Penulis Topik: RUKUN, WAJIB....[5]  (Dibaca 910 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

RUKUN, WAJIB....[5]
« pada: Juni 13, 2013, 06:29:30 AM »
Jika Membutuhkan Sesuatu dalam Shalat
Jika kita sedang shalat, lalu membutuhkan sesuatu kepa-da orang yang tidak shalat, maka kita memberi isyarat dengan kepala, menunjuk dengan tangan dan mengucapkan tasbîh. Dan bagi perempuan apabila menginginkan sesuatu, maka dia mene-pukkan tangannya. 

Orang Melewat di Hadapan tidak Memutuskan Shalat
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ أَ يَقْطَعُ صَلاَتَهُ شَيْ‏ءٌ مِمَّا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ لاَ يَقْطَعُ صَلاَةَ الْمُسْلِمِ شَيْ‏ءٌ وَ لَكِنِ ادْرَأْ مَا اسْتَطَعْتَ قَالَ وَ سَأَلْتُهُ عَنْ رَجُلٍ رَعَفَ فَلَمْ يَرْقَ رُعَافُهُ حَتَّى دَخَلَ وَقْتُ الصَّلاَةِ قَالَ يَحْشُو أَنْفَهُ بِشَيْ‏ءٍ ثُمَّ يُصَلِّي وَ لاَ يُطِيلُ إِنْ خَشِيَ أَنْ يَسْبِقَهُ الدَّمُ قَالَ وَ قَالَ إِذَا الْتَفَتَّ فِي صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ مِنْ غَيْرِ فَرَاغٍ فَأَعِدِ الصَّلاَةَ إِذَا كَانَ الِالْتِفَاتُ فَاحِشاً وَ إِنْ كُنْتَ قَدْ تَشَهَّدْتَ فَلاَ تُعِدْ.
Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as dia (Al-Halabi) ber-kata: Saya bertanya kepadanya tentang orang (yang shalat), apa-kah shalatnya dapat diputuskan oleh sesuatu yang lewat di ha-dapannya?" Beliau berkata, "Sesuatu (yang melewat di hadapan) ti-daklah memutuskan shalat seorang mulim, tetapi tolaklah sedapat-da-patnya." Dan saya bertanya kepadanya tentang orang yang mi-misan hingga masuk waktu shalat. Dia berkata, "Dia seka saja hi-dungnya dengan sesuatu, kemudian dia shalat, dan janganlah melama-kan shalatnya jika dia takut didahului oleh darah." Dan dia berkata, "Apabila kamu menoleh (berpaling) dalam shalat maktûbah sebelum selesai, maka ulangilah shalat itu jika berpaling itu melewati batas, dan apabila (berpaling itu) telah membaca tasyahhud, maka janganlah ka-mu mengulangi (shalat)."   

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي حَفْصٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّ عَلِيّاً ص كَانَ يَقُولُ لاَ يَقْطَعُ الصَّلاَةَ الرُّعَافُ وَ لاَ الْقَيْ‏ءُ وَ لاَ الدَّمُ فَمَنْ وَجَدَ أَزّاً فَلْيَأْخُذْ بِيَدِ رَجُلٍ مِنَ الْقَوْمِ مِنَ الصَّفِّ فَلْيُقَدِّمْهُ يَعْنِي إِذَا كَانَ إِمَاماً.
Dari Salamah bin Abî Hafsh dari Abû ‘Abdillâh as bahwa ‘Ali shalawâtullâhi ‘alaih berkata, "Tidak memutuskan shalat mimi-san, muntah dan darah, tetapi siapa yang mendapatkan azzan (menge-luarkan suara) hendaklah dia memegang tangan salah seorang dari me-reka dari shaff yang pertama, lalu dikedepankan, yakni jika dia sebagai imam." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَلْتَفِتُ فِي الصَّلاَةِ قَالَ لاَ وَ لاَ يَنْقُضُ أَصَابِعَهُ.
Dari Muhammad bin Muslim, dari Abû Ja‘far as dia (Mu-hammad) berkata, "Saya bertanya kepada beliau tentang orang dia menoleh dalam shalat?" Beliau berkata, "Tidak dan tidak boleh membuka jari-jarinya." 

Tahmîd setelah Bersin dan Menjawab Salâm dalam Shalat
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا عَطَسَ الرَّجُلُ فِي صَلاَتِهِ فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ.
Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Apabila orang bersin dalam shalatnya, maka hendaklah dia memuji Allah." 

عَنْ سَمَاعَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يُسَلَّمُ عَلَيْهِ وَ هُوَ فِي الصَّلاَةِ قَالَ يَرُدُّ سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ وَ لاَ يَقُولُ وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص كَانَ قَائِماً يُصَلِّي فَمَرَّ بِهِ عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَمَّارٌ فَرَدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ ص هَكَذَا.
Dari Samâ‘ah, dari Abû ‘Abdillâh as dia berkata, "Saya bertanya kepadanya tentang orang yang diberi salâm sedangkan dia dalam shalat?" Beliau berkata, "Dia (wajib) membalas dengan mengucapkan: Salâmun ‘alaikum, dan dia tidak mengucapkan: Wa ‘alaikumus salâm, karena Rasûlullâh saw ketika berdiri shalat lewat-lah kepadanya ‘Ammâr bin Yâsir, lalu ‘Ammâr memberi salâm kepada-nya, maka Nabi saw membalasnya begitu." 

Hal-hal yang Berkenaan dengan Memutuskan Shalat
Ketika shalat sedang berlangsung pada dasarnya tidak boleh diputuskan, kecuali dalam beberapa perkara di bawah ini boleh diputuskan:
1.   Demi menjaga harta.
2.   Untuk menolak bahaya, baik mengancam harta atau jiwa.
3.   Adakalanya wajib memutuskan shalat, jika berhubungan dengan keselamatan jiwa atau demi menjaga harta yang wajib dijaga secara syara‘.
4.   Dalam masalah yang sangat mendesak, misalnya yang  berkenaan dengan keselamatan jiwa, wajib memutuskan shalat, jika seseorang tidak mau melakukannya dan tetap sibuk dengan shalatnya, maka yang jelas shalatnya sah walaupun dia berdosa karena telah mengabaikan yang wajib yang sangat mendesak.
5.   Jika sedang shalat ada tagihan utang yang memaksa un-tuk memutuskan shalat, apabila waktu shalat masih luas, maka yang jelas harus memutuskan shalat, namun apa-bila waktu sempit, maka shalat jangan diputuskan.
6.   Adakalanya sunnah jika menjaga harta yang sunnah un-tuk dijaganya, atau memutuskannya ketika lupa adzân dan iqâmah jika ingatnya sebelum ruku‘.
7.   Adakalanya boleh saja seperti menolak bahaya yang me-ngancam harta-benda yang tidak membahayakan kemus-nahannya.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1115 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:03:01 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1164 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:19:18 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
951 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:26:15 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
931 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:27:47 AM
oleh Abu Zahra
7 Jawaban
1393 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 01, 2014, 03:29:44 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1132 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2014, 09:22:32 PM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
1683 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2015, 01:18:45 PM
oleh elfan
0 Jawaban
436 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 12:39:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
326 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2016, 06:47:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
173 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2016, 01:27:39 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan