Penulis Topik: QUNÛT DALAM SHALAT [1]  (Dibaca 999 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

QUNÛT DALAM SHALAT [1]
« pada: Juni 14, 2013, 05:21:00 PM »
QUNÛT DALAM SHALAT

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَ الصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَ قُومُوا ِللهِ قَانِتِيْنَ
   Jagalah oleh kamu semua shalat dan shalat wusthâ (shalat zhuhur) dan berdirilah kamu karena Allah dengan ber-qunût.   
      Dengan ber-qunût itu maknanya dengan taat serta berdoa.
      Membaca qunût itu sangat ditekankan pada shalat-shalat yang dikeraskan khususnya dalam shalat shubuh, watir/witir dan shalat Jumat. Qunût dilaksanakan pada raka‘at kedua sebelum ruku‘ dan pada shalat witir.
      Dalam shalat ‘îd, sembilan kali qunût-nya; lima kali pada raka‘at pertama dan empat kali pada raka‘at kedua. Lihat shalat ‘îd pada bab yang akan datang.
      Dalam shalat ayat, membaca qunût-nya lima kali; sebelum ruku‘ kedua, ruku‘ keempat, ruku‘ keenam, ruku‘ kedelapan dan sebelum ruku‘ yang kesepuluh. Lihat shalat ayat pada bab yang akan datang.
      Dan dalam shalat Jumat qunût-nya dua kali; sebelum ruku‘ pada raka‘at pertama, dan setelah ruku‘ pada raka‘at kedua. Lihat bab shalat Jumat pada bab yang akan datang.   
Qunût Lebih Panjang Lebih Baik
      Shalat yang utama adalah shalat yang qunût-nya panjang dan lama, tapi jangan dilakukan ketika kita sebagai imam shalat. Dan qunût itu ada kaitannya dengan rehat pada hari kiamat yang sangat dahsyat.
      
   عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص أَطْوَلُكُمْ قُنُوتاً فِي دَارِ الدُّنْيَا أَطْوَلُكُمْ رَاحَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الْمَوْقِفِ
      Dari Abû Dazrr berkata: Rasûlullâh saw berkata, “Orang yang paling panjang qunût-nya di antara kalian di negeri dunia adalah orang yang paling lama rehatnya pada hari kiamat di mauqif (tempat pengadilan akhirat).”   
      Dalam sebagian riwayat dikatakan bahwa memanjangkan qunût lebih utama dari memanjangkan bacaan Al-Quran dalam shalat.
      Dalam riwayat umum dari Jâbir berkata: Rasûlullâh saw berkata, “Shalat yang paling utama adalah (shalat yang) panjang qu-nûtnya.” 
      Sunnah mengucapkan takbîr sebelum qunût dengan mengangkat kedua tangan pada waktu mengucapkannya, lalu meletakkannya di hadapan wajah dengan menjadikan kedua telapak tangan ke arah langit dan kedua punggungnya ke arah bumi, dengan merapatkan jari-jemarinya selain kedua ibu jari, dan pandangan mata ditujukan kepada kedua telapak tangan. Setelah menyampaikan doa qunût, kedua telapak tangan diturunkan dan tidak diusapkan ke atas wajah.

Qunût itu Dianjurkan Dikeraskan
      Doa qunût itu seluruhnya dikeraskan sebagaimana diriwayatkan dalam hadîts berikut.

   عَنْ زُرَارَةَ قَالَ قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ ع الْقُنُوتُ كُلُّهُ جِهَارٌ
      Dari Zurârah berkata: Abû Ja‘far as berkata, “Qunût itu seluruhnya dikeraskan.” 

   عَنْ عَلِيِّ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَخِيهِ مُوسَى بْنِ جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ لَهُ أَنْ يَجْهَرَ بِالتَّشَهُّدِ وَ الْقَوْلِ فِي الرُّكُوعِ وَ السُّجُودِ وَ الْقُنُوتِ فَقَالَ إِنْ شَاءَ جَهَرَ وَ إِنْ شَاءَ لَمْ يَجْهَرْ
   Dari 'Ali bin Ja'far dari saudaranya Mûsâ bin Ja'far as dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang orang apakah dia boleh mengeraskan tasyahhud, bacaan dalam ruku' dan sujud dan qunût? Beliau berkata, "Jika dia mau dia keraskan, dan bila dia mau dia tidak mengeraskan." 

Qunût sebelum Ruku‘ pada Raka‘at Kedua
Doa qunût disampaikan dalam semua shalat (selain shalat Jumat, shalat hari raya dan shalat ayat) pada raka'at kedua sebelum ruku' baik versi Ahlulbait as maupun versi umum.
 
عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ الْقُنُوتُ فِي كُلِّ صَلَاةٍ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ قَبْلَ الرُّكُوعِ
Dari Zurârah dari Abû Ja'far as berkata, "Qunût itu dalam setiap shalat pada raka'at kedua sebelum ruku'."

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ مَا أَعْرِفُ قُنُوتاً إِلَّا قَبْلَ الرُّكُوعِ
Dari Mu'âwiyah bin 'Ammâr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Aku tidak mengenal qunût selain sebelum ruku'."
Demikian pula dalam versi umum, qunût itu dilaksanakannya pada raka‘at kedua sebelum ruku‘ sebagaimana yang di-katakan Anas (sahabat Nabi saw) kepada ‘Âshim bahwa qunût itu disampaikan sebelum ruku‘. 
      ‘Abdurrahmân telah mendengar Abû Hurairah berkata, "Sungguh akan kudekatkan kepada kalian shalatnya Rasûlullâh saw." Maka Abû Hurairah ber-qunût pada (shalat) zhuhur, ‘isya yang terakhir dan shubuh, dia berdoa untuk orang-orang yang beriman dan dia melaknat orang-orang yang kâfir. 
   Berdasarkan riwayat tersebut, kalau shalat kita ingin seperti shalat Rasûlullâh saw, antara lain kita sampaikan doa qunût di dalam shalat tersebut.

Qunût dalam Shalat Farîdhah dan Nâfilah
Sabda Nabi saw mengenai doa qunût yang diriwayatkan Ahlulbaitnya cukup jelas dan tegas sebagaimana pada dalil-dalil berikut ini.
   
   عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع أَنَّهُ قَالَ الْقُنُوتُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فِي التَّطَوُّعِ وَ الْفَرِيضَةِ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû Ja‘far as berkata, "Membaca qunût itu pada setiap dua raka‘at (pada raka‘at kedua sebe-lum ruku‘) pada shalat tathawwu‘ (shalat sunnah) dan farîdhah (shalat wajib)." 
   
   عَنِ الْحَارِثِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع اقْنُتْ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَرِيضَةٍ أَوْ نَافِلَةٍ قَبْلَ الرُّكُوعِ
Dari Al-Hârits bin Al-Mughîrah berkata: Abû ‘Abdillâh as telah berkata, "Qunût-lah kamu pada setiap dua raka‘at pada shalat farîdhah dan shalat nâfilah sebelum ruku‘." 
   
   عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَجَّاجِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْقُنُوتِ فَقَالَ فِي كُلِّ صَلَاةٍ فَرِيضَةٍ وَ نَافِلَةٍ
Dari ‘Abdurrahmân bin Al-Hajjâj dari Abû ‘Abdillâh as dia berkata: Saya bertanya kepada beliau tentang qunût, lalu beliau berkata, "Pada setiap shalat farîdhah dan nâfilah." 

Hukum Meninggalkan Qunût karena Tidak Suka   
   Kalau kita meninggalkan doa qunût dalam shalat karena benci atau tidak suka, maka shalat kita dipandang tidak sah.
   
   عَنْ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَنْ تَرَكَ الْقُنُوتَ رَغْبَةً عَنْهُ فَلَا صَلَاةَ لَهُ
Dari Wahb bin ‘Abdi Rabbih, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang meninggalkan doa qunût karena dia tidak menyukainya, maka tidak ada shalat baginya." 

Tidak ada Doa yang Ditentukan dalam Qunût      
   عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ الْفَضْلِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْقُنُوتِ وَ مَا يُقَالُ فِيهِ فَقَالَ مَا قَضَى اللَّهُ عَلَى لِسَانِكَ وَ لَا أَعْلَمُ فِيهِ شَيْئاً مُوَقَّتاً
      Isma‘il bin Al-Fadhl berkata: Saya bertanya kepada Abû ‘Abdillâh as mengenai doa qunût dan apa yang mesti diucapkan padanya. Kemudian beliau berkata, "Apa yang Allah tentukan atas lidahmu (terserah kamu), dan aku tidak mengetahui padanya ada sesuatu (doa) yang ditentukan."     
   عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْقُنُوتِ فِي الْوَتْرِ هَلْ فِيهِ شَيْ‏ءٌ مُوَقَّتٌ يُتَّبَعُ وَ يُقَالُ فَقَالَ لَا أَثْنِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ص وَ اسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ الْعَظِيمِ ثُمَّ قَالَ كُلُّ ذَنْبٍ عَظِيمٌ
      Dari Al-Halabi, dari Abû ‘Abdillâh as mengenai qunût dalam watir: Apakah ada padanya suatu (doa) yang ditentukan yang mesti diikuti? Kemudian beliau berkata, "Tidak, sampaikan saja pujian kepada Allah ‘azza wa jalla, shalawât bagi Nabi saw dan meminta ampun bagi dosa kamu yang besar." Kemudian beliau mengatakan, "Semua dosa (hukumannya) besar." 
      Kalau kita ingin berkata-kata dengan Allah dalam shalat dengan bahasa apa saja, maka pada waktu qunût-lah tempatnya.
      
      عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ الثَّانِي ع لَا بَأْسَ أَنْ يَتَكَلَّمَ الرَّجُلُ فِي صَلَاةِ الْفَرِيضَةِ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ يُنَاجِي بِهِ رَبَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ
      Dari Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain berkata: Abû Ja'-far yang kedua as berkata, “Tidak mengapa seseorang berkata-kata dalam shalat farîdhah dengan segala sesuatu yang dengannya dia ber-munajat kepada Rabb-nya ‘azza wa jalla.” 
      Dalam qunût boleh membaca sya‘ir yang mengandung doa seperti: Ilâhî ‘abdukal ‘âshî atâk, muqirran bidz dzunûbi wa qad da‘âk. (Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang durhaka ini telah datang kepada-Mu, dengan mengaku dosa-dosa dan dia berdoa kepada-Mu).
      Dalam membaca doa qunût itu tidak disyaratkan dengan mengangkat kedua tangan, dan tidak pula dengan mengucap-kan dzikir-dzikir atau doa-doa tertentu, tetapi boleh apa yang mengalir atas lidah kita, baik berupa dzikir kepada Allah maupun doa kepada-Nya untuk dunia atau akhirat, dan sekurang-kurangnya mengucapkan kalimat Subhânallâh sebanyak lima kali atau tiga kali, atau mengucapkan kalimat Bismillâhir rahmânir rahîm tiga kali, atau Alhamdu lillâh tiga kali bahkan cu-kup Subhânallâh atau seluruh dzikir satu kali.
      Atau untuk qunût itu kita mengambil doa-doa yang terdapat dalam Al-Quran seperti:
 
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ, إِنَّ اللهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wa hab lanâ min ladunka rahmatan innaka antal wahhâb. Rabbanâ innaka jâmi‘un nâsi liyaumin lâ raiba fîh, innallâha lâ yukhliful mî‘âd.
Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau gelincirkan hati-hati kami setelah Engkau tunjuki kami, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu, sesunggunya Engkau maha pemberi. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau akan mengumpulkan manusia pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya, sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji. 
      Jadi qunût itu boleh dengan bahasa selain bahasa Arab, akan tetapi tentu saja yang lebih baik adalah bahasa dan kalimat yang diriwayatkan dari Rasûlullâh dan Ahlulbaitnya.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
9431 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2013, 07:03:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1814 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 07:09:02 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
2067 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2015, 11:45:40 PM
oleh Akungratis
3 Jawaban
1732 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:26:46 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
861 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2013, 03:01:00 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1188 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 08:53:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1512 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:06:08 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
840 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:10:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1201 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2013, 05:27:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1200 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2013, 04:18:22 PM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan