Penulis Topik: SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [6]  (Dibaca 1168 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [6]
« pada: Juni 01, 2013, 01:10:05 PM »
Batasan Wudhu
   قَالَ زُرَارَةُ بْنُ أَعْيَنَ لِأَبِي جَعْفَرٍ الْبَاقِرِ ع أَخْبِرْنِي عَنْ حَدِّ الْوَجْهِ الَّذِي يَنْبَغِي أَنْ يُوَضَّأَ الَّذِي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ فَقَالَ الْوَجْهُ الَّذِي قَالَ اللَّهُ وَ أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ بِغَسْلِهِ الَّذِي لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يَزِيدَ عَلَيْهِ وَ لَا يَنْقُصَ مِنْهُ إِنْ زَادَ عَلَيْهِ لَمْ يُؤْجَرْ وَ إِنْ نَقَصَ مِنْهُ أَثِمَ مَا دَارَتْ عَلَيْهِ الْوُسْطَى وَ الْإِبْهَامُ مِنْ قُصَاصِ شَعْرِ الرَّأْسِ إِلَى الذَّقَنِ وَ مَا جَرَتْ عَلَيْهِ الْإِصْبَعَانِ مُسْتَدِيراً فَهُوَ مِنَ الْوَجْهِ وَ مَا سِوَى ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ الْوَجْهِ فَقَالَ لَهُ الصُّدْغُ مِنَ الْوَجْهِ فَقَالَ لَا قَالَ زُرَارَةُ قُلْتُ لَهُ أَ رَأَيْتَ مَا أَحَاطَ بِهِ الشَّعْرُ فَقَالَ كُلُّ مَا أَحَاطَ بِهِ مِنَ الشَّعْرِ فَلَيْسَ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَطْلُبُوهُ وَ لَا يَبْحَثُوا عَنْهُ وَ لَكِنْ يُجْرَى عَلَيْهِ الْمَاءُ
Zurârah bin A‘yan berkata kepada Abû Ja‘far as, "Kabar-kanlah kepadaku tentang batasan wajah yang mesti dibasuh dalam wudhu yang Allah ‘azza wa jalla telah firmankan?" Beliau berkata, "Wajah yang Allah firmankan dan yang Allah ‘azza wa jalla perintahkan membasuhnya yang tidak boleh bagi seseorang melebihi-nya atau menguranginya---jika melebihinya tidak diberi pahala dan bila menguranginya berdosa---yaitu apa yang terjangkau atasnya oleh jari tengah dan ibu jari dari tempat terujung tumbuhnya rambut (dahi) hingga dagu, dan bagian yang diliputi oleh kedua jari tersebut, maka itulah wajah, sedangkan selain itu bukanlah dari wajah." Dia berkata lagi kepadanya, "Apakah pelipis dari wajah?" Beliau berkata, "Bukan." Zurârah berkata: Saya bertanya kepadanya, "Bagaima-na bagian yang ditumbuhi rambut?" Beliau berkata, "Setiap yang diliputi oleh rambut, maka tidak ada keharusan atas hamba untuk menuntutnya dan tidak untuk membahasnya (tidak ada keharusan menyi-angi rambut hingga air kena ke kulit), tetapi cukup dia mengalirkan air atasnya." 

وَ حَدُّ غَسْلِ الْيَدَيْنِ مِنَ الْمِرْفَقِ إِلَى أَطْرَافِ الْأَصَابِعِ وَ حَدُّ مَسْحِ الرَّأْسِ أَنْ تَمْسَحَ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ مَضْمُومَةً مِنْ مُقَدَّمِ الرَّأْسِ وَ حَدُّ مَسْحِ الرِّجْلَيْنِ أَنْ تَضَعَ كَفَّيْكَ عَلَى أَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْكَ وَ تَمُدَّهُمَا إِلَى الْكَعْبَيْنِ فَتَبْدَأَ بِالرِّجْلِ الْيُمْنَى فِي الْمَسْحِ قَبْلَ الْيُسْرَى وَ يَكُونُ ذَلِكَ بِمَا بَقِيَ فِي الْيَدَيْنِ مِنَ النَّدَاوَةِ مِنْ غَيْرِ أَنْ تُجَدِّدَ لَهُ مَاءً وَ لَا تَرُدَّ الشَّعْرَ فِي غَسْلِ الْيَدَيْنِ وَ لَا فِي مَسْحِ الرَّأْسِ وَ الْقَدَمَيْنِ
Dan batasan membasuh kedua tangan dari sikut sampai ke ujung-ujung jemari, dan batasan mengusap kepala adalah mengusap dengan tiga jari dirapatkan dari bagian depan kepala, dan batasan menyapu kedua kaki ialah kamu letakkan telapak tanganmu di atas ujung-ujung jemari kedua kakimu lalu kamu menariknya hingga kedua mata kaki, maka kamu memulai mengusap dengan kaki yang kanan sebelum kaki yang kiri, dan yang demikian itu dengan air yang tersisa atau basahan tanpa kamu mengambil lagi air yang baru, dan tidak wajib menyiangi rambut (agar air sampai ke kulit) dalam membasuh tangan, dan tidak pula dalam mengusap kepala dan kedua kaki.

قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ ع تَابِعْ بَيْنَ الْوُضُوءِ كَمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ ابْدَأْ بِالْوَجْهِ ثُمَّ بِالْيَدَيْنِ ثُمَّ امْسَحْ بِالرَّأْسِ وَ الرِّجْلَيْنِ وَ لَا تُقَدِّمَنَّ شَيْئاً بَيْنَ يَدَيْ شَيْ‏ءٍ تُخَالِفْ مَا أُمِرْتَ بِهِ فَإِنْ غَسَلْتَ الذِّرَاعَ قَبْلَ الْوَجْهِ فَابْدَأْ بِالْوَجْهِ وَ أَعِدْ عَلَى الذِّرَاعِ وَ إِنْ مَسَحْتَ الرِّجْلَ قَبْلَ الرَّأْسِ فَامْسَحْ عَلَى الرَّأْسِ ثُمَّ أَعِدْ عَلَى الرِّجْلِ ابْدَأْ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
Dan Abû Ja‘far as berkata, "Ikutilah di antara (membasuh dan mengusap anggota) wudhu sebagaimana Allah ‘azza wa jalla telah berfirman, mulailah dengan wajah, kemudian dengan kedua tangan, kemudian sapulah sebagian kepala dan kedua kaki. Dan janganlah sekali-kali kamu mendahulukan sesuatu di hadapan sesuatu, karena kamu akan menyalahi apa yang telah diperintahkan kepadamu dengannya, jika kamu telah membasuh tangan hastamu sebelum wajah, maka mulailah dengan wajah dan ulangilah membasuh hasta, dan jika kamu telah mengusap kaki sebelum kepala, maka usaplah kepala dan ulangilah mengusap kaki, mulailah kamu dengan apa yang Allah telah memulai dengannya."

Cara Membasuh Wajah
   عَنْ حَرِيزٍ عَنْ زُرَارَةَ قَالَ قُلْتُ لَهُ أَخْبِرْنِي عَنْ حَدِّ الْوَجْهِ الَّذِي يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يُوَضَّأَ الَّذِي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ فَقَالَ الْوَجْهُ الَّذِي أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى بِغَسْلِهِ الَّذِي لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يَزِيدَ عَلَيْهِ وَ لَا يَنْقُصَ مِنْهُ إِنْ زَادَ عَلَيْهِ لَمْ يُؤْجَرْ وَ إِنْ نَقَصَ مِنْهُ أَثِمَ مَا دَارَتْ عَلَيْهِ السَّبَّابَةُ وَ الْوُسْطَى وَ الْإِبْهَامُ مِنْ قُصَاصِ الرَّأْسِ إِلَى الذَّقَنِ وَ مَا جَرَتْ عَلَيْهِ الْإِصْبَعَانِ مِنَ الْوَجْهِ مُسْتَدِيراً فَهُوَ مِنَ الْوَجْهِ وَ مَا سِوَى ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ الْوَجْهِ قُلْتُ الصُّدْغُ لَيْسَ مِنَ الْوَجْهِ قَالَ لَا
Dari Harîz dari Zurârah dia berkata: Saya berkata kepadanya, "Kabarkanlah kepadaku tentang batasan wajah yang mesti dibasuh ketika wudhu yang difirmankan Allah 'azza wa jalla!" Dia berkata, "Wajah yang Allah ta'âlâ telah perintahkan untuk membasuhnya yang tidak boleh seseorang menambahnya dan tidak pula menguranginya, jika dia menambahnya tidak diberi pahala dan bila menguranginya dia berdosa, yaitu yang terjangkau oleh jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari dimulai dari ujung kepala sampai dagu, dan apa yang terusap oleh kedua jari (jari tengah dan ibu jari) itulah yang dimaksudkan dengan wajah, dan selain itu bukan dari wajah." Saya berkata, "Pelipis bukan dari wajah?" Dia berkata, "Bukan."
   
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ لَا تَضْرِبُوا وُجُوهَكُمْ بِالْمَاءِ ضَرْباً إِذَا تَوَضَّأْتُمْ وَ لَكِنْ شُنُّوا الْمَاءَ شَنّاً
   Dari Al-Sakûni dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Janganlah kalian pukulkan wajah-wajahmu de-ngan air apabila kalian wudhu, tetapi tuangkanlah air itu dengan sesungguhnya."

عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مِهْرَانَ قَالَ كَتَبْتُ إِلَى الرِّضَا ع أَسْأَلُهُ عَنْ حَدِّ الْوَجْهِ فَكَتَبَ مِنْ أَوَّلِ الشَّعْرِ إِلَى آخِرِ الْوَجْهِ وَ كَذَلِكَ الْجَبِينَيْنِ
   Dari Ismâ'îl bin Mihrân berkata: Sya telah menulis surat kepada Al-Ridhâ as saya bertanya kepadanya tentang batasan wajah, lalu beliau menulis (jawabannya), "Dari awal (tempat tumbuh) rambut sampai akhir wajah (ujung dagu) dan demikian kedua dahi."

   عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَحَدِهِمَا ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَتَوَضَّأُ أَ يُبَطِّنُ لِحْيَتَهُ قَالَ لَا
   Dari Muhammad bin Muslim dari salah seorang dari mereka berdua (Abû Ja'far dan Abû 'Abdillâh as) dia berkata, "Saya bertanya kepadanya tentang lelaki dia wudhu, apakah dia mesti membasuh bagian dalam janggutnya?" Beliau berkata, "Tidak." 

Cara Membasuh Tangan
   عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ بَزِيعٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا ع قَالَ فَرَضَ اللَّهُ عَلَى النِّسَاءِ فِي الْوُضُوءِ لِلصَّلَاةِ أَنْ يَبْتَدِئْنَ بِبَاطِنِ أَذْرُعِهِنَّ وَ فِي الرِّجَالِ بِظَاهِرِ الذِّرَاعِ
Dari Muhammad bin Ismâ'îl bin Bazî' dari Abû Al-Hasan Al-Ridhâ as berkata, "Allah telah mewajibkan atas perempuan dalam wudhu untuk shalat (dalam membasuh tangan) mereka memulai dengan bagian dalam lengannya, dan bagi laki-laki dengan bagian luar lengan."
 
عَنِ الْهَيْثَمِ بْنِ عُرْوَةَ التَّمِيمِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَ أَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرافِقِ فَقُلْتُ هَكَذَا وَ مَسَحْتُ مِنْ ظَهْرِ كَفِّي إِلَى الْمِرْفَقِ فَقَالَ لَيْسَ هَكَذَا تَنْزِيلُهَا إِنَّمَا هِيَ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَ أَيْدِيَكُمْ مِنَ الْمَرَافِقِ ثُمَّ أَمَرَّ يَدَهُ مِنْ مِرْفَقِهِ إِلَى أَصَابِعِهِ
Dari Al-Haitsam bin 'Urwah Al-Tamîmi berkata: Aku ber-tanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang firman Allah 'azza wa jalla, Faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal marâfiq. Maka aku berkata: Begini, lalu saya mengusapkan (tangan) dari punggung telapak tanganku sampai sikut. Maka beliau berkata, "Bukan begitu penurunannya, melainkan, Basuhlah muka-mukamu dan ta-ngan-tanganmu dari sikut." Lalu beliau menjalankan tangannya dari sikut ke jari-jarinya. 

Cara Mengusap Kepala dan Kaki 
عَنْ زُرَارَةَ قَالَ قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ ع الْمَرْأَةُ يُجْزِئُهَا مِنْ مَسْحِ الرَّأْسِ أَنْ تَمْسَحَ مُقَدَّمَهُ قَدْرَ ثَلَاثِ أَصَابِعَ وَ لَا تُلْقِيَ عَنْهَا خِمَارَهَا
Dari Zurârah berkata: Abû Ja‘far as berkata, "Perempuan, cukup baginya dalam mengusap kepala dia mengusap bagian depannya dengan kadar tiga jari dan tidak usah melepaskan kerudungnya."

   عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْأُذُنَانِ لَيْسَا مِنَ الْوَجْهِ وَ لَا مِنَ الرَّأْسِ قَالَ وَ ذُكِرَ الْمَسْحُ فَقَالَ امْسَحْ عَلَى مُقَدَّمِ رَأْسِكَ وَ امْسَحْ عَلَى الْقَدَمَيْنِ وَ ابْدَأْ بِالشِّقِّ الْأَيْمَنِ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû 'Abdillâh as ber-kata, "Dua telinga itu bukanlah bagian dari wajah dan bukan pula dari kepala." Dia (Muhammad bin Muslim) berkata: Dan disebutkan mengusap, maka beliau berkata, "Usaplah bagian depan kepalamu, dan usaplah atas kedua qadam (punggung dari telapak kaki) dan mulailah dengan yang sebelah kanan."

   عَنْ مَعْمَرِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ يُجْزِئُ مِنَ الْمَسْحِ عَلَى الرَّأْسِ مَوْضِعُ ثَلَاثِ أَصَابِعَ وَ كَذَلِكَ الرِّجْلُ.
Dari Ma'mar bin 'Umar dari Abû Ja'far as berkata, "Cukup dari mengusap kepala dengan tiga jari (jari manis, jari tengah dan telunjuk), demikian pula (dalam mengusap) kaki."

عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي نَصْرٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْمَسْحِ عَلَى الْقَدَمَيْنِ كَيْفَ هُوَ فَوَضَعَ كَفَّهُ عَلَى الْأَصَابِعِ فَمَسَحَهَا إِلَى الْكَعْبَيْنِ إِلَى ظَاهِرِ الْقَدَمِ فَقُلْتُ جُعِلْتُ فِدَاكَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا قَالَ بِإِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِهِ هَكَذَا فَقَالَ لَا إِلّا بِكَفِّهِ.
Dari Ahmad bin Muhammad bin Abû Nashr dari Abû Al-Hasan Al-Ridhâ as dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang mengusap kedua kaki, bagaimana caranya, maka beliau meletakkan telapak tangannya ke atas jari-jari (kaki) lalu mengu-sapnya sampai kepada kedua mata kaki ke punggung telapak kaki. Maka saya berkata: Kujadikan diriku tebusanmu, bagaimana kalau ada orang mengusapnya dengan dua jari saja seperti begini? Beliau berkata, "Tidak boleh, melainkan dengan telapak tangannya." 

Wudhu Satu Kali-Satu Kali
عَنْ يُونُسَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْوُضُوءِ لِلصَّلَاةِ فَقَالَ مَرَّةٌ مَرَّةٌ
Dari Yûnus bin 'Ammâr berkata: Saya telah bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang wudhu untuk shalat, maka beliau berkata, "Satu kali satu kali."

عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْوُضُوءِ فَقَالَ مَا كَانَ وُضُوءُ عَلِيٍّ ع إِلَّا مَرَّةً مَرَّةً
Dari 'Abdul Karîm berkata: Saya telah bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang wudhu, maka beliau berkata, "Tiada la-in wudhu 'Ali as itu melainkan satu kali satu kali." 

Al-Shadûq – rahimahullâh - berkata, "Dan wudhu itu satu kali satu kali, dan siapa yang wudhu dua kali-dua kali dia tidak diberi pahala, dan siapa yang wudhu tiga kali-tiga kali, maka sesungguhnya dia telah melakukan bid‘ah, dan siapa yang mengusap telapak kedua kakinya maka dia telah mengikuti bisikan syaithân."
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1389 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2013, 07:20:06 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1533 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:39:20 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
963 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 12:25:54 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1163 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:53:27 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1041 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:58:33 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1083 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 01:11:48 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
949 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 05:55:43 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:05:28 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1180 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:17:07 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1153 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:25:10 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan