Penulis Topik: QUNÛT DALAM SHALAT [2]  (Dibaca 1123 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

QUNÛT DALAM SHALAT [2]
« pada: Juni 14, 2013, 05:27:17 PM »
Beberapa Contoh Doa Qunût dari Ahlulbait as
1- اللَّهُمَّ إِلَيْكَ شُخِصَتِ اْلأَبْصَارُ، وَ نُقِلَتِ اْلأَقْدَامُ، وَ رُفِعَتِ اْلأَيْدِي وَ مُدَّتِ اْلأَعْنَاقُ، وَ أَنْتَ دُعِيْتَ بِاْلأَلْسُنِ، وَ إِلَيْكَ سِرُّهُمْ وَ نَجْوَاهُمْ فِي اْلأَعْمَالِ، رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَ أَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُو إِلَيْكَ فَقْدَ نَبِيِّنَا، وَ قِلَّةَ عَدَدِنَا، وَ كَثْرَةَ عَدُوِّنَا، وَ تَظَاهُرَ اْلأَعْدَاءِ عَلَيْنَا، وَ وُقُوْعَ الْفِتَنِ بِنَا، فَفَرِّجْ ذَالِكَ اللَّهُمَّ بِعَدْلٍ تُظْهِرُهُ، وَ إِمَامِ حَقٍّ تُعَرِّفُهُ, إِلَهَ الْحَقِّ آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma ilaika syukhishatil abshâr, wa nuqilâtil aqdâm, wa rufî‘atil aidî wa muddatil a‘nâq, wa anta du‘îta bil alsun, wa ilaika sirruhum wa najwâhum fîl a‘mâl. Rabbanaftah bainanâ wa baina qauminâ bil haqqi wa anta khairul fâtihîn. Allâhumma innâ nasykû ilaika faqda nabiyyinâ wa ghaibata imâminâ, wa qillâta ‘adadinâ, wa katsrata ‘aduwwinâ, wa tazhâhural a‘dâi ‘alâinâ, wa wuqû‘al fîtani binâ. Fafarrij dzâlikallâhuma bi‘adlin tuzhhiruh, wa imâmi ‘adlin tu‘arrifuh, ilâhal haqqi ãmîna rabbal ‘âlamîn.
Ya Allah, kepada-Mu pandangan ditujukan, kaki-kaki dipindahkan, tangan-tangan diangkatkan, leher-leher dipanjangkan. Engkau dipanggil dengan berbagai lisan, kepada-Mu rahasia mereka dan bisikan mereka dalam perbuatan dihadapkan. Wahai Tuhan yang mengatur kami, bukakan antara kami dan antara kaum kami dengan kebenaran dan Engkaulah sebaik-baik yang membuka. Ya Allah, sesungguhnya kami mengadukan kepada-Mu ketiadaan Nabi kami, keghaiban Imam kami, sedikitnya jumlah kami, banyaknya musuh kami, penguasaan musuh-musuh atas kami dan terjadinya fitnah-fitnah pada sekitar lingkungan kami, maka lapangkanlah hal yang demikian itu dengan keadilan yang Engkau tampakkan dan imam keadilan yang Engkau kenalkan, wahai Tuhan kebenaran, kabulkanlah wahai pemilik alam semesta.

2- اللَّهُمَّ لَكَ أُخْلِصَتِ الْقُلُوْبُ, وَ إِلَيْكَ شُخِصَتِ اْلأَبْصَارُ, وَ أَنْتَ دُعِيْتَ بِالأَلْسُنِ, وَ إِلَيْكَ نَجْوَاهُمْ فِي اْلأَعْمَالِ, فَافْتَحْ بَيْنَنَا وَ بَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُو إِلَيْكَ غَيْبَةَ نَبِيِّنَا، وَ كَثْرَةَ عَدُوِّنَا, وَ قِلَّةَ عَدَدِنَا، وَ هَوَانَنَا عَلَى النَّاسِ, وَ شِدَّةَ الزَّمَانِ, وَ وُقُوْعَ الْفِتَنِ بِنَا. اللَّهُمَّ فَفَرِّجْ ذَالِكَ بِعَدْلٍ تُظْهِرُهُ، وَ سُلْطَانِ حَقٍّ تَعْرِفُهُ
Allâhumma laka ukhlishatil qulûb, wa ilaika syukhishatil abshâr, wa anta du‘îta bil alsun, wa ilaika najwâhum fil a‘mâl. Faftah bainanâ wa baina qauminâ bil haqq. Allâhumma innâ nasykû ilaika ghaibata nabiyyinâ, wa katsrata ‘aduwwinâ, wa qillâta ‘adadinâ, wa hawânâ ‘alan nâs, wa syiddataz zamân, wa wuqû‘al fîtani binâ. Allâhumma fafarrij dzâlika bi‘adlin tuzhhiruh, wa sulthâni haqqin ta‘rifuh.
Ya Allah, karena-Mu semua hati diikhlaskan, kepada-Mu segala penglihatan ditujukan, Engkau diseru dengan berbagai bahasa, dan ke-pada-Mu bisikan mereka dalam perbuatan dihadapkan, maka bukakanlah antara kami dan antara kaum kami dengan kebenaran. Ya Allah, sesungguhnya kami mengadukan kepada-Mu ghaibnya Nabi kami, sedikitnya jumlah kami, banyaknya jumlah musuh kami, rendahnya kami dalam pandangan manusia, kerasnya zaman, dan timbulnya fitnah-fitnah pada lingkungan kami. Ya Allah, lapangkanlah yang demikian itu dengan keadilan yang Engkau tampakkan dan penguasa kebenaran yang Engkau kenalkan.
    
3- اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا وَ عَافِنَا وَ اعْفُ عَنَّا فِي الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhummaghfîr lanâ warhamnâ wa ‘âfînâ wa‘fu ‘annâ fîd dun-yâ wal ãkhirah, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.
Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, kuatkanlah kami dan maafkanlah kami di dunia dan akhirat, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

   4- اللَّهُمَّ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ, سُبْحَانَكَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ رَبِّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ, وَ مَا فِيْهِنَّ وَ مَا بَيْنَهُنَّ وَ رَبِّ الْعَرْشِ اْلعَظِيْمِ, يَا اللهُ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ اغْفِرْ لِي وَ لِوَالِدَيَّ وَ لِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
   Allâhumma antallâhu lâ ilâha illâ antal halîmul karîm, lâ ilâha illa antal ‘aliyyul ‘azhîm, subhânaka rabbis samâwâtis sab‘i wa rabbil aradhînas sab‘i, wamâ fîhinna wamâ bainahunna wa rabbil ‘arsyil ‘azhîm. Yâ Allah, laisa kamitslihi syai`, shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, waghfir lî wa li-wâlidayya wa lijamî‘il mu`minîna wal mu`minât, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.
   Ya Allah, Engkau Allah tidak ada tuhan selain Engkau yang maha santun lagi maha mulia, tidak ada tuhan selain Engkau yang maha tinggi lagi maha agung, maha suci Engkau pemilik langit-langit yang tujuh dan pemilik bumi-bumi yang tujuh, dan segala yang ada padanya serta segala yang ada di antaranya dan pemilik singgasana yang agung. Ya Allah, tidak ada sesuatu yang semisal Dia, curahkanlah shalawât bagi Muhammad dan keluarga Muhammad, dan ampunilah segala dosa bagiku, bagi kedua orang tuaku dan bagi semua kaum yang beriman lelaki dan perempuan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Qunût Nabi saw dalam Shalat Witir

   اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَ عَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَ تَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَ بَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَ قِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ, فَإِنَّكَ تَقْضِي وَ لاَ يُقْضَى عَلَيْكَ, سُبْحَانَكَ رَبَّ الْبَيْتِ, أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ, وَ أُؤْمِنُ بِكَ وَ أَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ, لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ يَا رَحِيْمُ
   Allâhummahdinî fîman hadait, wa ‘âfinî fîman ‘âfait, wa tawallanî fîman tawallait, wa bârik lî fîmâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fainnaka taqdhî walâ yuqdhâ ‘alaik, subhânaka rabbal bait, astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa u`minu bi-ka wa atawakkalu ‘alaik, lâ haula walâ quwwata illâ bika yâ rahîm.
   Ya Allah, tunjukilah aku pada kalangan orang yang Engkau tunjuki, kuatkanlah aku pada kalangan orang yang Engkau kuatkan, tolonglah aku pada kalangan orang yang Engkau tolong, berkatilah aku pada apa yang telah Engkau berikan, jagalah aku dari keburukan yang Engkau tentukan, karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ditentukan atas-Mu, maha suci Engkau wahai pemilik Al-Bait, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu dan ber-tawakkal kepada-Mu, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan-Mu wahai yang maha penyayang.

Istighfâr Tujuh Puluh Kali
   أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّي وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ
   Astaghfirullâha rabbî wa atûbu ilaih.
   Aku memohon ampun kepada Allah Tuhanku, dan aku bertobat kepada-Nya, sebanyak tujuh puluh kali.          
   Setelah membaca istighfâr, lalu membaca kalimat berikut sebanyak tujuh kali:

   هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ
   Hâdzâ maqâmul ‘â`idzi bika minan nâr.
   Inilah waktu berdiri orang yang berlindung kepada-Mu dari api neraka.
   Adalah ‘Ali bin Husain Sayyidul ‘Âbidîn as mengucapkan: Al-‘afwa al-‘afwa (mohon maaf, mohon maaf) sebanyak tiga ratus kali dalam witir pada waktu sahur. 
   
Kesimpulannya doa qunût baik di shalat farîdhah atau sha-lat witir tidaklah ditentukan, namun penekannya dalam shalat witir dengan istighfâr dan dalam shalat farîdhah dengan doa biasa.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنِ الصَّادِقِ ع أَنَّهُ قَالَ الْقُنُوتُ فِي الْوَتْرِ الِاسْتِغْفَارُ وَ فِي الْفَرِيضَةِ الدُّعَاءُ
Dari 'Abdurrahmân bin Abî 'Abdillâh dari Al-Shâdiq as berkata, "Qunût dalam shalat witir adalah istighfâr dan dalam shalat farîdhah doa." 

Doa atas Musuh
Dalam qunût, baik pada shalat witir atau shalat yang lain-nya boleh mendoakan atas musuh, dan kita sebutkan nama-namanya, dan jika tahu nama bapaknya, sebutkan pula.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص قَدْ قَنَتَ وَ دَعَا عَلَى قَوْمٍ بِأَسْمَائِهِمْ وَ أَسْمَاءِ آبَائِهِمْ وَ عَشَائِرِهِمْ وَ فَعَلَهُ عَلِيٌّ ع بَعْدَهُ
Diriwayatkan dari ‘Abdullâh bin Hilâl dari Abû ‘Abdillâh dalam sebuah hadîts telah berkata, "Sesungguhnya Rasûlullâh saw membaca qunût dan mendoakan atas suatu kaum dengan menyebutkan nama-nama mereka dan nama-nama bapak mereka dan suku-suku me-reka, dan ‘Ali as melakukan hal itu setelahnya." 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ تَدْعُو فِي الْوَتْرِ عَلَى الْعَدُوِّ وَ إِنْ شِئْتَ سَمَّيْتَهُمْ وَ تَسْتَغْفِرُ
Dari ‘Abdullâh bin Sinân, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Kamu berdoa dalam shalat witir atas musuh, dan apabila kamu mau, kamu sebutkan (nama-nama) mereka, dan kamu ber-istighfâr."   
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
8864 Dilihat
Tulisan terakhir April 14, 2013, 07:03:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1591 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 07:09:02 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1783 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2015, 11:45:40 PM
oleh Akungratis
3 Jawaban
1495 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:26:46 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
815 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 12, 2013, 03:01:00 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1150 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 08:53:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1395 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:06:08 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
802 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 13, 2013, 09:10:22 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
975 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2013, 05:21:00 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1065 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 19, 2013, 04:18:22 PM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan