Penulis Topik: RUKUN, WAJIB....[2]  (Dibaca 1177 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

RUKUN, WAJIB....[2]
« pada: Juni 13, 2013, 06:19:18 AM »
5. Rukû‘
   Rukû‘ (ruku‘) itu untuk kaum lelaki membungkukkan badan dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua lutut dengan menekannya ke belakang serta merenggangkan dan mencengkeramkan jari-jemari tangan serta bersayap dengan kedua tangan. Tetapi untuk perempuan dalam ruku‘nya, telapak tangannya itu diletakkan di atas kedua pahanya.

Perkara-perkara yang Berkenaan dengan Ruku‘
Hal-hal yang berkenaan dengan ruku‘ ada yang wajib yang apabila dilanggar akan membatalkan shalat, dan ada yang makrûh yang jika dilakukan akan mengurangi nilai shalat, namun alangkah baiknya bila yang makrûh itu ditinggalkan, dan ada beberapa perkara yang dipandang baik yang bila dikerjakan akan menambah nilai shalat itu sendiri.

Perkara-perkara yang Wajib dalam Ruku‘
1.   Wajib membungkukkan tubuh dengan meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut.
2.   Membaca dzikir dengan memilihnya yang mengandung tasbîh kepada Allah, baik tasbîhah shughrâ (Subhânallâh) maupun tasbîhah kubrâ (Subhâna rabbiyal ‘azhîmi wa bihamdih) dan sekurang-kurangnya tasbîh itu tiga kali.
3.   Thuma`nînah (tenang) dengan kadar membaca dzikir yang wajib. Apabila tidak thuma`nînah dengan sengaja, shalat menjadi batal.
4.   Mengangkat kepala dari ruku‘ hingga benar-benar berdiri tegak dengan thuma`nînah hingga tulang-tulang belakang kembali ke tempat-tempatnya. Jika kita melakukan sujud dengan sengaja sebelum benar-benar tegak berdiri, shalat kita menjadi batal.

Perkara-perkara yang Dimakrûhkan dalam Ruku‘
   Perkara-perkara yang dibenci atau makrûh dalam ruku‘:
1.   Menundukkan kepala atau mengangkatnya pada saat ruku‘ hingga menyebabkan pungung tidak rata.
2.   Mendekatkan kedua tangan ke lambung.
3.   Merapatkan kedua telapak tangan dan memasukkannya di antara kedua lutut.
4.   Membaca Al-Quran pada saat ruku‘.
5.   Menempatkan kedua tangan di bawah kain dengan melekatkannya ke tubuh.

Perkara-perkara yang Dipandang Baik dalam Ruku‘
Ada beberapa hal yang dipandang baik atau mustahabbah yang berkenaan dengan ruku‘, yaitu:
1.   Mengucapkan takbîr ketika hendak ruku‘ pada saat berdiri tegak.
2.   Mengangkat kedua tangan pada waktu takbîr seperti pada takbîratul ihrâm.
3.   Meletakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut dengan merenggangkan jari-jarinya, telapak tangan kanan diletakkan di atas lutut yang kanan dan yang kiri di atas lutut yang kiri.
4.   Menekan kedua lutut ke belakang.
5.   Meratakan punggung yang sekiranya diletakkan gelas berisi air tidak akan tumpah.
6.   Memanjangkan leher agar rata dengan punggung.
7.   Pandangan mata diarahkan ke tempat antara dua telapak kaki.
8.   Bersayap dengan kedua sikut.
9.   Meletakkan tangan yang kanan di atas lutut yang kanan sebelum yang kiri.
10.   Perempuan meletakkan kedua tangannya di atas pahanya sebelah atas kedua lututnya (berbeda dengan lelaki).
11.   Mengulangi bacaan tasbîh hingga tiga kali, lima kali atau tujuh kali bahkan lebih.
12.   Mengakhiri tasbîh tersebut dengan ganjil seperti 3 atau 5 atau 7 dst.
13.   Sebelum mengucapkan: Subhâna rabbiyal ‘azhîmi wa bihamdih, terlebih dulu mengucapkan kalimat dzikir berikut: Allâhumma laka raka‘tu wa laka aslamtu wa bika ãmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa anta rabbî. Khasya‘a laka sam‘î, wa basharî, wa sya‘rî, wa basyarî, wa lahmî, wa damî, wa mukhkhî, wa ‘izhâmî, wa mâ aqallat qadamây, ghaira mustankifin walâ mustakbîrin walâ mustahsir. 
14.   Ber-shalawât bagi Nabi saw dan keluarganya setelah dzikir tersebut atau sebelumnya.
15.   Setelah bangkit dari ruku‘ dalam keadaan berdiri tegak mengucapkan: Sami‘allâhu liman hamidah, bahkan dianjurkan untuk digabungkan dengan kalimat berikut: Al-hamdu lillâhi rabbîl ‘âlamîn, ahlal jabarûti wal kibriyâ`, wal ‘azhamatu lillâhi rabbîl ‘âlamîn (Segala puji bagi Allah pemilik alam semesta, wahai Tuhan yang punya kerajaan dan kebesaran, dan keagungan itu bagi Allah pemilik alam semesta) baik imam, ma`mûm atau munfarid. Pada waktu kita membaca Sami‘allâhu liman hamidah, kedua tangan kita tidak diangkat, karena mengangkat kedua tangan itu kaitannya dengan takbîr sebagai isyarat mengagungkan Allah ‘azza wa jalla. Setelah membaca Sami‘allâhu liman hamidah, kemudian kita takbîr dalam keadaan berdiri, lalu sujud.

6. Sujûd
Sujûd (sujud) adalah meletakkan anggota yang tujuh di atas tanah (lantai) yang urutannya adalah dua telapak tangan, lantas kedua lutut, lalu dahi dan kedua ujung ibu jari kaki. Dalam sujud jari-jari tangan dirapatkan dan dihadapkan ke kiblat, tidak dipalingkan atau dimiringkan baik ke dalam maupun ke luar. Untuk perempuan ketika sujud meletakkan kedua lutut dulu, lalu kedua telapak tangan.

Ringkasan
1.   Anggota sujud yang wajib ada tujuh: Dua telapak tangan, dua lutut, dua ujung ibu jari kaki dan dahi. Adapun hidung, maka hukumnya termasuk sunnah. Dalam sujud, khusus dahi mesti dikenakan kepada tanah, dan yang dimaksudkan dengan tanah adalah bumi dan apa-apa yang ditumbuhkan olehnya selain yang dimakan dan yang dipakai. 
2.   Sujud di atas kertas dibolehkan.   
3.   Ketika sujud dalam shalat fardhu dianjurkan meminta rezeki kepada Allah ‘azza wa jalla dengan kalimat doa: Yâ khairal mas`ûlîn, wa yâ khairal mu‘thîn, urzuqnî warzuq ‘iyâlî min fadhlikal wâsi‘, fainnaka dzul fadhlil ‘azhîm (Wahai sebaik-baik yang diminta, wahai sebaik-baik yang memberi, berilah aku rezeki dan berilah rezeki orang-orang yang berada dalam tanggunganku dari karunia-Mu yang maha luas, ka-rena sesungguhnya Engkaulah yang mempunyai karunia yang besar). 

Perkara Mustahabb yang Berkenaan dengan Sujud
Ada beberapa perkara yang berhubungan dengan sujud yang dipandang baik atau mustahabbah, yaitu:
1.   Membaca takbîr dalam keadaan tegak setelah ruku‘.
2.   Mengangkat kedua tangan pada waktu takbîr.
3.   Meletakkan kedua tangan sebelum kedua lutut, dan jika hendak berdiri mengangkat kedua lutut sebelum kedua tangan.
4.   Meletakkan seluruh dahi dengan cara sujud yang sah.
5.   Menghinakan diri dengan sujud yang sah.
6.   Meletakkan kedua telapak tangan dengan merapatkan jari-jarinya sehingga ibu jari tangan bertepatan dengan kedua telinga dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke kiblat.
7.   Pandangan mata diarahkan kepada ujung hidung pada saat sujud.
8.   Sebelum mengucapkan tasbîh tiga kali, terlebih dulu mengucapkan kalimat-kalimat penyerahan diri dan pujian kepada Allah. 
9.   Mengulangi dzikir sampai tiga kali, lima kali dan seterusnya dalam hitungan ganjil.
10.   Mengutamakan sujud di atas tanah dari pada batu atau kayu dan yang lainnya.
11.   Meratakan tempat meletakkan dahi dengan semua tempat meletakkan anggota sujud.
12.   Berdoa dalam sujud atau dalam sujud terakhir dengan doa yang menyangkut kebutuhan dunia dan akhirat. Untuk doa-doa di dalam sujud ada bab tersendiri.
13.   Duduk tawarruk di antara dua sujud dan setelahnya, yaitu dengan menduduki paha kiri dan menjadikan punggung telapak kaki yang kanan di atas perut telapak kaki yang kiri.
14.   Pada waktu duduk di antara dua sujud mengucapkan: Allâhummaghfir lî warhamnî wa ajirnî wadfa‘ ‘annî, innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr, tabârakallâhu rabbul ‘âlamîn. 
15.   Mengucapkan takbîr setelah mengangkat kepala dari sujud pertama setelah duduk dengan thuma`nînah, dan takbîr untuk sujud yang kedua dalam keadaan duduk dan takbîr setelah mengangkat kepala dari sujud yang kedua setelah duduk dengan thuma`nînah.
16.   Mengangkat kedua tangan ketika takbîr.
17.   Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika du-duk, tangan yang kanan di atas paha kanan dan tangan yang kiri di atas paha kiri.
18.   Menjauhkan perut dari bumi (lantai) ketika sujud.
19.   Mengangkat kedua sikut dari tanah atau lantai dan merenggangkan keduanya dari lambung dengan menjadikan kedua tangan seperti sayap.
20.   Membaca shalawât bagi Nabi saw dan keluarganya dalam dua sujud.
21.   Ketika bangkit untuk berdiri dianjurkan mengucapkan: Bihaulillâhi wa quwwatihi aqûmu wa aq‘ud. Atau mengucapkan: Allâhumma bihaulika wa quwwatika aqûmu wa aq‘ud (ya Allah dengan daya dan kekuatan-Mu aku bisa berdiri dan duduk).
22.   Bertelekan kepada kedua telapak tangan yang dihamparkan (tidak digenggamkan) ketika hendak berdiri.
23.   Meletakkan kedua lutut lebih dulu sebelum meletakkan kedua telapak tangan ketika hendak sujud bagi kaum perempuan, hal ini kebalikannya dari lelaki. Demikian pula bagi kaum perempuan dianjurkan untuk tidak merenggangkan tangannya, bahkan meletakkan kedua sikutnya di atas bumi, dan mendekatkan perutnya ke bumi, dan tidak mengangkat bagian belakangnya pada saat bangkit berdiri.
24.   Melamakan sujud dan memperbanyak bacaan tasbîh dan dzikir.
25.   Duduk ke sebelah kiri dengan sempurna setelah sujud kedua pada raka‘at pertama dan ketiga.

Perkara yang Makrûh dalam Sujud
Ada beberapa perkara yang dibenci atau makrûhât yang mengurangi kesempurnaan sujud, yaitu:
1.   Meniup-niup tempat sujud.
2.   Duduk iq‘â` di antara dua sujud, yaitu duduk di atas dua tumit.
3.   Di-makrûh-kan tidak mengangkat kedua tangan dari lantai di antara dua sujud.
4.   Di-makrûh-kan membaca Al-Quran pada waktu sujud sebagaimana pada saat ruku‘.
5.   Ahwath (hati-hati) untuk tidak meninggalkan duduk istirahat setelah sujud kedua pada raka‘at pertama dan ketiga yang tidak ada tasyahhud.
6.   Sujud di atas kertas yang ada tulisan.
« Edit Terakhir: Juni 13, 2013, 08:47:01 AM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1119 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:03:01 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
959 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:26:15 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
935 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:27:47 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
913 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 06:29:30 AM
oleh Abu Zahra
7 Jawaban
1404 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 01, 2014, 03:29:44 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1145 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2014, 09:22:32 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
805 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2015, 08:08:39 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
438 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 12:39:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
330 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2016, 06:47:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
185 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 15, 2016, 01:27:39 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan