Penulis Topik: Perempuan-perempuan yang Diharamkan untuk Dinikahi  (Dibaca 1152 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Perempuan-perempuan yang Diharamkan untuk Dinikahi
« pada: Agustus 16, 2013, 07:24:48 AM »
Macam-macam perempuan yang diharamkan menikahinya semuanya ada tiga puluh empat; tujuh belas disebutkan dalam Al-Quran dan tujuh belas disebutkan dalam Sunnah Rasûlullâh saw.

عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُوسَى بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع قَالَ : سُئِلَ أَبِي ع عَمَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مِنَ الْفُرُوجِ فِي الْقُرْآنِ وَ عَمَّا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فِي سُنَّتِهِ قَالَ الَّذِي حَرَّمَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةٌ وَ ثَلَاثُونَ وَجْهاً سَبْعَةَ عَشَرَ فِي الْقُرْآنِ وَ سَبْعَةَ عَشَرَ فِي السُّنَّةِ فَأَمَّا الَّتِي فِي الْقُرْآنِ فَالزِّنَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لا تَقْرَبُوا الزِّنى وَ نِكَاحُ امْرَأَةِ الْأَبِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لا تَنْكِحُوا ما نَكَحَ آباؤُكُمْ مِنَ النِّساءِ وَ أُمَّهاتُكُمْ وَ بَناتُكُمْ وَ أَخَواتُكُمْ وَ عَمَّاتُكُمْ وَ خالاتُكُمْ وَ بَناتُ الْأَخِ وَ بَناتُ الْأُخْتِ وَ أُمَّهاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَ أَخَواتُكُمْ مِنَ الرَّضاعَةِ وَ أُمَّهاتُ نِسائِكُمْ وَ رَبائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُناحَ عَلَيْكُمْ وَ حَلائِلُ أَبْنائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَ أَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا ما قَدْ سَلَفَ وَ الْحَائِضُ حَتَّى تَطْهُرَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ وَ النِّكَاحُ فِي الِاعْتِكَافِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لا تُبَاشِرُوهُنَّ وَ أَنْتُمْ عاكِفُونَ فِي الْمَساجِدِ وَ أَمَّا الَّتِي فِي السُّنَّةِ فَالْمُوَاقَعَةُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ نَهَاراً وَ تَزْوِيجُ الْمُلَاعَنَةِ بَعْدَ اللِّعَانِ وَ التَّزْوِيجُ فِي الْعِدَّةِ وَ الْمُوَاقَعَةُ فِي الْإِحْرَامِ وَ الْمُحْرِمُ يَتَزَوَّجُ أَوْ يُزَوِّجُ وَ الْمُظَاهِرُ قَبْلَ أَنْ يُكَفِّرَ وَ تَزْوِيجُ الْمُشْرِكَةِ وَ تَزْوِيجُ الرَّجُلِ امْرَأَةً قَدْ طَلَّقَهَا لِلْعِدَّةِ تِسْعَ تَطْلِيقَاتٍ وَ تَزْوِيجُ الْأَمَةِ عَلَى الْحُرَّةِ وَ تَزْوِيجُ الذِّمِّيَّةِ عَلَى الْمُسْلِمَةِ وَ تَزْوِيجُ الْمَرْأَةِ عَلَى عَمَّتِهَا وَ تَزْوِيجُ الْأَمَةِ مِنْ غَيْرِ إِذْنِ مَوْلَاهَا وَ تَزْوِيجُ الْأَمَةِ عَلَى مَنْ يَقْدِرُ عَلَى تَزْوِيجِ الْحُرَّةِ وَ الْجَارِيَةُ مِنَ السَّبْيِ قَبْلَ الْقِسْمَةِ وَ الْجَارِيَةُ الْمُشْتَرَكَةُ وَ الْجَارِيَةُ الْمُشْتَرَاةُ قَبْلَ أَنْ تَسْتَبْرِئَهَا وَ الْمُكَاتَبَةُ الَّتِي قَدْ أَدَّتْ بَعْضَ الْمُكَاتَبَةِ
Dari Ibrâhîm bin 'Abdurrahmân dari Mûsâ bin Ja'far dari ayahnya Ja'far bin Muhammad as berkata, "Ayahku as telah ditanya tentang kemaluan yang Allah 'azza wa jalla haramkan dari dalam Al-Quran, dan tentang apa-apa yang Rasûlullâh saw haramkan dalan Sunnahnya. Beliau berkata, 'Yang Allah 'azza wa jalla haramkan dari pernikahan itu ada tiga puluh empat macam; tujuh belas di dalam Al-Quran dan tujuh belas di dalam Al-Sunnah. Adapun yang di dalam Al-Quran zina Allah 'azza wa jalla berfirman, Dan janganlah kamu mendekati perzinaan. Menikahi perempuan yang telah dinikahi oleh bapak. Allah 'azza wa ja-lla berfirman, Janganlah kamu meikahi perempuan yang dinikahi bapak-bapak kamu. Dan (diharamkan atas kamu) ibu-ibu kamu, anak-anak perempuan kamu, saudara-saudara perempuan kamu, bibi-bibi kamu dari pihak bapak, bibi-bibi kamu dari pihak ibu, anak-anak perempuan dari saudara lelaki, anak-anak perempuan dari saudara perempuan, ibu-ibu kamu yang menyusui kamu (ibu susu), ibu-ibu dari istri-istri kamu (ibu mertua), anak-anak tiri kamu yang dalam pangkuanmu yang telah kamu menggaulinya (ibunya) jika kamu tidak menggaulinya maka tidaklah mengapa bagimu, istri-istri dari anak-anak kamu (menantu) dari anak kandungmu sendiri, kamu menyatukan (berpoligami) di antara dua perempuan yang bersaudara (adik-kakak) selain yang telah lampau. Perempuan yang sedang ha-id sehingga suci. Allah 'azza wa jalla berfirman, Dan ja-nganlah kamu mendekati mereka sehingga mereka suci. Pernikahan dalam i'tikâf, Allah 'azza wa jalla berfirman, Janganlah kamu menggauli mereka sedang kamu i'tikâf di masjid-masjid.

Dan adapun yang di dalam Al-Sunnah: Hubungan badan di bulan Ramadhân di siang hari, pernikahan mulâ-'anah setelah li'ân (saling melaknat di antara suami istri, karena suami menuduh istrinya berzina), menikah dalam masa 'iddah, melakukan hubungan saat ihrâm, orang yang sedang melakukan ihrâm menikah atau menikahkan, orang yang melakukan zhihâr (menganggap istri seperti ibu) sebelum bayar kaffârat, menikahi wanita musyrikah (bukan muslimah), pernikahan lelaki dengan wanita yang telah di-ceraikannya untuk 'iddah sembilan kali cerai, pernikahan dengan hamba sahaya wanita atas lelaki yang bisa menikahi wanita merdeka, pernikahan wanita kâfirah dzimmiyyah (yang dilindungi) atas muslimah, menikahi wanita atas bibi-nya dari pihak bapak, pernikahan hamba sahaya perempuan tanpa seizin majikannya, pernikahan hamba sahaya wanita atas orang yang mampu menikahi wanita merdeka, wanita dari tawanan perang sebelum dibagikan, jâriyah (hamba sahaya perempuan) yang disekutui (dalam kepemilikannya), jâriyah yang dibeli sebelum di-istibrâ`-kan (disucikan dengan haid), dan hamba sahaya perempuan yang melakukan mukâtabah (menebus diri dengan cara menyicil) yang telah menunaikan sebagian mukâtabah-nya."   

Catatan
Bidan atau perempuan yang menangani kelahi-ran anak termasuk dari ibu-ibu kamu, maka lelaki tidak boleh menikahi bidannya.

عَنِ الْمُفَضَّلِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ أَنَّهُ كَتَبَ إِلَيْهِ يَقُولُ : جَاءَنِي كِتَابُكَ إِلَى أَنْ قَالَ وَ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّهُمْ يَسْتَحِلُّونَ نِكَاحَ ذَوِي الْأَرْحَامِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ فَإِنَّهُمْ زَعَمُوا أَنَّهُ إِنَّمَا حَرَّمَ وَ عَنَى بِذَلِكَ النِّكَاحِ نِكَاحَ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فَإِنَّ أَحَقَّ مَا يُبْدَأُ بِهِ تَعْظِيمُ حَقِّ اللَّهِ وَ كَرَامَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ مَا حَرَّمَ عَلَى تَابِعِيهِ مِنْ نِكَاحِ نِسَائِهِ بِقَوْلِهِ وَ ما كانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَ لا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْواجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَداً وَ قَوْلِهِ النَّبِيُّ أَوْلى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَ أَزْواجُهُ أُمَّهاتُهُمْ وَ هُوَ أَبٌ لَهُمْ وَ قَالَ : وَ لا تَنْكِحُوا ما نَكَحَ آباؤُكُمْ مِنَ النِّساءِ إِلَّا ما قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كانَ فاحِشَةً وَ مَقْتاً وَ ساءَ سَبِيلًا فَحَرَّمَ نِسَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ مَا حَرَّمَ فِي كِتَابِهِ مِنَ الْعَمَّاتِ وَ الْخَالَاتِ وَ بَنَاتِ الْأَخِ وَ بَنَاتِ الْأُخْتِ وَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ مِنَ الرَّضَاعِ لِأَنَّ تَحْرِيمَ مَا فِي هَذِهِ كَتَحْرِيمِ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فَمَنِ اسْتَحَلَّ مَا حَرَّمَ اللَّهُ مِنْ نِكَاحِ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَقَدْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ إِذَا اتَّخَذَ ذَلِكَ دِيناً
Dari Al-Mufadhdhal bin 'Umar dari Abû 'Abdillâh as dalam sebuah hadîts bahwa beliau telah menulis surat kepadanya. Dia berkata, "Telah datang kepadaku suratmu..." Sampai beliau berkata, "Adapun yang kamu sebutkan bahwa mereka menghalalkan menikahi dzawil arhâm (yang punya hubungan muhrim) yang Allah haram-kan di dalam kitab-Nya, maka mereka mengklaim bahwa apa yang Dia haramkan itu, yakni dengan pernikahan tersebut menikahi istri-istri Nabi saw, karena yang lebih berhak untuk dimulai dengannya adalah pengagungan hak Allah dan kemuliaan Rasûlullâh saw dan apa yang Dia haramkan atas para pengikutnya dari menikahi istri-istrinya dengan firman-Nya, Tidak boleh kalian menyakiti Rasûlullâh dan tidak boleh menikahi istri-istrinya setelahnya untuk selamanya.  Dan firman-Nya, Nabi itu lebih berhak kepada orang-orang yang beriman dari diri-diri mereka dan istri-istrinya adalah ibi-ibu mereka.  Dan dia ayah bagi mereka. Dan Dia berfirman, Janganlah kalian menikahi perempuan yang telah dinikahi oleh ayah-ayah kamu kecuali yang telah berlalu, sesungguhnya perbuatan itu adalah perbuatan yang keji dan dibenci dan seburuk-buruk cara.  Maka Dia telah mengharamkan istri-istri Nabi saw. Dan sungguh Allah telah mengharamkan apa yang Dia haramkan di dalam kitab-Nya bibi dari pihak ayah, bibi dari pihak ibu, keponakan dari saudara lelaki, keponakan dari saudara perempuan, dan apa yang Dia haramkan karena persusuan, karena pengharamannya ini seperti pengharaman menikahi istri-istri Nabi saw. Siapa yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dari pernikahan yang diharamkan Allah, maka sesungguhnya dia telah menyekutukan (pendapatnya) dengan Allah bila dia menjadikan yang demikian itu ajaran."   

 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2997 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 07, 2012, 12:56:45 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2155 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 10, 2013, 01:32:08 PM
oleh dw4ryf
2 Jawaban
3114 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 28, 2012, 04:31:43 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1354 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 09:24:05 AM
oleh Abu Zahra
6 Jawaban
7943 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2013, 01:19:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
815 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2013, 10:25:34 AM
oleh comicers
0 Jawaban
979 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2013, 08:29:12 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1071 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 16, 2013, 08:03:19 AM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2086 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2016, 09:48:55 AM
oleh danijaya
0 Jawaban
319 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2016, 07:19:28 AM
oleh Sandy_dkk

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan