazillu fîhil aqdâm, waj‘al sa‘yî fîmâ yurdhîka ‘annî.
Ya Allah, teguhkanlah kedua kakiku di atas shirâth (jembatan yang tajam dan panjang di akhirat) pada hari kaki-kaki tergelincir, dan jadikanlah usahaku (langkahku) dalam hal-hal yang Engkau rela wahai Tuhan yang punya keagungan dan kemuliaan.

Doa Setelah Wudhu
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ
Asyhadu an lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya.
Atau membaca doa berikut ini:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَ رَسُولُكَ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّكَ وَ خَلِيْفَتُكَ بَعْدَ نَبِيِّكَ, وَ أَنَّ أَوْلِيَائَهُ خُلَفَاؤُكَ، وَ أَوْصِيَائَهُ أَوْصِيَاؤُكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdik, asyhadu an lâ ilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa asyhadu anna mu-hammadan ‘abduka wa rasûluk, wa asyhadu anna ‘aliyyan waliyyuka wa khalîfatuk ba‘da nabiyyika, wa anna auliyâ`ahu khulafâ`uk, wa aushiyâ`ahu aushiyâ`uk.
Maha suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, aku memohon ampun serta bertobat kepada-Mu. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Mu dan rasul-Mu, dan aku bersaksi bahwa ‘Ali adalah wali-Mu dan khalîfah-Mu setelah Nabi-Mu atas makhluk-Mu, dan bahwa wali-walinya adalah khalîfah-khalîfah-Mu dan para washinya adalah para washi-Mu.

Beberapa Perkara yang Dipandang Baik
1.   Air yang digunakan dalam berwudhu sebanyak satu mudd (kurang lebih 200 ml.).
2.   Ber-siwâk atau membersihkan gigi walaupun dengan jari, utamanya dengan menggunakan kayu arak.
3.   Meletakkan bejana yang akan diambil airnya di sebelah kanan.
4.   Membasuh kedua tangan satu kali setelah tidur dan setelah buang air kecil, dan dua kali jika setelah buang air besar.
5.   Berkumur-kumur dan menghirup air oleh hidung atau istinsyâq dan mengeluarkannya lagi, masing-masing sebanyak tiga kali.
6.   Membaca basmalah ketika meletakkan tangan ke dalam air atau pada saat mencurahkannya ke atas tangan, sekurang-kurangnya membaca Bismillâh. Dan lebih utama jika membaca Bismillâhir rahmânir rahîm. Dan lebih utama lagi apabila membaca Bismillâhi wa billâh. Allâhummaj‘alnâ minat tawwâbîna waj‘alnâ minal mutathahhirîn atau doa yang telah tersebut di atas.
7.   Menciduk air dengan tangan kanan walaupun untuk mencuci tangan yang kanan, yaitu setelah diciduk oleh tangan kanan lalu ditumpahkan ke telapak tangan kiri untuk mencuci tangan yang kanan.
8.   Membaca doa-doa ma`tsûr ketika berkumur-kumur, istinsyâq, membasuh wajah, membasuh kedua tangan, mengusap kepala dan mengusap kedua kaki, dan setelah berwudhu seperti yang telah disebutkan.
9.   Laki-laki dalam mencuci kedua tangannya dimulai dengan bagian luarnya. Kemudian bagian dalamnya, se-dangkan perempuan sebaliknya.
10.   Mencurahkan air dari yang paling atas bagi setiap anggota. Tetapi dalam mandi wajib, memulai dari sebelah atas itu hukumnya wajib.
11.   Membasuh anggota wudhu yang wajib dibasuh de-ngan cara menumpahkan air ke atasnya, dan tidak membenamkannya ke dalamnya. Dalam wudhu itu, tangan aktif bergerak kepada tempat-tempat anggota wudhu sekalipun kucuran air dianggap memadai.
12.   Dengan kehadiran hati dalam semua perbuatannya, bahwa berwudhu itu bertujuan untuk membersihkan semua anggota dari segala dosa.
13.   Membaca sûrah Al-Qadr setelah berwudhu.
14.   Membaca Ayat Kursi setelahnya.
15.   Membuka kedua mata ketika membasuh muka agar terkena air.

Beberapa Perkara yang Dibenci (Makrûh)
Hal-hal yang dimakrûhkan (tidak disukai atau dibenci atau perbuatan yang mengurangi nilai suatu ibadah) dalam hal wudhu adalah sebagai berikut:
1.   Meminta bantuan orang untuk mencurahkan air ke atas tangan. Dalam mandi wajib hal yang demikian itu tidak dibolehkan.
2.   Menggunakan kain penyeka atau handuk untuk menge-ringkan anggota setelah wudhu (karena mengurangi nilai wudhu dari 30 menjadi 1).
3.   Melakukan wudhu di tempat buang air.
4.   Wudhu dengan menggunakan bejana yang terbuat dari mas atau perak, atau bejana yang diukir dengan gambar-gambar.
5.   Wudhu dengan air yang makrûh seperti air yang panas karena sinar matahari, air yang telah digunakan mandi dari hadats besar, air yang di dalamnya ada bangkai ular, kalajengking, kecoak atau cecak, air sumur sebelum jauh kedalamannya, air sisa dipakai mandi oleh perempuan haid, air sisa tikus, kuda, baghal, keledai, hewan jallâl (pemakan kotoran manusia), hewan pemakan bangkai dan bahkan setiap hewan yang tidak dimakan dagingnya.

Beberapa Perkara yang Membatalkan Wudhu.
1.   Buang air kecil.
2.   Buang air besar.
3.   Keluar angin dari tempat buang air besar.
4.   Tidur yang menghilangkan akal.
5.   Segala hal yang menghilangkan akal, seperti pingsan, mabuk dan sebagainya.
6.   Keluar darah istihâdhah yang sedikit, yaitu darah perempuan yang keluar di luar waktu haid atau nifâs.

Wudhu pada Balutan Luka
   Balutan yang menutupi luka atau borok pada anggota wudhu dan akan berbahaya jika terkena air, maka ketika kita berwudhu cukup diusap saja di atas balutan, demikian pula jika mandi. Jika lukanya telah sembuh, maka kita berwudhu atau mandi sebagaimana mestinya.

Tayammum
   وَ إِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيْدً طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَ أَيْدِيْكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيْدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَ لَكِنْ يُرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan bila kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (toilet) atau menyentuh istri (jimâ‘), lalu kamu tidak memdapatkan air, maka hendaklah kamu melakukan tayammum dengan tanah yang baik (bersih), lalu sapulah sebagian mukamu dan tanganmu dengannya, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak mensucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyu-kur.   
Apabila kita tidak mendapatkan air, atau kita tidak bisa menggunakannya karena akan membahayakan kesehatan kita, maka wajib atas kita melakukan tayammum sebagai gantinya. Tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi.

Caranya
1.   Pukulkan kedua telapak tangan kepada tanah atau debu yang bersih, lantas sapukan kepada kedua dahi (kanan dan kiri) satu kali, kedua telapak tangan ditarik dari atas dahi sampai kepada ujung hidung yang paling atas, lalu kedua telapak tangan ditarik ke samping.
2.   Sapukan telapak tangan kiri kepada punggung telapak tangan kanan dari pergelangan hingga ujung jari.
3.   Sapukan telapak tangan kanan ke atas punggung telapak tangan kiri dari pergelangan sampai ke ujung jari.

Waktu yang Mengharuskan Tayammum
1.   Jika seseorang tidak mendapatkan air, maka akhirkan tayammun hingga akhir waktu shalat.
2.   Jika orang yang junub tidak mendapatkan air, maka tayammum dan shalat, dan jika setelah itu mendapatkan air, maka mandi dan tidak mengulangi shalat.
3.   Jika musâfir tidak mendapatkan air, maka carilah selama ada waktu, dan bila dia khawatir kehabisan waktu, maka tayammum dan shalat di akhir waktu, lalu jika dia mendapatkan air, tidak ada kewajiban qadhâ baginya, dan hendaklah dia wudhu untuk shalat yang akan datang.
4.   Tayammum untuk beberapa kali shalat selama tidak terjadi hadats atau ada air.
5.   Jika seseorang ada di suatu tempat yang berbahaya yang kalau keluar mencari air bisa terjadi hal-hal yang tidak diingInkan, maka tayammum dan jangan mencari air. 
6.   Jika air ada namun susah mengambilnya, maka jangan memaksakan diri, lakukan tayammum.
7.   Jika seseorang dalam safar membawa air, namun dia lupa, maka tayammum dan shalat, tetapi setelah shalat teringat bawa air dan waktu masih ada, dia wajib wudhu dan mengulangi shalatnya. 
8.   Tayammum perempuan yang haid (setelah berhenti dari haidnya) dan orang yang junub adalah sama.
9.   Jika dalam safar membawa air sedikit hanya cukup untuk diminum yang jika dipakai wudhu akan kehausan, maka tayammum.
« Edit Terakhir: Juni 01, 2013, 01:22:07 PM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1374 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2013, 07:20:06 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1521 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:39:20 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
959 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 12:25:54 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1148 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:53:27 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1027 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:58:33 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1158 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 01:10:05 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
944 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 05:55:43 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1326 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:05:28 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1172 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:17:07 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1144 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:25:10 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan