Penulis Topik: RAGU DAN LUPA DALAM SHALAT  (Dibaca 1065 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

RAGU DAN LUPA DALAM SHALAT
« pada: Juni 19, 2013, 04:18:22 PM »
RAGU DAN LUPA DALAM SHALAT

Pada dasarnya dalam shalat itu tidak boleh ada keraguan, dan kita mesti khusyu‘ dan yakin dengan apa yang kita lakukan. Ketidakkhusyu‘an akan menimbulkan keraguan, dan bila hal ini terjadi, maka ada ketentuannya dan batasannya yang harus kita perhatikan.

Ragu atau Lupa
Semua tempat lupa ada tujuh belas: Tujuh darinya wajib bagi orang yang lupa mengulangi shalatnya, yaitu (1) Orang yang lupa takbîr iftitâh dia tidak ingat hingga ruku‘. (2) Orang yang lupa ruku‘nya dan sujudnya. (3) Orang yang tidak tahu apakah satu raka‘at dia telah shalat ataukah dua. (4) Orang yang lupa dalam shalat maghrib dan shubuh. (5) Orang yang lebih dalam shalatnya. (6) Orang yang tidak tahu apakah telah melebihi jumlah raka‘atnya atau mengurangi dan dugaannya tidak lebih berat kepada salah satunya. (7) Orang yang berpaling dari shalatnya secara keseluruhan sebelum menyempurnakannya.
Empat darinya tidak wajib bagi orang yang lupa padanya mengulangi shalatnya, namun wajib padanya dua sujud sahwi: (1) Orang yang mengucapkan taslîm karena lupa dalam dua raka‘at, karena dia mengira raka‘at yang terakhir, kemudian berkata-kata tanpa memalingkan wajahnya dari kiblat, maka dia wajib menyempurnakan shalatnya (dua raka‘at lagi), lalu sujud dua sujud sahwi. (2) Orang yang lupa tasyahhudnya dan dia tidak duduk dalam dua raka‘at hingga ruku‘ dalam raka‘at ketiga, maka wajib baginya dua sujud sahwi dan membayar tasyahhud-nya apabila telah selesai dari shalatnya. (3) Orang yang tidak tahu empat raka‘atkah dia telah shalat atau lima, dia wajib dua sujud sahwi. (4) Dan orang yang lupa dalam sebagian shalatnya, lalu dia berkata-kata dengan ucapan yang tidak boleh baginya seperti menyuruh atau melarang dengan tidak sengaja, maka wajib baginya dua sujud sahwi. Inilah empat tempat yang mewajibkan dua sujud sahwi.
Enam darinya tidak wajib bagi orang yang lupa mengula-ngi shalat dan tidak pula dua sujud sahwi: (1) Orang yang mendapatkan lupanya sebelum luput seperti orang yang butuh ber-diri lalu dia duduk atau butuh duduk lalu dia berdiri, kemudian dia ingat hal itu sebelum memasuki keadaan yang lain, lalu dia membayarnya dan tidak ada sahwi baginya. (2) Orang yang mengucapkan taslîm pada dua raka‘at yang pertama, kemudian dia ingat, lalu dia sempurnakan sebelum berkata-kata, maka tidak ada lupa baginya. (3) Tidak ada lupa bagi imam apabila orang yang ada di belakangnya menjaganya. (4) Tidak ada lupa bagi orang yang ada di belakang imam. (5) Tidak ada lupa dalam lupa (tidak ada suatu kewajiban bagi orang yang lupa dalam lu-pa). (6) Tidak ada lupa dalam shalat nâfilah dan tidak mengulangi dalam nâfilah.
Keraguan atau syakk itu ada dua macam; ada keraguan yang membatalkan shalat, dan ada keraguan yang tidak membatalkan shalat.

Keraguan yang Membatalkan
1.   Keraguan yang terjadi dalam shalat yang jumlah raka‘atnya ada dua, seperti shalat shubuh, shalat Jumat, shalat dalam safar dan shalat thawâf.
2.   Keraguan dalam shalat yang jumlah raka‘atnya ada ti-ga, yaitu shalat maghrib.
3.   Keraguan yang terjadi dalam dua raka‘at yang pertama pada shalat yang empat raka‘at, yaitu pada shalat zhuhur, ‘ashar dan ‘isya.       

Keraguan yang tidak Membatalkan
1.   Ragu antara tiga raka‘at atau empat raka‘at, dalam keada-an bagaimana saja timbulnya keraguan tersebut, maka harus ditetapkan empat raka‘at, kemudian setelah salâm lakukan shalat ihtiyâth satu raka‘at dengan berdiri atau dua raka‘at dengan duduk.
2.   Jika seseorang ragu dan dia tidak tahu dua raka‘atkah dia telah shalat atau tiga, jika dugaannya lebih berat ke dua, maka dia shalat dua raka‘at lagi dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Jika dugaannya lebih berat ke tiga, maka hendaklah dia shalat satu raka‘at lagi dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Dan jika sama dugaannya, maka hendaklah dia shalat satu raka‘at lagi sedangkan dia berdiri kemudian taslîm, dan dia shalat (ihtiyâth) dua raka‘at sedangkan dia duduk dengan membaca Fâtihatul kitâb. Jika seandainya dia telah shalat dua raka‘at, maka satu raka‘at yang dia berdiri padanya sebelum taslîm-nya adalah penyempurna yang empat, dan dua raka‘at yang dia shalat dengan duduk sebagai satu raka‘at (lagi) dan telah sempurnalah shalatnya. Dan jika dia telah shalat tiga raka‘at, maka satu raka‘at yang dia berdiri padanya penyempurna yang empat, dan dua raka‘at yang dia shalat dengan duduk dihitung shalat nâfilah.
3.   Apabila seseorang ragu dan dia tidak tahu dua raka‘atkah dia telah shalat ataukah empat, jika dugaannya lebih berat ke empat, dia taslîm dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Apabila dugaannya lebih berat ke dua, dia shalat dua raka‘at lagi dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Tetapi apabila dugaannya sama, dia taslîm, lalu shalat dua raka‘at dalam keadaan berdiri dengan membaca Fâtihatul Kitâb, seandainya dia telah shalat dua raka‘at, maka dua raka‘at ini menjadi penyempurna yang empat, dan apabila dia telah shalat empat, maka shalat yang dua raka‘at itu menjadi shalat nâfilah baginya.
4.   Keraguan yang terjadi antara dua raka‘at, tiga atau empat setelah sempurna dua sujud, maka tetapkan empat raka‘at, kemudian dia shalat ihtiyâth dua raka‘at dengan berdiri dan dua raka‘at lagi dengan duduk.
5.   Jika seseorang ragu dan dia tidak tahu empat raka‘atkah dia telah shalat atau lima, jika dugaannya lebih berat ke empat, dia taslîm dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. Jika dugaannya lebih berat ke lima, maka dia wajib mengulangi shalatnya. Dan jika sama dugaannya, dia taslîm dan melakukan dua sujud sahwi.
6.   Keraguan yang terjadi antara tiga atau lima raka‘at dalam posisi sedang berdiri, maka laksanakanlah sebagaimana orang yang ragu antara dua dan empat raka‘at, kemudian ihtiyâth dua raka‘at dengan berdiri.
7.   Keraguan yang terjadi antara tiga, empat atau lima raka‘at dalam keadaan berdiri, maka batalkan berdirinya, lalu melaksanakan sebagaimana orang yang ragu antara dua, tiga atau empat raka‘at, yakni melaksanakan ihtiyâth dua kali; dua raka‘at dengan berdiri dan dua raka‘at lagi dengan duduk.
8.   Ragu antara tiga dan empat; jika lebih berat kepada tiga tetapkan tiga, dan jika lebih berat kepada empat tetapkan empat, lalu salam dan selesailah. Tetapi jika seimbang ragunya, maka tetapkan empat, lalu shalat dua raka‘at dengan duduk.
9.   Bagi orang yang sering lupa, jangan dihiraukan hal itu, teruskan saja shalatnya.

Perhatikan tabel berikut.
No.   Ragu yang Sah   Shalat Ihtiyâth          Sujud Sahwi
   Ragu  Posisi              Berdiri   Duduk   
1   3,4   Bebas                   1   atau 2   
2   2,3   Setelah dua sujud   1   atau   2   
3   2,4   Setelah dua sujud   2         
4   2,3,4Setelah dua sujud   2   dan   2   
5   4,5   Setelah dua sujud            2 x
6   4,5   Berdiri                   1   atau   2   2 x
 7   3,5   Berdiri                   2         
8   3,4,5Berdiri                   2   dan   2   
                  

Shalat Ihtiyâth
Shalat ihtiyâth hukumnya wajib, shalat ihtiyâth adalah sha-lat yang dilaksanakan oleh orang yang ragu dalam shalatnya.
Caranya, setelah selesai melaksanakan shalat farîdhah---tidak diselang oleh yang lain---langsung shalat ihtiyâth, dengan berdiri atau dengan duduk sesuai dengan ketentuannya yang telah disebutkan di atas. Kita niat shalat ihtiyâth di dalam hati, kemudian takbîratul ihrâm, lantas membaca sûrah Al-Fâtihah dengan sirr termasuk basmalahnya, lau ruku‘, kemudian sujud dua kali, kemudian membaca tasyahhud dan salâm. Ini apabila shalat ihtiyâth yang satu raka‘at. Apabila shalat ihtiyâthnya dua raka‘at, maka setelah sujud yang kedua berdiri ke raka‘at yang kedua, lalu melaksanakan sebagaimana pada raka‘at yang pertama, kemudian membaca tasyahhud dan salâm. Demikian pula apabila shalatnya dilaksanakan dengan duduk.

Sujud Sahwi
Sujud sahwi hukumnya wajib, dilaksanakan berkenaan dengan hal-hal di bawah ini:
1.   Berkata-kata dalam shalat dengan perkataan yang tidak disyari‘ahkan karena lupa atau tidak sengaja walaupun dengan satu huruf yang dipahami dan dengan bahasa apa saja.
2.   Mengucapkan taslîm bukan pada tempatnya, seperti seseorang yang mempunyai anggapan bahwa dia ada pada raka‘at yang terakhir, kemudian dia membaca salâm, tetapi kemudian ternyata baginya bahwa raka‘at itu bukanlah raka‘at yang terakhir.
3.   Jika seseorang lupa membaca tasyahhud pada raka‘at yang kedua hingga berdiri ke raka‘at yang ketiga, jika ingat se-belum ruku‘, maka batalkan raka‘at ketiga dan duduklah untuk membaca tasyahhud, namun jika tidak ingat sampai dia ruku‘, maka teruskanlah shalatnya, dan bila telah selesai shalat, dia sujud sahwi dua kali, kemudian membaca tasyahhud yang telah luput. 
4.   Ragu antara empat atau lima raka‘at, keraguan ini terjadi setelah sempurna dua sujud sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Cara Sujud Sahwi
Sujud sahwi dilaksanakan setelah taslîm atau setelah mengucapkan salâm dan sebelum kalâm (berkata-kata), yaitu niat dalam hati untuk melaksanakan dua sujud sahwi, lalu sujud dan membaca kalimat berikut dalam sujud:

بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ.
Bismillâhi wa billâh, allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad.
Dengan nama Allah dan dengan Allah, ya Allah curahkanlah shalawât bagi Muhammad dan keluarga Muhammad.
Atau membaca kalimat di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ, السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ 
Bismillâhi wa billâh, assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullâhi wa barakâtuh.
Dengan nama Allah dan dengan Allah, salâm bagimu wahai Nabi, rahmat Allah dan berkah-berkah-Nya.
Setelah membaca kalimat tersebut, lalu duduk kemudian sujud sekali lagi, kemudian membaca tasyahhud dan salâm.
Dan dua sujud sahwi itu dilaksanakan setelah taslîm (mengucapkan salâm) dan sebelum kalâm (berkata-kata). 
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1766 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2015, 08:16:02 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
8864 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2013, 07:03:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1591 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 07:09:02 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1783 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2015, 11:45:40 PM
oleh Akungratis
3 Jawaban
1495 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:26:46 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
975 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2013, 05:21:00 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1122 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2013, 05:27:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
551 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 30, 2014, 04:05:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
332 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2015, 10:11:56 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
81 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2017, 01:54:15 PM
oleh kang radi

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan