Penulis Topik: SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [19]  (Dibaca 865 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [19]
« pada: Juli 21, 2013, 05:50:11 AM »
SHALAT NABI VERSI AHLULBAITNYA [19]

Perkara yang Membatalkan atau Memutuskan Shalat
Beberapa perkara yang membatalkan/memutuskan shalat adalah sebagai berikut:
1.   Hilang sebagian syaratnya seperti tidak punya wudhu atau ber-hadats, tidak menghadap ke kiblat, waktunya belum tiba, dan hilang sebagian rukunnya seperti ruku‘ dan sujud.
2.   Lupa takbîr iftitâh (takbîratul ihrâm) 
3.   Khalâ` (keluar kotoran), baul (keluar air kencing), keluar angin dan suara.
4.   Terjadi haid.

5.   Tertawa hingga keluar suara.
6.   Menangis yang berhubungan dengan urusan dunia.
7.   Menangis karena mengingat mayyit.
8.   Sengaja berkata-kata dengan dua huruf walaupun tidak dipahami maknanya, atau hanya satu huruf dengan syarat dipahami maknanya.
9.   Mengerang, merintih atau mengaduh dengan sengaja, karena yang demikian itu termasuk berkata-kata.
10.   Mengucapkan ãmîn setelah membaca Al-Fâtihah.
11.   Setiap gerakan yang berlebihan yang bisa menghapus gambaran shalat.
12.   Bersedekap (takfîr atau takattuf), yaitu meletakkan tangan kanan di atas tangan yang kiri atau sebaliknya dengan sengaja.
13.   Setiap kelebihan atau kekurangan yang disengaja.
14.   Makan dan minum yang menghapus gambaran shalat ba-ik dengan sengaja ataupun karena lupa. Adapun menelan sisa makanan yang ada di dalam mulut atau di antara gigi-gigi, maka tidaklah membatalkan shalat.
15.   Ragu dalam bilangan raka‘at tertentu (lihat bab ragu dalam shalat pada bab yang akan datang).
16.   Tidak membaca shalawât bagi Rasûlullâh saw dan keluarganya.
17.   Sengaja berpaling dari arah kiblat. Adapun jika lupa asalkan tidak melewati batas kanan dan batas kiri, maka hal itu tidak membatalkan. Berpaling dari kiblat karena lupa sehingga melewati batas kanan atau batas kiri, jika kemudian ingat dalam shalat atau setelahnya sedangkan waktu shalat masih ada, maka hal ini membatalkan shalat. Ada-pun ingatnya di luar waktu (setelah habis waktunya), maka shalat tidak mesti diulangi. Tentang arah kanan dan arah kiri, maka perhatikanlah gambar di bawah ini.
                   
                         Kiblat



   1                                      2

  Kiri                     Kanan

   3                                                   4

   
     
                      Belakang

Untuk nomor (1) dan nomor (2) membatalkan shalat apabila disengaja, tetapi jika lupa tidaklah membatalkan shalat. Untuk nomor (3) dan nomor (4) membatalkan shalat baik disengaja maupun lupa jika seseorang ingat di dalam shalatnya atau di dalam waktu shalat.

Mengulang Shalat
Shalat mesti diulangi bila salah satu dari yang lima perkara tidak terpenuhi, yaitu tidak bersuci, tidak menghadap ke kiblat, waktunya belum tiba, tidak ruku‘ dan tidak sujud.

عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ لَا تُعَادُ الصَّلَاةُ إِلَّا مِنْ خَمْسَةٍ الطَّهُورِ وَ الْوَقْتِ وَ الْقِبْلَةِ وَ الرُّكُوعِ وَ السُّجُودِ
Dari Zurârah, dari Abû Ja‘far as berkata, "Shalat tidak diulangi kecuali dari lima perkara: Thuhûr (tidak bersuci), waktu (waktunya belum tiba), kiblat (tidak menghadap ke kiblat), ruku‘ (tidak ruku‘), dan sujud (tidak sujud)."

عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الصَّلَاةُ ثَلَاثَةُ أَثْلَاثٍ ثُلُثٌ طَهُورٌ وَ ثُلُثٌ رُكُوعٌ وَ ثُلُثٌ سُجُودٌ
Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Shalat itu tiga pertiga; satu pertiga bersuci, satu pertiga ruku‘ dan satu pertiga sujud."

Beberapa Perkara yang Dibolehkan dalam Shalat
1.   Melangkah dua langkah atau tiga langkah, mendekatkan sandalnya atau barangnya dan menghitung jumlah ayat dengan tangannya.
2.   Berlepas diri (barâ`ah) dari musuh-musuh ajaran Islam.
3.   Boleh membunuh ular dan kala jengking jika gerakan tidak menghapus gambaran shalat.
4.   Boleh membunuh kutu, kutu busuk, lalat dan semua binatang pengganggu lainnya.
5.   Boleh memeluk perempuan yang dihalalkan dan melihat wajahnya, tetapi tidak boleh melihat perempuan asing dalam shalat.
6.   Boleh minum air dalam shalat watir bagi orang yang ingi shaum sedangkan dia haus, dan boleh orang yang shalat maju ke depan dan kembali lagi ke tempatnya.
7.   Boleh perempuan membawa bayinya dan menyusuinya saat duduk tasyahhud.
8.   Orang yang shalat boleh menyentuh kemaluannya, baik lelaki maupun perempun.
9.   Boleh mencabut giginya yang sudah mau tanggal dan boleh memotong sebagian dari boroknya asalkan tidak mengeluarkan darah, dan boleh membuang kotoran burung dan yang sepertinya.
10.   Boleh menggaruk bagian tubuh yang gatal, mengusap gigi, mulut dan perut.
11.   Boleh menggerakkan jari-jari tangan dalam sujud untuk menghitung tasbîh.

Jika Membutuhkan Sesuatu dalam Shalat
Jika kita sedang shalat, lalu membutuhkan sesuatu kepada orang yang tidak shalat, maka kita memberi isyarat dengan kepala, menunjuk dengan tangan dan mengucapkan tasbîh. Dan bagi perempuan apabila menginginkan sesuatu, maka dia menepukkan tangannya. 

Orang Melewat di Hadapan tidak Memutuskan Shalat
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ أَ يَقْطَعُ صَلَاتَهُ شَيْ‏ءٌ مِمَّا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ لَا يَقْطَعُ صَلَاةَ الْمُسْلِمِ شَيْ‏ءٌ وَ لَكِنِ ادْرَأْ مَا اسْتَطَعْتَ قَالَ وَ سَأَلْتُهُ عَنْ رَجُلٍ رَعَفَ فَلَمْ يَرْقَ رُعَافُهُ حَتَّى دَخَلَ وَقْتُ الصَّلَاةِ قَالَ يَحْشُو أَنْفَهُ بِشَيْ‏ءٍ ثُمَّ يُصَلِّي وَ لَا يُطِيلُ إِنْ خَشِيَ أَنْ يَسْبِقَهُ الدَّمُ قَالَ وَ قَالَ إِذَا الْتَفَتَّ فِي صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ مِنْ غَيْرِ فَرَاغٍ فَأَعِدِ الصَّلَاةَ إِذَا كَانَ الِالْتِفَاتُ فَاحِشاً وَ إِنْ كُنْتَ قَدْ تَشَهَّدْتَ فَلَا تُعِدْ
Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as dia (Al-Halabi) berkata: Saya bertanya kepadanya tentang orang (yang shalat), apakah shalatnya dapat diputuskan oleh sesuatu yang lewat di hadapannya?" Beliau berkata, "Sesuatu (yang melewat di hadapan) tidaklah memutuskan shalat seorang mulim, tetapi tolaklah sedapat-dapatnya." Dan saya bertanya kepadanya tentang orang yang mi-misan hingga masuk waktu shalat. Dia berkata, "Dia seka saja hidungnya dengan sesuatu, kemudian dia shalat, dan janganlah melama-kan shalatnya jika dia takut didahului oleh darah." Dan dia berkata, "Apabila kamu menoleh (berpaling) dalam shalat maktûbah sebelum selesai, maka ulangilah shalat itu jika berpaling itu melewati batas, dan apabila (berpaling itu) telah membaca tasyahhud, maka janganlah kamu mengulangi (shalat)."   

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي حَفْصٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّ عَلِيّاً ص كَانَ يَقُولُ لَا يَقْطَعُ الصَّلَاةَ الرُّعَافُ وَ لَا الْقَيْ‏ءُ وَ لَا الدَّمُ فَمَنْ وَجَدَ أَزّاً فَلْيَأْخُذْ بِيَدِ رَجُلٍ مِنَ الْقَوْمِ مِنَ الصَّفِّ فَلْيُقَدِّمْهُ يَعْنِي إِذَا كَانَ إِمَاماً
Dari Salamah bin Abî Hafsh dari Abû ‘Abdillâh as bahwa ‘Ali shalawâtullâhi ‘alaih berkata, "Tidak memutuskan shalat mimisan, muntah dan darah, tetapi siapa yang mendapatkan azzan (menge-luarkan suara) hendaklah dia memegang tangan salah seorang dari mereka dari shaff yang pertama, lalu dikedepankan, yakni jika dia sebagai imam." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَلْتَفِتُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ لَا وَ لَا يَنْقُضُ أَصَابِعَهُ
Dari Muhammad bin Muslim, dari Abû Ja‘far as dia (Muhammad) berkata, "Saya bertanya kepada beliau tentang orang dia menoleh dalam shalat?" Beliau berkata, "Tidak dan tidak boleh membuka jari-jarinya." 

Tahmîd setelah Bersin dan Menjawab Salâm dalam Shalat
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا عَطَسَ الرَّجُلُ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ
Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Apabila orang bersin dalam shalatnya, maka hendaklah dia memuji Allah." 

عَنْ سَمَاعَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يُسَلَّمُ عَلَيْهِ وَ هُوَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ يَرُدُّ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَ لَا يَقُولُ وَ عَلَيْكُمُ السَّلَامُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص كَانَ قَائِماً يُصَلِّي فَمَرَّ بِهِ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَمَّارٌ فَرَدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ ص هَكَذَا
Dari Samâ‘ah, dari Abû ‘Abdillâh as dia berkata, "Saya bertanya kepadanya tentang orang yang diberi salâm sedangkan dia dalam shalat?" Beliau berkata, "Dia (wajib) membalas dengan mengucapkan: Salâmun ‘alaikum, dan dia tidak mengucapkan: Wa ‘alaikumus salâm, karena Rasûlullâh saw ketika berdiri shalat lewatlah kepadanya ‘Ammâr bin Yâsir, lalu ‘Ammâr memberi salâm kepadanya, maka Nabi saw membalasnya begitu." 

Hal-hal yang Berkenaan dengan Memutuskan Shalat
Ketika shalat sedang berlangsung pada dasarnya tidak boleh diputuskan, kecuali dalam beberapa perkara di bawah ini boleh diputuskan:
1.   Demi menjaga harta.
2.   Untuk menolak bahaya, baik mengancam harta atau jiwa.
3.   Adakalanya wajib memutuskan shalat, jika berhubungan dengan keselamatan jiwa atau demi menjaga harta yang wajib dijaga secara syara‘.
4.   Dalam masalah yang sangat mendesak, misalnya yang  berkenaan dengan keselamatan jiwa, wajib memutuskan shalat, jika seseorang tidak mau melakukannya dan tetap sibuk dengan shalatnya, maka yang jelas shalatnya sah walaupun dia berdosa karena telah mengabaikan yang wajib yang sangat mendesak.
5.   Jika sedang shalat ada tagihan utang yang memaksa untuk memutuskan shalat, apabila waktu shalat masih luas, maka yang jelas harus memutuskan shalat, namun apabila waktu sempit, maka shalat jangan diputuskan.
6.   Adakalanya sunnah jika menjaga harta yang sunnah un-tuk dijaganya, atau memutuskannya ketika lupa adzân dan iqâmah jika ingatnya sebelum ruku‘.
7.   Adakalanya boleh saja seperti menolak bahaya yang mengancam harta-benda yang tidak membahayakan kemusnahannya.
« Edit Terakhir: Juli 21, 2013, 05:55:22 AM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1412 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2013, 07:20:06 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1569 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:39:20 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
972 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 12:25:54 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1189 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:53:27 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1062 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 12:58:33 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1194 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 01:10:05 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1094 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2013, 01:11:48 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
960 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 05:55:43 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1355 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:05:28 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1190 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2013, 06:17:07 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan